WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label korupsi kku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korupsi kku. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

Air Mata Pekerja Batu Pantai

pekerja batu pantai p datok

            Keindahan alam Pantai Pulau datok cukup luar biasa, namanya cukup di kenal hingga menjelajahi belahan dunia luar. Namun siapa sangka di balik keindahannya yang menawan, Pantai Pulau datok menyimpan berbagai Permasalahan. Salah satunya adalah para pekerja batu pantai yang sesungguhnya tidak boleh melakukan kegiatan tambang batu di pantai pulau datok yang notabene adalah kawasan Hutan Lindung juga sebagai tempat wisata.


            Tumpukan batu pantai yang menggunung menjadi saksi bisu dan bukti akan dua sisi kepentingan yang saling tarik menarik. Antara Sesuap nasi dan Aturan, jika aturan di tegakkan maka akan timbul permasalahan mengenai sesuap nasi tadi. Akan sangat sulit di bedakan mana yang perlu dan mana yang tidak. tapi dua duanya sama sama perlu dan sama sama penting.


            Di sisi lain ada sebuah ironi yang tersamarkan, yakni perkara mengalirnya uang ke pihak pihak tertentu hanya dengan modal kenal dengan Pejabat tertentu lalu kemudian orang melayu kayong menyebutnya “nyaman ngomong”. Biasanya kedok mereka adalah aspirasi peningkatan kapasitas dan pelayanan khususnya di bidang pariwisata, lalu dimanakah mereka bermain ?. di sinyalir permainan mereka sangat rapi. Menurut Nara sumber berinisial SH, permainan mereka lebih cenderung mengusulkan proyek non fisik yang di kenal dengan istilah Proyek Detail Engineering Design (DED). Untuk detil paket lelang DED tersebut datanya dapat di lihat di LPSE kayong utara On line.


            Di website resmi LPSE kayong utara tersebut Tahun 2013 saja ada 4 paket proyek DED bernilai ratusan juta rupiah. Dengan kedok proyek DED, mereka bekerja menggunakan jasa konsultan, mereka mudah bermain dengan proyek ini, karena proyek ini bisa dikerjakan hanya di atas meja dengan data yang serampangan. Bahkan menurut nara sumber berinisial SH, Proyek DED ini nilai keuntungannya lebih besar dari pada proyek fisik, maka tak salah lagi jika para Anggota Dewan kompak bersuara untuk ketok palu proyek DED ini, sebab di mungkinkan mereka juga ikut bermain di dalamnya.


            Sungguh ironis, dua perbedaan yang Tajam, antara pekerja batu Pantai dan kelompok Preman berdasi. Preman berdasi lebih berbahaya efeknya untuk merusak, bukan hanya bisa merusak alam, namun juga merusak moral manusia dan menambah kerusakan di mana mana.


            Para pekerja batu di pantai pulau datok rata rata adalah orang miskin yang hidupnya jauh dari kelayakan, mereka miskin, mereka terbelakang dan banyak dari mereka yang tidak berpendidikan, bahkan hingga kayong utara merdeka menjadi kabupatenpun masih ada di antara mereka yang anaknya putus sekolah, padahal kayong utara telah menggratiskan pendidikan. Sungguh ironis bukan.


            Menurut pengakuan salah seorang warga pekerja batu pantai bernama Hamid, ia menuturkan bahwa tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa ia lakukan selain dari menitik batu, sebab menitik batu lebih menghasilkan ketimbang ia menjadi buruh di pasar, yang terkadang tenaganya banyak nganggur.


          Begitu juga Miah, seorang ibu paruh baya yang bekerja menjadi pemecah batu dari mulai harga batu Rp 2000, per Kubik. Miah mengaku pasrah jka nantinya ia di larang mencari batu di kawasan pantai pulau datok. “tapi pemerintah tege ke liat kamek tak makan, bagos gak kamek kerje nitek batu dari pade kamek korupsi”. Demikianlah kalimat sakti yang di keluarkan bu miah dengan logat melayu kayongnya yang kental.


            “Dilihat secara nyata ini adalah kegiatan yang merusak lingkungan, kami selaku pihak Desa tidak dapat berbuat banyak dengan mereka. Karena terus terang kami harus bisa memberikan solusi bagaimana jika mata pencaharian mereka dari menitik batu ini kami larang”. Ungkap Jemawi kepala Desa Sutera kecamatan sukadana. Jemawi juga pernah mengusulkan kepada pemerintah agar warga sekitar pantai yang di bawah garis kemiskinan agar di data dan di buatkan Transmigrasi Lokal, namun hingga saat ini usulannya belum di respon.


            Kepala dinas Energi Sumber Daya Dan Mineral (ESDM ) Kabupaten Kayong Utara, Abdul Halim, menyatakan bahwa menurut aturan, para penambang batu di pantai pulau datok adalah ilegal, hingga sampai saat ini pihak ESDM sendiri tidak pernah memberikan surat izin, baik kepada warga maupun kepada kelompok pengusaha.


            Pihak dinas pariwisata, agak enggan ketika kami konfirmasi tentang keberadaan tambang batu di pantai pulau datok. Di sampaikan lewat kabid pariwisata Ari Hartian, jikakalau kawasan pantai pulau datok di tata dengan gaya natural apa adanya itu lebih baik, namun ia enggan berkomentar jauh tentang keberadaan tambang batu tersebut.


            Semua sepakat bahwa dampak lingkungan dari aktivitas tambang batu liar di pantai pulau datok dan sekitarnya sangat berbahaya untuk keberlangsungan masa depan. Apa yang terjadi jika Batu tepi pantai pulau datok nantinya habis ?. tentu tidak bisa menahan gelombang atau menahan abrasi.


            Batu di tepian pantai memegang peranan cukup penting dalam untuk kelangsungan pantai itu sendiri, menjadi pagar alami, itu sudah pasti, menjadi benteng dari hantaman gelombang.


            Hasanan seorang aktivis sosial dan seorang Citizen jurnalis mengungkapkan bahwa, dalam hal ini pemerintah harus betul betul betul adil dan bijak dalam menentukan kebijakan. Jangan sampai masyarakat kecil yang hanya berniat mencari sesuap nasi menjadi korban kebijakan yang di balut dengan aturan aturan yang membuat kebanyakan kalangan masyarakat justru menjadi korban, sementara ketika perusahaan perusahaan besar melakukan perampokan alam dengan kedok mensejahterakan masyarakat melewati usaha tambang bouksit, emas, Sawit dan lain lain di izinkan.


            Sebut saja perusahaan sawit  J*, in salah satu perusahaan sawit besar di kayong utara. Apa yang ia sumbangkan tiap tahun untuk masyarakat?. Banjir, Pencemaran Limbah Pabrik, Musnahnya beberapa Habitat, itu yang pasti. Lalu apa yang di nikmati masyarakat?. Paling paling hanya gaji kuli di bawah standard dan sedikit uang lembur yang hanya cukup untuk membeli daging dan kue lebaran. Sungguh tak sebanding antara manfaat dan mudharatnya.


            Perlakuan adil dan bijaksana sangat di tunggu tunggu masyarakat, mereka adalah aset, hanya mereka adalah golongan orang orang lemah yang tidak mampu. Jangankan berfikir masalah Pelestarian alam dan tetek bengek, untuk pendidikan yang di jamin pendidikan gratsi saja mereka tidak begitu peduli, sebab mereka Lapar, sebeb ekonomi mereka tidak mapan, mereka tidak mampu untuk berfikir apalgi cerdas sebab mereka lapar.


            Belum lagi ancaman penggusuran karena pelarangan yang menghantui mereka setiap saat. Terkadang malam hari mata mereka sulit untuk di pejamkan.bahkan ketika di pejamkan pun mereka akan bermimpi buruk tentang lokasi tambang mereka yang sewaktu waktu alkan di gusur. Hari hari mereka menangis bathin, air mata mereka sudah kering di sapu angin pantai yang terus semilir menemani para pekerja batu Pantai dari pagi hingga menjelang sore hari. ( wk tim)

Senin, 11 November 2013

Uang Peras Atau Jatah Proyek Program Pemerintah

Uang Peras Atau Jatah Proyek Program Pemerintah


Oleh : Miftahul Huda. ( 11/11/2013)


 uang_peras  jatah proyek kku kayong utara


            Ini kebiasaan yang membudaya dan tumbuh subur di lingkungan pejabat pemerintah, buktinya setiap kali ada proyek, entah itu proyek fisik maupun non fisik ada saja yang namanya jatah liar bagi para (preman berdasi),  ya baik kita sepakat menyebut para oknum pejabat nakal itu dengan gelar preman berdasi saja hehhehe. Tapi ngomong ngomong tentang gaya preman, penulis lebih suka dengan preman sejati dari pada preman berdasi yang kerjanya nyunat atau ngemplang anggaran rakyat, hehehhe, oke baik itu yang penulis suka, tapi lain halnya dengan pembaca, mungkin para pembaca ada yang sepakat dengan penulis, tapi bagi pembaca yang menjadi pelaku  mungkin tak setuju, atau pun mungkin ada yang bekerja sama sebagai pelaku kata gori preman berdasi tadi hehehhe, penulis yakin segala argumentasi pembelaan dan pembenaran akan di lakukan demi melanggengngkan profesi terselubung preman berdasi tersebut, hehehhe, oke baik tidak masalah setuju maupun tidak dengan gelar tersebut yang pasti tidak begitu penting buat penulis untuk tidak menulis cerita berikutnya, anggap saja itu bagian dari indahnya dinamika pendapat, begitu penulis rasa lebih enak dan fleksibel bukan ?....


            Oke baik… Dear, langsung saja ya para pembaca yang budiman, simak baik baik cerita fakta bukan fiksi teman penulis ini, ceritanya ia mengeluh dengan penulis bahwa ia beberapa kali punya program dan alhamdulilah di ACC oleh pihak instansi terkait, tapi yang membuat ngeluhnya itu adalah pajak liarnya itu, hehehhe, kok pajak liar ?.. begini dia bilang “ aduh baang saya ni dilema juga dengan orang Dinas ……., dia minta jatah sepuluh persen, terus Dinas ……. minta juga sepuluh persen, jadi dana yang seharusnya di peruntukkan untuk program ini ni bisa ideal, tapi karena di sunat oleh orang dinas ni jadi akhirnya kurang maksimal, sementara kami ini sebagai pengelola di tuntut harus sesuai dengan prosedur, tapi karena udah di sunat ya terpaksa kami harus kerahlan tenaga lebih untuk kerja bakti “. Aduuh kasian ya dengan nasib teman penulis ( sesuai permintaan namanya tidak mau di publikasikan ), ini artinya apa ayo ?... silahkan para pembaca berasumsi ria dengan statement teman penulis tersebut ?.


suap  jatah proyek kku kayong utara


            Inilah cerminan bobroknya moral negeri ini, beberapa waktu lalu penulis ingat di postingan warta kayong tentang krisis multi dimensi ( baca di : http://wartakayong.wordpress.com/2013/10/27/krisis-multi-demensi-berlanjut-kesalahan-itu-kita-yang-memulainya/  ), di sana di ulas juga bahwa kita miskin keteladanan, hampir sudah tidak ada lagi keteladanan di bumi pertwi saat ini, dari pejabat kacangan sampai pejabat tinggi di tingkat pusat prilakunya kebanyakan sudah tidak bisa di jadikan panutan lagi, dan sekarang bagaimanakah di daerah kita ?. … berdasarkan dari sedikit kisah fakta di atas silahkan anda jawab sendiri.


            Ada lagi kisah nyata lain yang membuat bulu kuduk penulis merinding dan gigi gemeretuk karena geram, teman penulis yang juga identitasnya minta di rahasiakan ceritanya punya produk yang mau di patenkan dengan label tertentu, eh cerita punya cerita dari sang tenaga survei dari dinas instansi ini minta jatah uang nginap dan transportasi, padahal kalau di fikir ini produk yang mau di patenkan hanya produk lokal yang baru mau berkembang, belum apa apaan sudah di mintai uang dengan alasan tetek bengek, emang uang tinggal nyetak apa ?, wajar saja banyak produk lokal dan para pengrajin atau masyarakat kelas bawah yang terus saja miskin dan tidak bisa mengembangkan produknya, di sebabkan budaya nakal Jatah preman berdasi seperti ini. Kalau di fikir lagi padahal orang Dinas tersebut tentu punya uang anggaran perjalanan dinas bukan ?. dan biasanya juga ada uang saku, La terus apa sih maksudnya masih meminta jatah lagi dari penguasa pemula yang masih kesusahan. Masyaallah,… Astghfirullaah….... geram rasanya penulis dengan tutur cerita nyata teman penulis tersebut.


            Ada Benarnya juga dengan apa yang di sampaikan salah seorang anggota group facebook bahwa Indonesia tak terkecuali Kayong Utara akan berubah drastis kalau generasinya di pangkas, heheh. Tapi itu kan tak mungkin, itu terlalu ekstrim dan terlalu emosional, tenang men tenang ini adalah proses men, semoga saja para genarasi yang siap menggantikan generasi yang sudah terlanjur menjadi Preman Berdasi tersebut tidak ketularan penyakit psikolgis tersebut hehehhe.


            Ayo para genarsi muda harapan bangsa, yang terkhsus masih di bangku pendidikan baik SD sampai Kuliah, bangun dan kokohkan karakter kalian untuk menjadi orang yang benar bukan hanya pintar saja, karena orang Pintar di negri ini sudah terlalu banyak terbukti tidak benar, maka niatkanlah kalian jadi orang Benar saja cukup. Dari kalianlah harapan itu tertumpu, dari kalianlah kayong utara ini akan di bawa kemana nantinya, Jika saat ini harapan sudah susut, maka kami yakin kalian lah yang akan membawa harapan untuk kayong utara kelak bersinar. Jika saat ini bau bau tak sedap terkadang masih menusuk, harapannya kelak kalian bisa menebar wangi, jika saat ini segilintir orang baik hanya di jadikan pelengkap atau tumbal, semoga kelak kalianlah yang melengkapi menjadi orang baik tersebut dan mengambil alih tali kendali dan bisa membawa perubahan . Amieen