WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label sukadana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukadana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2014

Dari Kayong Utara untuk Gaza

bukti penggalangan dana untuk gaza yang dilakukan relawan kkpu uayong utara

Sukadana – Hasil penggalangan dana untuk Gaza Palestina, yang dilakukan Relawan yang tergabung dalam Komunitas Kayong Peduli Umat (KKPU), telah rampung. Dana berjumlah Rp. 19.288.300,00 yang terkumpul, telah di kirim untuk rakyat Gaza, melalui rekening Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) Pusat.

Pengirman dilakukan dua kali. Mengikat batas maksimal pengiriaman dana via ATM BRI, hanya Rp. 10 juta saja dalam sehari. Pengiriman pertama, Senin (21/7/2014), senilai Rp. 9.288.300,00, melalui mesin ATM bank BRI Cabang Sukadana. Pengiriman kedua, Selasa (22/7/2014), Rp. 10.000.000,00, melalui ATM bank yang sama.

Dikatakan Isya Fachrudi, Koordinator Penggalangan Dana. Rencana awalnya pengriman dana tersebut ditransfer langsung sekaligus ke nomor rekening Bank Mandiri, atas nama Mer-C. Namun pihak BRI menyatakan pengiriman tersebut akan clearing. Memutuhkan waktu bebrepa hari baru sampai. Saran pihak BRI, uang tersebut dimasukan dalam tabungan salah seorang relawan, kemudian baru ditransfer via ATM. Mengingat, di KKU tidak tersedia Bank Mandiri. Kesepakatan teman agar uang cepat terkirim, transfer via ATM menjadi pilihan terakhir, terang Ica, panggilan Isa Fachrudi.

Penggalangan dana yang dilakukan Relawan KKPU selama empat hari, dinyatakan Ica tuntas. Jumlah dana yang terhimpun dari empat titik utama penggalangan, yaitu di Sukadana (15/7/2014) Rp. 10.080100,00. Di Teluk Melano (16/7/2014) sebesar Rp. 3.217.700,00. Di Teluk Batang (18/7/2014) sebesar Rp. 4.077200,00 dan terakhir di Siduk (20/7/2014) sebesar Rp. 1.913.300,00.

Semula, lanjut Ica, teman-teman yang ada di Kecamatan Seponti berencana menggalang dana untuk Gaza juga. Namun hingga pengirim dana tanggal 21 dan 22 kemaren, tidak ada kabar berita dari mereka. Ketika kami coba konfirmasi, tidak ada tanggapan dari mereka. Kami beranggapan bahwa pasti ada kendala dilapangan. Sehingga teman-teman di Seponti tidak bisa melaksanakannya. Keputusan kami, Seponti absen dari penggalangan dana bersama kami. Semoga setelah ini mereka menunyusul, paparnya.

Atas nama relawan, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat. Baik masyarakat Kayong Utara, maupun masyarakat lain yang telah turut berpartisipasi dengan ikhlas untuk rakyat Gaza. Kepekaan masyarakat terhadap penderitaan orang lain sangat tinggi. Hal ini sangat membesarkan hati kami, apreasiasi Ica.

Harapan Ica dan rekan-rekannya. Berapa pun jumlah dana yang mampu kita berikan. Semoga dana tersebut dapat mengurangi beban penderitaan rakyat Gaza, yang saat ini sedang teraniaya akibat perang dan kebiadaban Israel. Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, kami telah menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kami, tanpa kami potong sepeser pun. Dana terebut utuh kami sampaikan, melalui Mer-C kita titipkan ke rakyat Gaza. (Has)

Senin, 02 Juni 2014

SEDERHANA YANG MENIPU

jw Demo Kocak Anti Jokowi Nyapres

SEDERHANA YANG MENIPU

Benarkah ia calon presiden sederhana?
Partai-partai yang mengusungnye apakah sederhana?
Apakah partai tempatnya berada juga sebuah partai yang sederhana?
Tidak, Bukan!
Ia di pasang dan disiapkan seolah-olah ia sederhana
Padahal proses mempersiapkannya bukanlah sesuatu yang sederhana
Ia kelihatan sedehana tapi bukanlah sesuatu yang alami,
bukan sesuatu yang natural
Sistem yang mengorbitkannya adalah sistem yang tidak sedehana
dan menghabiskan banyak rupiah
Mengumpankan ‘sederhana’ untuk mereka mengangkangi NKRI
Karena mereka tahu, rakyat indonesia suka dengan kesederhanan
Jadi, jangan melihat sesuatu dari kacamata sederhana
untuk melihat sesuatu yang kelihatan sederhana

Kayong Utara, 1 Juni 2014
Oleh,
Isya Fachrudi

Sumber: https://www.facebook.com/isya.fachrudi.9?fref=nf

Goresan syair Isya Fachrudi, patut jadi renungan. Terkadang kita mudah terhipnotis dengan sesuatu yang kelihatannya bersahaja dan memikat. Kadang kita sulit pula membedakan kebenaran dan muslihat. Semua terasa indah dengan polesan kata dan pesona media. Semua itu bukan tanpa rencana. Dana pula yang jadi mesin pengeraknya.

Kepemimpinan ini bukanlah amanah individu, atau pesanan golongan. Namun amanah bangsa yang harus dipertimbangkan. Sehingga kita tidak terjebak dengan ueforia yang mengelitik indera.

Terlalu larut martabat bangsa ini terinjak. Terlalu naïf membiarkan semua itu tanpa tindakan. Ketegasan seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Sehingga harga diri bangsa ini tak dipandang abai.

Kita butuh pemimpin yang mumpuni. Pemimpin yang tegas. Pemimpin yang mengerti dan peduli keinginan rakyatnya. Pemimpin yang bisa menyatukan NKRI dalam bingkaian Bhenika Tunggal Ika. Pemimpin yang tidak dipimpin. Pemimpin yang tidak akan membiarkan martabat bangsanya tertindas. Bukan pemimpin yang ingin bekerjasama dalam lingkaran hitam.

Semua calon pemimpin adalah baik. Adalah putra-putra terbaik bangsa ini. Tentu dari yang baik ada yang ‘terbaik’. Kecerdasan kitalah yang menentukannya. Siapapun pilihan kita, tentu itu yang terbaik menurut kita. Semoga itu terbaik pula buat bangsa.

Saatnya Indonesia bangkit. Banggkit melawan keterpurukan. Bangkit melawan kezaliman. Bangkit memerangi kebodohan. Bangkit melawan korupsi. Bangkit melawan penjajahan bangsa asing, dan penjajahan atas bangsa sendiri. Bangkit untuk Indonesia yang lebih sehat, sejahtera dan bermartabat. Sebab, sesungguhnya kita memiliki sumberdaya yang kuat. Tentu dengan mengevaluasi dan menata kembali kondisi yang ada. “Indonesia bisa, bersama Prabowo-Hatta,” demikian ungkapan Mahfud MD, mantan Ketua MK.

Minggu, 20 April 2014

Kursi Sementara Dapil 4

Nyoblos

SIMPANG HILR – Perolehan Kursi Legislatif sementara, khusus tingkat DPRD Kabupaten Kayong Utara, Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Simpang Hilir. Berdasarkan hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2014, oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Simpang Hilir (15 – 18/4), dari 8 kursi yang diperebutkan, 4 kursi di pegang incumbent dan 4 kursi di pegang pemain baru.

Pemegang kursi sementara yang dimaksud, yaitu Partai Nasdem 1 kursi, PKB 1 kursi, PDI Perjuangan 1 kursi, Partai Golkar 1 kursi, Partai Gerindra 1 kursi, Partai Demokrat 1 kursi, PAN 1 kursi dan PPP 1 kursi. Perolehan suara Calon atau Partai Politik (Parpol) selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut, menurut versi Warta Kayong (WK).

Perolehan Suara Dapil 4, WK Sumber Data: PPK Simpang Hilir

Calon Legislatif yang menempati delapan kursi DPRD Kayong Utara sementara, khusus dari Dapil 4 Simpang Hilir, yaitu sebagai berikut:

Perolehan Kursi Dapil 4, WK Sumber Data: PPK Simpang Hilir

Kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara belum menetapkan pemenang Pemilu, atau Calon Legislatif yang menduduki kursi DPRD Kayong Utara 2014 – 2019. Namun, yang menempati kursi legsilatif sudah diketahui setiap calon, Parpol atau masyarakat melalui hitungan cepat (quick count) yang mereka lakukan.

Hari ini (20/4/2014), bertempat di Hotel Mahkota Kayong, KPU Kabupaten Kayong Utara (KKU) telah membuka Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan suara di empat Dapil yang ada di KKU. Empat Dapil yang dimaksud, yaitu Dapil 1 (Sukadana) 6 kursi, Dapil 2 (Pulau Maya dan Karimata) 3 kursi, Dapil 3 (Teluk Batang dan Seponti) 8 kursi dan Dapil 4 (Simpang Hilir) 8 kursi. Diperkirakan, pertengahan Mei 2014, kursi legislatif seluruh Indonesia rampung ditetapkan KPU.

Masyarakat akar rumput hanya berharap, siapapun yang terpilih, semoga membawa perubahan yang signifikan di kelembagaan DPRD Kayong Utara, dibanding priode sebelumnya Dewan yang benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat, tanpa memandang latar belakang masyarakat tersebut. Sebab, setelah ditetapkan KPU perolehan kursi, dan dilantik menjadi anggota DPRD KKU, dewan bukan lagi utusan Partai Poltik atau golongan masyarakat tertentu, namun wakil dari setiap eleman masyarakat yang ada di Dapilnya masing-masing. Dan umumnya, wakil masyarakat di Pemerintahan Kabupaten Kayong Utara 5 tahun mendatang.

Dari total 25 Anggota Dewan yang terpilih saat ini, lebih kurang 30 % adalah pendatang baru. Jika kemaren Anda mempertanyaankan kinerja Dewan sebelumnya. Saatnya, hari ini Anda sebagai Anggota Dewan baru membuktikan kinerja baik Anda kepada publik. Setidaknya kehadiran Anda memberi warna baru di Parlemen KKU. Bukan malah sebaliknya, atau bahkan lebih buruk lagi dari kinerja Dewan sebelumnya.

Buktikan visi misi Anda ketika kampanye kemaren dalam mewujud kerja nyata, dengan tidak memilah dan memilih siapa lawan dan siapa kawan Anda sebelumnya. Kerja baik Anda sesuai Tupoksi Legislator kami tunggu! (Wan/WK tim)

Jumat, 14 Maret 2014

Musrenbang RPJMD Kabupaten Digelar (2)

musrenbangkab 2

(Lanjutan)

Sedangkan dari Guru Besar Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Dr. Eddy Suratman, M.E, mengulas hal yang berbeda. Beliau menyebut KKU dengan istilah “Muda, Ramping dan Penuh Tantangan”. Muda, sebab KKU baru berumur 7 tahun. Tentu masih mudah untuk menatanya. Seperti kita menasehati, tentu lebih mudah mengarahkan yang muda ketimbang yang tua.


Ramping, karena luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah kecamatan dan jumlah desa di KKU sedikit dibanding kabupaten lain di Kalbar. Orang yang ramping, tentu lebih lincah dalam bergerak, ketimbang orang gemuk. Peluang untuk menjadi pemenang pun sangat terbuka. Tinggal kebijakan pengelolaan, ungkap Prof. Eddy memberikan perumpamaan.


Namun dibalik usia muda dan tubuh yang ramping tersebut, KKU memiliki Tantangan besar. Mengutip data BPS Kalbar tahun 2012, Angka Melek Huruf KKU 88,34 %, nomor kedua setelah Kubu Raya dengan angka 89,07 %, dengan rata-rata lama sekolah 5,84 tahun. Untuk angka Harapan Hidup ibu dan anak tahun 2012, KKU 66,00 per tahun, nomor kedua setelah Sambas yang hanya 61,69 per tahun.


Untuk kontribusi terhadap  PDRB, tahun 2012, KKU memberikan kontribusi terkecil se- Kalbar, yaitu hanya 1,65 %, penyumbang terkecil kedua setelah Melawi (1,70 %). Angka kemiskinan di KKU tahun 2012 (10,16 %), urutan keempat setelah Landak (12,41 %), Melawi (12,09 %) dan Ketapang (11,91 %). Namun untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2012, KKU mengalahkan pertumbuhan ekonomi provinsi, yaitu 6,01 %, sedangankan provinsi hanya 5,81 %.


Untuk tingkat pengangguran, tahun 2012, KKU tertinggi di Kalbar, yaitu 6,96 %. Namun menurun di tahun 2013, yaitu 4,66 %, urutan kelima setelah Kubu Raya (9,26 %), Kota Pontianak (6,12 %), Kab. Pontianak (5,66 %) dan Ketapang (4,70 %).


Masih mengintip data BPS Kalbar. Tahun 2012, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KKU dan Sambas menduduki peringkat terakhir di Kalbar, dengan IPM 66,19. Namun akan ini belum terbantahkan di tahun 2013, apakah IPM KKU akan naik atau semakin melorot. Sebab, 2013 BPS Kalbar belum meliris data IPM se- Kalbar, pungkas sang professor.


Menurut Prof. Eddy, kunci utama untuk mewujudkan Visi itu, yaitu percepatan pembangunan infrastruktur. Namun masalahnya, anggaran terbatas. Pendapatan KKU tahun 2012 hanya sebesar Rp. 417,691 Milyar, dengan PAD Rp. 26,472 Milyar atau 6,34 %. Padahal, alokasi belanja daerah sudah bagus. Tantangannya adalah, meningkatkan pendapatan daerah diluar dana perimbangan.


Masih menurut Prof. Eddy. Untuk meningkatkan pendapatan daerah, antara lain: a) Perlu pengoptimalan UU Nomor 28/2009, terutama tentang pajak; b) Menetapkan tarif pajak yang menarik bagi investor, misalnya, menetapkan BPHTB lebih rendah dibanding daerah sekitarnya, bervariasi sesuai karakteristik wilayah; c) Mengevaluasi belanja yang kurang tepat, misalnya belanja Pendidikan Gratis, sebaiknya hanya untuk masyarakat Miskin dan Hampir Miskin, bukan untuk orang kaya, agar dana lebih optimal dan efisien; dan d) Percepat pembangunan infrastruktur, khususnya transportasi dan pemerataan pelayanan publik diseluruh kecamatan.


Untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, menurut saya, “Kata Prof. Eddy,” KKU tak perlu banyak program unggulan, cukup tiga saja. Peningkatan/percepatan infrastruktur, kualitas pendidikan dan kesehatan gratis, itu yang paling utama. Sehingga fokus pembangunan akan tercapai. Infrastruktur jalan yang mudah dan baik, adalah roda pertumbuhan ekonomi. Apa lagi bagi daerah kepulauan dan pedalaman. Jika infrastruktur mereka rusak, selain proses/pergerakan ekonomi terganggu, sekolah pun jadi sulit, serta pelayanan kesehatan jadi terganggu. Tak jarang, banyak pasien nyawanya tak tertolong akibat jalan rusak, karena menempuh rumah sakitnya sulit.


Nara sumber berikutnya, Prof. Dr. Hj. Redatin Parwadi, M.A. Guru Besar bidang Sosial dan Budaya ini lebih memfokuskan pembahasan tentang paradigma pembangunan di Indonesia. Satu yang beliau sesalkan, saat ini perencanaan pembangunan kita kembali ke era Orde Baru (Orba) lagi. Harusnya perencanaan itu bottom up (dari bawah) ke atas. Namun, yang terjadi dari atas ke bawah (top down). Ini banyak dipraktikan Anggota Dewan, dengan istilah Aspirasi Dewan.


Seharusnya hal tersebut disadari Anggota Dewan yang ada. Praktik Orba tersebut harus dihilangkan, sehingga pembangunan benar-benar usulan dan kebutuhan masyarakat. Hasil pengamatan saya, Anggota Dewan di KKU pun melakukan praktik top down dalam menetapkan program aspirasinya. Tidak mengacu pada hasil Musrenbangdes atau RPJMD. Sehingga banyak pembangunan yang tidak tepat sasaran dan bukan kebutuhan masyarakat, namun kebutuhan audiens (tim sukses), ungkap Prof. Redatin.


Usulan pembangunan itu harus bersifat partisipatif. Harus ada unsur dan partisipasi masyarakat di dalam perencanaannya. Musrenbang adalah salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sebab, dengan musrenbang, segala kebutuhan masyarakat di tingkat bawah terakomodir dengan baik dan tepat pula. Model ini yang harus dipertahankan dan diperhatikan para pengambil kebijakan, pinta Prof. Redatin.


Lebih dalam, Prof. Redatin menegaskan, otonomi sesungguhnya ada di Desa. Desalah yang benar-benar punya wilayah, punya rakyat dan langsung berhubungan dengan rakyat. Desa juga sebagai tempat tinggal rakyat, punya pemerintahan dan punya badan perwakilan. Sehingga wajar  jika harus mendapatkan kue nasional dan daerah, melalui APBN dan APBD. Masyarakat desa benar-benar merupakan wujud dari modal dan dasar pembangunan. Tindakan meninabobokan desa harus diakhiri. UU Nomor 6/2014 adalah jawaban atas desa. Tentu ini harus didukung dengan SDM/aparatur desa yang mumpuni pula.


Setelah para nara sumber menyampaikan analisis ilmiahnya kepada peserta rapat, acara selanjutnya Isoma. Masuk pukul 13.30, acara lanngsung dipimpin Kepala Bappeda KKU, Drs. Oma Zulfithansyah, M.Si. Sesi ini  menitik beratkan pada pembedahan Visi, Misi atau 15 program unggulan KKU 2013 – 2018. Namun, sebelum masuk ke acara pokok tersebut, selama ± 30 menit, Kepala Bappeda memberikan ruang kepada peserta untuk berdialog/menyampaikan pendapat.


Untuk efektifitas dan efisiensi waktu pembahasan, peserta musyawarah dibagi dalam tiga komisi, yaitu Komisi Sarana Prasarana, Komisi Ekonomi dan Komisi Sosial Budaya. Masing-masing komisi dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris Komisi.


Selama ± 2 jam pembahasan, akhirnya setiap komisi berhasil merumuskan kesepakatan untuk menambah/memperbaiki isi Dokumen RPJMD KKU 2013 – 2018, sebagai acuan Bappeda untuk memperbaiki dokumen RPJMD. Masing-masing komisi menarasikan hasil kesepakatan komisinya di hadapan forum. Bukan hanya itu, setiap keputusan komisi didokumentasikan dalam Berita Acara (BA) Kesepakatan Rapat Komisi. Acara terakhir penandatanganan BA. Setiap komisi diwakili Kepala/Staf dari SKPD yang ada di komisi, wakil dari Ormas serta wakil dari masyarakat.


Sebelum menutup acara Musrenbang RPJMD, Kepala Bappeda KKU memberikan penekanan. Setiap SKPD wajib memasukan rumasan musyawarah atau dokumen RPJMD kedalam Rencana Strateris (Renstra) SKPD masing-masing. Ini penting. Karena, RPJMD merupakan kerangka berpikir dan rumusan program yang telah kita tetapkan bersama, papar mantan Kepala BPMPDPKB KKU ini menutup acara. (Has)

Musrenbang RPJMD Kabupaten Digelar (1)

Musrenbangkab 1, warta kayong

SUKADANA – Kamis (13/3/2014), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kayong Utara menyelenggarkan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kayong Utara 2013 – 2018. Merupakan rencana implementasi dari janji politik, yang tertuang dalam Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih priode 2013 – 2018. Untuk diwujudkan dalam program kerja Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.


Balai Praja Kantor Bupati penuh sesak. Peserta begitu antusias mengikuti rapat. Sebab, Musrenbang RPJMD merupakan forum untuk merumuskan masa depan masyarakat KKU. Tentu ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) KKU 2008 -2028, yang telah dirumuskan.


Peserta rapat terdiri dari Wakil Bupati Kayong Utara, Fokopinda, Kepala Bappenas, Kepala Bappeda Provinsi Kalbar, Ketua/Anggota DPRD Kayong Utara, Sekretaris Daerah Kayong Utara, Staf Ahli, para Kepala/Staf SKPD dilingkungan Pemda KKU, Direktur BUMN/BUMD, Kepala Desa, BPD, pimpinan Ormas dan organisasi nonpemerintah se- kabupaten.


Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara, Idrus, atas nama Bupati, membuka secara resmi Musrenbang RPJMD. Mengingat, Bupati masih kegiatan dinas, mengikuti Diklat Bupati di Jakarta. Dalam arahannya, Wabup berharap agar peserta mengikuti musyawarah dengan seksama. Sehingga musyawarah ini melahirkan keputusan yang benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat Kayong Utara.


Wabup menyampaikan pula 15 program unggulan yang ingin diwujudkan Pemda KKU. Program unggulan tersebut, yaitu:




  1. Percepatan pembangunan infrastruktur strategis sebagai kawasan ekonomi khusus yang membuka akses perdagangan regional, nasional dan internasional;

  2. Percepatan pengembangan pusat industri perikanan dan pariwisata di wilayah kepulauan;

  3. Pengembangan pertanian pangan berkelanjutan, sebagai basis ketahanan ekonomi masyarakat;

  4. Percepatan pembangunan infrastruktur dasar pedesaan, penguatan aparatur desa dan pemberdayaan masyarakat;

  5. Pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, melalui penguatan modal dan penataan produksi;

  6. Peningkatan pelayanan pendidikan gratis 12 tahun;

  7. Peningkatan kualitas SDM KKU, dengan mencetak 10 sarjana perdesa;

  8. Peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat dengan pelayanan kesehatan gratis;

  9. Percepatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih;

  10. Pembangunan karakter masyarakat yang bermartabat dan berakhlak mulia, dengan memperkuat pembinaan keagamaan;

  11. Menyediakan ruang-ruang publik sebagai pusat kebudayaan dan fasilitas pembinaan masyarakat dalam mengekspesikan diri;

  12. Mengembangkan tata kelola lahan dan hutan yang menjamin akses masyarakat dan kelsestarian lingkungan;

  13. Melaksanakan reformasi birokrasi agar pemerintahan berjalan bersih, terbuka dan efektif;

  14. Meningkatkan kualitas dan etos kerja aparatur, melalui perbaikan sistem rekrutmen, promosi, mutasi dan sanksi;

  15. Mengembangkan sistem pakta intergritas, guna memperkuat pengawasan dan pelibatan masyarakat.


Kelima belas program unggulan di atas, tentu sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wabup terpilih, dan akan segera ditetapkan sebagai Visi dan Misi Kabupaten. Visi tersebut yaitu, “Sebagai Kabupaten unggulan dengan sumberdaya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas dan sejahtera”.


Sedangkan Misi: a) Menjadikan KKU sebagai pintu gerbang utama perekonomian Kalbar; b) Mengembangkan SDM KKU yang berakhlak mulia, sehat dan cerdas; c) Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dan perikanan; d) Melaksanakan pembangunan berkelanjutan, yang menjamin kelestarian lingkungan dan keadilan sosial; dan e) Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas, terbuka, bersih dan efektif melayani masyarakat.


Satu persatu nara sumber mengupas program unggulan Kayong Utara. Seperti Prof. Dr. Dadang Sholihin, Direktur Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah, sekaligus wakil dari Bappenas, mengatakan, RPJMD Kabupaten/Kota harus sejalan dengan RPJMD Provinsi, dan RPJMD Provinsi harus sejalan dengan RPJMN.


Dalam melaksanakan/merespon keinginan masyarakat, lanjut Prof. Dadang, kita harus mengacu pada RPJMD yang telah ditetapkan, tidak boleh berdasarkan berita lapangan. Seperti Dewan misalnya, dalam menyerap aspirasi melalui resesnya, harus melihat dokumen RPJMD atau hasil Musrenbangdes juga. Jangan keluar dari itu. Jika keluar dari dua hal tersebut, artinya pembangunan tersebut tidak memiliki landasan kuat, kecuali itu yang bersifat darurat/mendesak.


Masih menurut Prof. Dadang. Dalam merumuskan dan melaksanakan pembangunan, kita harus mengacu pada menejemen pembangunan, yaitu Planning (rencana/perencanaan), Budgeting (anggaran/penganggaran), Implementation (pelaksanaan) dan Monev (Monitoring dan Evaluasi). Secara umum, Planning dan Implementation itu pekerjaan pemerintah. Sedangkan Budgeting dan Monev tugasnya legislatif (dewan).


Dalam melaksanakan hak budgetnya, dewan harus mengacu pada dokumen RPJMD, atau hasil Musrenbang. Sedangkan dalam melaksanakan Monev, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) tentang APDBD Kabupaten, yang ditetapkan saban tahun anggaran. Apakah tepat atau tidak, ungkap professor, yang pernah mendapkan penghargaan “Wibawa Saroja Nugraha” dari Lemhannas. (Besambung)

Senin, 10 Maret 2014

Tujuh Kades Simpang Hilir, Bolos dalam Musrenbang 2015

musrenbangkec simpang hilir 2, warta kayong

SIMPANG HILIR – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2015, kali ini membuat sebagian masyarakat Simpang Hilir kecawa. Dari 12 desa yang ada di Kecamatan yang dipimpin Mac Novianto, S.H, hanya 5 Kades saja hadir dalam acara tersebut. Kelima Kades yang dimaksud, yaitu Plt. Kades Medan Jaya, Kades Padu Banjar, Kades Sungai Mata Mata, Kades Batu Barat dan Kades Lubuk Batu. Tujuh Kades yang lain bolos/alpa, tanpa berita.


Kepala Desa yang tak hadir dalam Musrenbang Kecamatan Simpang Hilir (10/3/2014), yaitu Kades Pulau Kumbang, Pemangkat, Nipah Kuning, Penjalaan, Rantau Panjang, Teluk Melano dan Matan Jaya.


Pada hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Menyangkut Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai Kades, yang dipercaya masyarakat sebagai orang nomor satu di desanya. Bahkan ada diantar kades tersbut, saat Musrenbangdes di desanya tidak hadir pula. Bukan urusan dinas, tapi urusan pribadi.


Saat WK konfirmasi ke salah satu dari tujuh Kades yang tak hadir mengatakan, bahwa saat ini mereka sedang di Pontianak, mengikuti Diklat. Kamis – Jum’at (6 – 7 Maret 2014), mereka masih menghadir Rapat Koordinasi di kabupaten. Entah diklat apa yang mereka ikuti Sabtu-Minggu di Pontianak, sehingga mengabaikan tugas pokoknya. Yang pasti masyarakat sangat kecewa atas sikap/tindakan Kades yang mengabaikan tanggung jawabnya sebagai Kades.


Untuk membuktikan kebenaran penyataan Kades tentang Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang mereka maksud, WK coba konfirmasi dengan pihak Kecamatan. Menurut Samad Sahari, Staf Camat Simpang Hilir, jika Kades yang tak hadir hari ini karena alasan diklat, tugas atau kegiatan dinas, pasti ada surat tembusan ke Camat. Tapi tidak ada satu pun tembusan yang sampai ke Camat, dari instansi mana dan kegiatan diklat apa yang Kades ikuti, papar Pak Alang Samad, sapaan akrab Samad Sahari.


Senada dengan Samad Sahari, beberapa Sekretaris Desa (Sekdes) mereka, pun menyampaikan hal sama. Jika mereka Ibukota Provinsi karena urusan dinas atau diklat, tentu ada surat pemberitahuan/undangan resmi yang mangkir di Kantor Desa. Atau ada surat tugas dari instansi yang menugaskan mereka. Ini tidak ada sama sekali. Ini bukan sekali, berulang kali mereka lakukan. Bahkan dalam sebulan, minimal 1 atau 2 kali dari mereka ke luar kota atau ke Pontianak, khususnya Kades desa kami, tutur Sekdes yang tak ingin disebutkan identitasnya.


Alhasil, bukan prestasi kerja yang mereka torehkan buat masyarakatnya, namun duka dan kecewa. Hal-hal yang prinsip saja mereka abai, bagaimana pada hal-hal yang nonpronsip? Kendati tidak semua dari mereka berkarakter demikian. Tentu ada diantaranya menjadi pengikut. (Has)

Musrenbang 2014: Simpang Hilir Prioritaskan Air Bersih

Musrenbangkec simpang hilir, warta kayong

SIMPANG HILIR – Tahun 2015, Simpang Hilir prioritaskan pembangunan air bersih. Demikian paparan Camat Simpang Hilir, Mac Novianto, S.H. dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Simpang Hilir Tahun 2014, di Graha Praja (10/2/2014). Pasalnya, selama belasan tahun, masyarakat Simpang Hilir umumnya sulit mendapatkan air bersih. Warga hanya bergantung pada air hujan dan penjual yang harganya relatif mahal, sebab, air didatangkan dari Desa Harapan Mulia – Kecamatan Sukadana.


Seperti gayung bersambut. Senan dengan Camat, Oma Zulfitansyah, Kepala Bappeda Kayong Utara menjelaskan, air bersih salah satu program startegis Pemda KKU 2014 – 2018, selain peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan dan kesehatan gratis, kualitas aparatur, infrastruktur dan lain-lain. Semua kegiatan di priode atau tahun sebelumnya, akan tetap dilanjutkan di priode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2013 – 2018. Tentu pembangunan kita lakukan secara bertahap. Mengingat keterbatasan anggaran kabupaten. Skala prioritas menjadi kata kuncinya, tegas Oma.


Musrenbang adalah amanah Undang-Undang yang wajib kita laksanakan. Dengan musrenbang, maka kita dapat menentukan mana yang prioritas, mana yang tidak. Sebab ini merupakan rencana dan aspirasi masyarakat yang wajib diakomodir pemerintah. Tak terakomodir di tahun ini, usulkan tahun berikutnya, dan seterusnya. Jadi jangan putus asa. Jika usulan  masyarakat tidak masuk tahun ini, kita harus tetap berusaha mengusulkan tahun berikutnya. Mengingat anggaran kita terbatas, tutur Kepala Bappeda.


Musrenbang yang dihadiri Kepala Desa, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), memberikan warna tersendiri bagi warga Simpang Hilir. Pasalnya, selain kepala/perwakilan dari SKPD yang ada di KKU, hadir juga Anggota Dewan asal Simpang Hilir, yaitu Abdul Zamad, Yulisman dan Haripin. Menurut Kepala Bappeda, di kecamatan lain, tak ada satupun Anggota Dewan yang hadir dalam acara Musrenbang.


Setiap Anggota Dewan diberikan kesempatan untuk bicara. Satu hal yang menarik dari pemaparan dewan, yaitu usulan Abdul Zamad . Agar pembahasan Tahun Anggaran 2015 seluruh Kades dilibatkan dalam Paripurna Penetapan APBD KKU, sedekedar untuk mendengarkan saja. Sehingga tak ada lagi imaje bahwa si A atau si B yang mangkas anggaran, usul politisi asal Partai Golkar tersebut kepada Bappeda.


Menyikapi kebutuhan masyarakat Simpang Hilir tentang air bersih, tiga Anggota Dewan yang hadir sepakat, akan mengawal usulan tersebut. Mereka sendiri merasakan dampak krisis air bersih di Simpang Hilir. Sebab, mereka sendiri berasal dan bertempat tinggal di Simpang Hilir.


Untuk menentukan prioritas program di setiap desa, panitia membentuk 3 kelompok diskusi untuk melakukan simulasi. Setiap peserta dalam kelompok, yang mewakili desa mereka masing-masing, dianjurkan memilih lima program prioritas di desa mereka.


Dari hasil simulasi tersebut, secara umum disimpulkan bahwa, masalah air bersih, pendidikan, kesehatan, infrastruktur (jalan) dan ekonomi kerakyatan (perkebunan, pertanian, perikanan) menjadi isu utama untuk pembangunan 2015 dan seterusnya. Sebab ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (Has)

Sosialisasi Program Pemda KKU 2014 – 2018

sosialisasi program bupati kku, warta kayong

SIMPANG HILIR – Bertempat di Graha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Senin (10/3/2014), Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pemda KKU, melakukan Sosialisasi Program Bupati dan Wakil Bupati Priode 2014 – 2018. Salah satu program yang dimaksud, yaitu mencetak Sepuluh Sarjana Perdesa. Dengan demikian, 2018, KKU memliki sarjana strata 1 (S 1) sebanyak 430 orang. Ini demi mengenjot sumber daya manusia (SDM) KKU yang masih tertinggal.

Dikatakan Idrus, Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara dalam arahannya, pada dasarnya, program Bupati dan Wakil Bupati 2014 – 2018 merupakan program lanjutan priode sebelumnya, yaitu pendidikan dan kesehatan gratis, yang merupakan program unggulan Pemda KKU. Namun, khusus di bidang pendidikan, priode ini ditambah dengan program 10 sarjana perdesa. Program ini tentu untuk meningkatkan kualitas SDM di KKU yang masih terbelakang, ungkap Wabup.

Menurut Wabup, beasiswa yang diberikan Pemda pada program 10 sarjana perdesa, yaitu untuk kategori siswa berprestasi dan siswa tidak mampu. Mekanisme rekrutmennya, khusus siswa berprestasi, data tersebut diperoleh dari sekolah. Setiap sekolah (SMA/SMK/MA) mengrimkan data 10 orang siswa berprestasi ke Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten, kemudian dinas kabupaten melakukan seleksi kembali dari seluruh data yang ada.

Sedangkan untuk kategori siswa miskin, data tersebut diperoleh dari desa, sebab, desa yang lebih tahu tentang kondisi warganya. Kemudian, Kepala Desa dan Camat merokomendasikan siswa tersebut, selanjutnya disampaikan ke Dispen Kabupaten. Dari data siswa berprestasi dan siswa miskin yang terdata, intinya, setiap desa terdiri dari 2 orang pertahun, baik kategori siswa berprestasi maupun siswa tidak mampu, terang Wabup.

Dimana peran masyarakat? Tanya Wabup. Peran masyarakat yaitu mengawasi dan mengawal program ini dengan baik. Jangan sampai program ini salah sasar, atau datanya dari hasil manifulasi. Dan perlu diingat! Program 10 sarjana perdesa ini diperuntukan untuk putra daerah. Sebab itu, hak masyarakat untuk mengawalnya. Laporkan jika terjadi penyimpangan. Bupati kita membuka ruang untuk publik, melalui SMS langsusng ke Bupati, tegas Wabup.

Tentang fasilitas kuliah, mahasiswa hanya tinggal kuliah saja. Semua biaya ditanggung Pamda. Namun perlu diketahui, pemilihan universitas, fakultas atau jurusan bagi calon mahasiswa yang mendapat beasiswa 10 sarjana perdesa, ditentukan Pemda KKU sesuai kebutuhan SDM yang ada di KKU. Pungkas Wabup.

Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesos, Ichwani, S.Pd.I, dari sekian universitas negeri yang dijajaki untuk kerjasama program tersebut, baik di Kalbar maupun luar kalbar, baru Universitas Tanjungpura (Untan) yang menyediakan kuota. Untan menyediakan 54 orang kuota calon mahasiswa baru untuk program tersebut. Sedangkan di luar Untan, seperti UGM Yogyakarta, tak memberikan kepastian angka untuk KKU.

Menjawab pertanyaan peserta, ketika masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati tersebut habis tahun 2018, sedangkan program 10 sarjana perdesa hanya diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup), yang secara yuridis (hukum) dapat berubah dengan pergantian Bupati baru. Ichwani menjelaskan, bahwa Pemda telah membuat program pilihan, yaitu On Going.

Dijelaskan Ichwani, On Going adalah program pilihan bagi siswa yang tidak masuk dalam kategori siswa berprestasi dan tak mampu, serta untuk mengantisipasi ketika tahun 2018 masa jabatan Bupati sekarang berakhir. Jadi, dengan On Going, program tersebut tetap jalan, mahasiswa tahun 2018 tetap dapat kuliah dengan beasiswa dari Pemda KKU.

Tujuan sosialisasi hari ini, yaitu agar masyarakat tahu, paham dan ikut mengawal program yang telah dicanangkan Pemda KKU untuk masyarakatnya. Sehingga program ini benar-benar diketahui dan dapat dikawal langsung masyarakat KKU, jelas Ichwani. (Has)

Kamis, 06 Maret 2014

Pemprov Gelar Raker Bersama Kades dan BPD se- KKU

Raker Kades BPD se- KKU, Warta KayongSUKADANA – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kalimatan Barat, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kayong Utara, hari ini (6/3/2014), menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se- Kabupaten Kayong Utara.


Bertempat di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara, kegiatan Raker dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H. Raker bersama Gubernur Kalbar ini, antusias diikuti Kades dan BPD se- KKU. Rencananya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 – 7 Maret 2014, yaitu setelah raker, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemda KKU, Kades dan BPD se- Kayaong Utara.


Mengawali acara, Bupati Kayong Utara dalam sambutannya, yang diwakili oleh Wabup Idrus, mengatakan, bahwa kegiatan raker/rakor ini bertujuan untuk penguatan kapasitas Pemerintah Desa dan BPD, dalam rangka menuju Pemerintahan Desa yang baik dan bersih.


Kami memaklumi, lanjuti Bupati, bahwa sesungguhnya tugas dan pengabdian sebagai Kades dan BPD sangatlah berat. Akan tetapi, apabila dikerjakan dengan ikhlas dan sepenuh hati, pengabdian tersebut sangatlah mulia.


Pemda KKU berharap, tahun 2014, tak ada lagi sengketa antara Pemerintah Desa BPD, namun kekuatan dua institusi desa ini harus disinergikan, agar menjadi kekuatan besar. Sehingga tujuan yang ingin dicapai desa, dapat terwujud dengan baik.


Raker dilan jukan dengan arahan Gubernur Kalbar. Dalam ceramah umumnya, Gubernur banyak mengulas permasalahan yang dihadapi Pemerintahan Desa, menjabarkan eksistensi desa dengan lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, imbauan menjelang Pemilu, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pemerintah Desa dan BPD.


Dikatakan Gubernur, menjadi pemimpin itu tidak mudah, butuh proses, butuh kedewasaan, kepiawaian, ketegasan, bijaksana dan sebagainya. Menciptakan komandan itu gampang dan jauh lebih mudah ketimbang membentuk seorang pemimpin, ungkap Gubernur.


Menyinggung UU Nomor 6/2014, Gubenur mengemukankan, ini adalah bentuk keberanian Pemerintah RI, dan ini adalah pemberian hak otonomi seutuhnya pada desa. Dibanding era sebelumnya, otonomi desa hanyalah cerita, ada peraturannya, tapi otonominya tidak jalan. Saat ini, tak ada alasan lagi bagi desa tidak diperhatikan Pemerintah, walaupun implementasi UU tersebut dilaksanakan tahun 2015.


Namun perlu saudara ingat pula, lanjut Gubernur, sanksi yang termuat dalam UU tersebut sangat keras dan tegas. Bagi penyelenggara Pemerintahan Desa yang terbukti melakukan tindakan pidana korupsi misalnya, sanksi hukumnya sudah jelas, nginap di Polres, Kejaksaan atau Lapas, seloruh Gubernur, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.


Oleh karena itu, ajak Gubernur, penggunaan anggaran harus benar, sebab Pemerintah menyediakan anggaran untuk desa tidak sedikit, berkisar antara Rp 0,5 – 1,5 miliyar per desa per tahun. Jika anda salah langkah atau salah guna, konsekuensinya anda nginap di Polres, tegas Gubenur.


Menyinggung soal Pemilu 9 April 2014, orang nomor satu dijajaran Pemerintah Provinsi Kalbar tersebut berpesan, agar Pemerintah Desa (Kades dan Perangkat Desa) tidak terlibat/melibatkan diri dalam politik praktis, atau ikut berkampanye mendukung calon legislatif (caleg) tertentu. Namun Pemerintah Desa wajib mendorong masyarakatnya agar menggunakan hak pilihnya secara Luber dan Jurdil, bukan pilihannya Golput (Golongan Putih) alias tidak memilih.


Pada kesempatan yang terbilang langka tersebut, Gubernur Kalbar memaparkan bahwa, Pemprov Kalbar Tahun Anggaran 2014, telah menetapkan sejumlah dana pemberdayaan untuk desa di kabupaten/kota yang ada di Kalbar, termasuk KKU. Dana yang dimaksud terdiri dari dana BOP Pemerintah Desa, peningkatan ketahanan pangan masyaraat, pemberdayaan seperti PNPM-MP dan lain-lain, yang nilainya miliyaran rupiah. Dana tersebut harus dikelola dengan baik, sesuai ketentuan yang berlaku, serta sesuai dengan prioritas dan kebutuhan pembangunan di tingkat desa.


Prosesi acara pembukaan Raker yang dimulai dengan laporan panitia penyelenggara, sambutan Bupati Kayong Utara, imbauan Panwaslu Kalbar, arahan Gubenur sekaligus membuka acara Raker, serta ditutup dengan doa tersebut berlangsung santai dan penuh ilmu. Selain mendapatkan suntikan ilmu dari nara sumber, peserta Raker pun sesekali dibuat terpingkal oleh Gubernur dengan nada dan bahasa canda khas beliau. Sehingga suasana mencair dan bersahabat, tanpa manggut/merasa ngantuk. (Has)

Minggu, 23 Februari 2014

Club Kampung yang Tidak Kampungan

DSC00847

SIMPANG HILIR – Club Sepak Bola Air Manis FC, asal Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, dari sekian kali berlaga pada Open Turnamen Kodim CUP 2014 di Stadion Tentemak Ketapang, Air Manis FC berhasil mengungguli pertandingan. Seperti Laga Penyisihan (9/01/2014), Air Manis FC  berhasil menang telak 2-0, versus Matan FC (Ketapang).

Air Manis FC dibawah asuhan  Wismadianto (coach), mampu mengungguli setiap pertandingan dengan skor kosong untuk lawan.  Misalnya, saat Laga kedua melawan Tanjung Pura FC (Ketapang), Club asuhan Wismadianto tersebut mampu unggul 3-0.

DSC01207Menurut jadwal, Senin (24/02/2014), kami akan berlaga kembali di Stadion Tentemak Ketapang. Ini merupakan Laga ketiga kami, ungkap Wisma sapaan akrab, pelatih muda asal Sungai Mata Mata ini.

Alhamdulillah, dari sekian pertandingan, kami mampu mengungguli  team tuan rumah. Ini tentu tidak terlepas  dari kinerja keras tim dan pelatih kami, serta patner support yang telah membantu kami. Ungkap Supartino (25), straiker muda berbakat yang telah menciptakan tiga gol untuk Air Manis FC.

DSC01208

Rajali (Manager Team), sangat optimis bahwa laga besok timnya akan menang melawan Pull Pans FC (Pulau Kumbang-KKU). Dia berharap, timnya mampu masuk babak selanjutnya, minimal  ke perempat  final.

Ini merupakan kali pertama, sepanjang sepuluh tahun terakhir, Dusun Air Manis Desa Matan Jaya, ikut melakoni event-event yang diadakan di luar Kabupaten Kayong Utara. (Much)

Senin, 20 Januari 2014

Syair Gulung

penyair muda rantau panjang, warta kayong kalbar

Burhami, Pelajara Kelas X SMAN 3 Simpang Hilir. Penyair muda yang berbakat. Diusianya yang masih realtif muda, dia sudah mampu menghasilkan karya seni, Syair Gulung. Berikut kami tampilkan sajak syairnya, bait demi bait kepada pembaca. Semoga bermanfaat. Atas kekurangan, mohon kritik dan saran.


Assalamu’alaikum warahmatullah


Ijinkan saye menulis risalah


Dengan awal membace bismillah


Syair gulung Melayu tebukalah sudah



Alhamdulillah mule dikate


Memuji Allah Tuhan semeste


Empat puji ade beserte


Semue berpulang pade Allah ta’ale



Jike syair hendak didendangkan


Tentulah hendak menyampaikan pesan


Bentuknye begulong di bukak dengan tangan


Mempunyai logat yang same akhiran



Inilah namenye syair


Bukannye mantra bukannye sihir


Tidaklah pulak bermaksud menyinder


Sekedar menghibur bagi yang hader



Sebagai tande Melayu beradat


Jadilah orang Melayu yang ta’at


Selalu tegak memegang syari’at


Dimane berade selalu memberi manfaat



Melayu Kayong sangatlah kental


Sehat fisik baeklah mental


Tak patut juga jike berbual


Orangnye pon tidaklah suke mencarek tegal



Tepung tawar do’e selamat


Itulah tradisi yang dipegang kuat


Syair gulong pon dikenal masyarakat


Sebagai tande mengenal budaye setempat



Pade tanggal satu Muharram


Merupekan hari besar Islam


Nabi Muhammad Aalallahu’alaihi Wassalam


Merupekan pejuang Islam



Namun ape yang terjadi


Banyak yang dialami kaum lelaki


Diundang mengaji takot sekali


Purak-purak kesaketan gigi



Tapi sekarang ape kejadian


Penghulu memanggel penganten perempuan


Untok dudok dan ikot menyaksikan


Apekah ini yang nabi ajarkan?



Begitu dekat kite dengan kiamat


Anak mude lelaki pakai selua ketat


Ade gak yang gile judi dan percaye khurafat


Make hidupnye pulak akan melarat



Yang perempuan pakai mini sekerat


Suke pulak pakai baju ketat


Suke pulak menunjokan pusat


Hinge tak peduli batas aurat



Akhirnye ape yang dibuat


Perot kempes menjadi bulat


Bile udah perot kempes menjadi bulat


Tunggulah lahir anak-anak menyalah sifat



Bayi di buang di sembarang tempat


Iblis pon mulai melompot-lompat


Habes manusie udah tesesat


Inilah fenomena dari masyarakat



Kate dan syair telah diucapkan


Kalimat tak utoh serte berantakan


Kritik dan saran saye harapkan


Kecik telapak tangan nyiruk saye tadahkan



Sekian dulok kami bermadah


Mohon maaf kate yang salah


Wabillahitaufik walhidayah


Wassalamu’alaikum warahmatullah



Rantau Panjang, 16 Januari 2014


BURHAMI

Minggu, 19 Januari 2014

Penyair Muda yang Berbakat

penyair muda rantau panjang, warta kayong kalbar

SIMPANG HILIR - Adalah Burhami (16), siswa kelas 1 SMAN 3 Simpang Hilir. Dalam acara pembukaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah, Minggu (19/1/2014), yang diselenggarakan Remaja Masjid Babul Hasanah Rantau Panjang. Burhami tampil memukau dengan Syair Gulungnya. Semua mata dan telingga tertuju kepadanya. Tawa dan tepuk tangan pun memeriahkan penampilannya.


Burhami merupakan generasi yang berbakat. Diusianya yang masih terbilang belia, dia sudah mampu berkarya. Pasalnya, menjadi penyair itu tidak mudah. Butuh bakat dan kemauan yang sungguh-sungguh. Namun Burhami telah membuktikan, bahwa dia memilki bakat dan kemampuan dalam seni klasik ini. Terbukti, syair gulung yang dibacakannya adalah buah dari karyanya sendiri.


Ditengah krisis kepercayaan dan stikma buruk anak muda sekarang terhadap seni budayanya sendiri, Burhami tampil penuh percaya diri. Baginya, seni dan budaya itu harus dilestarikan, agar ia tidak punah ditelan jaman. Sebab, budaya memiliki nilai dan kearifan lokal. Alhasil, syair yang terdiri dari 16 bait ini, mendapat apresiasi dari hadirin yang hadir dalam acara pembukaan tersebut.


Ada hal yang menarik dan unik dari syair gulung ini. Selain membaca bait demi baitnya dengan membuka gulungan kertas memanjang berisi teks syair,  syair juga memiliki pesan yang tersirat da tersurat. Pesan-pesan yang termuat didalamnya, yaitu syi’ar Islam, petuah, nasehat, ajakan dan sindiran. Syair gulung pun dibacakan dengan irama atau lagu. Uniknya lagi, syair gulung dikemas dengan bahasa jenaka, yang membuat orang tertarik dan tertawa ketika mendengarnya.


Dewasa ini tak banyak lagi penyair Melayu yang bermunculan. Jika ada pun, kebanyakan dari kalangan umur di atas 50 tahunan. Itu pun dapat dihitung dengan jari. Namun, anak muda yang satu ini mampu merubah pendapat bahwa, syair gulung itu hanya mampu dilakukan orang yang berumur saja.


Dulu, saat acara perkawinan, peringatan bersar Islam, perayaan hari besar nasional, menyambut tamu agung dan lain-lain, pembacaan syair gulung seperti menjadi keharusan. Orang Melayu di suatu kampung akan dianggap tak memilki budaya, jika tidak mampu menyuguhkan syair gulung. Seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran nilai budaya. Syair gulung terkena dampak atau biasnya.


Agar warisan budaya ini tetap lestari, perlu dukungan semua pihak. Terutama pencinta seni budaya Melayu dan orang Melayu itu sendiri. Misalnya, dengan menampilkan syair gulung pada momen perkawian, hari besar Islam, hari besar nasional dan lain-lain. Serta menjadikan syair gulung sebagai salam penghormatan dalam menyambut tamu agung. Kemudian menyelenggarakan even khusus misalnya, untuk menyaring bakat dan memotivasi anak muda. Sehingga mereka mencintai seni budayanya sendiri, budaya yang menjadi warisan bangsa. Seperti yang telah dilakukan Burhami● (Has)

Memaknai Maulid Nabi dengan Sikap Positif

Jepin Melayu Rantau Panjang Warta Kayong Kalbar

Kelahiran nabi adalah tauladan bagi umat. Inilah pesan yang ingin disampaikan Remas Babul Hasanah kepada generasi Islam. Memeriahkan Maulid Nabi, berbagai acara pun digelar, demi memotivasi generasi Islam untuk lebih mengenal agamanya.


SIMPANG HILIR – Remaja Masjid (Remas), Masjid Jami’ Babul Hasanah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, kembali menyelenggarakan perlombaan yang bernuansakan islami, khusus tingkat remaja setara SD. Kali ini bertepatan dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriah. Dengan cabang yang dipertandingkan, diantaranya Tilawah (putra/putri), Azan dan Shalat Subuh (putra), Qasidah tunggal (putra/putri) serta Lomba Busana Muslim (putra/putri).


Bertempat di halaman Masjid Jami’ Babul Hasanah Rantau Panjang, Minggu malam (19/1/2014), tepat pukul 19.30 WIB, atau ba’da Isya, Sarkandi, Kepala Desa (Kades) Rantau Panjang secara resmi membuka acara tersebut. Turut hadir pula Imam Masjid Jami’ Babul Hasanah, BPD Rantau Panjang, Anggota DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta ratusan pengunjung lainnya, yang ingin menyaksikan acara yang digagas Remas Babul Hasanah ini.


Dalam sambuatannya, Kades Rantau Panjang mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Remas. Menurut Kades, apa yang dilakukan Remas adalah kegiatan positif, untuk memotivasi anak-anak, remaja atau generasi Islam. Tentu perlu kita support. Kades berharap, kedepan, kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan lagi.


Secara terpisah, Hasan, mantan Ketua Remas (2008–2011), Pembina Remas Babul Hasanah saat ini, mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar lebih berminat mendalami agamanya. Selain itu, ini sebagai wujud kepedulian kita kepada generasi Islam, mengurangi dampak kenakalan remaja, serta merupakan bentuk/metode kita dalam meregenerasi estapet kepemimpinan Islam, dimulai dari hal-hal sederhana, namun besar manfaatnya, terang Hasan.


Yang terpenting dari perayaan ini, sambung Hasan. Kita ingin menyampaikan pesan kepada remaja Islam, generasi penerus bangsa, agar mereka mengetahui, mengenal sosok revolusioner Islam, pembangun peradaban dunia yang bermartabat. Seorang nabi dan rasul yang mampu membuat perubahan besar, dalam waktu yang relatif singkat. Seorang manusia yang memiliki akhlak mulia. Seorang motivator dan inspirator tak ada bandingnya. Penyampai wahyu Allah melalui al-Qur’an. Dialah Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua, bisa meneladani Banginda Rasullullah, harapan Hasan.


Rencananya kegiatan ini berlangsung selama empat hari, tanggal 19 – 22 Januari 2014. Jika tidak ada perubahan, insya Allah, Kamis malam (23/1), akan dilaksanakan acara inti, yaitu peringatan Maulid Nabi, ungkap Werliyadi, anggota Pembina Remas Babul Hasanah.


Ada sedikit rasa kecewa bagi penyelenggara kali ini. Even tingkat Desa Rantau Panjang ini seharusnya diikut delapan dusun yang ada di Rantau Panjang, namun hanya diikuti empat dusun saja, yaitu Dusun Ampera, Tebok Baru, Sepakat Jaya dan Makmur. Sedangkan Dusun Siput Lestari, Sinar Selatan, Kebal Manok dan Sinar Palung alpa. Sehingga pesertanya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.


Dari empat cabang yang dipertandingkan, hanya diikuti 43 peserta saja. Sembilan orang dari cabang Tilawah, 6 orang dari cabang Azan dan Shalat Subuh, 11 orang peserta Qasidah dan 17 orang peserta Busana Muslim.


Sepertinya, jumlah peserta yang ikut serta tidak mempengaruhi antusias pengunjung untuk menyaksikan. Ratusan pengunjung memadati halaman masjid dan disisi jalan raya. Kegiatan pembukaan benar-benar terasa khikmat dan memukau penonton. Tampilan seni budaya Melayu setempat, mengundang tawa dan tepuk tangan hadirin.


Dimulai dari penampilan Tari Jepin dan Qasidah Uswatun Hasanah, pimpinan H. Salim Ya’kub, Imam Masjid Babul Hasanah. Dilanjutkan penampilan kelompok Qasidah SMPN 3 Simpang Hilir, serta Syair Gulung yang disampaikan Burhami, siswa kelas 1 SMAN 3 Simpang Hilir, benar-benar mengundang decak kagum hadirin. Mendengarkan syair gulung yang sarat petuah, nasehat dan penuh jenaka tersebut, membuat penonton terpingkal mendengarkannya● (Has)

Jumat, 17 Januari 2014

Khawatir Angin, Warga Gotong-royong Memangkas Pohon

gotong royong 2, warta kayong kalbar

SUKADANA – Khawatir angin, warga Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton Sukadana, gotong-royong memangkas pohon pelindung di pinggir jalan provinsi, Jum’at pagi (17/1/2014). Tubangnya beberapa pohon akibat tiupan angin/puting beliung, membuat sejumlah warga khawatir dampak negatifnya. Sebab, kondisi cuaca yang sulit diprediksi saat ini, angin ekstrim bisa datang kapan saja, tanpa terduga.

“Kami khawatir saja jika angin kencang datang tiba-tiba, pohon ini tumbang, kerena posisinya sangat dekat dengan masjid dan rumah warga,” ungkap Amat, warga setempat.

Kendati berjibaku dengan kerengge (semut api, red), tak menyurutkan semangat warga memangkas pohon tersebut. Alhasil, pohon yang berdiameter lebih dari 50 cm tersebut, selesai dipangkas sebelum fardu Jum’at.

Gotong Royong, Warta Kayong Kalbar

Apa yang dilakukan warga Dusun Tanjung Belimbing tersebut patut diapresiasi. Sebab, selain mengantisipasi bahaya angin/putting beliung yang bisa datang kapan saja, juga menghidupkan semangat atau budaya gotong-royong, yang saat ini keberadaannya telah tergerus oleh moderenisasi● (Has)

Rabu, 15 Januari 2014

Pertama; Acara Ramah Tamah Camat dengan Warganya

Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Pertama, di Simpang Hilir khususnya dan KKU umumnya. Camat yang baru dilantik langsung menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan warganya.


SIMPANG HILIR – Bertempat di Gedung Gharaha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Kamis (16/1/2014), Mic Novianto, S.H, Camat Simpang Hilir yang baru dilantik, menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan ramah Tamah dengan masyarakat Simpang Hilir. Ini merupakan kali pertama dilakukan, sepanjang sejarah setiap pergantian camat, khususnya Simpang Hilir.


Acara yang dihadiri Unsur Muspika Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se- Kecamatan Simpang Hilir, terbilang meriah. Pasalnya, setiap unsur diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, kesan atau pesan kepada Camat. Hadir juga dalam juga dalam acara tersebut Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus berserta istri dan anak tercinta.


Dalam sambuatannya, Mic Novianto memulai dengan salam perkenalan, “Tak kenal tak sayang, tak sayang tak cinta.” Petikan kalimat pembuka yang lazim kita dengar. Kemudian, sebagai Camat, dia tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerjsama yang sinergis antara Pemerintah dan semua elemen yang ada di masyarakat.


Sebagai kabupaten baru, tentu masih banyak kelemahan dan kekurangan yang perlu kita benahi bersama. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu membangun KKU. Sehingga tercipta tujuan yang ingin kita capai bersama, ujarnya. Camat defenitif ini berharap, semoga dengan kehadirannya dapat memberikan nuansa baru, membawa Simpang Hilir semakin maju dan disegani kecamatan lain yang ada di KKU.


Tak ketinggalan. Orang Nomor Dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Idrus, dalam pengarahanya berpesan, agar camat baru mampu mengembalikan kejayaan Simpang Hilir seperti di era tahun1985 – 1995, semasa masih bergabung dengan Ketapang. Sebab, pada era tersebut, Simpang Hilir sangat disegani kecamatan lain yang ada di Kabupaten Ketapang waktu itu, terutama menyangkut administrasi pemerintahan.


Simpang Hilir memiliki potensi yang luar biasa. Wilayah kecamatannya terluas di KKU. Penduduknya terbanyak, SDM-nya maju, serta sumber daya alamnya berlimpah. Merupakan potensi yang patut kita syukuri, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, ujar Wakil Bupati.


Menghadapi tahun politik, mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman dan terkendalai, lajut Wabup. Perbedaan jangan membuat kita terpecah-belah. Justru perbedaanlah yang menyatukan keberagaman bangsa ini, agar kita bisa saling asah, asih dan asuh. Jangan karena beda partai, beda pilihan, harus baku hantam sesama saudara. Tentu ini tindakan yang konyol. Kita semua bersaudara. Sesama saudara, sewajarnya kita saling mengingatkan untuk kebaikan, imbau mantan Camat Teluk Batang ini menutup pengarahannya.


Mic Novianto, S.H, merupakan camat defenitif, mengantikan Pelaksana Teknis (Plt) Camat Simpang Hilir, Yusrin, yang sekarang kembali ke habitatnya di dunia pendidikan, tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten. Sedang Sekretaris Camat (Sekcam) sebelumnya dijabat Ravinus Rais, Plt Sekcam, digantikan Sekcam defenitif, Azhari, S.Pd.I● Has

Puting Beliung Kembali Melanda KKU

Jalan Tanjung Pura Sukadana Rusak, Warta Kayong Kalbar

SUKADANA – Angin kencang yang melanda Ibu Kota Kabupaten Kayong Utara, Senin petang (13/1/2014), sekitar pukul 19.00 WIB, menyebabkan pohon besar – penghijau Jalan Tanjung Pura, Desa Pangkalan Buton Sukadana tumbang. Akibat peristiwa tersebut, kabel/jaringan PLN ikut terseret pohon, menyebabkan dua tiang listrik condong/tumbang, dan aliran listrik padam total lebih dari separuh malam. Selain itu, siku/biram jalan provinsi tersebut ikut terguras ruat akar pohon sedalam lebih dari 2 M. Turab/barau penopang badan jalan rusak sepanjang 5 meter. Serta menyebabkan pipa/instalasi air bersih pecah.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sebab posisi pohon tumbang menyamping di bahu jalan. Disekitar lokasi kejadian pun tak ada rumah penduduk. Namun, pihak PLN malam itu juga disibukan dengan perbaikan jaringan listrik yang rusak, demi kenyamanan konsumennya.

Atas kerja keras pihak PLN Sukadana, sekitar pukul satu dini hari, listrik pun nyala, ungkap Safarudin, warga yang tinggal sekitar 30 meter. dari tempat kejadian.

Bagi pengguna jalan, perlu waspada dan hati-hati. Sebab, ruat (bungkilan akar) sisa pohon yang tumbang membentuk lobang yang sangat dalam dan curam. Apa lagi posisinya persis dipinggir jalan dan memakan siku jalan. Dikhawatirkan,  kerena pengendara lengah, bisa tercebur ke dalam lobang tersebut, terutama pada malam hari.

Saat ini, untuk menandai bahwa di tempat tersebut ada lobang yang berbahaya, warga setempat memasang pancang (tiang) dari bambu, diberi kantong plastik dipuncaknya, sebagai peringatan agar pengendara lebih hati-hati

Selain itu, diharapkan kepada warga Kayong Utara dan sekitarnya agar lebih waspada. Cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, sangat sulit diprediksi. Tanpa terduga, hujan deras disertai angin atau puting beliung datang tiba-tiba. Sedapat mungkin kita menunda berpergian jika cuaca terlihat tidak bersahabat, terutama bagi para nelayan. Bagi nelayan yang sedang berada di laut, agar segera menepi ketika melihat tanda-tanda akan segera turun angin/ribut● Has

Jumat, 03 Januari 2014

2014: Dewan Usulkan 6 TK/PAUD Baru, Belasan TK/PAUD Yang Ada Masih Menderita

TK Mutiara Bunda Pemangkat, Warta kayong Kalbar

Catatan: Redaksi Warta Kayong


Melihat Rekafitulasi Usulan Program/Kegiatan DPRD Kabupaten Kayong Utara Tahun Anggaran 2014, dengan tema/dasar usulan program dari “Hasil Reses DPRD KKU,” terdapat 6 usulan Pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) atau lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang menyebar di enam desa yang ada di KKU. Enam item kegiatan tersebut hanyalah penggalan dari 421 item usulan yang ada, 4 diantaranya kosong tanpa pagu anggaran.


Enam usulan pembangunan TK/PAUD Baru yang dimaksud yaitu: PAUD Pelita Hati Desa Sungai Mata Mata (Simpang Hilir), PAUD Desa Teluk Batang Utara (Teluk Batang), PAUD Tanah Merah – Desa Sutera (Sukadana), TK/PAUD Batu Barat (Simpang Hilir), PAUD Suka Maju Desa Teluk Batang Utara (Teluk Batang) dan PAUD Satai Lestari (Palau Maya).


Usulan pembangunan TK/PAUD tersebut tentu merupakan gagasan baik, apa lagi bagi desa-desa yang belum memiliki lembaga PAUD sama sekali. Tentu hal ini merupakan usulan prioritas. Mengingat, pendidikan anak usia dini sangat penting dikembangkan. Dan ini merupakan amanat Peraturan Perundang-Undangan. Sebab, rusaknya moralitas bangsa saat ini, salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya pendidikan karakter (akhlak) terhadap anak-anak sejak dini.


Orentasi pendidikan anak usia dini, ialah rencana untuk perbaikan kualitas manusia Indonesia 25 atau 50 tahun yang akan datang. Namun sayang. Program yang digaungkan Pemerintah Pusat ini, yang merupakan implementasi dari lahirnya semangat UU Nomor 20/2003, tidak didukung dengan ketersediaan sarana, prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai oleh daerah. Banyak TK/PAUD yang tutup karena alasan tak ada biaya operasional, guru/tutornya tak bergaji, penetapan TK/PAUD dalam satu desa tidak tepat guna, tepat sasar dan tempat manfaat, serta segudang alasan lainnya.


Problematika lain yang terjadi pada TK/PAUD di KKU hari ini. Masih banyak TK/PAUD yang sampai detik sekarang guru-guru/tutornya tidak memiliki pemnghsilan tetap (gaji). Masih banyak TK/PAUD yang tidak/belum memiliki Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan (Pemda). Belum lagi tebang pilih Dinas dalam memberikan program bantuan pada TK/PAUD yang ada. TK/PAUD yang pengelolanya dekat dengan oknum pegawai di Dinas, maka dia akan selalu mendapat program. Kemudian adanya indikasi PAUD-PAUD piktif yang dikelola oleh PKBM, masih aktif menerima biaya operasional dari Pemerintah.


Tercatat di bagian Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan KKU, lebih dari 10 lembaga TK/PAUD yang berdiri antara tahun 2011 – 2013, usulan mereka ke Dinas tentang permohonan Ijin Operasional tak kunjung keluar. Saat pengurus/pengelola lembaga TK/PAUD konfirmasi ke PNF menanyakan hal tersebut, PNF selalu beralasan ini-itu.


Sungguh angin segar telah meniup dunia PNF. Kehadiran Nazril, S.Pd.I sebagai Kepala Bidang (Kabid) PNF, seperti membawa nuansa baru. Beliau merospon dan mengakomodir setiap usulan dan masukan dari lembaga-lembaga TK/PAUD yang ada. Mengevaluasi dan menginventarisir Pekerjaan Rumah (PR) tahun sebelumnya yang masih tertunda. Namun tantangan yang hadapi Kabid tidak ringan. Yang kami tangkap, beliau seperti keteteran menghadapi gurita birokrasi yang telah mengakar di tempat kerja barunya. Begitu banyak rekan sejawat yang tidak mengingikan kehadirannya. Tentu butuh kesabaran, butuh energi dan butuh strategi jitu untuk merubah semuanya.


Alhasil, dari inventarisir yang Kabid PNF lakukan, masih banyak TK/PAUD yang belum memiliki Ijin Operasional. Kerena tanggung jawab terhadap tugasnya, sekitar Juli 2013, berkas usulan Ijin Operasional TK/PAUD yang tertunda pun ditindaklanjuti ke Bagian Hukum Setda KKU. Namun sampai hari ini, ijin operasional tersebut tak kunjung ditetapkan.


Apakah pengurus TK/PAUD pasif atau tidak proaktif terhadap keberdaan sekolahnya? Apakah mereka tidak pernah berkoordinasi dan membicarakan kondisi sekolahnya ke Pemerintah? Apakah pengurus TK/PAUD tidak pernah menyampaikan masalahnya ke wakil-wakil mereka di DPRD? Atau pengurus tidak peduli dengan lembaganya dan hanya mengeruk keuntungan atas nama lembaganya? Tidak! Justru malah sebaliknya.


Mulai dari pendekatan hati ke hati, mengikuti arahan/petunjuk mereka, membuat puluhan proposal, dan bahkan harus rela nyurok (mengiba, dalam istilah Melayu), merka lalukan kepada orang-orang yang diharapkan bisa dan mampu menyalurkan aspirasi mereka. Namun, dari bentuk lisan hingga tertulis, itu bukanlah hal yang berarti buat mereka (para pemangku kepentingan).


Satu contoh TK yang belum memiliki Ijin Operasional, yaitu TK Mutiara Bunda Desa Pemangkat. TK yang berdiri dan beroperasi sejak 2011 ini, dari Kabid PNF A berganti Kabid PNF B dan C, sampai hari ini Ijin Operasional TK tersebut tak kunjung ada. Sehingga TK yang telah memiliki gedung sendiri, bangunan program PNPM-MP tahun 2010 ini, seperti “Hidup segan mati tak mau.” Sedikit demi sedikit guru dan anak didiknya meninggalkan TK yang tak memberikan harapan buat mereka.


Selama berdiri, pengelola/guru TK Mutiara Bunda hanya mengantungkan biaya operasional TK-nya dari Pemerintah Desa Pemangkat dan uang Pribadi Ketua Yayasan Pendidikan Sartika. Mereka bekerja tanpa gaji. Berkas usulan demi usulan ke Pemerintah dan Dewan, hanyalah tumpukan kertas yang layaknya jadi pembukus belacan (terasi). Dengan alasan tidak memiliki ijin operasional, usulan pun terbantah. Sementara, banyak TK/PAUD yang baru berdiri dan tidak memiliki Ijin Operasional, sudah mendapatkan biaya operasional dan lain-lain dari Pemerintah. Sebab pengelola PAUD tersebut memiliki hubungan dekat dengan oknum di Dinas.


Contoh lain, yaitu TK Sartika 2 Desa Penjalaan. Sejak berdirinya tahun 2008 yang lalu, sampai hari ini guru-gurunya tidak memiliki penghasilan tetap. Jika alasannya tidak memiliki ijin operasional, sejak 2010 TK tersebut telah mengantonginya. Alasan tak penah berkordinasi dengan Pemerintah dan Dewan, justru itu intens dilakukan, bahkan tidak hanya lisan, tertulis pun dilakukan. Alasan keterbatasan Anggaran Daerah? Alasan karena prioritas? Kamuflase belaka.


TK Mutiara Bunda dan TK Sartika 2 adalah salah satu contoh dari sekian banyak TK/PAUD di KKU yang mengalami penyakit gizi buruk atau busung lapar. Masih banyak TK/PAUD lain yang mengalami nasib serupa. Seperti TK Ya Bunaya Desa Pulau Kumbang misalnya, telah mati tak berkubur sekitar setahun yang lalu.


Salahkah mereka (guru/tutor TK/PAUD) ketika mereka mengadukan masalahnya kepada Pemerintah dan wakil mereka di Legislatif? Aibkah mereka menuntut haknya ke negera ketika mereka telah melaksanakan kewajiban mereka membina anak didik mereka, generasi penerus bangsa? Apakah mereka tidak punya hak atas apa yang dimiliki Pemerintah, sementara pengabdian mereka nyata, tujuan mereka jelas? Atau tak ada lagi orang-orang yang peduli dengan nasib mereka, yang kerjanya mencerdaskan anak-anak bangsa? Pada hal kita bisa menjadi orang, selain berkat Tuhan, berkat orang tua, tentu berkat jasa guru-guru pula.


Selalu saja alasan klasiknya keterbatasan Anggaran Daerah. Sementara Perjalanan Dinas setiap SKPD, yang terkadang banyak piktifnya, menelan dana ratusan juta, bahkan miliyaran rupiah. Dan sementara Dana Aspirasi, Uang Reses, Uang Sidang, Uang Perjalanan Dinas, Uang Tunjangan dan lain-lain diluar gaji pokok anggota DPRD, menelan dana puluhan miliyar rupiah bahkan ratusan miliyar.


Sebut saja tahun ini. Rencana Anggaran Aspirasi 2014 yang telah disusun Dewan mencapai angka pantastis, yaitu Rp. 52,3 M. Pada hal kesepekatan mereka, masing-masing hanya dipatok Rp. 2 M. per anggota. Namun ada murk up dana sebersar Rp. 12,3 M. lebih, yaitu 10 orang Anggota Dewan yang melebihi angka Rp. 2 M. dari hasil kesepakatan mereka. Angka tersebut melebihi angka dana Aspirasi Anggota DPRD Provinsi Kalbar Tahun 2013, melebihi Kabupaten Ketapang, eks kabupaten induk KKU. Okelah ini Tahun Politik. Tapi bukan berarti karena unsur pimpinan, harus mematok dana lebih dari kesepakatan Rp. 2 M/anggota, bahkan ada 1 orang anggota mencapai angka Rp. 10 M. lebih.


Ironis. Memikirkan keberlansungan nasib generasi berpikir seribu kali. Selalu berargumentasi bahwa Anggaran Daerah terbatas, dipilih karena prioritas. Selalu berjanji akan dianggaran di Tahun depan dan tahun depan. Namun ketika berbicara menyakut kepentingan kantong pribadi, Anggaran Daerah selalu cukup dan tersedia. Sehingga, RAPBD 2014 yang seharusnya sudah ketok palu, ditunda dan molor hanya karena ulur-tarik kepentingan pribadi mengatasnamakan masyarakat.


Jika aspirasi itu merupakan hasil penjaringan/penyaringan dari kegiatan reses, seharusnya itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sesuai dengan dokumen Musrenbangdes, bukan pesanan kolega atau teman dekat. Namun yang muncul, hampir merata setiap anggota mengusulkan normalisasi saluran, yang ujung-ujungnya hanya gotong-royong, kemudian diphoto untuk dokumentasi lampiran bahan laporan kegiatan.


Belum lagi jika kita teliti lebih dalam dari dokumen usulan tersebut. Banyak program yang diusulkan tumpang-tindih. Ada yang satu tempat dan satu item pekerjaan yang sama antara anggota satu dengan yang lain. Kemudian, ada program yang disamarkan peruntukannya, disamarkan nama kegiatannya, ada program yang berulang-ulang dilakukan, serta mengabaikan asas tepat manfaatnya, asas tepat gunanya dan asas tepat sasarannya. Dapat dipastikan, 70 % usulan tersebut bukan program prioritas yang dibuthkan masyarakat, tapi merupakan keinginan orang-orang tertentu, program politik untuk 2014.


Katakanlah bahwa 6 usulan TK/PAUD Tahun 2014 tersebut merupakan aspirasi masyarakat. Seharusnya mereka juga memikirkan keberlansung nasib TK/PAUD yang ada. Jangan sampai kita hanya bisa membangun fisiknya saja, namun dalam penyelenggaraannya TK/PAUD tersebut sakit-sakitan dan mati ditengah jalan, akibat kita abai. Sehingga nasib tenaga pengajarnya tidak diperhatikan, biaya operasional sekolahnya tidak disediakan.


Pada hal, tak ada satu aturan pun yang mengisyaratkan adanya hak dan kewenangan legislator untuk mengatur/mengelola anggaran pembangunan. Punya/mengelola CV saja tidak dibenarkan. Tugas mereka hanyalah merencanakan, membahas bersama-sama ekskutif, menetapkan dan mengawasi penggunaan angaran, selain hak angket dan legislasi yang mereka miliki.


Tapi inilah Indonesia. Semua bisa disiasati, bisa diatur. Buat usulan, dikonversi ke SKPD. Jika SKPD keberatan atau membantah, penetapan ditunda dulu. Namun lazimnya SKPD yang ada ACC saja, sebab komitmennya jelas. Ekskutif pun ingin aman juga. Inilah hubungan mutualisme. Tidak ada diantara mereka yang dirugikan, kecuali masyarakat.


Adalah wajar jika selama ini kegiatan pembangunan yang masuk ke desa, kebanyakan tidak sesuai dengan dokumen hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Sebab, antara ekskutif dan legislatif, mereka seakan tidak peduli dengan dokumen Musrenbangdes. Murenbang hanyalah merupakan syarat formal, formalitas belaka.


Antara eksuktif dan legislatif, seperti dua sisi mata. Ada saatnya mereka saling meyalahkan. Ada saatnya mereka saling mendukung. Dan ada saat mereka saling mengecam, mengertak, ngemop ketika posisi mereka sama-sama terjepit, atau ketika keinginan mereka sama-sama tidak terakomodir dalam RAPBD. Di depan masyarakat mereka berantam, di belakang mereka berpaham (sepakat).


Pemerintah dan DPR adalah wakil masyarakat di Pemerintahan. Pemegang mandat besar dari rakyat, untuk rakyat. Jika mereka lupa saat duduk di kursi empuknya. Jika mereka selalu menghianati amanat masyarakatnya. Jika mereka abai atas aspirasi rakyat. Jika mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Dan jika mereka hanya sibuk memperkaya diri sendiri. Lalu kepada siapa lagi masyarakat dapat menitipkan kepercayaannya?

Kamis, 02 Januari 2014

Pantai Pasir Mayang, “Atasnya Ditebang, Bawahnya Dilobang”

Pantai Pasir Mayang, “Atasnya Ditebang, Bawahnya Dilobang”


pasir mayang kayong utara tttt


SUKADANA – Kerusakan lingkungan disekitar Taman Wisata Pasir Mayang Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, terbilang parah. Pasalnya, di gunung hutannya ditebang dijadikan ladang. Di pantai, tebing dan di sungai tanah/pasirnya dilobang, diambil batunya. Aktivitas ini sudah berlansung selama bertahun-tahun.

Pantai Pasir Masir Mayang, merupakan satu dari sekian objek wisata yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Namun keasrian dan keperawanan lingkungan Pasir Mayang benar-benar ternodai. Pantai yang dulunya menyuguhkan keindahan dan kenyamanan paroma alamnya, sekarang hanya bisa unjuk tumpukan batu, gunung yang gundul dan bibir pantai yang rusak.

pasir mayang kayong utara hads

Pada hal, pengunjung pantai ini terbilang ramai. Apa lagi pada momen hari libur, pantai ini dipenuhi pengunjung, baik warga KKU sendiri, dari Kabupaten Ketapang bahkan turis mancanegara. Seperti momen Tahun Baru kali ini (1/1/2014), ribuan pengunjung memadati Pantai Pasir Mayang. Namun sayang, pemandangan kita menjadi terusik ketika menyaksikan pantai tak lagi menyajikan keasriannya.

Tumpukan batu di pantai dan di sungai, menjadi pemandangan dan suguhan sehari-hari. Puluhan, bahkan ratusan orang mengantungkan harapanya pada alam disekitar pantai. Sehingga kerusakan alam tersebut semakin kentara terlihat. Pada hal, jajaran gunung dan bukit-bukit yang ada disekitar Taman Wisata Pasir Mayang, adalah bagian dari gugusan Gunung Peramas – merupakan kawasan, flora dan fauna yang diliindungi.

Sepintas kita melihat, kerusakan di bibir pantai Pasir Mayang seperti terkikis abrasi. Namun jangan salah, campur tangan manusia pun sangat besar dalam menyumbang kerusaka tersebut, selain abrasi. Bibir pantai dan lereng gunung disepanjang Pantai Pasir Mayang dikeruk penambang batu. Sungai-sungai yang menyimpan bebatuan pun hanya menyisakan pasir dan tebing terjal. Kondisi tersebut semakin hari semakin melebar dari bentuk aslinya. Kerana alasan sesuap nasi, mereka rela merusak lingkungannya.

pasir mayang kayong utara hh

Palau kecil disekitar Batu Mak Bagok, batu yang dikeramatkan warga setempat, dulunya utuh ditumbuhi pepohanan yang menambah keindahan suasana pantai. Sekitar 2008 yang lalu, kondisi pulau ini masih terlihat utuh. Gertak (jembatan) penghubung dari pantai ke pulau masih ada. Sehingga pulau dan pantai yang berjarak ± 70 meter tersebut mudah dijangkau para wisatawan. Namun sekarang pulau tersebut telah rata dengan laut. Sebab batu-batu yang membuat pulau tersebut kokoh berdiri, menjadi sasaran penambang batu juga.

Rabu (1/1/2014), WK menyempatkan diri bertandang dan berbincang dengan warga Pampang Harapan, khususnya warga yang bermatapencarian disekitar Pantai Pasir Mayang. Pada dasarnya mereka menyadari apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka tahu dampak negatif dari perbuatan mereka. Namun mereka tak mampu melawan tuntutan dan kebutuhan hidup mereka, yang semakin hari semakin meningkat. Tambah lagi, pembangunan sarana dan prasarana di daerah ini, pun membutuhkan jasa mereka. Sungguh ini kondisi yang dilematis.

pasir mayang kayong utara

Penuturan M. Tahir (60). Sebenarnya tujuan Pemerintah dan pihak Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) itu benar, 1000 % saya nyatakan benar. Namun masyarakat hidup tentu perlu makan. Masalahnya lapangan pekerjaan terbatas. Sementara populasi penduduk semakin bertambah. Kemudian kondisi lahan pertanian yang ada, ketersediaannya sangat terbatas pula. Sebab, lebih dari 70 % wilayah Desa Pampang Harapan adalah kawasan Hutan Lindung – kawasan TNGP.

Masih menurut M. Tahir. Minimnya SDM masyarakat kita, tentu menjadi faktor pendukung masalah-masalah yang ada. Tambah lagi kurangnya pembinaan Pemerintah atau para pemangku kepentingan yang ada, membuat masyarakat semakin tak punya pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan ekonominya selain menambang batu, pasir dan menebang pepohonan untuk dijadikan ladang mereka.

Dulu, lanjut M. Tahir, kami pernah dibantu bibit lengkeh, masing-masing sekitar 5 pohon per orang. Itupun hanya untuk beberapa orang saja. Tentu jumlah tersebut jauh dari cukup untuk menghijaukan gunung yang gundul akibat dibabat. Untungnya, ada diantara warga kita setelah selesai berladang, lahan tersebut ditanami durian, rambutan, kopi, karet dan lain-lain. Namun hal tersebut tentu tidak akan mampu mengembalikan resapan air dipermukaan gunung yang gundul secara drastis.

Saat saya masih muda dulu, parung (sungai) yang ada di Batu Mak Bagok ini debit airnya besar dan sangat deras. Gemuruh derasnya air yang turun, membuat kita ngomong di dekat parung tersebut sedikit mengeraskan suara. Tapi saat ini tidak lagi seperti dulu. Bahkan ketika musim kemarau, air di parung tersebut kering, “Kenang M. Tahir.”

pasir mayang kayong utara hhh

Mata pencarian sebagian besar masyarakat Pampang adalah bertani dan melaut (nelayan). Dominannya bertani. Karena areal pertanian disini sempit, mau tidak mau kami harus membuka hutan, marimba/merambah gunung, menambang batu dan pasir. Sebenarnya saya pun kurang setuju melakoni pekerjaan ini, tapi apa mau kata, ini menjadi pilihan kami warga Pampang, sebab ketersediaan dataran yang bisa ditanami padi sangat terbatas. Sementara hasil dan sarana tangkap nelayan pun terbatas juga, “Ungkap Syahrul ((51).”

Syahrul, satu dari sekian petani Pampang yang melakukan kegiatan bertaninya di gunung. Bedanya dia dengan petani lain, dia petani menetap. Sedangkan petani lain, berladang (bertani) dengan cara berpindah-pindah. Terbukti, di atas lahan yang dibeli dengan rekannya seharga Rp. 800.000,- ini, sekarang sudah ditumbuhi durian, kopi, rambutan, pisang, kunyit, jahe, kencur dan tanaman obat-obatan lainnya yang sudah menghasilkan.

“Dalam berusaha saya punya prinsip juga. Jika durian, kopi, rambutan, pisang dan lain-lain bisa menghasilkan duit ratusan ribu per hari, kenapa kita harus berpindah-pindah? Kita semakin hari semakin tua, capek juga jika gitu-gitu terus. Saya pun baru kali ini berusaha di gunung. Itupun karena ada teman yang menawarkan lokasinya. Karena tertarik dan ingin mencoba bertani, akhirnya tawaran tersebut saya ambil. Kerena saya ingin punya usaha tetap, dan niat saya ingin menjadi contoh buat yang lain, bahwa dengan bertani menetap, kita bisa berhasil juga.” Ungkap Syahrul bersemangat.

Syahrul Bohri, nama lengkapnya. Pria paruh baya ini, sebelumnya bekerja sebagai nelayan dan peraih (penampun/penyalur) hasil pertnian dan nelayan. Karena usianya terbilang tidak muda lagi, dia memutuskan beralih ke dunia pertanian, karena menurutnya, bertani resikonya sangat kecil.

Saat WK bertanya tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Pampang Harapan, dia sendiri juga menyesalkan kerusakan lingkungan yang terjadi di desanya. Katanya, “Hal ini tidak perlu terjadi jika kita semua sadar. Hal ini tidak perlu terjadi jika Pemerintah tanggap dan peduli.” Kerana dampak kerusakan tersebut sudah terasa dan terlihat nyata di depan mata.

Syahrul dan warga yang lainnya hanya bisa berharap, semoga program cetak sawah dari Pemerintah Tahun 2013 yang sedang berjalan di desanya, dapat menjawab permasalahan yang terjadi di kampung halamanya. Dan tentu tidak menutup kemungkinan harus didukung dengan program-program yang lain. Sebab, jumlah percetakan sawah tidak sebanding dengan jumlah penduduk Pampang Harapan. Apa lagi bagi warga yang terbiasa mencari uang dengan cara menambang. Tentu bukan pekara mudah untuk mengalihkan pekerjaan mereka.

Jika kondisi ini terus terabaikan, bukan tidak mungkin kelak anak cucu kita hanya tinggal mendengar cerita saja. Tanah yang dulunya subur menjadi tandus. Gunung yang dulunya mengalirkan mata-mata air menjadi kering akibat ulah tangan-tangan manusia. Ini telah terjadi di belahan dunia lain. Sebut saja negara Ethopia.

Dulu hutan di Ethopia lebat seperti Indonesia. Namun karena kerakusan para pendahulu mereka, hari ini warga Ethopia banyak yang meninggal karena kekeringan. Negara mereka menjadi tandus. Air di Ethopia menjadi barang yang langka dan mahal. Jika kita tidak sigap, tanggap dan segera mencegahnya, bukan tidak mungkin nasib kita kelak bisa seperti Ethopia. (WK Tim)

 

Menelusuri Makam Keramat Ratu Soraya Di Gunung Lalang

Menelusuri Makam Keramat Ratu Soraya Di Gunung Lalang


Oleh; Misbachun & Wahyan Naden


GUNUNG LALANG  misteri AHMAT AWAL pak wai

Kami mengunjungi gunung lalang dimana terdapat sejarah 3 makam keramat, yang salah satunya adalah makam ratu soraya.   Menurut informasi  yang kami dapatkan dari narasumber  warga setempat, yaitu bpk mat awal, atau yang akrab di sapa pak wai.

Konon Ratu Soraya berasal dari Brunei Darussalam, ia berkunjung ke sukadana bersama rombongan dan juga suaminya raja surya, sekitar 300an thn yang lalu sekaligus mendirikan kerajaan. pada saat akan pulang ke kerajaan Brunei, ratu soraya dan dua dayang atau pengawalnya terkena penyakit diare, dan akhirnya merenggut nyawa ratu soraya dan dua pengawalnya, ratu sorayapun  akhirnya di makamkan digunung lalang, yang sampai saat ini makamnya pun masih dikeramatkan.

GUNUNG LALANG AHMAT AWAL pak wai

Di gunung lalang  terdapat sebuah batu besar yang bernama Batu Balai, konon sewaktu ratu soraya masih hidup batu balai tersebut merupakan tempat bermainnya. Sedangkan suami ratu soraya tinggal di gunung lalang. Sepeninggal ratu soraya, kerajaan di ambil alih oleh raja surya, yakni  suami dari ratu soraya, tidak lama kemudian ia di serang oleh raja siak dan mengalamib kekalahan kemudian akhirnya ia hengkang ke negerinya kembali di brunei Darussalam. Meneurut kepercayaan banyak orang, yang mempunyai niat apapun dengan cara berziarah ke makam ratu soraya, dan apa bila niat tersebut terkabul, maka ia harus mendirikan bendera kuning  ke empat penjuru makam ratu soraya  sebagai tanda ucapan terimakasih.

Pangeran syarif hasan beserta rombongan pernah berkunjung kemakam Ratu soraya  sektar lima tahun yang lalu, beliau [pangeran syarif hasan, red] adalah masih keturunan ratu soraya,pangeran syarif hasan juga berjanji akan merehap makam ratu soraya, menurut pak wei makam ratu soraya akan dipindahkan. namun dari ritual ghaib yang di lakukan ratu soraya tidak mau di pindahkan.

GUNUNG LALANG   sukadana misteri AHMAT AWAL pak wai

Hal aneh lain terjadi ketika pada setiap musim panas gunung lalang sering terlalap api, namun anehnya nisan-nisan yang terbuat dari kayu pun tetap utuh, aman dari kobaran api, konon beberapa tahun yang lalu apabila terjadi kebekaran di gunung lalang, ratusan burung elang berdatangan untuk memadamkan api, dan pada malam harinya sering terdengar pekikan (pekik kaung), bak suara manusia.

Dan pada masa dulu,di gunung itu sering muncul seekor rusa, namun  bagi siapa pun dilarang untuk menembak rusa di gunung lalang tersebut, karena menurut kepercayaan bagi siapa pun yang berani menembak rusa di gunung lalang umurnya tidak akan panjang.

Dari penuturan pak wai, beliau pernah mendapatkan wangsit lewat mimpinya, utuk mengambil benda antik di gunung lalang itu, dan beliau pun pergi untuk mengambilnya, dan ternyata benda hitu benar benar ada, benda itu berbentuk kendi cantik [tempat air minum, red] bergambar dua kepala naga, dan yang satunya berupa lesung batu kecil [tempat menumbuk sirih, red] kami pun sempat mengabadikan gambar lesung kecil tersebut, namun sayangnya benda yang berbentuk kendi cantik sudah tidak ada lagi.

Demikianlah sedikit kisah tentang Gunung lalang yang penuh dengan misteri, kemungkinan besar Gunung lalang juga masih menyimpan berbagai kisah masa lalu, termasuk juga legenda Pangeran Sidang panape dan kerajaan Bersoul.

Rabu, 25 Desember 2013

Robo-robo Ala KKU

foto mandi safar, robo-robo hasanan kku rantau panjang melano kayong utara kalbar

Robo-robo, merupakan  tradisi umat Muslim, khususnya etnis Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Tradisi tersebut dilaksanakan pada Rabu akhir di bulan Safar. Seperti halnya hari ini, Rabu 22 Safar 1435 Hijriah, bertempatan dengan 25 Desember 2013, pukul 08.00, lebih dari 200 orang warga Muslim Rantau Panjang dan desa sekitar, melaksanakan Robo-robok di pinggir Sungai Rantau Panjang – Kec. Simpang Hilir, tepatnya di bawah jembatan Rantau Panjang.


Berbeda dengan Mempawah Kabupaten Pontianak yang terkenal seantero negara/mancanegara, Robo-robo di Rantau Panjang KKU dilakukan dengan prosesi sederhana. Warga cukup membawa ketupat, lauk-pauk dan air mineral. Acara tersebut dipimpin oleh Ustadz/Imam. Setelah menyantap ketupat atau mandi di sungai bagi yang ingin mandi, maka acara dianggap selesai.


Robo-robo ini popular di Desa Rantau Panjang khusus sejak tahun 2000-an. Bahkan ini kali pertamanya di KKU. Ustadz H. Hasan Alhaddad, pencetus pertamanya. Hingga kini, tradisi tersebut bertahan. Sebelumnya, Robo-robok di Kayong Utara umumnya lebih dikenal dengan sebutan, “Mandi Safar.” Sebab pada setiap Rabu akhir di Bulan Safar, tradisi Muslim Kayong yaitu Mandi Safar.


Uniknya, Mandi Safar ini dilakukan dengan menggunkan daun Andung-andung sebagai medianya, tulis kalimah/doa berbahasa Arab yang direndam ke dalam air, baik dalam wadah di rumah, langsung ke parit atau sungai. Tujuannya tak lain, memohon keselamatan kepada Allah SWT.


Setelah acara Robo-robo selesai, warga melaksanakan tradisi Mandi Safar di rumah masing-masing, baik menggunakan media daun andung-andung, atau air doa selamat yang telah mendapat berkat dari Ustadz/Imam saat Robo-robo tersebut. Tradisi Mandi Safar pun hingga hari ini tetap dipertahankan, dan saban tahun tetap dilaksanakan warga setempat.


Robo-robo kali ini dilaksanakan lebih awal dari Rabu akhir sesungguhnya. Pasalanya Rabu akhir bulan Safar tahu  ini jatuh pada tanggal 1 Januari 2014. Pertimbangan penyelenggara, hari tersebut dimungkinkan banyak warga yang libur atau berpergian keluar daerah.


Alasan lain, karena Rabu ke- 4 bulan Safar 1435 Hijriah tahun ini, bertempatan dengan (25/12/2013). Berdasarkan rembug kami dengan pemuka agama yang ada, saat ini merupakan hari yang ideal untuk dilaksanakan, sebab Rabu bulan Safar tahun ini terhitung 5 kali, jadi kita ambil Rabu keempatnya, papar Busri, selaku penyelenggara kegiatan.


Acara yang dipimpin Ustadz H. Sy. Hasan Alhaddad tersebut berlangsung hikmat. Warga kelitan khusu’ mengaminkan doa yang dipanjatkan ustadz. Keakraban dan kebersamaan itu terlihat. saat warga membuka ransum makanan masing-masing, untuk disantap bersama-sama di lapangan terbuka, di pinggir sungai Rantau Panjang. (Has)