WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label karena menurut cerita beberapa orang pernah melihat penampakan di sekitar itu.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karena menurut cerita beberapa orang pernah melihat penampakan di sekitar itu.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

NILAI KEPAHLWANAN YANG KIAN TERKIKIS

NILAI KEPAHLWANAN YANG KIAN TERKIKIS


Oleh: Hasanan


pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download


Tak terbantah, kemerdekaan yang diraih Republik ini, itu berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan semangat para Pahlawan tanpa mengenal kata pasrah, mengeluh dan putus asa berjuang, merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jiwa, raga, pikiran dan harta mereka konsentrasikan untuk perjuangan, bahkan hingga meregang nyawa. Tak tak terpikir dibenak mereka gaji, tunjangan, jabatan apa lagi untuk korupsi. Hari-hari mereka lalui dengan berpikir dan bertindak bagaimana penjajah di bumi Pertiwi ini bisa hengkang.


Hari ini, begitu indah, nyaman dan tenangnya alam kemerdekaan yang mereka anugerahkan buat kita. Tak ada rasa takut akan moncong senapan dan letupan bom atau meriam. Begitu indah semua aktivitas harian yang kita lalui tanpa dibayangi rasa takut sebagaimana perang.


pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download  pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download

Berabad-abad hidup dalam cengkraman penjajah ternyata tak berbanding lurus dengan usia kemerdekaan Indonesia hari ini. Di usia kemerdekaan RI ke- 68 tahun ternyata penjajahan itu tetap ada, yaitu penjajahan atas bangsa sendiri, bahkan ini terasa sangat kejam dari cerita kolonialisme sesungguhnya. Tenyata prediksi Soekarno 68 tahun yang lalu itu benar adanya, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”


Dan wajar saja generasi hari ini banyak tak mengenal pahlawannya, tak hafal lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasionalnya, tak tahu Pancasila, tak ngerti membaca teks Proklamasi dan Sumpah Pemuda, abai dengan UDD ’45 karena maknanya telah berubah menjadi (Ujung-Ujungnya Duit) “Ungkap Slank.” Kenapa ini bisa berubah? Faktor eksternal dan internallah yang mempengaruhinya. Faktor Eksternal bisa berupa pengaruh budaya asing, arus globalisasi, moderenisasi dan lain-lain. Faktor Internal bisa karena buruknya sistem yang diwariskan dari priode ke priode dan faktor lainnya, sehingga mengkristal di dalam kehidupan sosial dan menjadi budaya baru bagi bangsa Indonesia.


Pertanyaan yang muncul, masih adakah Pahlawan-pahlawan disekitar kita hari ini? Jawabannya relatif. Lalu bagaimana cara kita membedakan antara pahlawan atau bukan? Jawabannya sederhana sekali, yaitu mereka yang senantiasa ikhlas dan selalu hadir membela di saat kita dalam kondisi sulit atau ditimpa masalah, dan mereka yang selalu tulus memperjuangkan hajat hidup orang banyak tanpa mengeluh dan menghitung pamrih. Jumlah mereka tidak pernah banyak. Kenapa? Kerana tidak semua orang mampu melakukan apa yang mereka lakukan. Jadi pantaslah mereka disebut Pahlawan. Namun sayang, saat ini sangat sulit kita temui pahlawan sejati. Semuanya selalu diukur dengan materi, sehingga seperti bangsa hanya bisa mewariskan korupsi.


Presiden RI Pertama pernah berujar saat memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 1961, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Nah, masalahnya hari ini kata menghormati itu sudah langka, pudar ditelan masa. Boro-boro menghormati pahlawan, menghormati ortu sendiri saja sulit, apa lagi melakukan apa yang dilakukan oleh seorang pahlawan? Kita boleh saja tak hafal Sumpah Pemuda, Proklamasi, Lagu Kebangsaan dan lain-lain, tapi jangan pernah melupakan jasa-jasa mereka (para pahlawan) kita. Kita bisa menikmati indahnya hidup ini – itu berkat perjuangan mereka kan? Jadilah bangsa dan pribadi yang pandai berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa kepada kita.


Moment 10 Nopember saat ini adalah moment yang tepat untuk kita introspeksi diri. Introspeksi apakah kita termasuk orang yang tak pandai berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa pada kita? Apakah kita termasuk kategori manusia angkuh dengan kelebihan yang kita miliki? Atau kita tak pandai bersyukur atas nikmat-Nya yang tak pernah kering mengalir dikehidupan kita? Sudahkah kita jadi pahlawan buat orang lain dan orang-orang disekitar kita, minimal pahlawan buat keluarga sendiri? Ataukah kita malah hanyut dengan kezaliman dan menikmati kemaksiatan-kemaksiatan? Wallahu a’lamu. Hanya Tuhan dan kita yang tahu.


“Miskin yang paling aku takuti bukanlah miskin tidak memilki harta atau tahta, tetapi ketika aku miskin dari kepekaan kepada sesama dan tidak memiki hati nurani untuk peduli, naluri untuk menghormati dan miskin dari rasa malu melakukan kesalahan.”


ltif jadi


Mereka (pahlawan) dulu tidak pernah berpikir akan mendapat gelar sebagai Pahlawan hari ini, yang mereka pikirkan bagaimana caranya agar pejajah di nusantara ini bisa musnah/disingkirkan. Dan benar bahwa anugerah itu selalu ada bagi orang-orang yang senantiasa ikhlas dan teguh dengan nilai-nilai perjuangannya.


Selamat Hari Pahlwan 10 Nopember 2013. Jasamu tak pernah kulupakan, terpatri dihatiku dan akan tetap kuwariskan kepada generasi mendatang. Untukmu, istirahatlah dengan tenang di alam sana, tempat yang istimewa disisi Tuhanmu, dan sebaik-baiknya tempat yang paling pantas atas jasa-jasamu.

Kamis, 10 Oktober 2013

Misteri “HANTU PAHA” Jalan Teluk Melano Nipah Kuning

Misteri “HANTU PAHA” Jalan Teluk Melano Nipah Kuning


Sesial Edisi Malam Jum`at ( Miftahul huda 10/10/2013)


 hantu paha melano kayong utara kal bar2 takut

Sudah ada yang pernah mendengar cerita Hantu Paha ?. ya mungkin ada yang sudah ada yang belom, gelar hantu paha ini di berikan kepada Hantu yang biasa melakuka penampakan di area Jalan Propisnsi antara Desa Teluk melano dan Nipah kuning Kayong utara Kalimantan Barat. Sesuai dengan namanya Hantu Paha ini muncul hanya berwujud pahanya saja yang “tegepai gepai”, dan biasanya muncul di tandai dengan darah yang terhampar di jalan kemudia tiba tiba nampak perwujudan Paha yang melintang di tengah jalan ataupun hanya sekilas atau menggantung atau bisa bermacam macam ia menampakkan dirinya. Pada area sekitar gambar di atas Hantu paha sering menampakkan dirinya terutama dahulu saat pohon Kayu Are ( istilah melayu atau Pohon beringin)  masih belum di tebang, penampakan hantu paha hampir sering terlhat, namun setelah pohon tersebut di tebang tampaknya Hantu Paha tersebut sudah jarang muncul, namun di sinyalir ia berpindah lokasi ke tepi sungai dekat Gedung MTs Baru, karena menurut cerita beberapa orang pernah melihat penampakan di sekitar itu.

Ada satu cerita teman kami ketika ia dulu beranjak dewasa, yakni sekitar Tahun 1998. tersebutlah Nama Rasuki, saat ini ia menjadi guru di Pulau maya. Pada saat itu ia bersama temannya dengan mengendarai motor ayahandanya bermerek Yamaha Special yang Jadul melaju menuju Nipah kuning, saat itu jalan masih belum diaspal semua termasuk daerah lintasan yang disinyalir terdapat Hantu Paha Yang sering menampakkan diri. Di saat pergi nipah kuning tidak ada kejanggalan sedikitpun yang mereka alami, namu ketika mereka pulang Motor yang mereka kendarai mogok tanpa sebab tepat di dekat Kayu Are (pohon beringin), di tengah remang remang cahaya bulan separo beberapa kali rasuki yag sudah ketakutan mencoba menstarter motor dan akhirnya hidup pula, plong rasanya ia dapat menghidupakan motor, Namun apa yang terjadi begitu lampu motor hidup, tepat di depannya ia seakan akan melihat darah berceceran di ikuti dengan bayangan penampakan sepotong paha, kontan saja tanpa ia sadari rasuki dan temannya langsung saja tancap gas dan melaju hingga sampai di rumahnya dengan jantung yang sudah hampir copot.

Dari penuturan cerita tersebut kami penasaran dengan apa yang terjadi sehingga peempakan hantu paha sering terlihat. Kami mencoba bertanya dari orang orang sekitar, dan meurut penuturan mereka yang juga berdasar dari cerita mulut ke mulut pada puluhan tahun silam, saat zaman penjajahan jepang banyak terjadi pembantaian yang juga berujung pada mutilasi dengan mencacah bagian bagian tubuh manusia, saat proses pembantaian tersebut berlangsung ternyata ada juga yang lolos dari hal tersebut yaitu seorang pemuda yang di selamatkan kekasihnya dan bersembunyilah mereka di dalam hutan tepi laut laut teluk melano yang sekarang jalan antara teluk melano dan nipah kuning. Dalam persembunyian tersebut si pemuda terluka parah sehingga kekasihnya sering turun kesungai untuk mengambil air mencuci kain yang terkena nanah dan darah. Saat ia mencuci karena mungkin biantang buaya mencium bau darah tersebut, maka datang lah sang buaya dan memangsa kekasih dari pemuda tersebut hingga yang terseisa hanyalah Kaki dan pahanya saja. Sungguh tragis nasibnya menolong sang kekasih malah berujung maut. Semenjak saat itulah jasadnya tidak di temukan karena telah di telan buaya dan pahanya juga raib entah kemana. Hingga akhirnya suatu saat ketika pemerintah membuka jalan baru tersebut, mulailah penampakan penampakan muncul meyerupai paha, dan mulai saat itu pula Rumor HANTU PAHA terkenal hingga saat ini.