WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label kalimantan barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan barat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 September 2013

Sejarah Desa Rantau Panjang Desa

cover desa rantau panajang

“Rantau panjang adalah salah satu nama desa yang terletak di wilayah kecamatan Simpang Hilir kabupaten kayong utara provinsi kalimantan barat. Desa ini memiliki wilayah seluas 49 Km,2 dan berpenduduk sebanyak 3901 jiwa , serta terbagi menjadi 963 KK dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.021 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 1.843 jiwa.  ( Data 2011) Dengan wilayah nya yang strategis yaitu terletak di pesisir pantai dan jalan akses provinsi, desa rantau panjang memiliki batas wilayah sebagai berikut : Sebelah utara berbatasan dengan Desa Teluk melano dan desa Penjalaan, Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan sukadana , sebelah timur berbatasan dengan taman nasional gunung palung dan sebelah barat berbatasan dengan laut pulau maya karimata.

menabur hrapan di ranbrtau panjang

Menurut catatan sejarah, pada tahun 1917 rantau panjang masih di pimpin oleh kepala kampung/dukuh yang waktu itu bernama kampung tembok baru. Nama Hajji habuhari adalah kepala kampung yang memimpin pertama kali di kampung tersebut kemudian tidak beberapa lama di gantikan oleh Zulkifli sebagai kepala kampung ke dua. , asal mula penduduk wilayah tembok baru berasal dari Kampung Pelintu kampung Mulia yang menempati Wilayah Terus Jawa, atau nama lain nya yaitu Sungai Bagan yang kemudian berkembang menjadi Kampung Tembok Baru.

Pada tahun 1942 di masa kerajaan simpang matan yang di pimpin oleh raja Gusti mesir, zulkifli bersama bujang ramli atau yang lebih di kenal dengan nama bujang kerepek, ikut mempelopori perang gerilya melawan penjajahan jepang, sehingga pada saat itu banyak di antara warga tembok baru yang tewas di tangan tentara jepang.

http://www.youtube.com/watch?v=WjGTbmxv6RY

Kemudian pada tahun 1952 Kampung tembok baru berubah nama menjadi Rantau panjang, kemudian Zulkifli di lantik menjadi kepala kampung secara resmi oleh along Abbas, Camat pertama Simpang Hilir. Kemudian pada tahun 1962 status kampung rantau panjang berubah menjadi Desa, dan pada tahun 1980 di adakan pemilihan kepala desa secara aklamasi, wal hasil Abu kasim di tetapkan sebagai kepala desa hingga menjabat selama beberapa periode. Kemudian pada tahun 1998, Hamsyah S. terpilih sebagai kepala desa dan menjabat hingga saat ini.

Dalam perjalanan nya Desa Rantau panjang tidak terlepas dari berbagai permasalahn, terutama yang berkaitan dengan kondisi alam. Pada tahun 1986 terjadi kebakaran besar akibat kemarau panjang, sehingga wabah penyakit seperti ; penyakit kulit ,cacar, kolera, muntaber, tidak dapat di hindari pada saat itu. Pada tahun 1991 kebakaran kembali terjadi sehingga menghabiskan ladang dan peerkebunan masyarakat. Dan pada tahun 2000 bencana angin putting beliung menerjang 72 rumah warga, kemudian terakhir kali pada tahun 2008  banjir akibat pasang air laut yang berlebihan, sehingga sampai menggenangi badan jalan dan rumah rumah warga.

Pada Era Tahun 1965 hingga  tahun 2000 Rantau panjang tergolong kategori desa tertinggal di berbagai sektor, terutama di bidang Pertanian. hal ini dikarenakan transportasi dan prasarana yang tidak mendukung, sehingga masyarakat pada saat itu bercocok tanam dengan cara berpindah pindah tempat.

cover DING  pkb

Pada saat ini, wilayah desa Rantau Panjang terdiri dari 8 dusun dan 32 rukun tetangga, dimana sebelumnya  desa ini hanya terdiri dari 4 dusun dan 12 Rt. Perubahan tersebut dikarenakan adanya program transmigrasi yang memasuki kawasan desa rantau panjang pada akhir tahun 2003.

Geliat Kemajuan mulai dirasakan ketika lahan transmigrasi mulai di hembuskan oleh pemrintah pusat. Tepat Pada tanggal 3 Oktober 2002, di buka lahan transmigrasi untuk yang pertama kali nya oleh Morkes effendi Bupati ketapang pada saat itu. Dua bulan berselang warga transmigrasi memasuki kawasan desa rantau panjang yang terletak di antara Dusun makmur dan dusun ampera. Dengan kedatangan warga transmigrasi maka tidak di pungkiri lagi, bahwa hal tersebut semakin menambah keanekaragaman dalam berbagai bidang.

Lembaga Pemerintahan Desa Rantau Panjang juga mengalami peningkatan, data tersebut terlihat dari tahun sebelumnya bahwa jumlah Aparatur Desa sebanyak 13 personla kemudian bertambah ditahun 2010 menjadi 15 personil , serta keanggotaan BPD berjumlah 11 personil..

Dengan lahan pertanian dan perkebunan yang subur, masyarakat desa rantau panjang sebagian besar berprofesi sebagai Petani, Sehingga pada tahun 2006, berdasarkan SK gubernur kalimantan barat Usman ja`far pada saat itu, desa rantau panjang di tetapkan sebagai kawasan  KUAT ( Ketahanan Usaha Agro Bisnis Terpadu ).  Adapun Hasil Pertanian tanaman pangan, perkebunan, palawija dan holtikultural secara keseluruhan di desa rantau panjang pertahun mencapai hingga 1720 ton.

Demikian pula di bidang perikanan, Desa Rantau Panjang termasuk pemasok ikan yang cukub besar di wilayah kabupaten kayong utara. Adapun Produksi perikanan, adalah dari hasil tangkapan nelayan hingga mencapai 240 ton pertahun.

Di Sektor Kesehatan, masyarakat Desa Rantau Panjang sudah menyadari arti pentingnya  kesehatan, hal ini terlihat dengan adanya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan jasa petugas kesehatan dan fasilitas yang ada. Adapun fasilitas kesehatan yang ada di desa rantau panjang yaitu ; puskesdes 3 unit , polindes 1 unit, dan Posyandu 5 unit.

Dalam bidang Pendidikan Formal, Desa rantau panjang memiliki bebagai fasilitas pendidikan di antaranya; SD 3 unit, SMP 1 unit, TK, PAUD, TPA, masing – masing satu unit.

Dalam pendidikan Non formal terdapat  Program paket A paket B dan Paket C serta Lembaga Swasta Simpang mandiri Production yang bergerak dalam pendidikan alternatif yang berbasis pengembangan karakter.

Sehingga dengan adanya hal tersebut tingkat pendidikan Masyarakat Desa Rantau Panjang cukup memadai, hal tersebut dapat terlihat dari perbandingan data tahun 2008, Penduduk yang Sekolah atau masih di bangku pendidikan berjumlah 735 siswa , Sedangkan tahun 2010 menjadi dua kali lipat yaitu 1.337 siswa .

Dalam bidang Seni dan Budaya lokal, desa rantau panjang memiliki aset yang cukup kompleks di antaranya  adalah ; Hadrah 6 kelompok, kuda Lumping 2 kelompok, Rebana 2 kelompok, Orkes dangdut berjumlah 2 group , Pencak Silat 5 kelompok, Jepin 2 kelompok, Rodad 2 kelompok, Sanggar Teater 1 Group, Komunitas Perfilman  Lokal Independent 1 Group, dan Campur Sari berjumlah 1 kelompok.

cover DING  pkb k

Organisasi Kepemudaan Karang Taruna yang berada di rantau panjang adalah  Organisasi yang membidangi berbagai Kegiatan kepemudaan di antaranya adalah; olah raga, Perayaan  Hari  besar Islam, kegiatan hari besar Nasioanal dan kegiatan program kepemerintahan serta masyarakat. Prestasi yang pernah di raih, Pada tahun 2010 karang taruna rantau panjang mendapatkan juara harapan satu tingkat provinsi.

Keadaan ekonomi masyarakat desa rantau panjang pada saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup  pesat, hal ini di buktikan dengan akurasi data sebagai berikut : jumlah penduduk usia 15 – 55 tahun yang bekerja penuh, berjumlah ; 2. 425, sedangkan jumlah penduduk usia 15 – 55 tahun yang bekerja tidak tentu hanya berjumlah 353 orang .

Kegiatan Politik Masyarakat desa Rantau Panjang  juga mengalami kemajuan, hal ini didasari dari kesadaran penduduk yang cukup tinggi untuk ikut andil dalam proses politik. Hal itu terlihat dari data bahwa dari total penduduk Desa Rantau Panjang, penduduk yang memiliki Hak pilih berjumlah ;  2.613 orang dan yang menggunakan hak pilih berjumlah 2.500 orang. Dan pada tahun 1990 terjadi pemilihan

Penduduk Desa Rantau Panjang terdiri dari bermacam-macam suku, ras dan etnis. Paling sedikit ada 7 etnis/suku yang tinggal di Desa Rantau panjang, yaitu : melayu, bugis, jawa, madura, dayak, cina dan penduduk campuran lain nya. Adapun keberadaan agama yang terdapat diwilayah Desa Rantau Panjang terdiri dari : Islam, Kristen, Khatolik, Budha dan Konghucu, hal tersebut dapat dibuktikan dari tempat peribadatan yang terdapat di Desa Rantau panjang.

Kendala yang masih di hadapi pada saat ini terutama dalam bidang sarana dan prasarana seperti air bersih, penerangan, jalan umum,  yang belum merata di semua wilayah desa rantau panjang.

Rantau panjang adalah nama yang tepat untuk menggambarkan keadaan Desa tersebut dari zaman dahulu hingga sekarang, dengan kondisi yang masih terbelakang menjadi lebih mapan, serta dengan kemajuan pembangunan dari berbagai bidang, baik dari Sektor riil sampai dengan pembangunan karakter dan skiil masyarakatnya. Dengan demikian, diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah agar dapat selalu memberikan sumbangsih pemikiran dan dukungan agar tercapainya kemajuan Desa Rantau Panjang kedepan.

Wisata Budaya Bali Sedahan

bali sedahan  copy

Di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), terdapat sebuah desa di sekitar Air Terjun Lubuk Baji yakni desa Sedahan Jaya yang dihuni oleh mayoritas masyarakat non pribumi yang bersasal dari pulau Bali sejak tahun 1965. Masyarakat Bali ini menyebut dirinya sebagai masyarakat Bali Karang Asem, karena berasal dari Kabupaten Karang Asem berjumlah kurang lebih 97 KK. Dengan kebudayaan yang tetap di jaga kelestariannya maka di daerah itu juga terdapat Pura (tempat sembahyang) keagamaan masyarakat Hindu, disamping kegiatan upacara ritual lainnya.

xxxxxxx

Keunikan lain di perkampungan Bali ini adalah pada setiap rumah penduduk terdapat “Sanggah” di depan rumah masing masing, yaitu miniatur Pura bagi yang tidak sempat atau berhalangan hadir ke Pura besar untuk bersembahyang. Di samping pura tersebut juga terdapat balai pertemuan bernama “Balai Banjar” biasa dipakai untuk latihan pergelaran seni dan pertemuan/rapat kampong dan sebagainya. Lokasi Budaya bali ini terletak di desa sedahan jaya kecamatan sukadana kabupaten kayong utara kalimantan barat. Jarak dari kota sukadana hingga ke perkampungan ini hanya berjarak kurang lebih 5 KM dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor atau mobil karena jalannya terhitung sudah bagus.

 xxxxxxxxxx

 

http://www.youtube.com/watch?v=YhIGYMumzds

Kamis, 05 April 2012

KETIMPANGAN PELAYANAN RUMAH SAKIT


Rumah Sakit Dr. Soedarso adalah rumah sakit terbesar di Kalimantan Barat yang seharusnya memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien yang datang berobat atau yang sedang sakit. Akan tetapi pelayanan Rumah Sakit ini sangat terlihat sekali ketimpangan-ketimpanganya, dimana pelayanan pasien yang menggunakan ASKES, JAMSOSTEK, JAMKESMAS, ASKESKIN, dan kartu berobat lainya dibandingkan dengan pasien yang menggunakan UANG TUNAI.

Pelayanan Terbaik Rumah Sakit Dr. Soedarso Pontianak hanya diberikan kepada pasien yang berobat dengan menggunakan Uang Tunai. Sedangkan kepada pasien yang menggunakan ASKES, JAMSOSTEK, JAMKESMAS, ASKESKIN, dan kartu berobat lainya diberikan pelayanan sealakadarnya. Selain pelayanan seaalakadarnya, setiap pasien yang berobat dengan menggunakan ASKES, JAMSOSTEK, JAMKESMAS, ASKESKIN dll akan dibuat rumit, dan urusanya lama.

Pengallaman pribadi saya yang memebawa keluarga saya yang sedang sakit dan akan dirawat di Rumah Sakit Dr. Soedarso Pontianak yang menggunakan ASKES.
setelah keluarga saya diepriksa diruang UGD, dan saya telah selesai mengurus administrasi2nya (walaupun dengan penuh rasa emosi) akhirnya keluarga saya di pindahkan keruang inap. Seharusnya Askes PNS dengan Golongan 4a dirawat dirunang VIP, Kelas I, atau bahkan Kelas II, eh malahan keluarga saya dirawat di ruangan Kelas III, dengan alasan ke tiga ruangan tersebut penuh. dan saya menerima alasan pihak rumah sakit seperti itu.

setelah selesai semua urusan, saya bersama teman saya sedang duduk didepan aula UGD, berselang beberapa menit kemudian datang seorang pasien yang sedang sakit parah, dan bersamaan dengan itu saya serentak membantu keluarga pasien dalam mengurus administrasinya (karena keluarga pasien tersebut datang dari kampung, dan belum pernah mengurus administrasi seperti ini).
karena pasien tersebut tergolong orang mampu (menengah ke atas), keluarga pasien meminta pasien tersebut dirawat dirunag VIP atau ruang Kelas I. dan anehnya serentak pihak rumah sakit menyatakan ruangan untuk pasien tersebut ada (karena pasien tersebut berobat dengan menggunakan UANG TUNAI).

kenapa demikian?
inikah program pemerintah untuk mensejahterakan kesehatan rakyatnya ?

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=190473277735793&set=o.101940266601132&type=1&ref=nf

Senin, 19 Maret 2012

AKPER KETAPANG: Bisnis Berkedok Pendidikan


Siapa yang tak senang menjadi mahasiswa atau alumni Akper Pemda Ketapang. Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat telah banyak mencetak generasi yang terampil di bidang kesehatan ini merupakan akper kebanggaan masyarakat Ketapang. Akper yang berdiri sejak beberapa tahun silam ini merupakan akademi milik Pemda Kabupaten Ketapang dengan jenjang akademik D-III Keperawatan. Akper yang beralamat di jalan Dr. Sutomo samping jalan Gusti Muhammad Saunan Ketapang tesebut dulunya ialah Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) setara SLTA. Seiring perkebangan waktu, SPK tersebut tutup dan sekarang ditempat tersebut berubah status menjadi Akper Pemda Ketapang.

Sepintas, bagi siswa yang lulusan SLTA merasa bangga jika bisa masuk dan menjadi mahasiswa di Akper Pemda Ketapang, sebab akper merupakan sekolah yang bergengsi dan terkesan elit, sebab mahisiswa yang kuliah disana rata-rata orang berdopet tebal (katanya), kemudian lulusan akper 99 % memiliki peluag kerja, baik menjadi PNS maupun buka praktik sendiri dan lain-lain. Orang tua merasa bangga jika anaknya lulus dan dapat bekerja sebagai perawat apa lagi pegawai negeri. Namun sayang, dibalik prestasi itu menyimpan sejuta misteri yang seakan-akan sulit untuk diungkap. Bahkan banag UT sempat tercengang mendegar penuturan alumni Akper Pemda Ketapang pada saat bang UT ngobrol di salah satu warkop di pasar lama Ketapang. Alumni yang tidak mau disembutkan namanya ini menuturkan panjang lebar tentang kondisi riel Akper Pemda Ketapang, mengingat ia merupakan anak petani miskin dan berprestasi yang merasa terzalimi oleh pengelola (desen/rector/menejer) Akper. Sebut saja alumni tersebut Alex (bukan nama sebenarnya) agar memudahkan menyebutkan objek atau sumber berita.

Lebih lanjut Alex menuturkan. Untuk mewujudkan impian saya kuliah di akper tersebut, orang tua saya di kampung harus menjual kebun satu bidang, mengingat biaya masuk diakper cukup mahal, yah normal normalnya sih sekitar 20 jutaan, seperti untuk biaya uang semester, uang tabungan, uang senat, sumbangan pembangunan pendidikan, atribut (pakaian dinas 2 stel, treining, pakaian dinas PKL, almamater, sepatu, lencana/papan nama, scot, uang perpustakaan, uang laboraturium), perlengkapan asrama, biaya program pengenalan studi (PPS) dan biaya TPRS untuk mahasiswa dan lain-lain. Namun ada juga nominalnya yang lebih besar dari itu, seperti siswa yang lulusan SLTA dengan nilai pas-pasan. Untuk mendongkrak nilai yang kurang tersebut agar bisa lulus masuk akper, orang tua rela mengeluarkan biaya lebih (sopoy) agar anaknya dapat diterima di akper tersebut. Dosen/rector memasang tariff yang tidak layak kepada calon mahasiswa baru yang standar nilainya minim, sehingga tidak ada alasan tidak lulus jika orang tua bisa diel dengan biaya yang ditawarkan oleh dosen/rector akper tersebut. Jika calon mahasiswa yang mendaftar banyak/lebih dari standar penerimaan dan kebanyakan nilainya pas-pasan, maka kompetsinya harus dilakukan oleh orang tua ialah: sediakan uang yang banyak untuk bersaing antar orang tua, atau orang tua punya relasi dengan dosen/rector, atau orang tua memiliki hubugan kekeluargaan dengan salah satu dosen atau rector. Jika 3 kriteria tersebut dimiliki salah satu orang tua yang nilai anaknya pas-pasan, maka jangan khawatir anaknya pasti lulus.

Sisi lain yang menjadi misteri di kampus Akper Ketapang ialah transparasi dalam penggunaan dana pungutan dari mahasiswa. Salah satu contoh: uang untuk perlengkapan asrama, sumbangan pembangunan pendidikan yang jumlahnya sangat besar, perpustakaan, laboraturium dan lain-lain yang jumlahnya per semester sangat tinggi. Namun relalisasinya sangat jauh dari harapan. Piring, gelas dan perlengkapan lainya saja yag dananya tak seberapa kami harus bawa dari rumah masing-masing selama di asrama. Sementara kondisi asrama kami bocor jika hujan, pada hal biaya/sumbangan pembangunan pendidikan lebih dari 7 juta/mahasiswa, tapi kenapa kondisi arma dan kampus Akper Pemda Ketapang tetap seperti rumah tua dan angker? Jika dihitung dari sejak berdirinya akper hingga sekarang, untuk biaya sumbangan gedung saja di kali jumlah mahasiswa per tahun dan di kali nominal uangnya maka jumlahnya lumayan besar, tapi kemana uang tersebut? Kritis Alex.

Selain itu, mahasiswa baru menjadi bulan-bulanan oleh oknum dosen untuk kerja bakti di rumah dosen tanpa belas kasihan. Tenaga mereka (mahasiswa) benar-benar diporsir seharian di rumah oknum dosen. Layaknya pembantu mereka diperlakukan oleh oknum dosen, bahkan lebih keji dari itu. Sementara dosen tersebut tanpa ada tengang rasa terhadap mahasiswa yang belum mampu memenuhi kewajiban kuliahnya. Ancaman bagi siswa yang belum mampu memenuhi kewajiban kuliahnya per semester ialah tidak bisa mengikuti ujian, pada hal tak semua siswa tergolong orang mampu secara ekonomi. Bahkan ada orang tua mahasiswa yang menghadap dosen/rector untuk minta tempo pembayaran uang semester/asrama dll tapi dosen tidak bisa mentolerer, pada hal orang tua tersebut masih dalam usaha mencari dana untuk kebutuhan anaknya & bersungguh-sungguh akan segera melunasinya jika uang sudah tersedia, tapi dengan angkuh dosen itu menjawab, “Anak ibu/bapak tidak bisa kami ikutkan dalam ujian atau kegiatan tertentu karena belum memenuhi kewajiban kuliahnya.” Masalah kewajiban mahasiswa yang tertunda tidak dapat ditolerer, sementara memperkerjakan mahasiswa layaknya kuli untuk kepentingan pribadinya tidak ada tengang rasa/toleransi.

Adalah wajar jika alumni Akper Pemda Ketapang yang sudah lulus dan bekerja tidak memiliki kompetisi, kompetensi & disiplin ilmu keperawatan yang memadai, sebab meraka masuk di akper bukan berdasarkan standar akademik yang ditetapkan kampus tetapi berdasarkan seberapa besar dan kemampuan financial yang disuguhkan oleh orang tua kepada pihak akademik. Inilah realita kampus Akper Pemda Ketapang, dan ini sudah menjadi rahasia umum.

Melihat kondisi akut akper di atas, apakah Pemda Ketapang tidak tahu, pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu terhadap kondisi kampus tersebut? Sungguh ironis jika Pemda Ketapang tidak mengatahui atau tidak mau tahu tentang kondisi akper miliknya. Apakah Pemda Ketapang hanya tahu seberapa besar kontribusi akper terdahap daerah yang diperoleh dari pungutan akper tersebut? Inilah salah satu contoh bisnis oknum Pemerintah Ketapang mengatasnamakan pendidikan. Jadi wajar jika pendidikan di negeri ini tidak mengalami kemajuan secara signifikan dibanding negeri jiran Malaysia, sebab mentalitas pejabat negeri ini kebayakan telah dirusak oleh paham kapitalis/matrealis.

by. Ujang Tingang (edisi: 14/03/12)

Jumat, 10 Februari 2012

PILGUB Kalbar menghabiskan dana ratusan miliar


VIVAnews - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat akan digelar pada 20 September 2012. Hajatan politik lokal itu akan menelan dana Rp132 miliar, demikian ungkap Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalimantan Barat.

"Jumlah anggaran yang sudah disetujui Pemerintah Provinsi Kalbar untuk penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur pada 2012 ini Rp132 milyar," kata Ketua KPU Kalimantan Barat, AR Muzammil, kepada VIVAnews, Kamis 9 Februari 2012.

Dalam pelaksaan pilkada ini, KPUD pun berjanji akan menjaga independensi dan integritas jajarannya. AR Muzammil mengatakan pihaknya siap secara tegas memecat bagi penyelenggara pilkada yang terbukti melanggar aturan yang telah ditentukan.

Diakuinya, ketegasan sikap KPU itu sudah dibuktikan pada pilkada di Kalimantan Barat. "Waktu itu kami pernah juga memecat PPK di dua  Kabupaten di Kalbar, yakni  di  Ketapang dan Landak. Karena telah terbukti mereka itu berpihak pada salah satu calon kandidat," ujarnya.

Menurut Muzamil, pihaknya saat ini telah menginstruksikan semua jajarannya agar tetap mengedepankan asas profesionalisme, integritas, dan independensi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat. "Jika ada ketahuan berpihak pasti kami pecat langsung saja," ujarnya. (ren)