WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalbar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2014

Dari Kayong Utara untuk Gaza

bukti penggalangan dana untuk gaza yang dilakukan relawan kkpu uayong utara

Sukadana – Hasil penggalangan dana untuk Gaza Palestina, yang dilakukan Relawan yang tergabung dalam Komunitas Kayong Peduli Umat (KKPU), telah rampung. Dana berjumlah Rp. 19.288.300,00 yang terkumpul, telah di kirim untuk rakyat Gaza, melalui rekening Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) Pusat.

Pengirman dilakukan dua kali. Mengikat batas maksimal pengiriaman dana via ATM BRI, hanya Rp. 10 juta saja dalam sehari. Pengiriman pertama, Senin (21/7/2014), senilai Rp. 9.288.300,00, melalui mesin ATM bank BRI Cabang Sukadana. Pengiriman kedua, Selasa (22/7/2014), Rp. 10.000.000,00, melalui ATM bank yang sama.

Dikatakan Isya Fachrudi, Koordinator Penggalangan Dana. Rencana awalnya pengriman dana tersebut ditransfer langsung sekaligus ke nomor rekening Bank Mandiri, atas nama Mer-C. Namun pihak BRI menyatakan pengiriman tersebut akan clearing. Memutuhkan waktu bebrepa hari baru sampai. Saran pihak BRI, uang tersebut dimasukan dalam tabungan salah seorang relawan, kemudian baru ditransfer via ATM. Mengingat, di KKU tidak tersedia Bank Mandiri. Kesepakatan teman agar uang cepat terkirim, transfer via ATM menjadi pilihan terakhir, terang Ica, panggilan Isa Fachrudi.

Penggalangan dana yang dilakukan Relawan KKPU selama empat hari, dinyatakan Ica tuntas. Jumlah dana yang terhimpun dari empat titik utama penggalangan, yaitu di Sukadana (15/7/2014) Rp. 10.080100,00. Di Teluk Melano (16/7/2014) sebesar Rp. 3.217.700,00. Di Teluk Batang (18/7/2014) sebesar Rp. 4.077200,00 dan terakhir di Siduk (20/7/2014) sebesar Rp. 1.913.300,00.

Semula, lanjut Ica, teman-teman yang ada di Kecamatan Seponti berencana menggalang dana untuk Gaza juga. Namun hingga pengirim dana tanggal 21 dan 22 kemaren, tidak ada kabar berita dari mereka. Ketika kami coba konfirmasi, tidak ada tanggapan dari mereka. Kami beranggapan bahwa pasti ada kendala dilapangan. Sehingga teman-teman di Seponti tidak bisa melaksanakannya. Keputusan kami, Seponti absen dari penggalangan dana bersama kami. Semoga setelah ini mereka menunyusul, paparnya.

Atas nama relawan, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat. Baik masyarakat Kayong Utara, maupun masyarakat lain yang telah turut berpartisipasi dengan ikhlas untuk rakyat Gaza. Kepekaan masyarakat terhadap penderitaan orang lain sangat tinggi. Hal ini sangat membesarkan hati kami, apreasiasi Ica.

Harapan Ica dan rekan-rekannya. Berapa pun jumlah dana yang mampu kita berikan. Semoga dana tersebut dapat mengurangi beban penderitaan rakyat Gaza, yang saat ini sedang teraniaya akibat perang dan kebiadaban Israel. Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, kami telah menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kami, tanpa kami potong sepeser pun. Dana terebut utuh kami sampaikan, melalui Mer-C kita titipkan ke rakyat Gaza. (Has)

Kamis, 17 April 2014

Rapat Pleno PPK Simpang Hilir, Diwarnai Insiden

Rapat Pleno PPK Simpang Hilir, WK

SIMPANG HILIR – Rapat Pleno Terbuka tentang Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di tingkat Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (15/4/2014) sempat diwarnai insiden. Pasalnya, rekapitulasi perolehan suara yang termuat dalam Berita Acara (BA) Model D1 dari Desa Rantau Panjang, terdapat selisih antara surat suara dan surat suara cadangan yang diterima, surat suara yang digunakan, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, perolehan suara sah/tidak sah serta surat suara yang tidak terpakai.

Selain Rantau Panjang, Desa Sungai Mata Mata pun ditemukan BA D1 di luar kotak suara. Hal tersebut diketahui saat giliran PPS Sungai Mata Mata menyampaikan perolehan suara di desanya. Ketika di buka kotak suara, amplop BA D1 tidak berada dalam kotak suara. Setelah cari, ternyata amplop yang berisi BA tersebut berada di sekretariat PPK. Saat amplop di buka, semua BA (DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) berada dalam satu amplop.

Menurut ketentuan, harusnya BA setiap tingkatan (DPR RI, DPD, DPRD I, DPRD II) dimasukan dalam amplop yang berbeda yang telah disediakan KPU, untuk masing-masing tingkatan. Dimasukan kedalam satu kotak, yaitu kotak DPD. Namun semuanya dikemas kedalam satu amplop dan tersimpan di luar kotak suara. Kemudian di dalam amplop yang sama terdapat mandat saksi dari PDI Perjuangan. Dua masalah inilah mengundang pertanyaan besar peserta rapat.

Keterangan Anggota PPS Sungai Mata Mata, M. Ali Abrata, saat mereka menyampaikan BA, Ketua PPK sedang tidak berada di sekretariat. Yang ada saat itu anggota PPK, Panwascam dan penyelenggara Pemilu lainnya. Kerena BA serah terima belum ditandatangani dan di cap Ketua PPK, mereka pulang. Dan amplop yang berisi BA D1 tersebut lupa dimasukan kembali kedalam kotak.

Lain ceritanya dengan Desa Rantau Panjang. Hasil penelitian BA D1 oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), awalnya, dari hasil rekapitulasi Panitia Pemungutan Suara (PPS) Rantau Panjang muncul angka Surat Suara yang digunakan 2.248 lembar dari total surat suara plus tambahan 3.027 lembar. Kemudian ditemukan selisih angka awal 117 suara, dari jumlah Pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 2.356 orang, dengan jumlah Suara Sah/Tidak Sah sebanyak 2.234 suara.

Setelah diteliti kembali, ada kesalahan dalam penulisan/pemindahan angka di TPS 5 dan TPS 8. Namun tetap saja memunculkan angka kontrofersi. Dari 117 suara kontrofersi, mengerucut menjadi 9 suara yang tidak jelas. Sebab, antara jumlah suara sah/tidak sah dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya tidak relevan. Sehingga mengundang reaksi dari saksi dan hadirin yang hadir. Suasana hangat dan alot tersebut sangat menyita waktu Rapat Pleno. Hingga diperlukan waktu 2 hari (15-16) untuk mengklirkan rekapitulasi di tingkat DPR RI khusus Desa Rantau Panjang.

Jika kita cermati dengan seksama, keselahan penulisan BA D1 Rantau Panjang merupakan kesalahan berjamaah. Pasalnya BA tersebut telah ditandatangi 7 saksi partai (PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP dan PKPI). Ikut menyaksikan pula dari awal hingga akhir Panwas Desa. Namun kesalahan PPS tersebut luput dari perhatian saksi dan Panwas Desa.

Patut dimaklumi. Ketua dan Anggota PPS Rantau Panjang merupakan pengganti Ketua dan Anggota PPS sebelumnya, yang secara tiba-tiba berhenti semua. Tentu mereka tidak sepenuhnya mengikuti bimbingan yang telah dilaksanakan KPU kepada PPS sebelumnya. Tambah lagi usia mereka relatif muda. Rata-rata umur mereka di atas 20 tahun. Tentu pengalaman mereka tentang pemilu masih terbatas. Apa lgai yang dihadapi Pemilu legislatif, tentu sangat berat jika disbanding dengan Pemilu Presiden atau Pemilukada. Selain itu, ini merupakan kali pertamanya mereka menyelenggarakan Pemilu. Tentu sangat wajar jika terdapat kelemahan-kelemahan didalamnya.

Ya’ Mokhtarudin, Anggota PPS Rantau Panjang mengakui, masalah ini terjadi karena kelalai mereka sebagai PPS. Tanpa meneliti kembali BA C1 dari KPPS, kami langsung saja menyalin ke lembaran plano dan BA D1. Mungkin, kami terlalu konsen dengan data perolehan suara masing-masing parati dan calon, sehingga kami kurang mengamati data lain yang kita anggap bermasalah saat ini. Namun setelah kami cek kembali 9 TPS yang ada, kami sangat meyakini bahwa 9 suara yang dipermasalahkan, bukanlah merupakan suara partai/calon manapun. Bisa jadi suara tidak sah atau surat suara yang tidak terpakai, ungkap Ya’ Mokhtarudin.

Melihat fenomena yang terjadi, Ketua PPK, Ujil Damsiki, S.Ag menegaskan, bahwa 9 suara tersebut bukanlah suara sah partai/calon, dan tidak merugikan suara partai/calon manapun. Namun ini merupakan kesalahan penulisan/administratif saja. Maklum, karena faktor ngantuk/capek, sehingga berpengaruh dalam penulisan BA. Pernyataan Ketua PPK tersebut diaminkan Ketua Panwascam, Agus.

Menyikapi persoalan tersebut, para saksi, PPK dan PPS bersepakat. Atas rekomendasi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) kotak suara TPS yang bermasalah harus di buka, terutama TPS 8 yang ditemukan 9 suara yang tidak jelas. Apakah 9 suara yang dimaksud merupakan suara sah, suara tidak sah, atau surat suara yang tidak terpakai. Setelah BA C1 di buka dan di cek satu persatu. Ternyata 9 suara tersebut merupakan surat suara yang tidak terpakai. Seharusnya surat suara tidak terpakai ditulis 52 suara, namun tertulis 45 lembar dalam BA C1, yang tersalin pula dalam BA D1 PPS. Sedangkan perolehan suara sah setiap Partai Poltik/Calon tidak berubah, yaitu total keseluruhan 175 suara sah dari 227 surat suara sah dan tidak terpakai.

Pernyataan Ketua PPK dan Panwascam dinilai Agus Bar, Saksi dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), terlalu berbelit-belit. Semula, Ketua PKK menyatakan bahwa kemungkinan 9 suara yang dipertanyakan merupakan suara tidak sah, sebab BA dan surat suara di TPS 8 belum dibuka di dalam kotak suara TPS 8. Namun setelah dibuka dan dihitung ulang, suara yang tidak terpakai tidak sesuai dengan BA C1 KPPS dan BA D1 PPS. Di BA C1 KPPS TPS 8 tertulis surat suara yang tidak terpakai 45 lembar. Setelah dihitung ternyata 52 lembar. Kesimpulan Ketua PPK, jelas, 9 suara yang diduga suara tidak sah, merupakan surat suara yang tidak terpakai. Yang tidak mempengauru suara sah partai/calon manapun.

Suasana pun menghangat. Saksi PKPI keluar dari ruang rapat. Massa yang sebagian besar datang dari Desa Rantau Panjang dan Sungai Mata Mata, memadati Graha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, bereaksi atas kondisi tersebut. Bagi mereka, ini merupakan kecurangan/pelanggaran Pemilu. Pemilu ulang pun digaungkan massa. Beruntung jajaran Polsek Simpang Hilir cepat mengendalikan keadaan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Melihat suasana yang tidak kondusif, Abdul Rani, saksi Partai Golkar, mengusulkan kepada Ketua PPK dan Panwas agar rapat pleno ditunda besok. Usulan Abdul Rani pun terima PPK, Panwascam dan 11 saksi Parpol lainnya. Sekitar pukul 22.00 WIB, Ketua PPK pun menutup Rapat Pleno Terbuka.

Menghadapi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi dalam rapat lanjutan (16/4/2014), Kapolsek Simpang Hilir meminta bantuan personil Polri dari Kapolres Ketapang. Ratusan Anggota Polri pun dikirim Kapolres demi mengamankan jalannya Rapat Pleno PPK Simpang Hilir.

Rapat Pleno Terbuka (16/4/2014), pun kembali dilanjutkan PPK. Lagi-lagi rapat pleno diwarnai insiden. Permasalahan masih seputar BA D1 Desa Rantau Panjang yang masih dianggap kontropersi. Sempat terjadi lemparan kursi dari massa yang hadir ke kotak suara di ruang rapat. Suasana rapat terhenti sejenak.

Ujil Damsiki, Ketua PPK, tak menyangka jika pernyataannya menyulut kemarahan massa. Pertanyaan salah satu saksi kepada PPS Rantau Panjang, tentang jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya dan jumlah suara sah/tidak sah, dibantah Ketua PPK dengan bahasa “Apa kepentingan saksi/partai menanyakan hal tersebut”, ternyata menyulut kemarahan massa. Alhasil, keributan pun tak dapat dielakan. Secara spontan massa beraksi. Ratusan anggota Polisi yang telah disiagakan pun langsung meredam keadaan. Setelah suasana kembali tenang, rapat kembali dilanjutkan.

Sekitar pukul 17.30 WIB, BA atau lembaran Plano DRP RI pun ditandatangani Anggota PPK dan Saksi. Hanya dua saksi yang bertandatangan di BA Model DA2, yaitu saksi dari PKS dan saksi PKPI. Ini tentu sebagai bentuk penyataan keberatan dua saksi tersebut, dari hasil keputusan Rapat Pleno PPK. Mereka tetap bersikukuh, bahwa permasalah yang terjadi di Desa Rantau Panjang dan Sungai Mata Mata, merupakan temuan/pelanggaran Pemilu yang harus ditindaklanjuti.

Hingga berita ini dimuat, proses rekapitulasi di Kecamatan Simpang Hilir masih berlangsung. Dan masih berkutat di rekapitulasi perolehan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sesuai dengan tahapan Pemilu, selasai atau tidak proses rekapitulasi di PPK, malam ini, pukul 00.00 WIB, Surat Suara, Kotak Suara, BA dan logistik Pemilu lainnya harus disampaikan ke KPU Kabupaten. Sebab, KPU Kabupaten akan melakukan proses selanjutanya, sesaui dengan tahapan Pemilu yang telah ditetapkan. (Has)

Senin, 10 Maret 2014

Sosialisasi Program Pemda KKU 2014 – 2018

sosialisasi program bupati kku, warta kayong

SIMPANG HILIR – Bertempat di Graha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Senin (10/3/2014), Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pemda KKU, melakukan Sosialisasi Program Bupati dan Wakil Bupati Priode 2014 – 2018. Salah satu program yang dimaksud, yaitu mencetak Sepuluh Sarjana Perdesa. Dengan demikian, 2018, KKU memliki sarjana strata 1 (S 1) sebanyak 430 orang. Ini demi mengenjot sumber daya manusia (SDM) KKU yang masih tertinggal.

Dikatakan Idrus, Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara dalam arahannya, pada dasarnya, program Bupati dan Wakil Bupati 2014 – 2018 merupakan program lanjutan priode sebelumnya, yaitu pendidikan dan kesehatan gratis, yang merupakan program unggulan Pemda KKU. Namun, khusus di bidang pendidikan, priode ini ditambah dengan program 10 sarjana perdesa. Program ini tentu untuk meningkatkan kualitas SDM di KKU yang masih terbelakang, ungkap Wabup.

Menurut Wabup, beasiswa yang diberikan Pemda pada program 10 sarjana perdesa, yaitu untuk kategori siswa berprestasi dan siswa tidak mampu. Mekanisme rekrutmennya, khusus siswa berprestasi, data tersebut diperoleh dari sekolah. Setiap sekolah (SMA/SMK/MA) mengrimkan data 10 orang siswa berprestasi ke Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten, kemudian dinas kabupaten melakukan seleksi kembali dari seluruh data yang ada.

Sedangkan untuk kategori siswa miskin, data tersebut diperoleh dari desa, sebab, desa yang lebih tahu tentang kondisi warganya. Kemudian, Kepala Desa dan Camat merokomendasikan siswa tersebut, selanjutnya disampaikan ke Dispen Kabupaten. Dari data siswa berprestasi dan siswa miskin yang terdata, intinya, setiap desa terdiri dari 2 orang pertahun, baik kategori siswa berprestasi maupun siswa tidak mampu, terang Wabup.

Dimana peran masyarakat? Tanya Wabup. Peran masyarakat yaitu mengawasi dan mengawal program ini dengan baik. Jangan sampai program ini salah sasar, atau datanya dari hasil manifulasi. Dan perlu diingat! Program 10 sarjana perdesa ini diperuntukan untuk putra daerah. Sebab itu, hak masyarakat untuk mengawalnya. Laporkan jika terjadi penyimpangan. Bupati kita membuka ruang untuk publik, melalui SMS langsusng ke Bupati, tegas Wabup.

Tentang fasilitas kuliah, mahasiswa hanya tinggal kuliah saja. Semua biaya ditanggung Pamda. Namun perlu diketahui, pemilihan universitas, fakultas atau jurusan bagi calon mahasiswa yang mendapat beasiswa 10 sarjana perdesa, ditentukan Pemda KKU sesuai kebutuhan SDM yang ada di KKU. Pungkas Wabup.

Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesos, Ichwani, S.Pd.I, dari sekian universitas negeri yang dijajaki untuk kerjasama program tersebut, baik di Kalbar maupun luar kalbar, baru Universitas Tanjungpura (Untan) yang menyediakan kuota. Untan menyediakan 54 orang kuota calon mahasiswa baru untuk program tersebut. Sedangkan di luar Untan, seperti UGM Yogyakarta, tak memberikan kepastian angka untuk KKU.

Menjawab pertanyaan peserta, ketika masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati tersebut habis tahun 2018, sedangkan program 10 sarjana perdesa hanya diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup), yang secara yuridis (hukum) dapat berubah dengan pergantian Bupati baru. Ichwani menjelaskan, bahwa Pemda telah membuat program pilihan, yaitu On Going.

Dijelaskan Ichwani, On Going adalah program pilihan bagi siswa yang tidak masuk dalam kategori siswa berprestasi dan tak mampu, serta untuk mengantisipasi ketika tahun 2018 masa jabatan Bupati sekarang berakhir. Jadi, dengan On Going, program tersebut tetap jalan, mahasiswa tahun 2018 tetap dapat kuliah dengan beasiswa dari Pemda KKU.

Tujuan sosialisasi hari ini, yaitu agar masyarakat tahu, paham dan ikut mengawal program yang telah dicanangkan Pemda KKU untuk masyarakatnya. Sehingga program ini benar-benar diketahui dan dapat dikawal langsung masyarakat KKU, jelas Ichwani. (Has)

Minggu, 19 Januari 2014

Penyair Muda yang Berbakat

penyair muda rantau panjang, warta kayong kalbar

SIMPANG HILIR - Adalah Burhami (16), siswa kelas 1 SMAN 3 Simpang Hilir. Dalam acara pembukaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah, Minggu (19/1/2014), yang diselenggarakan Remaja Masjid Babul Hasanah Rantau Panjang. Burhami tampil memukau dengan Syair Gulungnya. Semua mata dan telingga tertuju kepadanya. Tawa dan tepuk tangan pun memeriahkan penampilannya.


Burhami merupakan generasi yang berbakat. Diusianya yang masih terbilang belia, dia sudah mampu berkarya. Pasalnya, menjadi penyair itu tidak mudah. Butuh bakat dan kemauan yang sungguh-sungguh. Namun Burhami telah membuktikan, bahwa dia memilki bakat dan kemampuan dalam seni klasik ini. Terbukti, syair gulung yang dibacakannya adalah buah dari karyanya sendiri.


Ditengah krisis kepercayaan dan stikma buruk anak muda sekarang terhadap seni budayanya sendiri, Burhami tampil penuh percaya diri. Baginya, seni dan budaya itu harus dilestarikan, agar ia tidak punah ditelan jaman. Sebab, budaya memiliki nilai dan kearifan lokal. Alhasil, syair yang terdiri dari 16 bait ini, mendapat apresiasi dari hadirin yang hadir dalam acara pembukaan tersebut.


Ada hal yang menarik dan unik dari syair gulung ini. Selain membaca bait demi baitnya dengan membuka gulungan kertas memanjang berisi teks syair,  syair juga memiliki pesan yang tersirat da tersurat. Pesan-pesan yang termuat didalamnya, yaitu syi’ar Islam, petuah, nasehat, ajakan dan sindiran. Syair gulung pun dibacakan dengan irama atau lagu. Uniknya lagi, syair gulung dikemas dengan bahasa jenaka, yang membuat orang tertarik dan tertawa ketika mendengarnya.


Dewasa ini tak banyak lagi penyair Melayu yang bermunculan. Jika ada pun, kebanyakan dari kalangan umur di atas 50 tahunan. Itu pun dapat dihitung dengan jari. Namun, anak muda yang satu ini mampu merubah pendapat bahwa, syair gulung itu hanya mampu dilakukan orang yang berumur saja.


Dulu, saat acara perkawinan, peringatan bersar Islam, perayaan hari besar nasional, menyambut tamu agung dan lain-lain, pembacaan syair gulung seperti menjadi keharusan. Orang Melayu di suatu kampung akan dianggap tak memilki budaya, jika tidak mampu menyuguhkan syair gulung. Seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran nilai budaya. Syair gulung terkena dampak atau biasnya.


Agar warisan budaya ini tetap lestari, perlu dukungan semua pihak. Terutama pencinta seni budaya Melayu dan orang Melayu itu sendiri. Misalnya, dengan menampilkan syair gulung pada momen perkawian, hari besar Islam, hari besar nasional dan lain-lain. Serta menjadikan syair gulung sebagai salam penghormatan dalam menyambut tamu agung. Kemudian menyelenggarakan even khusus misalnya, untuk menyaring bakat dan memotivasi anak muda. Sehingga mereka mencintai seni budayanya sendiri, budaya yang menjadi warisan bangsa. Seperti yang telah dilakukan Burhami● (Has)

Memaknai Maulid Nabi dengan Sikap Positif

Jepin Melayu Rantau Panjang Warta Kayong Kalbar

Kelahiran nabi adalah tauladan bagi umat. Inilah pesan yang ingin disampaikan Remas Babul Hasanah kepada generasi Islam. Memeriahkan Maulid Nabi, berbagai acara pun digelar, demi memotivasi generasi Islam untuk lebih mengenal agamanya.


SIMPANG HILIR – Remaja Masjid (Remas), Masjid Jami’ Babul Hasanah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, kembali menyelenggarakan perlombaan yang bernuansakan islami, khusus tingkat remaja setara SD. Kali ini bertepatan dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah. Dengan cabang yang dipertandingkan, diantaranya Tilawah (putra/putri), Azan dan Shalat Subuh (putra), Qasidah tunggal (putra/putri) serta Lomba Busana Muslim (putra/putri).


Bertempat di halaman Masjid Jami’ Babul Hasanah Rantau Panjang, Minggu malam (19/1/2014), tepat pukul 19.30 WIB, atau ba’da Isya, Sarkandi, Kepala Desa (Kades) Rantau Panjang secara resmi membuka acara tersebut. Turut hadir pula Imam Masjid Jami’ Babul Hasanah, BPD Rantau Panjang, Anggota DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta ratusan pengunjung lainnya, yang ingin menyaksikan acara yang digagas Remas Babul Hasanah ini.


Dalam sambuatannya, Kades Rantau Panjang mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Remas. Menurut Kades, apa yang dilakukan Remas adalah kegiatan positif, untuk memotivasi anak-anak, remaja atau generasi Islam. Tentu perlu kita support. Kades berharap, kedepan, kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan lagi.


Secara terpisah, Hasan, mantan Ketua Remas (2008–2011), Pembina Remas Babul Hasanah saat ini, mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar lebih berminat mendalami agamanya. Selain itu, ini sebagai wujud kepedulian kita kepada generasi Islam, mengurangi dampak kenakalan remaja, serta merupakan bentuk/metode kita dalam meregenerasi estapet kepemimpinan Islam, dimulai dari hal-hal sederhana, namun besar manfaatnya, terang Hasan.


Yang terpenting dari perayaan ini, sambung Hasan. Kita ingin menyampaikan pesan kepada remaja Islam, generasi penerus bangsa, agar mereka mengetahui, mengenal sosok revolusioner Islam, pembangun peradaban dunia yang bermartabat. Seorang nabi dan rasul yang mampu membuat perubahan besar, dalam waktu yang relatif singkat. Seorang manusia yang memiliki akhlak mulia. Seorang motivator dan inspirator tak ada bandingnya. Penyampai wahyu Allah melalui al-Qur’an. Dialah Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua, bisa meneladani Banginda Rasullullah, harapan Hasan.


Rencananya kegiatan ini berlangsung selama empat hari, tanggal 19 – 22 Januari 2014. Jika tidak ada perubahan, insya Allah, Kamis malam (23/1), akan dilaksanakan acara inti, yaitu peringatan Maulid Nabi, ungkap Werliyadi, anggota Pembina Remas Babul Hasanah.


Ada sedikit rasa kecewa bagi penyelenggara kali ini. Even tingkat Desa Rantau Panjang ini seharusnya diikut delapan dusun yang ada di Rantau Panjang, namun hanya diikuti empat dusun saja, yaitu Dusun Ampera, Tebok Baru, Sepakat Jaya dan Makmur. Sedangkan Dusun Siput Lestari, Sinar Selatan, Kebal Manok dan Sinar Palung alpa. Sehingga pesertanya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.


Dari empat cabang yang dipertandingkan, hanya diikuti 43 peserta saja. Sembilan orang dari cabang Tilawah, 6 orang dari cabang Azan dan Shalat Subuh, 11 orang peserta Qasidah dan 17 orang peserta Busana Muslim.


Sepertinya, jumlah peserta yang ikut serta tidak mempengaruhi antusias pengunjung untuk menyaksikan. Ratusan pengunjung memadati halaman masjid dan disisi jalan raya. Kegiatan pembukaan benar-benar terasa khikmat dan memukau penonton. Tampilan seni budaya Melayu setempat, mengundang tawa dan tepuk tangan hadirin.


Dimulai dari penampilan Tari Jepin dan Qasidah Uswatun Hasanah, pimpinan H. Salim Ya’kub, Imam Masjid Babul Hasanah. Dilanjutkan penampilan kelompok Qasidah SMPN 3 Simpang Hilir, serta Syair Gulung yang disampaikan Burhami, siswa kelas 1 SMAN 3 Simpang Hilir, benar-benar mengundang decak kagum hadirin. Mendengarkan syair gulung yang sarat petuah, nasehat dan penuh jenaka tersebut, membuat penonton terpingkal mendengarkannya● (Has)

Rabu, 15 Januari 2014

Pertama; Acara Ramah Tamah Camat dengan Warganya

Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Pertama, di Simpang Hilir khususnya dan KKU umumnya. Camat yang baru dilantik langsung menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan warganya.


SIMPANG HILIR – Bertempat di Gedung Gharaha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Kamis (16/1/2014), Mic Novianto, S.H, Camat Simpang Hilir yang baru dilantik, menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan ramah Tamah dengan masyarakat Simpang Hilir. Ini merupakan kali pertama dilakukan, sepanjang sejarah setiap pergantian camat, khususnya Simpang Hilir.


Acara yang dihadiri Unsur Muspika Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se- Kecamatan Simpang Hilir, terbilang meriah. Pasalnya, setiap unsur diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, kesan atau pesan kepada Camat. Hadir juga dalam juga dalam acara tersebut Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus berserta istri dan anak tercinta.


Dalam sambuatannya, Mic Novianto memulai dengan salam perkenalan, “Tak kenal tak sayang, tak sayang tak cinta.” Petikan kalimat pembuka yang lazim kita dengar. Kemudian, sebagai Camat, dia tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerjsama yang sinergis antara Pemerintah dan semua elemen yang ada di masyarakat.


Sebagai kabupaten baru, tentu masih banyak kelemahan dan kekurangan yang perlu kita benahi bersama. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu membangun KKU. Sehingga tercipta tujuan yang ingin kita capai bersama, ujarnya. Camat defenitif ini berharap, semoga dengan kehadirannya dapat memberikan nuansa baru, membawa Simpang Hilir semakin maju dan disegani kecamatan lain yang ada di KKU.


Tak ketinggalan. Orang Nomor Dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Idrus, dalam pengarahanya berpesan, agar camat baru mampu mengembalikan kejayaan Simpang Hilir seperti di era tahun1985 – 1995, semasa masih bergabung dengan Ketapang. Sebab, pada era tersebut, Simpang Hilir sangat disegani kecamatan lain yang ada di Kabupaten Ketapang waktu itu, terutama menyangkut administrasi pemerintahan.


Simpang Hilir memiliki potensi yang luar biasa. Wilayah kecamatannya terluas di KKU. Penduduknya terbanyak, SDM-nya maju, serta sumber daya alamnya berlimpah. Merupakan potensi yang patut kita syukuri, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, ujar Wakil Bupati.


Menghadapi tahun politik, mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman dan terkendalai, lajut Wabup. Perbedaan jangan membuat kita terpecah-belah. Justru perbedaanlah yang menyatukan keberagaman bangsa ini, agar kita bisa saling asah, asih dan asuh. Jangan karena beda partai, beda pilihan, harus baku hantam sesama saudara. Tentu ini tindakan yang konyol. Kita semua bersaudara. Sesama saudara, sewajarnya kita saling mengingatkan untuk kebaikan, imbau mantan Camat Teluk Batang ini menutup pengarahannya.


Mic Novianto, S.H, merupakan camat defenitif, mengantikan Pelaksana Teknis (Plt) Camat Simpang Hilir, Yusrin, yang sekarang kembali ke habitatnya di dunia pendidikan, tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten. Sedang Sekretaris Camat (Sekcam) sebelumnya dijabat Ravinus Rais, Plt Sekcam, digantikan Sekcam defenitif, Azhari, S.Pd.I● Has

Puting Beliung Kembali Melanda KKU

Jalan Tanjung Pura Sukadana Rusak, Warta Kayong Kalbar

SUKADANA – Angin kencang yang melanda Ibu Kota Kabupaten Kayong Utara, Senin petang (13/1/2014), sekitar pukul 19.00 WIB, menyebabkan pohon besar – penghijau Jalan Tanjung Pura, Desa Pangkalan Buton Sukadana tumbang. Akibat peristiwa tersebut, kabel/jaringan PLN ikut terseret pohon, menyebabkan dua tiang listrik condong/tumbang, dan aliran listrik padam total lebih dari separuh malam. Selain itu, siku/biram jalan provinsi tersebut ikut terguras ruat akar pohon sedalam lebih dari 2 M. Turab/barau penopang badan jalan rusak sepanjang 5 meter. Serta menyebabkan pipa/instalasi air bersih pecah.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sebab posisi pohon tumbang menyamping di bahu jalan. Disekitar lokasi kejadian pun tak ada rumah penduduk. Namun, pihak PLN malam itu juga disibukan dengan perbaikan jaringan listrik yang rusak, demi kenyamanan konsumennya.

Atas kerja keras pihak PLN Sukadana, sekitar pukul satu dini hari, listrik pun nyala, ungkap Safarudin, warga yang tinggal sekitar 30 meter. dari tempat kejadian.

Bagi pengguna jalan, perlu waspada dan hati-hati. Sebab, ruat (bungkilan akar) sisa pohon yang tumbang membentuk lobang yang sangat dalam dan curam. Apa lagi posisinya persis dipinggir jalan dan memakan siku jalan. Dikhawatirkan,  kerena pengendara lengah, bisa tercebur ke dalam lobang tersebut, terutama pada malam hari.

Saat ini, untuk menandai bahwa di tempat tersebut ada lobang yang berbahaya, warga setempat memasang pancang (tiang) dari bambu, diberi kantong plastik dipuncaknya, sebagai peringatan agar pengendara lebih hati-hati

Selain itu, diharapkan kepada warga Kayong Utara dan sekitarnya agar lebih waspada. Cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, sangat sulit diprediksi. Tanpa terduga, hujan deras disertai angin atau puting beliung datang tiba-tiba. Sedapat mungkin kita menunda berpergian jika cuaca terlihat tidak bersahabat, terutama bagi para nelayan. Bagi nelayan yang sedang berada di laut, agar segera menepi ketika melihat tanda-tanda akan segera turun angin/ribut● Has

Selasa, 07 Januari 2014

Aku Berselingkuh, Karena Suamiku Tidak Memuaskan (1)

hasanan warta kayong kalbarOleh: Hasanan


Masalah seks dalam rumah tangga tak bisa dipandang sebelah mata. Keretakan rumah tangga, seks kadang menjadi faktor penyebabnya juga, selain masalah ekonomi, keegoaan individu, perbedaan status sosial, perbedaan penghasilan dan lain-lain.


Alkisah. Saat berada di Pontianak sekitar bulan September 2013 yang lalu. Secara kebetulan kami bertemu dengan seorang wanita, yang menurut saya sedikit agak aneh. Keanehan tersebut ternyata bukan hanya saya yang merasakannya, namun 5 orang teman saya yang lain, kecuali satu orang teman saya yang sudah lebih dulu mengenalnya.


Ketika bicara tentang wajah (kecantikan), wanita yang satu ini berwajah sedang. Kulitnya kuning langsat, lumayan mulus dan sedikit berbulu. Bentuk wajahnya bulat, rambut sebahu, dengan mata sedikit bulat, hidung agak mancung dan bibir sedikit sensual. Tinggi badanya sekitar 155 cm, dengan bobot sekitar 45 kg. Yah, masih memiliki gaya tariklah.


Kerena penasaran, saya mencoba mencari tahu siapa sosok wanita tersebut. Dari teman kami yang mengenal dan kenal dengannya, terungkaplah siapa sosok gadis aneh tersebut, dari mana asalnya, bagaimana latar belakangnya, apa kegiatannya dan bagaimana sisi lain dari kehidupannya, baik berdasarkan keterangan teman maupun ungkap langsung dari wanita tersebut.


Singkat cerita, saya dan teman saya berkenalan dengan wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita supel ini. Dari pembicaraan demi pembicaan selama lebih kurang empat hari kami di Pontianak, terungkaplah dari bibir wanita tersebut beberapa fakta yang mencengangkan, hingga kasus perceraian dia dengan suaminya.


Pada mulanya, usaha saya mendekati wanita ini sempat dicurigai teman-teman, khususnya ponakan saya sendiri. Dihadapan teman dan ponakan saya, saya membuat janji untuk pergi berjalan dengannya, dengan maksud menguji responnya dan ingin tahu lebih jauh bagaimana kepribadiaannya. Rencana jalan-jalan pun terlaksana. Karena ponokan curiga pada saya, dia langsung berboncengan dengan saya. Sementara wanita tersebut berbonceng dengan teman wanita ponakan saya. Niat ponakan saya sungguh mulia. Kecurigaannya merupakan antisipasi agar saya tidak kecantol wanita lain, sebab saya telah beristri dan punya anak. Dan saya sangat menyadari sekali status saya.


Menjelang hari ketiga kami di Pontianak, ada kesempatan panjang kami berkomunikasi dengan wanita tersebut. Karena mengetahui latar belakangnya, saya dan 1 orang teman saya mencoba memberikan motivasi dan nasehat. Dari hasil pembicaran demi pembicaraan kami dengannya, terungkap bahwa wanita ini termasuk orang yang abai dalam kewajiban merawat/menjaga anaknya. Anaknya besar dan diasuh oleh orang tuanya. Sementara dia jarang di tempat/rumah dengan alasan bekerja. Kemudian kami dapat mengungkap kasus percerainya yang tidak wajar dengan mantan suaminya.


Ketidakpuasan dalam hal seks dan masalah ekonomi, menjadi alasan mengapa dia harus bercerai dengan suaminya. Kepuasan seks pula yang menyebabkan wanita ini rela menghianati suaminya, berselingkuh dengan laki-laki lain yang masih lajang, yang juga termasuk teman suaminya.


Sebut saja nama wanita tersebut “Nyonya Gaul.” Disapa nyonya karena dia pernah bersuami dan memiliki 1 anak, yang katanya anak tersebut buah dari cinta dia dengan mantan suaminya. Pada mulanya Nyonya Gaul mengisahkan perceraian mereka karena suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Suami Nyonya Gaul pun mengatungkan hidupnya dengan bermain musik, sama sepertinya. Hingga mereka menikah dan punya anak, musik menjadi mata pencarian mereka. Dan musik pula yang telah mempertemukan mereka hingga berjodoh, menikah dan punya anak.


Wanita muda (28 tahunan) asal Ketapang ini adalah penyanyi panggilan. Maksud penyanyi panggilan yaitu, Nyonya Gaul ini akan dapat pekerjaan (menyanyi) apabila ada band yang membutuhkan suaranya. Dia menyebut kontrak nyanyi dengannya, dengan sebutan job. Dan tentu job yang ia maksud sifatnya musiman, misalnya job itu akan ada ketika ada show atau menghibur acara resepsi pernikahan. Wanita ini benar-benar mengantungkan hidupnya dari menyanyi dan bernyanyi, sembari bercita-cita agar kelak dia bisa menjadi penyanyi besar, layaknya Inul Daratista.


Pada mulanya Nyonya Gaul ini beralasan kuat bahwa perceraian mereka karena suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Saya dan teman saya tak langsung percaya dengan ungkapan tersebut. Saya bilang padanya, “Kalian menikahkah karena dasar saling mencintai, karena sudah mengetahui latar belakang masing-masing, sudah saling menerima kekurangan dan kelebihan diantara kalian kan?” Benar, “Jawabnya?”  Saya kembali melanjutkan pertanyaan saya, “Lalu kenapa kalian bercerai, jika kalian saling mencintai? Pasti ada alasan lain selain masalah ekonomi, mungkin kepuasan seks barang kali?”


Tanpa ragu dan malu akhirnya Nyonya Gaul mengakui bahwa perceraian ia dengan suaminya karena masalah seks juga. Dia bilang, selama berhubungan seks dengan suaminya hingga mereka punya anak, Nyonya Gaul tidak pernah mengalami kepuasan (klimaks). Dia sangat membencian hal tersebut. Katanya, “Suami saya ego bang dalam hal seks, dia cuma memikirkan dirinya sendiri, asal dia puas/klimaks saja, sementara perasaan saya diabaikanya. Saya benar-benar jenuh berhubungan seks dengannya. Jika itu saya lakukan, itu karena terpaksa saja.”


Bermula dari perasaan jenuh/bosan karena suami tak memberikan kepuasaan seks, akhirnya Nyonya Gaul menjadi WIL (Wanita Idaman Lain). Cinta gelap pun terjalin antar Nyonya Gaul dengan lelaki idamannya. Hubungannya dengan laki-laki yang dapat memberikan kepuasan sesaat padanya, berjalan selama hampir setahun, tanpa diketahui sang suami. Seolah-olah ada kebanggaan tersendiri di hatinya ketika ia menceritakan hal tersebut kepada kami. Sejak bertemu laki-laki tersebut, seolah dia benar-benar baru merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia yang sesungguhnya.


Seperti kata pepatah, “Sepandai-pantainya tupai melompat, ada saatnya ia akan jatuh.” Nasib serupa pun dialami wanita yang tidak mau terikat, alias ingin hidup bebas tanpa ada yang mengaturnya – sang Nyonya Gaul. Hubungan cinta gelapnya, yang sekarang lazim disebut selingkuh, pada akhirnya keciuman sang suami juga. Singkat cerita, kasus tersebut menetapkan kesepakatan akhir mereka, bahwa mereka harus bercerai. Sebab tidak ada kecocokan lagi dianatara mereka, (kayak artis-artis di televisi gitu dech).


Saya pikir ketika bercerai dengan suaminya si Nyoya Gaul akan menikah dengan laki-laki selingkuhannya? Ternyata tidak. Tentu hal yang berat bagi laki-laki lajang untuk dapat menerima wanita janda beranak. Apa lagi hak asuh anak ada pada janda tersebut. Kecuali banyak kasus yang terjadi, laki-laki lajang menikahi seorang janda beranak 5 sekalipun, karena wanita tersebut memiliki nilai lebih di mata laki-laki tersebut. Atau karena jodoh yang tak dapat dibantah lagi.


Dari sekian tahun menjanda. Hubungan demi hubungan dengan laki-laki lain, baik hubungannya sebagai mitra kerja atau hubungannya sebagai pacar, belum terlintas di benak Nyonya Gaul untuk menikah lagi demi anaknya, demi masa depan kehidupannya. Dia seperti berjalan di atas awang-awang. Bercita-cita menjadi artis ternama hanya dengan tebar pesona yang kian hari kian sirna, baik pesonanya maupun harapannya. Sementara anaknya butuh sosok ibu yang benar-benar bisa menjadi ibu yang baik buatnya. Sementara sang ibu hanya bisa bermimpi dan bermimpi. Dan bapak dari anaknya pun sangat lemah pula dalam hal tanggung jawab sebagai ayah dari anak mereka. Nasib baik Nyonya Gaul ini masih punya orang tua (ibu), sehingga nasib anaknya harus menjadi tanggung jawab orang tuanya. Edan…..


*****


Cerita Nyonya Gaul tentu pelajaran berharga yang dapat kita petik, khususnya bagi laki-laki atau wanita yang sudah beristri/bersuami. Pertama masalah ekonomi. Sedapat mungkin dan semaksimal mungkin, sebagai suami, kepala keluarga, kita wajib bertanggung jawab terhadap kebutuhan nafkah lahir keluarga (istri/anak-anak) kita. Apapun pekerjaannya asalkan halal, lakukan! Untuk ukuran kita, anggap saja musik misalnya, sebagai media penyalur hobi kita, sebagai penghasilan tambahan, bukan pekerjaan utama. Sebab menjadikan msusik dari kampung ke kampung sebagai penghasilan utama, sangat sulit, keran itu terbatas.


Kedua, masalah seks atau kepuasan seks. Apabila anda (istri) mengalami ketidakpuasan dalam berhubungan seks dengan suami anda, komunikasikan! Katakan kepada suami anda bahwa anda tidak klimaks/orgasme setiap berbungan seks dengannya. Tak perlu malu mengatakannya. Sehingga ini tidak menjadi beban dalam kehidupan anda, yang membuat anda cenderung melakukan hal yang tidak-tidak. Curhat kepada laki-laki salain suami kita, sama hal membiarkan diri masuk kedalam perangkap kehinaan. Bagi laki-laki, ini merupakan tawaran dan kesempatan baik. Sehingga peluang untuk melakukan kemaksiatan sangat terbuka lebar. Alangkah indahnya hubungan suami-istri itu diaktualisasikan sebagai hubungan sahabat, tempat curhat, bukan sekedar hubungan seks semata.


Sebaliknya, sebagai suami kita pun harus bertanya, apakah istri kita merasa puas ketika berhubungan seks dengan kita. Jangan sampai kita dianggap sebagai laki-laki ego seperti yang dimaksud Nyonya Gaul. Karena perkara seks suami-istri, selain kebutuhan biologis, seks merupakan nafkah batin suami kepada istrinya juga. Jika dia (istri) merasa tidak pernah klimaks (puas), tanyakan bagaimana caranya agar dia bisa puas, Tanyakan dimana letak kelemahannya agar dia bisa klimaks. Jika dia malu mengatakannya, sebagai laki-laki kreatif sedikit dong mencarinya. Jika sulit menemukannya, cari referensi di buku atau di internet misalnya.


Sedapat mungkin dalam memenuhi nafkah, sesekali kita (suami) harus memberikan sesuatu yang istimewa buat istri kita, kecuali kondisi kita benar-benar tidak mampu. Dan ini pun harus dibicarakan agar ketemu solusinya, bukan harus diam dan saling memendam.


Mengutip nasehat Drs. Ghazali Sulaiman, Dosen Agama Islam – Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak kepada mahasiswanya. Beliau mengatakan kunci kebahagian suami-istri itu sangat sederhana sekali. Kata beliau, “Kunci kebahagian rumah tangga itu, salah satunya adalah seks. Laki-laki yang ingin membahagiakan istrinya, maka penuhi kebutuhan ekonominya. Dan wanita yang ingin membahagiakan suaminya, maka penuhi kebutuhan seksnya.”


Bagi kebanyakan laki-laki, khusus yang normal, seks adalah segalanya. Harta berlimpah, punya jabatan tinggi tak akan lengkap tanpa pelayanan seks yang baik dari istrinya. Bahkan suami bisa selingkuh atau menikah lagi hanya karena masalah pelayanan seks istrinya yang tidak baik. Atau saat suami ingin melakukan hubungan intim, istri sering menolak. Bagaimanapun, nafsu laki-laki lebih tinggi dibandingkan wanita. Sebab itu ada pengecuali buat laki-laki boleh beristri lebih dari satu, tentu selama dia mampu dan bisa berlaku adil dengan istri-istrinya. Ini lebih baik dan mulia daripada dia (suami) harus berselingkuh (berzinah).


Sudah menjadi sifat dasar wanita, apabila kebutuhan materinya dipenuhi, baik kebutuhan asesorisnya, busana, mick up dan lain-lain, maka dia akan senang. Pekerjaan di kasur akan menjadi sesuatu yang menyenangkan pula. Tak ada lagi alasan kuat buat istri membantah ajakan suaminya, kecuali istri matre dan senang durhaka sama suami. Buat istri yang ingin dipenuhi suami kebutuhan hidupnya, maka penuhi juga keinginannya. Insya Allah, ini bagian dari kunci kebahagiaan rumah tangga, “Kata pak Ghazali.”


Suami akan kesal atau marah saat dia ingin berhubungan intim tapi istrinya menolak, apa lagi tolakan tersebut tanpa alasan yang jelas. Semangat kerjanya menurun jika kebutuhan seksnya tidak terpenuhi. Beban pikirannya semakin bertambah ketika istrinya tidak bisa memberikan kepuasan di ranjang. Namun sang suami merasa seperti lelaki perkasa saat kebutuhan seksnya terpenuhi istrinya.


Perlu diingat pula. Jadi suami jangan terlalu ego. Jika istri capek karena pekerjaannya banyak, ngurus anak, nyuci pakaian dan lain-lain, suami pun harus ngerti juga. Kecuali bagi wanita (istri) yang tak punya halangan, seharusnya tak ada alasan dia menolak ajakan suaminya. Jika anda (istri) tak ingin suaminya menikah lagi, maka layani dan penuhi kebutuhan seks suami dengan baik.


Buat istri yang ingin mendapat ridha suaminya, patuhilah suami. Karena ridha suami ridha Tuhan juga. Tak masalah anda sebagai istri/wanita karir, atau memiliki pekerjaan di luar rumah. Tapi harus ingat, sebagai wanita anda memiliki peran ganda. Sebagai istri, sebagai ibu dari anak-anak anda dan sebagai kepala rumah tangga. Sebab itu, wanita (ibu) tiga kali lebih mulia dibanding laki-laki (bapak).


Semoga kalimat ini menjadi renungan buat wanita yang sudah berstatus istri, atau bagi wanita yang akan menjadi istri. Seperti kata Drs. Ghazali Sulaiman: “Kunci kebahagian rumah tangga itu salah satunya adalah seks. Laki-laki yang ingin membahagiakan istrinya, maka penuhi kebutuhan ekonominya. Dan wanita yang ingin membahagiakan suaminya, maka penuhi kebutuhan seksnya.”


Renungan kita selanjutnya, khususnya buat para istri.......


“Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, tiada seorang suami yang ngajak istrinya tidur bersama di tempat tidur, tiba-tiba ditolak istrinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada sang istri itu, hingga dimaafkan oleh suaminya (H.R. Bukhari dan Muslim).”


“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian dia (istri) menolaknya, lalu suami itu tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi hari (H.R. Muslim dan Muslim).”

Jumat, 10 Februari 2012

PILGUB Kalbar menghabiskan dana ratusan miliar


VIVAnews - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat akan digelar pada 20 September 2012. Hajatan politik lokal itu akan menelan dana Rp132 miliar, demikian ungkap Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalimantan Barat.

"Jumlah anggaran yang sudah disetujui Pemerintah Provinsi Kalbar untuk penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur pada 2012 ini Rp132 milyar," kata Ketua KPU Kalimantan Barat, AR Muzammil, kepada VIVAnews, Kamis 9 Februari 2012.

Dalam pelaksaan pilkada ini, KPUD pun berjanji akan menjaga independensi dan integritas jajarannya. AR Muzammil mengatakan pihaknya siap secara tegas memecat bagi penyelenggara pilkada yang terbukti melanggar aturan yang telah ditentukan.

Diakuinya, ketegasan sikap KPU itu sudah dibuktikan pada pilkada di Kalimantan Barat. "Waktu itu kami pernah juga memecat PPK di dua  Kabupaten di Kalbar, yakni  di  Ketapang dan Landak. Karena telah terbukti mereka itu berpihak pada salah satu calon kandidat," ujarnya.

Menurut Muzamil, pihaknya saat ini telah menginstruksikan semua jajarannya agar tetap mengedepankan asas profesionalisme, integritas, dan independensi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat. "Jika ada ketahuan berpihak pasti kami pecat langsung saja," ujarnya. (ren)

Calon Gubernur Kalbar Harus Siap Menang dan Kalah

INILAH.COM, Pontianak -Semakin dekat pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Kalbar, tentu instrumen politik juga semakin hangat. Apalagi banyak figur yang menyatakan siap maju dalam pemilukada Kalbar yang akan dihelat akhir 2012.

"Sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), tentu kami mendukung momen pemilukada ini. Asal jangan dijadikan ajang gontok-gontokan," tegas Ketua Majelis Pimpinan Daerah (Mapidar) Wira Karya Indonesia Kalbar, Sy Iwan Taruna ST MSi, kepada harian ini, kemarin.

Kalau dicermati dari beberapa figur yang muncul dan menyatakan siap pimpin Kalbar, semuanya layak menjadi calon gubernur. Bahkan layak pula pimpin Kalbar untuk lima tahun kedepan.

"Asalkan gubernur terpilih adalah gubernurnya masyarakat Kalbar dan bukan gubernur kelompok tertentu," tegas Iwan.

Dia memaparkan, kalau dicermati calon gubernur yang disebut-sebut ada Armyn Aliayang. Figur ini dinilai cukup bagus dan tak punya catatan jelek di masyarakat. Apalagi karir kedinasannya terus meningkat, sehingga layak pimpin Kalbar.

Begitu juga calon lainnya, Cornelis yang kini Gubenur Kalbar. Ketua Partai PDIP Kalbar ini dinilai cukup baik pimpin daerah ini selama menjadi gubernur. Selama beliau memimpin Kalbar tak ada konflik. Bahkan program pembangunan berjalan.

Begitu juga, lanjut Iwan, Ketua PPP Kalbar Akhmadi Usman juga dinilainya sangat layak menjadi calon Gubernur Kalbar. Apalagi Wakil Ketua DPRD Kalbar ini sangat piawai dan sangat merakyat, sehingga layak pimpin Kalbar untuk lima tahun mendatang.

Calon gubernur lainnya, Morkes Effendi juga dinilai layak. Selama beliau menjadi Bupati Ketapang, pembangunan berbagai bidang di daerah itu berkembang. Sebagai Ketua Partai Golkar Kalbar, Morkes dinilai demokratis.

Bahkan calon cubernur Abang Tambul Husin, juga sangat layak pimpin Kalbar. Pasalnya, selama jadi Bupati Kapus Hulu, beliau sangat konsen terhadap lingkungan melalui programnya yang terkenal dengan konservasi. Jadi Tambul sangat layak mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar, lantaran punya kekuatan politik sebagai Ketua Partai Gerindra Kalbar.

"Hanya semua itu tergantung, masyarakat yang akan memilih. Bukan itu saja, juga calon wakil gubernur punya peran penting untuk menentukan kesuksesan," tegas Iwan.

Lebih jauh Iwan mengatakan, agar pemilukada berjalan aman, lancar dan sukses, pasangan calon gubernur bersama tim suksesnya harus memberikan nuanca berpolitik santun dan sportif.

"Makanya pasangan calon gubernur periode mendatang harus siap menang dan siap pula menerima kekalahan dalam ajang pemilukada nanti," tegas Iwan mengingatkan.

Makanya, terhadap calon gubernur yang akan bertarung merebutkan posisi kursi KB 1, harus mampu memberikan ketenangan masyarakat. Dan bersama-sama masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan yang kini terjalin harmonis di Kalbar.

Tak kalah penting, lanjut dia, bila calon gubernur terpilih dan mendapat kepercayaan masyarakat, harus dapat memberikan kesempatan yang sama bagi pegawai negeri sipil(PNS) untuk menduduki porsi strategis di jajaran pemerintah daerah.

"Harapan ini agar ada rasa keadilan," kilah dia.

Disinggung kriteria apa yang layak bagi calon gubenur Kalbar, menurut Iwan, salah satunya harus punya konsep yang jelas, agar daerah Kalbar yang berbatasan dengan negara jiran Malaysia, pembangunannya berkembang pesat.

Tak kalah penting, lanjut dia, juga punya konsep mengenai pembangunan kawasan perbatasan. Termasuk, membangun percepatan program terbentuknya Provinsi Kapuas Raya. [mor]

http://sindikasi.inilah.com