WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label jat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2014

KONFERCAB Ke Dua NU Kayong Utara Di Gelar

nu konfercab kayong utara 2

7 Agustus 2014, bertempat di gedung Nahdlatul Ulama ( NU), konferensi cabang yang di gelar setiap lima tahunan di gelar. Dalam acara tersebut di hadiri oleh Ketua NU Kalimantan Barat Drs M Zeet Hamdy Assovie MTM, rombongan pengurus Nahdlatul Ulama ( NU) dari semua kecamatan di kabupaten kayong utara dan para pengurus kabupaten serta tokoh Masyarakat.

Acara di awali dengan Halal Bihalal di Hotel Mahkota Kayong pada pukul 09. WIB. Hadir berbagai pejabat di lingkungan PEMDA kayong utara, Tokoh masyarakat Tokoh Agama dan pengurs NU KalBar.

Ketua Syuriah NU, H. Hamid Burhan dalam sambutannya menyatakan bahwa, berhubung masih bulan syawal, kami segenap pengrus NU kayong utara mengucapkan minal aidzin walfaizin  kepada segenap masyarakat kayong utara.

Dalam Pembukaan Konfercab NU ke dua tersebut Drs M Zeet Hamdy Assovie MTM memberikan arahan bahwa umat NU harus maju di segala bidang, dalam hal ini di dihadapkan dengan tantangan zaman yang semakin maju, ia juga menghimbau kepada umat NU yang pada umumnya berprofesi sebagai petani dan memiliki lahan luas agar dapat melaksanakan program kemandirian pangan dengan memanfaatkan sember daya alam yang masih banyak ngangur.

nu konfercab

Sidang Konferensi cabang ke dua di pimpin H. Effendi Ahmad, M. Pd I, dengan membacakan tata tertib serta petunjuk tekhnis konferensi dalam menunjuk ketua Syuriah Dan Ketua Tanfidhyah.

Setelah pembacaan laporan pertanggung jawaban NU selama lima tahun, kemudian agenda selanjutnya adalah pemilihan Ketua Syuriah dan Tanfidhyah periode 2014 -2019.

Dalam konferensi yang alot tersebut akhirnya terpilih sebagai ketua syuriah adalah H. Suparno dan sebagai Ketua Tanfdhyah masih tetap H. Nazril Hijar , S. Ag, sebagai pengurus periode 2014 – 2019.

Dari kepengurusan yang baru tersebut di harapkan NU dapat memberikan warna bagi semua umat yang berada di kabupaten kayong utara, dengan paham Ahlussunnah wal jamaahnya NU lebih merakyat dan dapat di terima di semua kalangan masyarakat juga di harapkan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. (MH)

Jaringan Tahlil Indonesia Kayong Utara Di Launching

jti

Pulau Kumbang, 2 Agustus 2014 Pondok Pesantren Agro Ahluddunya yang di singkat AHDUN, mengadakan acara halal bihalal dalam rangka masih dalam bulan syawal 1435 Hijriyyah sekaligus melakkan terobosan dengan membentuk jamaah Tahlil secara terkoordinir yang di beri nama Jaringan Tahlil Indonesia atau yang di singkat (JTI).

Acara launching Jama`ah tahlil indonesia (JTI), tersebut di hadiri oleh berbagaitokoh masyarakat dan ulama atau kiyai dari semua kecamatan di seluruh Kabupaten kayong utara. Para kiyai dan ulama serta ustadz tersebutlah yang nantinya di rencnakan akan membidani atau mengorganizir Jamaah Tahlil yang di bentuk di setiap kecamatan, desa, melewati jama`ah Masjid/surau / musholla.

Seperti yang di ungkapkan oleh pengasuh Ponpes AHDUN, KH Samadikun bahwa kegiatan JTI memiliki program ke depan di antara; membentuk kelompok JTI di setiap desa atau kecamatan di setiap surau atau musholla, Kantor, perusahaan, sekolahan, lembaga formal maupun nin formal secara terjadwal, dilanjutkan dengan membentuk di tingkat kabupaten dan melakukan Tahlil Akbar satu kali satu bulan.

Di ungkapkan oleh ketua PC. NU Kabupaten Kayong Utara, H. Nazril Hijar, S. Ag  mengenai tujuan dari pembentukan jaringan Tahlil tersebut adalah untuk melestarikan tradisi amaliyah ulama ahlussunnah wal jama`ah ala nahdlatul Ulama, serta memperkuat silaturrahmi dan ukhuwah islamiyyah.

Dalam tekhnis kegiatannnya nanti JTI akan road show ke setiap kelompok yang di bentuk untuk mengadakan kegiatan rutinitas, dalam kegiatan di dalamnya JTI selain melakukan tahlilan rutin, JTI juga mentradisikan 9 Ustadz ( penceramah ), sebagai pemateri dalam setiap kali kegiatan dalam perkumpulan jamaah.

Ustadz Habib Hassan Al Haddad, ulama  kayong utara memberikan wejangan mengenai pentingnya kegiatan JTI untuk membendung aliran aliran yang bertentangan dengan paham ahlussunnah wal jama`ah. Ia juga mengajak kepada para jama`ah agar dapat menginfakkan sebagian rezeki, baik untuk kepentingan jama`ah maupun untuk kepentingan sosial.

Ustadz imamudiidn Falih Al Jailani, juga memberikan komentar bahwa kegiatan pembentukan JTI ini sejalan dengan apa yang ia rencanakan, yakni akan membuat jama`ah istigotshah kubro, dan saat ini istigotsah sugronya sudah berjalan, namun masih untuk kalangan terbatas, maka degan adanya JTI ini ia merasa sati visi dan misi dan dapat bersatu dalam bingkai kegiatan berjama`ah.