WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label pergaulan bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pergaulan bebas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2014

Sosialisasi Remaja Dari Kita Untuk Bangsa

sosialisasi wk untuk generasi muda  1

Di mulai dari keprihatinan terhadap kreativitas dan pergaulan remaja yang mengkhawatirkan, maka komunitas Simpang Mandiri Production bersama media Warta Kayong  di mlai pada tanggal 8 Agustus 2014, mengadakan road show sosialisasi ke sekolah sekolah. Kegiatan tersebut di awali dari SMAN 1 Simpang hilir kemudian akan merambah ke berberapa sekolah di kayong utara.

Sambil melakukan sosialisasi tersebut simpang mandiri juga memberikan motivasi untuk bergabung bersama kegiatan yang di prakarsasinya bersama rekan rekan yakni di antaranya sekolah film dan blog. dalam kegiatan tersebut bukan hanya bicara masalah tekhnis di film dan IT / Blog saja, namun lebih mengedepankan bagaimana pemahaman sebuah esensi kehidupan dan menyelami serta menjiwai jalan hidup melalui materi tersebut yang akan di kemas sedemikian rupa, sehingga para peserta memahami serta mekanai bagaimana arti kehidupan dengan seutuhnya dengan output sikap dan mental yang berkarakter.

SAM_0578

Kegitan yang di laksanakan komunitas tersebut swadaya, tanpa sokongan dari pihak manapun, seperti yang di ungkapkan oleh Miftahul huda ( manager simpang mandiri ), bahwa kegiatan tersebut merupakan bakti sosial yang di jalankan komunitasnya setiap tahun, di tegaskannya bahwa saat ini kayong utara menghadapi tantangan berat di bidang pembentukan SDM yang seutuhnya, tidak bisa hanya kami yang melakukan ini, namun hal ini merupakan masalah bersama maka kita harus hadapi bersama. Ungkap huda

Di ungkapkan oleh Irawanysah bahwa dalam aksi kegaiatn ini, bagaimana memberikan pemahaman dan mengajak para generasi pelajar untuk tidak terjebak pada pragmatisme dan hal hal yang menjurus pada pergaulan yang negatif sehingga merusak mental dan masa depan . Ungkap irawansyah.

 

Selasa, 07 Januari 2014

Aku Berselingkuh, Karena Suamiku Tidak Memuaskan (1)

hasanan warta kayong kalbarOleh: Hasanan


Masalah seks dalam rumah tangga tak bisa dipandang sebelah mata. Keretakan rumah tangga, seks kadang menjadi faktor penyebabnya juga, selain masalah ekonomi, keegoaan individu, perbedaan status sosial, perbedaan penghasilan dan lain-lain.


Alkisah. Saat berada di Pontianak sekitar bulan September 2013 yang lalu. Secara kebetulan kami bertemu dengan seorang wanita, yang menurut saya sedikit agak aneh. Keanehan tersebut ternyata bukan hanya saya yang merasakannya, namun 5 orang teman saya yang lain, kecuali satu orang teman saya yang sudah lebih dulu mengenalnya.


Ketika bicara tentang wajah (kecantikan), wanita yang satu ini berwajah sedang. Kulitnya kuning langsat, lumayan mulus dan sedikit berbulu. Bentuk wajahnya bulat, rambut sebahu, dengan mata sedikit bulat, hidung agak mancung dan bibir sedikit sensual. Tinggi badanya sekitar 155 cm, dengan bobot sekitar 45 kg. Yah, masih memiliki gaya tariklah.


Kerena penasaran, saya mencoba mencari tahu siapa sosok wanita tersebut. Dari teman kami yang mengenal dan kenal dengannya, terungkaplah siapa sosok gadis aneh tersebut, dari mana asalnya, bagaimana latar belakangnya, apa kegiatannya dan bagaimana sisi lain dari kehidupannya, baik berdasarkan keterangan teman maupun ungkap langsung dari wanita tersebut.


Singkat cerita, saya dan teman saya berkenalan dengan wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita supel ini. Dari pembicaraan demi pembicaan selama lebih kurang empat hari kami di Pontianak, terungkaplah dari bibir wanita tersebut beberapa fakta yang mencengangkan, hingga kasus perceraian dia dengan suaminya.


Pada mulanya, usaha saya mendekati wanita ini sempat dicurigai teman-teman, khususnya ponakan saya sendiri. Dihadapan teman dan ponakan saya, saya membuat janji untuk pergi berjalan dengannya, dengan maksud menguji responnya dan ingin tahu lebih jauh bagaimana kepribadiaannya. Rencana jalan-jalan pun terlaksana. Karena ponokan curiga pada saya, dia langsung berboncengan dengan saya. Sementara wanita tersebut berbonceng dengan teman wanita ponakan saya. Niat ponakan saya sungguh mulia. Kecurigaannya merupakan antisipasi agar saya tidak kecantol wanita lain, sebab saya telah beristri dan punya anak. Dan saya sangat menyadari sekali status saya.


Menjelang hari ketiga kami di Pontianak, ada kesempatan panjang kami berkomunikasi dengan wanita tersebut. Karena mengetahui latar belakangnya, saya dan 1 orang teman saya mencoba memberikan motivasi dan nasehat. Dari hasil pembicaran demi pembicaraan kami dengannya, terungkap bahwa wanita ini termasuk orang yang abai dalam kewajiban merawat/menjaga anaknya. Anaknya besar dan diasuh oleh orang tuanya. Sementara dia jarang di tempat/rumah dengan alasan bekerja. Kemudian kami dapat mengungkap kasus percerainya yang tidak wajar dengan mantan suaminya.


Ketidakpuasan dalam hal seks dan masalah ekonomi, menjadi alasan mengapa dia harus bercerai dengan suaminya. Kepuasan seks pula yang menyebabkan wanita ini rela menghianati suaminya, berselingkuh dengan laki-laki lain yang masih lajang, yang juga termasuk teman suaminya.


Sebut saja nama wanita tersebut “Nyonya Gaul.” Disapa nyonya karena dia pernah bersuami dan memiliki 1 anak, yang katanya anak tersebut buah dari cinta dia dengan mantan suaminya. Pada mulanya Nyonya Gaul mengisahkan perceraian mereka karena suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Suami Nyonya Gaul pun mengatungkan hidupnya dengan bermain musik, sama sepertinya. Hingga mereka menikah dan punya anak, musik menjadi mata pencarian mereka. Dan musik pula yang telah mempertemukan mereka hingga berjodoh, menikah dan punya anak.


Wanita muda (28 tahunan) asal Ketapang ini adalah penyanyi panggilan. Maksud penyanyi panggilan yaitu, Nyonya Gaul ini akan dapat pekerjaan (menyanyi) apabila ada band yang membutuhkan suaranya. Dia menyebut kontrak nyanyi dengannya, dengan sebutan job. Dan tentu job yang ia maksud sifatnya musiman, misalnya job itu akan ada ketika ada show atau menghibur acara resepsi pernikahan. Wanita ini benar-benar mengantungkan hidupnya dari menyanyi dan bernyanyi, sembari bercita-cita agar kelak dia bisa menjadi penyanyi besar, layaknya Inul Daratista.


Pada mulanya Nyonya Gaul ini beralasan kuat bahwa perceraian mereka karena suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Saya dan teman saya tak langsung percaya dengan ungkapan tersebut. Saya bilang padanya, “Kalian menikahkah karena dasar saling mencintai, karena sudah mengetahui latar belakang masing-masing, sudah saling menerima kekurangan dan kelebihan diantara kalian kan?” Benar, “Jawabnya?”  Saya kembali melanjutkan pertanyaan saya, “Lalu kenapa kalian bercerai, jika kalian saling mencintai? Pasti ada alasan lain selain masalah ekonomi, mungkin kepuasan seks barang kali?”


Tanpa ragu dan malu akhirnya Nyonya Gaul mengakui bahwa perceraian ia dengan suaminya karena masalah seks juga. Dia bilang, selama berhubungan seks dengan suaminya hingga mereka punya anak, Nyonya Gaul tidak pernah mengalami kepuasan (klimaks). Dia sangat membencian hal tersebut. Katanya, “Suami saya ego bang dalam hal seks, dia cuma memikirkan dirinya sendiri, asal dia puas/klimaks saja, sementara perasaan saya diabaikanya. Saya benar-benar jenuh berhubungan seks dengannya. Jika itu saya lakukan, itu karena terpaksa saja.”


Bermula dari perasaan jenuh/bosan karena suami tak memberikan kepuasaan seks, akhirnya Nyonya Gaul menjadi WIL (Wanita Idaman Lain). Cinta gelap pun terjalin antar Nyonya Gaul dengan lelaki idamannya. Hubungannya dengan laki-laki yang dapat memberikan kepuasan sesaat padanya, berjalan selama hampir setahun, tanpa diketahui sang suami. Seolah-olah ada kebanggaan tersendiri di hatinya ketika ia menceritakan hal tersebut kepada kami. Sejak bertemu laki-laki tersebut, seolah dia benar-benar baru merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia yang sesungguhnya.


Seperti kata pepatah, “Sepandai-pantainya tupai melompat, ada saatnya ia akan jatuh.” Nasib serupa pun dialami wanita yang tidak mau terikat, alias ingin hidup bebas tanpa ada yang mengaturnya – sang Nyonya Gaul. Hubungan cinta gelapnya, yang sekarang lazim disebut selingkuh, pada akhirnya keciuman sang suami juga. Singkat cerita, kasus tersebut menetapkan kesepakatan akhir mereka, bahwa mereka harus bercerai. Sebab tidak ada kecocokan lagi dianatara mereka, (kayak artis-artis di televisi gitu dech).


Saya pikir ketika bercerai dengan suaminya si Nyoya Gaul akan menikah dengan laki-laki selingkuhannya? Ternyata tidak. Tentu hal yang berat bagi laki-laki lajang untuk dapat menerima wanita janda beranak. Apa lagi hak asuh anak ada pada janda tersebut. Kecuali banyak kasus yang terjadi, laki-laki lajang menikahi seorang janda beranak 5 sekalipun, karena wanita tersebut memiliki nilai lebih di mata laki-laki tersebut. Atau karena jodoh yang tak dapat dibantah lagi.


Dari sekian tahun menjanda. Hubungan demi hubungan dengan laki-laki lain, baik hubungannya sebagai mitra kerja atau hubungannya sebagai pacar, belum terlintas di benak Nyonya Gaul untuk menikah lagi demi anaknya, demi masa depan kehidupannya. Dia seperti berjalan di atas awang-awang. Bercita-cita menjadi artis ternama hanya dengan tebar pesona yang kian hari kian sirna, baik pesonanya maupun harapannya. Sementara anaknya butuh sosok ibu yang benar-benar bisa menjadi ibu yang baik buatnya. Sementara sang ibu hanya bisa bermimpi dan bermimpi. Dan bapak dari anaknya pun sangat lemah pula dalam hal tanggung jawab sebagai ayah dari anak mereka. Nasib baik Nyonya Gaul ini masih punya orang tua (ibu), sehingga nasib anaknya harus menjadi tanggung jawab orang tuanya. Edan…..


*****


Cerita Nyonya Gaul tentu pelajaran berharga yang dapat kita petik, khususnya bagi laki-laki atau wanita yang sudah beristri/bersuami. Pertama masalah ekonomi. Sedapat mungkin dan semaksimal mungkin, sebagai suami, kepala keluarga, kita wajib bertanggung jawab terhadap kebutuhan nafkah lahir keluarga (istri/anak-anak) kita. Apapun pekerjaannya asalkan halal, lakukan! Untuk ukuran kita, anggap saja musik misalnya, sebagai media penyalur hobi kita, sebagai penghasilan tambahan, bukan pekerjaan utama. Sebab menjadikan msusik dari kampung ke kampung sebagai penghasilan utama, sangat sulit, keran itu terbatas.


Kedua, masalah seks atau kepuasan seks. Apabila anda (istri) mengalami ketidakpuasan dalam berhubungan seks dengan suami anda, komunikasikan! Katakan kepada suami anda bahwa anda tidak klimaks/orgasme setiap berbungan seks dengannya. Tak perlu malu mengatakannya. Sehingga ini tidak menjadi beban dalam kehidupan anda, yang membuat anda cenderung melakukan hal yang tidak-tidak. Curhat kepada laki-laki salain suami kita, sama hal membiarkan diri masuk kedalam perangkap kehinaan. Bagi laki-laki, ini merupakan tawaran dan kesempatan baik. Sehingga peluang untuk melakukan kemaksiatan sangat terbuka lebar. Alangkah indahnya hubungan suami-istri itu diaktualisasikan sebagai hubungan sahabat, tempat curhat, bukan sekedar hubungan seks semata.


Sebaliknya, sebagai suami kita pun harus bertanya, apakah istri kita merasa puas ketika berhubungan seks dengan kita. Jangan sampai kita dianggap sebagai laki-laki ego seperti yang dimaksud Nyonya Gaul. Karena perkara seks suami-istri, selain kebutuhan biologis, seks merupakan nafkah batin suami kepada istrinya juga. Jika dia (istri) merasa tidak pernah klimaks (puas), tanyakan bagaimana caranya agar dia bisa puas, Tanyakan dimana letak kelemahannya agar dia bisa klimaks. Jika dia malu mengatakannya, sebagai laki-laki kreatif sedikit dong mencarinya. Jika sulit menemukannya, cari referensi di buku atau di internet misalnya.


Sedapat mungkin dalam memenuhi nafkah, sesekali kita (suami) harus memberikan sesuatu yang istimewa buat istri kita, kecuali kondisi kita benar-benar tidak mampu. Dan ini pun harus dibicarakan agar ketemu solusinya, bukan harus diam dan saling memendam.


Mengutip nasehat Drs. Ghazali Sulaiman, Dosen Agama Islam – Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak kepada mahasiswanya. Beliau mengatakan kunci kebahagian suami-istri itu sangat sederhana sekali. Kata beliau, “Kunci kebahagian rumah tangga itu, salah satunya adalah seks. Laki-laki yang ingin membahagiakan istrinya, maka penuhi kebutuhan ekonominya. Dan wanita yang ingin membahagiakan suaminya, maka penuhi kebutuhan seksnya.”


Bagi kebanyakan laki-laki, khusus yang normal, seks adalah segalanya. Harta berlimpah, punya jabatan tinggi tak akan lengkap tanpa pelayanan seks yang baik dari istrinya. Bahkan suami bisa selingkuh atau menikah lagi hanya karena masalah pelayanan seks istrinya yang tidak baik. Atau saat suami ingin melakukan hubungan intim, istri sering menolak. Bagaimanapun, nafsu laki-laki lebih tinggi dibandingkan wanita. Sebab itu ada pengecuali buat laki-laki boleh beristri lebih dari satu, tentu selama dia mampu dan bisa berlaku adil dengan istri-istrinya. Ini lebih baik dan mulia daripada dia (suami) harus berselingkuh (berzinah).


Sudah menjadi sifat dasar wanita, apabila kebutuhan materinya dipenuhi, baik kebutuhan asesorisnya, busana, mick up dan lain-lain, maka dia akan senang. Pekerjaan di kasur akan menjadi sesuatu yang menyenangkan pula. Tak ada lagi alasan kuat buat istri membantah ajakan suaminya, kecuali istri matre dan senang durhaka sama suami. Buat istri yang ingin dipenuhi suami kebutuhan hidupnya, maka penuhi juga keinginannya. Insya Allah, ini bagian dari kunci kebahagiaan rumah tangga, “Kata pak Ghazali.”


Suami akan kesal atau marah saat dia ingin berhubungan intim tapi istrinya menolak, apa lagi tolakan tersebut tanpa alasan yang jelas. Semangat kerjanya menurun jika kebutuhan seksnya tidak terpenuhi. Beban pikirannya semakin bertambah ketika istrinya tidak bisa memberikan kepuasan di ranjang. Namun sang suami merasa seperti lelaki perkasa saat kebutuhan seksnya terpenuhi istrinya.


Perlu diingat pula. Jadi suami jangan terlalu ego. Jika istri capek karena pekerjaannya banyak, ngurus anak, nyuci pakaian dan lain-lain, suami pun harus ngerti juga. Kecuali bagi wanita (istri) yang tak punya halangan, seharusnya tak ada alasan dia menolak ajakan suaminya. Jika anda (istri) tak ingin suaminya menikah lagi, maka layani dan penuhi kebutuhan seks suami dengan baik.


Buat istri yang ingin mendapat ridha suaminya, patuhilah suami. Karena ridha suami ridha Tuhan juga. Tak masalah anda sebagai istri/wanita karir, atau memiliki pekerjaan di luar rumah. Tapi harus ingat, sebagai wanita anda memiliki peran ganda. Sebagai istri, sebagai ibu dari anak-anak anda dan sebagai kepala rumah tangga. Sebab itu, wanita (ibu) tiga kali lebih mulia dibanding laki-laki (bapak).


Semoga kalimat ini menjadi renungan buat wanita yang sudah berstatus istri, atau bagi wanita yang akan menjadi istri. Seperti kata Drs. Ghazali Sulaiman: “Kunci kebahagian rumah tangga itu salah satunya adalah seks. Laki-laki yang ingin membahagiakan istrinya, maka penuhi kebutuhan ekonominya. Dan wanita yang ingin membahagiakan suaminya, maka penuhi kebutuhan seksnya.”


Renungan kita selanjutnya, khususnya buat para istri.......


“Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, tiada seorang suami yang ngajak istrinya tidur bersama di tempat tidur, tiba-tiba ditolak istrinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada sang istri itu, hingga dimaafkan oleh suaminya (H.R. Bukhari dan Muslim).”


“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian dia (istri) menolaknya, lalu suami itu tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi hari (H.R. Muslim dan Muslim).”

Jumat, 27 Desember 2013

Kasus Pencabulan Gadis 13 Tahun, Sepakat Diselesaikan Keluarga

Kepala Desa Padu Banjar Warta Kayong KalbarSunardi, Kades Padu Banjar


SIMPANG HILIR – Perkara yang menimpa Fd (29), kasus pencabulannya terhadap YH (13), gadis asal Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kayong Utara (10/12) yang lalu, telah tuntas. Masing-masing, antara keluarga koban dan keluarga pelaku sepakat menyelasaikan perkara tersebut dengan cara kekeluargaan (damai).


Hal tesebut disampaikan Sunardi, Kades Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir pada Redaksi Warta Kayong (WK), Kamis (26/12/2013). Keterangan Sunardi, perkara pencabulan anak di bawah umur tersebut telah diselesaikan kedua belah pihak dengan cara kekeluargaan, dengan kesepakatan tertulis. Atas permintaan keluarga kedua pihak, saya diminta untuk mendatangi WK untuk mengklarifikasi pemberintaan sebelumnya, atau menyampaikan bahwa mereka telah berdamai, terang Kades Termuda di KKU ini.


Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini terjadi atas dasar kesadaran kedua belah pihak. Kedua belah pihak tidak mau larut dalam perkara yang saling tuntut-menutut. Pasalnya, Rd abang YH (korban pencabulan) pun harus mendekam dalam tahan Polsek Simpang Hilir atas kasus pemukulannya terhadap Fd. Fd yang tetap tidak terima pemukalan atas dirinya, bersikeras agar Rd abang korban ditahan sama seperti dirinya.


Atas inisiatif dan kesepakatan keluarga kedua belah pihak, penyelasaian masalah tersebut dilakukan dikediaman Kades Padu Banjar (20/12/2013). “Pada prinsifnya kami siap saja memfasilitasi permintaan dua belah pihak untuk berembug damai di tempat kami. Tentu sudah menjadi kewajiban kami melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kami. Apa lagi Fd merupakan warga desa kami. Namun sebelum itu, saya telah berkordinasi dengan pak Yusman, Kades Pulau Kumbang, sebab YH adalah warga desanya,” ungkap Sunardi pada WK.


Mengenai isi kesepakatan tersebut Sunardi menuturkankan. Isinya antara lain yaitu: a) bahwa keluarga YH mencabut tuntutan pencabulan atas YH; b) bahwa keluarga Fd mencabut tuntutan pemukulan Rd terhadap Fd; c) bahwa Fd dan keluarganya siap bertanggung jawab terhadap YH, yaitu siap membiayai kebutuhan hidup YH hingga YH mencapai usia dewasa (17 tahun), tanpa harus menikahinya, kecuali ditemukan hal lain yang mengharuskan Fd menikahi YH.


pencabulan simpang hilir


Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini pun terjadi sebab antara pelaku dan korban masih ada ikatan keluarga. Ini terungkap dari hasil begalur (bersisilah) yang dilalukan keluarga kedua pihak, bahwa kedua belah pihak masih ada ikatan keluarga.


Untuk menelusuri kebenaran kabar pencabutan gugatan pencabulan tersebut, WK mencoba menemui Kanit Reserse Polsek Simpang Hilir (27/12). Namun sayang, kami bertolak belakang (berselisih waktu) beliau. Keterangan anggota yang piket bahwa Kanit sedang dalam perjalanan menuju Polres Ketapang.


Kemudian konfirmasi ke Kanit kami lakukan via hand phone. Alhasil, pencabutan gugatan pencabulan dan pemukulan tersebut dibenarkan Beni, Kepala Unit (Kanit) Reserse Polsek Simpang Hilir. Kanit mengatakan bahwa saat ini beliau sedang mengantarkan berkas perrnyataan damai dari kedua pihak ke Polres Ketapang. Sebab perkara pencabulan kemaren sudah dilimpahkan ke Polres Ketapang.


Lebih lanjut Kanit mengakatan, bahwa kesepakatan damai ini merupakan keinginan kedua belah pihak, tak ada paksaan dari pihak manapun. Kami (Kepolisian) dalam hal ini hanya menindaklanjuti keinginan kedua belah pihak untuk berdamai. Menurut prosedur hukum, sah-sah saja jika kedua pihak ingin berdamai dengan cara kekeluargaan, dengan catatan kesepakatan dalam pernyataan tertulisan, yang ditandatandagani kedua pihak, ungkap Kanit.


Dengan kesepakatan damai ini dapat dipastikan, Fd dan Rd akan segera terbebas dari jeratan hukum yang menimpa mereka masing-masing. Kebebasan mereka ini menjadi harapan keluarga besar kedua belah pihak, sehingga silturrahim dan hubungan kekerabatan diantara keluarga besar mereka lebih intens dan terus terjalin dengan hormani. Demikian harapan keluarga besar mereka, sebagaimana penyampaian keluarga Fd dan YH kepada saya, papar Sunardi● (Has)

Kamis, 19 Desember 2013

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2013

Ibu Warta Kayong KKU Kalbar 5



Kasih Ibu Sepanjang Masa


Ibu… Adalah sosok wanita mulia. Mendidik dengan kasih-sayang. Menjaga dengan kelembutan. Membimbing dengan rasa sabar. Tak pernah mengeluh, tak kenal menyerah. Saat orang lain terlena dalam lelap, ibu selalu terjaga dalam hening malam. Menyusui, menganti popok, dan tetap terjaga dari rintihan tangis bayinya.


 Ibu… Tak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisimu dihatiku. Engkau adalah madrasah pertama bagiku, guru perdana bangsa ini. Ditanganmulah generasi ini lahir dan terlahir. Engakulah pendiri peradaban bangsa.


Ibu… Bagiku engkau adalah sosok pahlawan yang tak mengenal kata menyerah. Tak perduli hujan, badai. Langkah kakimu pasti menata masa depan kami. Seluruh hidupmu kau curahkan demi kebahagiaan buah hatimu. Bahkan kau harus rela mati demi anak-anakmu.


Perjuangan terberat dalam hidupmu, yaitu saat kau melahirkan kami. Perjuangan antara hidup dan mati. Perjuangan yang beratnya melebihi perang apapun. Seluruh jiwa dan ragamu melebur jadi satu. Perasaan antara senang dan derita. Tetesan keringat dan darah tak kau rasakan. Namun derita dan penatmu pecah berganti bahagia, saat tangisan bayi menghiasi telingamu. Dan terkadang kau tak sempat mendengar tangis itu, karena Tuhan terlebih dulu menjemputmu.


Ibu… Putih rambutmu dan kerut diwajahmu, adalah gambaran betapa beratnya perjuangan hidupmu. Saat orang lain melupakanku, engkau tak pernah lupa sedetikpun. Saat yang lain mengecamku, engkau tetap peduli dan merangkulku. Bagimu, tak ada kata pensiun untuk tetap mencintai anakmu. Bahkan di usia rentamu, kau tetap ikhlas mengurus kami. Kerana kau adalah rumah yang teduh bagi anak-anakmu.


Ibu, kau tak pernah menghitung berapa besar pengorbananmu. Kasih sayangmu begitu tulus tanpa batas. Kau tukarkan penderitaanmu demi kebahagiaan kami. Kerena kebahagiaan kami adalah segalanya bagimu. Sungguh tak pantas kami berlaku angkuh dan sombong dihadapanmu.


Ibu. Jasamu tak akan pernah bisa aku balas dengan apapun. Yang bisa aku lakukan hanyalah membahagiakanmu. Keindahan dan kenikmatan hidup yang kurasakan saat ini, adalah berkat jasa dan do'amu, Ibu.


Ibu… Maafkan jika aku melupakan jasamu. Maafkan aku yang tak peduli dengan rintih tangismu saat merawat aku. Maafkan aku yang sering berlaku tidak sopan dihapanmu. Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa kerena kebodohanku. Maafkan aku yang alpa dari memohon maaf padamu. Maafkan aku kerena belum sempat mengabdi padamu. Maafkan aku yang tidak sepenuhnya mampu membahagiakanmu. Maafkan. Maafkan aku atas segalanya.


 Sukadana, 19 Desember 2013


 Hasanan

Sabtu, 14 Desember 2013

Bentangor Milik Yayasan Palung Diserbu Warga

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar3

Hari ini, Sabtu (14/12/2013), bertempat di Desa Pampang Harapan Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara, aula Bentangor milik Yayasan Palung didatangi warga. Pasalnya aula yang berukuran lebih kurang 64 M² tersebut bukan diserbu para demonstan, namun para peserta pelatihan Citizen Jaunalism, atau dalam bahasa kampungnya yaitu Jurnalisme Kampung.

Kegiatan yang digagas United States Agency International Develoment (USAID) Amerika bekerjasama dengan Yayasan Palung, ini benar-benar menantang ide-ide berpikir peserta. Para peserta merasa termotivasi untuk menulis, sebab pemateri yang dihadirkan USAID adalah orang-orang  yang bergelut dalam dunia jurnalistik, yang pengalaman mereka tidak diragukan lagi.

Para pemateri yang mengisi pelatihan jurnalis tersebut diantaranya Severianus Endi (wartawan The Jakarta Post), Budi Miank (Pemred Pontianak Post), Pay Jarot Sujarwo (penulis aktif), Rantan dan Alexander Merieng dari USAID, serta turut hadir Mahmudi (watawan Pontianak Post) dan Abdul Khair (wartawan TVRI Kalbar).

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari, yaitu 14 – 15 Desember 20103, dengan perserta yang terdiri dari kalangan pelajar SMA, guru, aktivis masyarakat dan perwakilan ormas lainnya. Lebih dari 20 orang peserta antusias mengikuti pelatihan ini. Sedangkan dari Warta Kayong (WK) mengutus empat orang reporternya, guna untuk mendalami ilmu jurnalistik sebagai bekal awak media WK dalam mengelola medianya.

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar

Dalam kesempatan tersebut, pak Rantan sebagai perwakilan USAID mengatakan, pelatihan ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Kayong Utara. Ini tentu wujud kepedulian USAID pada masyarakat KKU dan lingkungannya. Sebab bagi kami, peran media sangat besar dalam mempengaruhi pandangan orang lain.

Yang terpenting, “Lanjut pak Rantan,” manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Satu hal lagi  pesan yang ingin saya sampaikan untuk kita semua, jika anda menjadi penulis, tolong juga angkat masalah yang ada kaitannya lingkungan dan kelestariannya. Sebab lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Jangan sampai nasib kita seperti Ethopia. Kerusakan alam Ethopia yang berlangsung panjang akibat ulah pendahulu mereka, membuat rakyat Ethopia menderita dan mati kekeringan hari ini.

Pemateri selanjutnya Pay Jarot Sujarwo. Pay, (panggilan akrab Pay Jarot Sujarwo) pun banyak berbagi pengalamannya sebagai penulis. Beliau aktif menulis sejak SD hingga sekarang. Buku diary adalah teman akrabnya. Dari buku-buku diary tersebutlah lahir 17 buah karya tulisnya yang sudah dibukukan, salah satu karyanya momentalnya yaitu “Sepok, Dari Kampung Arang Hingga Kampung Orang.” Sebab beliau berasal dari Kampung Arang Kab. Kubu Raya, diundang keliling dunia karena hasil karya tulisnya.

Kemudian, jika anda ingin menjadi penulis hebat kuncinya hanya tiga, yaitu: Menulis, Menulis dan Menulis. Namun perlu diingat “Lanjut Pay,” seorang penulis pun harus aktif dengan buku dan harus banyak membaca, kerena dengan membaca akan menambah pengetahuan dan pengalaman kita, sehingga hal tersebut menjadi motivasi dan referensi kita dalam menulis. “Jangan pikirkan apa yang ingin Anda tulis,  tapi tulislah apa yang Anda rasakan,” motivasi Pay kepada peserta.

Dalam membuat dan menyampaikan berita, itu harus benar-benar fakta, bukan rekayasa lapangan atau hasil renungan di atas meja, sebab beda antara opini dan berita tersebut. Jika anda salah menulis berita, apa lagi tanpa konfirmasi dengan narasumbernya, maka itu bisa fitnah, anda bisa dituntut “terang Severianus Endi,” penyampai materi setelah Pay.

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar2Suasana hangat, santai dan penuh ilmu tersebut membuat para peserta merasa rileks dan enggan beranjak dari tempat duduknya. Tambah lagi suasana alam yang sejuk dan asri di sekitar lokasi pelatihan, membuat peserta merasa betah dan nyaman mengikuti pelatihan.

Perasaan menyenangkan tersebut diakui salah satu peserta, Ario, siswa kelas 2 SMA 2 Sukadana. Dia merasa senang mengikuti pelatihan ini, karena selain menambah wawasan saya, saya pun jadi lebih semangat lagi untuk menulis. Apa lagi pelatihnya degel-degel (lucu/suka humor), jadi kami tidak nagntuk mendengarnya, “aku Ario.”

Antusiasme peserta begitu terasa. Dari sekian tugas yang diberikan nara sumber, tak satu pun dari peserta yang mengeluh atau tidak melaksanakannya. Kerana bagi peserta ini adalah momen penting yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana harapan pak Rantan perwakilan USAID – fasilitator pelatihan Citizen Jounarlism alias jurnalis kampung● (Has)

Sabtu, 07 September 2013

Buat Dinas Pendidikan

787887

Masukan Buat Dinas Pendidikan khususnya KKU
Gimane kalo setiap Sekolahan Khusus Tingkat SMP & SMA ditugaskan SATPAM.
Dimana SatPam tersebut kita fungsikan sebagai penjaga keamanan distiap sekolahan.
Ini berguna untuk menanggulangi Pergaulan Bebas & Tingkat Kenakalan Remaja saat ini (Narkoba & Hubungan O+).
Disampaing Itu harus ada kegiatan Sosialisasi Dari Pihak Kepolisian tentang Kenakalan Remaja saat ini serta sesekali Pihak kepolisian Mengadakan Razia Dadakan Disetiap Sekolah-sekolah yang ada di KKU ini.
Namun Semua tidak terlepas Adanya kerjasama yang baik dari Orang Tua Siswa untuk melakukan pengawasan diluar sekolah/dirumah.

Mengingat Tingkat Kenakalan Remaja & Pergaulan Bebas yang diluar Kewajaran Sudah kerap kali terjadi disekolah-sekolah yang kurangnya fungsi pengawasan & keamanan....
Membuka Hati saya untuk memberikan saran ini kepada Dinas Pendidikan.
Diterima atau tidaknya saran ini, hanya Pemimpin yang Bijaksanalah yang dapat menilainya.....

Dan untuk teman-teman FB yang Berada diGroup ini kemungkinan ada tambahan saran, mohon masukan yang positif untuk saran ini.....
Terima Kasih

sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=580084825362690&set=a.319486998089142.69200.295382967166212&type=1&ref=nf