WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Juli 2014

Jelang Lebaran: Air Bersih Susah, Warga Gelisah

air susah susah, warga gelisah

Simpang Hilir – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1435 H, Air Leding di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir macet. Hal tersebut membuat sebagian warga di jalur Provinsi Rantau Panjang resah. Pasalnya, selama ini mereka terbiasa menggantungkan kebutuhan air minum dan MCK (mandi, cuki dan kakus) dari leding. kini harus berburu air bersih ke tempat lain.

Dikatakan Iful Zaiman (38), warga Dusun Ampera Rantau Panjang. Sudah dua hari leding di tempatnya tidak mengalir, yaitu sejak Jum’at (25//7/2014) hingga sekarang. Kita khawatir, hingga lebaran nanti leding tidak mengalir. Kerana, menjelang lebaran seperti ini, air sangat dibutuhkan masyarakat. Kasian bagi masyarakat yang kurang mampu. Harus ngeluarkan biaya lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Belum lagi mereka harus disibukan memenuhi kebutuhan lebaran lainnya, ungkap Iful Zaiman prihatin.

Jika sampai hari H (Lebaran) leding tidak ngalir, untuk memenuhi kebutuhan air wudhu jamaah shalat ‘Id, pun akan susah. Sebab, tidak ada sumber lain yang tersedia di sekitar masjid, terutama yang berada di jalur provinsi. Hanya bergantung pada leding dan hujan. Solusi terakhirnya, mungkin harus beli, imbuh Zaiman, sapaan Iful Zaiman.

Senada dengan Zaiman, Nurzannah (74), ibu rumah tangga, pun mengeluhkan hal yang sama. “Untuk mencuci perabot dapur saja, seperti piring, gelas dan lain-lain jadi susah. Menggunakan air asin, gelas dan piring jadi kurang bersih dan berbau tak sedap,” ungkap Nurzannah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti apa penyebab macetnya leding di Rantau Panjang. Ketika kami coba konfirmasi ke pihak yang berkompeten tentang ikhwal leding tersebut, tak ada tanggapan yang pasti. Diduga, ada kerusakan jaringan instalasi dipusatnya, Dusun Mentubang Desa Harapan Mulia, Sukadana. Atau volume air mulai berkurang akibat sedikitnya curah hujan (kemarau).

Warga hanya bisa berharap, sebelum Hari Raya Idul Fitri, kondisi leding di Rantau Panjang dapat teratasi. Sehingga kebutuhan air minum dan MCK terpenuhi. Apa lagi saat-saat seperti ini. Seharusnya kaum Muslimin disibukan bersilaturrahim dengan tetangga dan kerabat mereka, bukan sibuk mengurusi kebutuhan air bersih. (Has)

Jumat, 17 Januari 2014

Khawatir Angin, Warga Gotong-royong Memangkas Pohon

gotong royong 2, warta kayong kalbar

SUKADANA – Khawatir angin, warga Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton Sukadana, gotong-royong memangkas pohon pelindung di pinggir jalan provinsi, Jum’at pagi (17/1/2014). Tubangnya beberapa pohon akibat tiupan angin/puting beliung, membuat sejumlah warga khawatir dampak negatifnya. Sebab, kondisi cuaca yang sulit diprediksi saat ini, angin ekstrim bisa datang kapan saja, tanpa terduga.

“Kami khawatir saja jika angin kencang datang tiba-tiba, pohon ini tumbang, kerena posisinya sangat dekat dengan masjid dan rumah warga,” ungkap Amat, warga setempat.

Kendati berjibaku dengan kerengge (semut api, red), tak menyurutkan semangat warga memangkas pohon tersebut. Alhasil, pohon yang berdiameter lebih dari 50 cm tersebut, selesai dipangkas sebelum fardu Jum’at.

Gotong Royong, Warta Kayong Kalbar

Apa yang dilakukan warga Dusun Tanjung Belimbing tersebut patut diapresiasi. Sebab, selain mengantisipasi bahaya angin/putting beliung yang bisa datang kapan saja, juga menghidupkan semangat atau budaya gotong-royong, yang saat ini keberadaannya telah tergerus oleh moderenisasi● (Has)