WK-Brand Logo
Tampilkan postingan dengan label pulau kumbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulau kumbang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!


[gallery link="file" type="slideshow" ids="1629,1628,1627,1626,1625,1623,1624"]

Pulau kumbang 06 Januari 2014, Serah Terima tanah dari masyarakat desa pulau kumbang kepada pengurus Yayasan pondok pesantren Ahluddunya yang di pimpin oleh H. Samadikun bersama Fatkhurrahman, Miftahul jawad serta rombongan, di hadiri oleh tokoh masyarakat Pulau kumbang, yakni Yakub, Sasli, Kadus Pebahan dan pemerntah Desa Pulau Kumbang.

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!qawweqw

Penyerahan tanah dari pihak masyarakat di wakili oleh Saudani kepada  KH. Samadikun selaku pimpinan Pondok pesantren Ahluddunya yang rencananya pada tanggal 15 Januari ini akan di adakan acara peletakkan Batu pertama.

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!ddddddddddddddddd

Pembangunan Ponpes Rencananya akan di laksanakan setelah peletakkan batu pertama dan di mulai dengan membangun Masjid. Sumber pendanaan pembangunan berasal dari para Donatur dan para pengusaha dan mitra kerja dari perusahaan swasta yang peduli terhadap pengembangan Keagamaan dan Ekonomi.

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!a

Luas tanah yang di hibahkan untuk kompleks pesantren Ahluddunya adalah 41 Hektar. Adapun yang memberikan hibah adalah; M Jufdin & M. Sasli sebanyak 8,5 Ha, Yakub  2 Ha, Zulkarnaen 1 Ha, H Jakfar 5 Ha, dan warga masyarakat yang Surat Keterangan tanahnya sedang Proses Sebanyak 30 Ha.

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!

Sedangkan lokasi untuk pengembangan ekonomi yang di hibahkan sebanyak 80 Ha. Adapun yang meghibahkan tanah untuk perekonomian tersebut adalah; Saudani 15 Ha, Abu Bakar ; 15 Ha dan warga masyarakat yang Surat keterangan Tanahnya masih proses sebanyak 50 Ha.

IMSerah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!G_1184

Rencana PONPES ini akan mengembangkan potensi lokal yang saat ini masih belum terkelola secara maksimal. Selain pendidikan agama berbasis karater rencana usaha pertanian, Agro wisata dan perikanan juga akan di upayakan sebab menilik potensi yang ada hal tersebut cukup berpotensi, di karenakan tanah yang di hibahkan sebagian besar merupakan tanah kosong di perbukitan yang subur dan dekat dengan pantai yang cukup indah. hal tersebut di ungkapkan Oleh H. Samadikun dalam serah terimanya.

Serah Terima tanah, lebih 100 Hektar Untuk PONPES Ahluddunya…!sssssssssssssss

Pendidikan Formal di Ponpes ini rencananya akan di kembangkan mulai dari tingkat usia dini hingga Perguruan tinggi. Sesuai dengan nama Ponpes yang agak nyeleneh yakni Ahluddunya, Perioritas pendidikan ada pada peningkatan pendidikan berbasis karakter dan pengembangan Perekonomian. (wk tim /06/01/2013).

Kamis, 12 Desember 2013

Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi

Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi


jemabatan maut kayong utara  sungai jambu


SIMPANG HILIR: Kondisi jembatan dibeberapa ruas jalan provinsi Teluk Batang – Sukadana perlu perhatian serius Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Pasalnya dari beberapa jembatan yang ada kondisinya ada rusak. Mulai dari rusak ringan hingga berat, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa.

Menurut pantauan WK jembatan yang rusak tersebut yaitu jembatan di desa Pulau Kumbang, jembatan Sungai Jambu perbatasan antara desa Tl. Melano dan Nipah Kuning serta jembatan Demuni dusun Ampera desa Rantau Panjang. Ketiga jembatan tersebut berada di wilayah Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

Dari ketiga jembatan tersebut yang tergolong rusak berat yaitu jembatan Sungai Jambu. Kondisi di tengah-tengah jembatan ini amblas/cekung dan semen betonnya telah hancur lebih dari dari separuh luas jembatan tersebut, sehingga saat kendaraan melintas seperti roda dua misalnya, terasa memantul dan begetar. Jika kecepatan rata-rata 80 KM/jam saja tentu ini sangat membahayakan pengendara, apa lagi kondisi jembatan tersebut persis berada ditikungan yang sepi dari pemukiman penduduk. Andai saja kita lupa atau tidak tahu bagi pengendara yang sesekali melintasi di jalur ini tentu sangat beresiko sekali.

jemabatan maut kayong utara pulau kumbang

Seperti kasus jembatan Pulau Kumbang. Menurut keterangan warga setempat yang ditemui WK bahwa jembatan tersebut sedikitnya telah menelan 2 orang korban jiwa, 1 orang meninggal di tempat dan 1 orang meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Belum lagi belasan korban patah tulang dan luka-luka lainnya, akibat kondisi tiang-tiang di pangkal jembatan tersebut amblas yang menyebabkan permukaan jalan dan jembatan tidak rata dan membentuk berbendulan setinggi ± 50 cm.

Yang selalu menjadi korban jembatan Pulau Kumbang ialah pengendara dari arah Teluk Batang. Korban tersebut rata-rata penumpang feri dan klotok dari Pontianak yang naik melalui pelabuhan Teluk Batang. Dalam bulan ini saja, Jum’at, 07/12/2013 pukul 04.30 WIB, satu orang lagi menjadi korban meninggal di tempat kejadian. Korban tersebut berasal dari Kota Pontianak yang ingin pulang ke Sungai Awan Kab. Ketapang.

jemabatan maut kayong utara  korban

Menurut Yulisman, anggota Komisi II DPRD KKU, dia dan Ishak, S.T. telah beberapa kali turun meninjau jembatan Pulau Kumbang bersama konsultan, bahkan sampel tanahnya telah diambil konsultan untuk diteliti lebih lanjut, namun hingga detik ini belum ada tanda-tanda bahwa jembatan tersebut akan segera diperbaiki.

Setelah menelan korban jiwa, kondisi jembatan Pulau Kumbang saat ini sudah diperbaiki warga secara swadaya/gotong-royong. Inisiatif ini digagas pak Firdaus bersama warga Pulau Kumbang lainnya. Alhasil, untuk sementara waktu jembatan tersebut sudah nyaman dilalui kendaraan.

Pak Firdaus dan warga lainnya berharap agar pemerintah lebih tanggap dengan kondisi yang ada. Kasus ini jangan sampai terulang sekian kalinya kepada pengguna jalan, “Ungkap pak Daus,” sapaan akrab pak Firdaus. Lebih lanjut pak Daus mengemukakan, kerusakan jalan dan jembatan yang ada ini akibat akutan truk ekspedisi Pontianak – Ketapang yang melebihi kapasitas kendaraan dan jalan yang ada. Selain itu kesadaran masyarakat kita minim juga. Kerusakan jembatan dan jalan pun kadang disebabkan olah tangan warga kita juga.

Tidak dengan jembatan Sungai Jambu dan Rantau Panjang. Hingga hari ini belum ada tanda-tanda untuk perbaikan, baik dari pemerintah maupun upaya dari swadaya warga. Pada hal bukan tidak mungkin 2 jembatan tersebut akan membahayakan pengendara. Seperti jembatan di Rantau Panjang. Telah tercatat dalam ingatan warga sekitar bahwa telah terjadi 4 kasus kecelakaan tunggal di jembatan tersebut sepanjang tahun 2013. Peringatan yang dipasang warga di pinggir jalan pun raib dirusak orang yang tak bertanggung jawab.

Yulisman berharap, beberapa jembatan yang rusak di ruas jalan Provinsi harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi/Kabupaten, terutama Dinas PU, sebab ini sangat membahayakan pengguna jalan, pungkas Yulisman saat meninjau kondisi jembatan Sungai Jambu bersama WK (11/12) kemaren.

Lebih lanjut Legislator asal Dapil 1 (Sukadana – Simpang Hilir) 2009 yang lalu ini menuturkan, syukur-syukur ada inisiatif warga untuk memperbaikinya, seperti jembatan Pulau Kumbang misalnya, jika tidak akan lebih banyak lagi menelan korban jiwa. Sebeb pembangunan jembatan tersebut butuh biaya besar juga, jadi sangat sulit diselesaikan secara swadaya, mengingat kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini sedang tidak baik. Kita pun mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih hati-hati dan waspada sehingga bisa selamat dalam perjalanan, pinta Yulisman.

Minimnya rambu-rambu lalu lintas di sepajang jalan Provinsi dari Teluk Batang – Siduk bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Misalnya rambu-rambu yang menandakan adanya jembatan sempit. Menurut pantauan WK di sepanjang jalan tersebut sangat minim bahkan tidak ada. Jika adapun kondisinya telah rusak. Ini tentu perlu perhatian dari dinas/instansi terkait.

Hal ini tentu perlu perhatian serius kita semua, terutama dari Pemerintah Proivinsi dan Kabupaten, agar 3 jembatan tersebut masuk dalam daftar anggaran prioritas Tahun 2014 mendatang. Sehingga dapat mengurangi dampak laka lantas di jalan raya, apa lagi jalan tersebut merupakan akses jalan provinsi, jalan utama penghubung antar kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat● Iwan/Has