WK-Brand Logo

Sabtu, 16 November 2013

KONDOM BEKAS PAKAI BERSERAKAN DI GEDUNG DPR RI

toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku


Wajah para sekretaris anggota DPR RI yang cantik-cantik dan seksi itu boleh memerah karena skandal seks antara anggota dewan dengan para sekretarisnya yang dilakukan secara kilat di toilet-toilet gedung DPR RI mulai tercium khalayak luas. Kebobrokan moral anggota dewan dan sekretarisnya dilakukan tanpa lagi malu-malu. Setelah lampiaskan napsu, seenaknya mereka buang begitu saja bekas bungkus pelindung (kondom) di tempat sampah toilet.

Bagi anggota dewan dan sekretarisnya, skandal seks di toilet DPR kelihatannya jauh lebih aman dan nyaman dibanding diluar sana yang resiko gegernya lebih besar. Bagaimana tidak akan menjadi geger. Kamera wartawan ada dimana-mana, sementara sebagai wakil rakyat, wajah mereka begitu mudah dikenali. Salah langkah sedikit saja bisa jadi konsumsi berita publik yang berakibat dipecat karena pelanggaran etika. Maka seks kilat di area gedung DPR menjadi pilihan paling aman.
toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku  m
Beberapa lokasi di area gedung DPR RI situasinya memang sepi, termasuk toilet-toilet dan ruang-ruang yang banyak kosong tidak terpakai. Situasi ini semakin mendukung aksi skandal mereka. Ketua DPR RI, Marzuki Ali, tidak menampik skandal ini. Tapi ia tak dapat berbuat banyak kecuali hanya meminta supaya tidak ada lagi kondom-kondom yang ditemukan di tempat sampah.

Sebuah media ibukota melansir pernyataan pengamat politik, Karel Susetyo, bahwa gedung DPR yang luas memang rawan asmara seks dan perselingkuhan, banyak ruang kosong yang sepi dan jarang terpantau orang.

sekretaris dprri skandal mesum  berita kalbar kku warta kayong

“Gedung luas dan tempat sepi ini yang menjadi rawan. Ini kan masalah moral. Tentu harus dikembalikan ke parpol, biar parpol yang bertanggung jawab, kenapa bisa memilih caleg tidak bermoral”, tandas Susetyo.

Media itu juga melansir data dari Badan Kehormatan DPR yang banyak menampung laporan dan aduan perselingkuhan antar anggota dewan ataupun dengan sekretarisnya. Aduan itu dilaporkan mulai dari suami atau istri para anggota dewan. Bahkan ada juga yang datang dari pihak luar yang mengetahui skandal seks di area gedung DPR.

toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku h

Skandal seks di lingkungan gedung DPR RI sudah bukan rahasia lagi. Petugas cleaning service yang bertugas di sana sudah bosan dengan penemuan kondom yang berserakan hampir di setiap sudut gedung. Bahkan seorang petugas cleaning service mengaku tidak sengaja pernah memergoki pasangan mesum di dalam toilet. Tapi, lima lembar uang seratus ribuan pun masuk ke sakunya, katanya sebagai uang tutup mulut.

Kasus perselingkuhan sesama staf anggota DPR pernah diungkap Ivan Fadilla terkait Venna Melinda, istrinya yang diyakini Ivan telah melakukan perselingkuhan dengan sesama anggota dewan. Dan karena sebab itu rumah tangga mereka akhirnya harus berpisah.

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=594530717261237&set=a.408262195888091.84626.117997638247883&type=1&ref=nf

Selasa, 12 November 2013

Perenungan Hidup: Belajar Dari Memelihara Kambing

Perenungan Hidup: Belajar Dari Memelihara Kambing


Oleh Miftahul Huda . 12/11/2013


rutinitas sore hari ternak kambing kayong utara dinas peternakan kku perikanan kku


              Saya dulu waktu masih kecil sempat berpikir, apa sih kehebatan dari seekor kambing???,  Padahal kambing itu cukup bau dan terkadang suka cerewet apalagi kalau malam malam biasanya suka prote kalau tidak di kasih api unggun, heheh sehingga tidak jarang saya bangun malam malam dan menghidupkan kembali apai unggun, kalau musim hujan terpaksa ya pakai racun nyamuk karena mengidupkan api di musim hjan sangatlah sulit disebabkan sampah dan tanah yang basah. Saya sering memperhatikan mereka (kambing-red) memakan makanannya (daun2an) begitu lahap, mereka tidak pernah khawatir dengan hari esok dan selalu melakukan rutinitas seperti hari - hari sebelumnya dengan teman teman mereka, padahal Bisa Jadi mereka sewaktu waktu akan dipenggal sebagai olahan makanan atau di jual. Walaupun dalam kenyataanya kalau saya menjual kambing anak saya yang ikatan emosionalnya sudah terlanjur dekat dengan si kambing, hehhe terkadang suka menangis dan tidak mau kambing di jual, apalagi kalau di sembelih wow ia bisa nangis nangis dari rumah sampai ke sekolah dan di laporkan dengan teman temannya juag gurunya, heheh serius ini cerita anak saya yang lucu. Suatu saat saya menyembelih kambing peranakan etawah sedangkan si kambing itu biasa bermain dengan anak saya, ia sebenarnya tidak setuju kalau kambing itu di sembelih tapi karena si kambing sudah tua ya saya bersikeras tetap menyembelihnya, si anak saya ini nangis nangis sampai di sekolah ia di tanya sama gurunya kenapa nangis nangis, dia bilang dia bersedih kalau kambingnya di sembelih, ia teringat pada saat biasa bermain dan memeluknya, begitu tutur anak saya sambil menangis, hehehe. Sang ibu gurunya hanya tersenyum.


rutinitas sore hari ternak kambing kayong utara dinas peternakan kku perikanan kkudf
Baik sekarang lansgung saja mari kita petik pelajaran dari kambing  di antaranya sbb :




  1. Bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi esok hari karena esok hari adalah Misteri. Sehebat apapun planing kita,sematang apapun planing kita untuk esok hari, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari dan tanpa  seijin Allah SWT planing kita tidak akan membuahkan hasil."Apa yang akan kita lakukan hari ini,lakukanlah yang terbaik..

  2. Kambing mengajari kita cara menjadi pemimpin sebab setiap kali kita menggembala kambing saat kita menarik ia pakai tali maka niscaya si kambing tak mau bergerak, kalau bergerakpun terpaksa bahkan tak jarang kakinya di tancapkan di tanah sambil kita menyeretnya, tapi coba kalau kita dari belakang mengarahkannya pelan pelan dengan perasaan kita, maka kambing akan mengerti maksud dan bahasa kita kemana arah yang kita tunjukkan, artinya apa ?.. ini artinya kalau kita jadi pemimpin jangan suka mengekang orang lain, apalagi mengikat atau mendiktenya dan memaksanya, oke sekali mungkin ia mau tapi lama kelamaan ia akan berontak, alantas apa yang kita lakukan ?>.. yup cukup kita dari belakang membimbingnya sambil kita memberi contoh yg baik dan beri kebebasan tanpa tali pengekang, dengan demikian niscaya kita akan di segani dan dengan keseganan tersebut di awasai maupun tidak ia akan menjalankan sesuia perintah dan tanggung jawab. Heheheh

  3. Kambing juga mengajari kita bagaimana kita harus bersabar, betapa tidak, saat kambing saya beranak Tiga, bisa di bayangkan bagaimana induknya setress dan risau saat punya anak tiga sementara putingnya Cuma tiga, dalam hal ini campur tangan kita dengan penuh ketabahan dan bahasa hati yang tulus harus kita lakukan untuk membanu menysukan si anak kambing (cempe ) ini,  heheh.. kita harus sabar kena tanduk Induk yang setress, kita harus sabar melayani carikan pakan yang hijau dan jamu juga, bahkan mensterilkan kandang dari gangguan nyamuk karena anak kambing yg masih kecil sangat rawan, dan hal ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Belum lagi aklau malam malam kambing pada kemakan nyamuk atau api unggunya mati, lagi lagi kita harus sabar dan tabah untuk turun ke kandang menghidupkan api unggun, belum lagi saat sial kita di kencingi kambing saat menghidupkan api , hehehe .dan setreusnya ini juga harus sabar.

  4. Dan banyak lagi hikmah dari memelihara kambing, silahkan anda pembaca cari sendiri, boleh di sharekan disini pengalamannya atau mau nambahkan silahkan saja. Makasih

Senin, 11 November 2013

Uang Peras Atau Jatah Proyek Program Pemerintah

Uang Peras Atau Jatah Proyek Program Pemerintah


Oleh : Miftahul Huda. ( 11/11/2013)


 uang_peras  jatah proyek kku kayong utara


            Ini kebiasaan yang membudaya dan tumbuh subur di lingkungan pejabat pemerintah, buktinya setiap kali ada proyek, entah itu proyek fisik maupun non fisik ada saja yang namanya jatah liar bagi para (preman berdasi),  ya baik kita sepakat menyebut para oknum pejabat nakal itu dengan gelar preman berdasi saja hehhehe. Tapi ngomong ngomong tentang gaya preman, penulis lebih suka dengan preman sejati dari pada preman berdasi yang kerjanya nyunat atau ngemplang anggaran rakyat, hehehhe, oke baik itu yang penulis suka, tapi lain halnya dengan pembaca, mungkin para pembaca ada yang sepakat dengan penulis, tapi bagi pembaca yang menjadi pelaku  mungkin tak setuju, atau pun mungkin ada yang bekerja sama sebagai pelaku kata gori preman berdasi tadi hehehhe, penulis yakin segala argumentasi pembelaan dan pembenaran akan di lakukan demi melanggengngkan profesi terselubung preman berdasi tersebut, hehehhe, oke baik tidak masalah setuju maupun tidak dengan gelar tersebut yang pasti tidak begitu penting buat penulis untuk tidak menulis cerita berikutnya, anggap saja itu bagian dari indahnya dinamika pendapat, begitu penulis rasa lebih enak dan fleksibel bukan ?....


            Oke baik… Dear, langsung saja ya para pembaca yang budiman, simak baik baik cerita fakta bukan fiksi teman penulis ini, ceritanya ia mengeluh dengan penulis bahwa ia beberapa kali punya program dan alhamdulilah di ACC oleh pihak instansi terkait, tapi yang membuat ngeluhnya itu adalah pajak liarnya itu, hehehhe, kok pajak liar ?.. begini dia bilang “ aduh baang saya ni dilema juga dengan orang Dinas ……., dia minta jatah sepuluh persen, terus Dinas ……. minta juga sepuluh persen, jadi dana yang seharusnya di peruntukkan untuk program ini ni bisa ideal, tapi karena di sunat oleh orang dinas ni jadi akhirnya kurang maksimal, sementara kami ini sebagai pengelola di tuntut harus sesuai dengan prosedur, tapi karena udah di sunat ya terpaksa kami harus kerahlan tenaga lebih untuk kerja bakti “. Aduuh kasian ya dengan nasib teman penulis ( sesuai permintaan namanya tidak mau di publikasikan ), ini artinya apa ayo ?... silahkan para pembaca berasumsi ria dengan statement teman penulis tersebut ?.


suap  jatah proyek kku kayong utara


            Inilah cerminan bobroknya moral negeri ini, beberapa waktu lalu penulis ingat di postingan warta kayong tentang krisis multi dimensi ( baca di : http://wartakayong.wordpress.com/2013/10/27/krisis-multi-demensi-berlanjut-kesalahan-itu-kita-yang-memulainya/  ), di sana di ulas juga bahwa kita miskin keteladanan, hampir sudah tidak ada lagi keteladanan di bumi pertwi saat ini, dari pejabat kacangan sampai pejabat tinggi di tingkat pusat prilakunya kebanyakan sudah tidak bisa di jadikan panutan lagi, dan sekarang bagaimanakah di daerah kita ?. … berdasarkan dari sedikit kisah fakta di atas silahkan anda jawab sendiri.


            Ada lagi kisah nyata lain yang membuat bulu kuduk penulis merinding dan gigi gemeretuk karena geram, teman penulis yang juga identitasnya minta di rahasiakan ceritanya punya produk yang mau di patenkan dengan label tertentu, eh cerita punya cerita dari sang tenaga survei dari dinas instansi ini minta jatah uang nginap dan transportasi, padahal kalau di fikir ini produk yang mau di patenkan hanya produk lokal yang baru mau berkembang, belum apa apaan sudah di mintai uang dengan alasan tetek bengek, emang uang tinggal nyetak apa ?, wajar saja banyak produk lokal dan para pengrajin atau masyarakat kelas bawah yang terus saja miskin dan tidak bisa mengembangkan produknya, di sebabkan budaya nakal Jatah preman berdasi seperti ini. Kalau di fikir lagi padahal orang Dinas tersebut tentu punya uang anggaran perjalanan dinas bukan ?. dan biasanya juga ada uang saku, La terus apa sih maksudnya masih meminta jatah lagi dari penguasa pemula yang masih kesusahan. Masyaallah,… Astghfirullaah….... geram rasanya penulis dengan tutur cerita nyata teman penulis tersebut.


            Ada Benarnya juga dengan apa yang di sampaikan salah seorang anggota group facebook bahwa Indonesia tak terkecuali Kayong Utara akan berubah drastis kalau generasinya di pangkas, heheh. Tapi itu kan tak mungkin, itu terlalu ekstrim dan terlalu emosional, tenang men tenang ini adalah proses men, semoga saja para genarasi yang siap menggantikan generasi yang sudah terlanjur menjadi Preman Berdasi tersebut tidak ketularan penyakit psikolgis tersebut hehehhe.


            Ayo para genarsi muda harapan bangsa, yang terkhsus masih di bangku pendidikan baik SD sampai Kuliah, bangun dan kokohkan karakter kalian untuk menjadi orang yang benar bukan hanya pintar saja, karena orang Pintar di negri ini sudah terlalu banyak terbukti tidak benar, maka niatkanlah kalian jadi orang Benar saja cukup. Dari kalianlah harapan itu tertumpu, dari kalianlah kayong utara ini akan di bawa kemana nantinya, Jika saat ini harapan sudah susut, maka kami yakin kalian lah yang akan membawa harapan untuk kayong utara kelak bersinar. Jika saat ini bau bau tak sedap terkadang masih menusuk, harapannya kelak kalian bisa menebar wangi, jika saat ini segilintir orang baik hanya di jadikan pelengkap atau tumbal, semoga kelak kalianlah yang melengkapi menjadi orang baik tersebut dan mengambil alih tali kendali dan bisa membawa perubahan . Amieen

Minggu, 10 November 2013

NILAI KEPAHLWANAN YANG KIAN TERKIKIS

NILAI KEPAHLWANAN YANG KIAN TERKIKIS


Oleh: Hasanan


pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download


Tak terbantah, kemerdekaan yang diraih Republik ini, itu berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan semangat para Pahlawan tanpa mengenal kata pasrah, mengeluh dan putus asa berjuang, merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jiwa, raga, pikiran dan harta mereka konsentrasikan untuk perjuangan, bahkan hingga meregang nyawa. Tak tak terpikir dibenak mereka gaji, tunjangan, jabatan apa lagi untuk korupsi. Hari-hari mereka lalui dengan berpikir dan bertindak bagaimana penjajah di bumi Pertiwi ini bisa hengkang.


Hari ini, begitu indah, nyaman dan tenangnya alam kemerdekaan yang mereka anugerahkan buat kita. Tak ada rasa takut akan moncong senapan dan letupan bom atau meriam. Begitu indah semua aktivitas harian yang kita lalui tanpa dibayangi rasa takut sebagaimana perang.


pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download  pahlawan indonesia kab kayong utara 2007 - 2013 silahkan download

Berabad-abad hidup dalam cengkraman penjajah ternyata tak berbanding lurus dengan usia kemerdekaan Indonesia hari ini. Di usia kemerdekaan RI ke- 68 tahun ternyata penjajahan itu tetap ada, yaitu penjajahan atas bangsa sendiri, bahkan ini terasa sangat kejam dari cerita kolonialisme sesungguhnya. Tenyata prediksi Soekarno 68 tahun yang lalu itu benar adanya, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”


Dan wajar saja generasi hari ini banyak tak mengenal pahlawannya, tak hafal lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasionalnya, tak tahu Pancasila, tak ngerti membaca teks Proklamasi dan Sumpah Pemuda, abai dengan UDD ’45 karena maknanya telah berubah menjadi (Ujung-Ujungnya Duit) “Ungkap Slank.” Kenapa ini bisa berubah? Faktor eksternal dan internallah yang mempengaruhinya. Faktor Eksternal bisa berupa pengaruh budaya asing, arus globalisasi, moderenisasi dan lain-lain. Faktor Internal bisa karena buruknya sistem yang diwariskan dari priode ke priode dan faktor lainnya, sehingga mengkristal di dalam kehidupan sosial dan menjadi budaya baru bagi bangsa Indonesia.


Pertanyaan yang muncul, masih adakah Pahlawan-pahlawan disekitar kita hari ini? Jawabannya relatif. Lalu bagaimana cara kita membedakan antara pahlawan atau bukan? Jawabannya sederhana sekali, yaitu mereka yang senantiasa ikhlas dan selalu hadir membela di saat kita dalam kondisi sulit atau ditimpa masalah, dan mereka yang selalu tulus memperjuangkan hajat hidup orang banyak tanpa mengeluh dan menghitung pamrih. Jumlah mereka tidak pernah banyak. Kenapa? Kerana tidak semua orang mampu melakukan apa yang mereka lakukan. Jadi pantaslah mereka disebut Pahlawan. Namun sayang, saat ini sangat sulit kita temui pahlawan sejati. Semuanya selalu diukur dengan materi, sehingga seperti bangsa hanya bisa mewariskan korupsi.


Presiden RI Pertama pernah berujar saat memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 1961, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Nah, masalahnya hari ini kata menghormati itu sudah langka, pudar ditelan masa. Boro-boro menghormati pahlawan, menghormati ortu sendiri saja sulit, apa lagi melakukan apa yang dilakukan oleh seorang pahlawan? Kita boleh saja tak hafal Sumpah Pemuda, Proklamasi, Lagu Kebangsaan dan lain-lain, tapi jangan pernah melupakan jasa-jasa mereka (para pahlawan) kita. Kita bisa menikmati indahnya hidup ini – itu berkat perjuangan mereka kan? Jadilah bangsa dan pribadi yang pandai berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa kepada kita.


Moment 10 Nopember saat ini adalah moment yang tepat untuk kita introspeksi diri. Introspeksi apakah kita termasuk orang yang tak pandai berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa pada kita? Apakah kita termasuk kategori manusia angkuh dengan kelebihan yang kita miliki? Atau kita tak pandai bersyukur atas nikmat-Nya yang tak pernah kering mengalir dikehidupan kita? Sudahkah kita jadi pahlawan buat orang lain dan orang-orang disekitar kita, minimal pahlawan buat keluarga sendiri? Ataukah kita malah hanyut dengan kezaliman dan menikmati kemaksiatan-kemaksiatan? Wallahu a’lamu. Hanya Tuhan dan kita yang tahu.


“Miskin yang paling aku takuti bukanlah miskin tidak memilki harta atau tahta, tetapi ketika aku miskin dari kepekaan kepada sesama dan tidak memiki hati nurani untuk peduli, naluri untuk menghormati dan miskin dari rasa malu melakukan kesalahan.”


ltif jadi


Mereka (pahlawan) dulu tidak pernah berpikir akan mendapat gelar sebagai Pahlawan hari ini, yang mereka pikirkan bagaimana caranya agar pejajah di nusantara ini bisa musnah/disingkirkan. Dan benar bahwa anugerah itu selalu ada bagi orang-orang yang senantiasa ikhlas dan teguh dengan nilai-nilai perjuangannya.


Selamat Hari Pahlwan 10 Nopember 2013. Jasamu tak pernah kulupakan, terpatri dihatiku dan akan tetap kuwariskan kepada generasi mendatang. Untukmu, istirahatlah dengan tenang di alam sana, tempat yang istimewa disisi Tuhanmu, dan sebaik-baiknya tempat yang paling pantas atas jasa-jasamu.

Rabu, 06 November 2013

TBI, Tahun yang Sepi dari Umatnya

TBI, Tahun yang Sepi dari Umatnya


hasana warta kayong rantau panjang kalbar

Oleh: Hasanan


Sebagian agama atau suku tertentu di muka bumi ini memiliki nama tahun atau penanggalan sendiri. Demikian juga dengan Islam. Bulan Muharram, tetapnya tanggal 1 Muharram adalah Tahun Baru bagi umat Islam se- dunia. Bulan ini merupakan bulan penting bagi umat Islam, sebab disinilah awal peradaban Islam hingga berabad-abad memimpin dunia dengan peradaban Ilmu dan Iman, yang kala itu Barat dan Erofa masih dikuasai pemimpin jahiliyah.


Sejarah Singkat Sejarah 1 Muharram itu ditetapkan berdasarkan bulan/tahun Hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yasrib – nama Madinah al-Munawarah sebelumnya, yaitu pada tahun 622 M. Penetapan itu ditetapkan 6 tahun setelah Rasullullah meninggal melalui rapat alot para sahabat nabi, sehingga pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan tahun Hijriyah sebagai kalender resmi umat Islam. Penetapan 1 Muharram pertama tersebut bertepatan 16 Juni 622 M.


Sebelum Islam lahir (pra Islam), sistem penaggalan Hijriyah telah ada di jajirah Arab waktu itu. Hanya saja lebih dikenal dengan sistem campuran antara bulan (Kamariyah) dan matahari (Syamsiah) dan tidak baku. Kemudian penetapan tahun pra Islam ditentukan sesuai dengan kejadian, misalnya tahun kelahiran Rasullullah yaitu Tahun Gajah, karena pada masa itu ada segerombolan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah ingin menyerang Makkah dan menghancurkan Ka’bah, makanya disebut Tahun Gajah. Baru pada tahun ke- 9 priode Madinah sistem ini direvisi.


Kalender Islam (al-Taqwim al-Hijri) Berbeda dengan kalender lain, pergantian hari dalam kalender Islam yaitu setelah terbenamnya matahari waktu setempat berarti beganti pula hari. Sedangkan kalender Masehi, pergantian hari itu terjadi tepatnya pukul 00.00 waktu setempat. Megapa kalender Hijriyah demikian? Karena Hijriyah menggunakan metode perputaran bulan, bukan matahari.


Sekedar bacaan buat kita dan untuk mengulang/mengupdate ingatan kita, berikut saya paparkan nama-nama bulan dan jumlah harinya dalam satu bulan berdasarkan Kalender Hijriyah. Jika dihitung dalam setahun maka jumlah hari menurut Islam yaitu berkisar antara 354 hari – 355 hari. Adapun nama-nama bulan tersebut, yaitu: 1. Muharram = 30 hari 2. Safar = 29 hari 3. Rabiul Awal = 30 hari 4. Rabiul Akhir = 29 hari 5. Jumadil Awal = 30 hari 6. Jumadil Akhir = 29 hari 7. Rajab = 30 hari 8. Sya’ban = 29 hari 9. Ramadhan = 30 hari 10. Syawal = 29 hari 11. Dzulkaidah = 30 hari 12. Dzulhijjah = 29/30 hari.


Kemudian nama-nama hari dalam Islam, yang nama tersebut berlaku untuk semua kalender di dunia. Nama-nama hari tersebut diambil dari bahasa Arab (Islam), hanya saja pelafasan yang kita dengar sekarang agak berbeda, namun kata dasar atau etimologinya (asal katanya) yaitu dari bahasa Arab tersebut. Nama-nama hari yang dimaksud yaitu: 1. al-Ahad (Minggu) 2. al-Itsnayn (Senin) 3. ats-Tsalaatsa’ (Selasa) 4. al-Arba’aa / ar-Raabi’ (Rabu) 5. al-Khamsatun (Kamis) 6. al-Jumu’ah (Jumat) 7. as-Sabat (Sabtu).


Makna Hijriyah (Hijrah) Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti pindah, menjauh atau menghindar. Sedangkan menurut bahasa Hijrah itu bisa berarti bahwa upaya keras untuk menjauhi sesuatu yang banyak mengandung mudharatnya ketimbang manfaatnya, misalnya hijrah dari perbuatan buruk menuju perbutan baik dan bermanfaat. Bahkan ada pendapat, “Jika ingin memperbaiki kualitas hidup dan ekomini, maka harus hijrah,” yang berarti bisa hijrah caranya atau pindah tempat usahanya jika di tempat usaha kita sekarang tidak punya prospek.


Sesorang yang mempertahankan cara-cara lama yang tidak relevan tanpa ada usaha untuk hijrah (memperbaiki), maka orang tersebut akan terbelakang dan tetap dalam keterpurukan sifat. Hijrahnya Rasullullah adalah inspirasi besar buat kita bahwa hidup itu perlu perubahan kearah yang lebih baik. Sebab itu ketika rasul sampai di Yasrib merubah nama Yasrib dengan nama Madinahtul al-Munawarah yang artinya Kota yang Terang Benderang (bercahaya), sedangkan Yasrib berarti tercerai-berai. Pesan moralnya ialah bahwa nama yang baik akan menginspirasi orang untuk melakukan kebaikan-kebaikan, dan itu terbukti di Madinah.


Fenomena Muharram Kekinian Sejak 2002 yang lalu, saya jadi kurang tertarik untuk ikut-ikutan memeriahkan tahun Baru Masehi, apa lagi dengan pesta yang berlebihan. Mohon maaf, bukan berarti saya anti Masehi, saya malah menghormatinya. Namun ada beberapa alasan yang mendasari saya untuk tidak larut dalam pergantian tahun tersebut, antara lain yaitu: 1. Mengapa Masehi begitu meriah dirayakan orang-orang Islam, sedangkan Hijriyah sepi dari perayaan, paling-paling sebatas memperingati di Masjid-masjid atau mushalla saja, itu pun sepi, yang hadir kebanyakan kaum tua saja, kaula mudanya entah kemana; 2. Bahwa Masehi lebih cenderung diperingati dengan hal-hal yang bersifat hura-hura dan perbuatan mubajir. Bagaimana tidak? Miliyaran rupiah uang dibakar (kembang api) secara sia-sia pada malam itu. Andai saja uang tersebut disumbangkan ke fakir-miskin, panti jumpo, panti asuhan, masjid/mushalla yang sedang dibangun, ponpes atau orang-orang yang membutuhkan dan berada di bawah garis kemiskinan tentu sangat besar manfaatnya dan tentu bernilai pahala. Anehnya untuk kegiatan sosial seperti ini kita mikir seribu kali dan bilang tak punya uang, tapi untuk hal yang bersifat hura-hura/mubajir seolah-olah kitalah yang paling kaya; 3. Selain hura-hura/mubajir, malam pergantian tahun Masehi biasanya dihiasi dengan pesta mabuk-mabukan, menari telenajang, pawai/arak-arakan yang tidak tertib dan menganggu bahkan ada yang pesta seks; 4. Tahun baru Islam Miskin dari Ucapan, hanya orang-orang tertentu saja yang mengucapkannya. Sementara tahun baru Masehi orang pada berebut mengucapkan “Selamat Tahun Baru 20….,” misalnya, baik via SMS, FB, Twit, spanduk atau baleho-baleho. Anehnya itu dilakukan orang-orang yang mengaku Islam. Hehe….


Sering saya berkoordinasi dengan teman-teman dalam bahasa santai. Saat saya tanya, “Mengapa Tahun Baru Islam sepi dari perayaan, sedangkan Tahun Baru Masehi bermacam-macam perayaan untuk memperingatinya?” ada yang menjawab “Lainlah, inikan tahun nasional, berlaku untuk semua.” Ada yang bilang pula, “Tahun Baru Hijriyah kan tidak cocok untuk melakukan pesta-pesta seperti itu, sementara Masehi kita bebas saja.” Kemudian ada yang bilang juga “Tahun Hijriyah tu tidak seru,” dan lain-lain.


Hehehe. . . . Ada benarnya juga ya gak sob pendapat tentang 2 moment tahun di atas. Jika yang menjawab “Lainlah, inikan tahun nasional, berlaku untuk semua.” Nah pertanyaannya, kenapa Tahun Baru Islam (TBI) tidak kita rayakan juga, Inikan tahun baru kita juga? Rupanya peringatan dalam pandangan mereka itu selalu diidentikan dengan pesta-pesta. Emang TBI itu tidak bisa dirayakan dengan pesta? Tentu bisakan? Tapi pesta yang tidak berlebihan dan tentu sesuai dengan tuntunan agama kita. Dan Islam menyebut itu bukan pesta, tapi acara syukuran sebagai bentuk syukur kita kepada Allah bahwa kita masih diberi umur panjang dan bertemu pada tahun baru tersebut. Jika mabuk-mabukan, bakar uang, pesta seks atau kebut-kebutan di jalan raya itu bukan syukuran namanya, tapi itu adalah pertunjukan dari bentuk kemubajiran, kezaliman atau kemaksiatan kita.


Sebagai generasi Islam, harusnya kita bangga bahwa kita memiliki kalender tersendiri (Kalender Hijriah/al-Taqwim al-Hijri), memiliki tahun baru sendiri. Benar, memperingati TBI itu bukanlah perintah/kewajiban, namun salahkah sebagai penganut Islam kita memperingati/merayakan TBI tersebut? Tentu tidak! Sebab, selain sebagai evaluasi diri kita pada tahun sebelumnya, ini pun merupakan momentum bagi kita untuk mempertembal keyakinan kita tentang Islam itu sendiri, menggali pelajaran yang berharga dari hijrahnya nabi serta melestarikan khazanah Islam yang mengandung pesan-pesan moral yang sangat tinggi.


Sepinya TBI dari pengikutnya ini tentu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita bersama. Perlu langkah dan metode-motode baru dalam memotivasi generasi Islam agar mereka cinta khazah Islam yang ada. Sehingga kedepan mereka tidak hanya mengetahui Tahun Baru Masehi (TBM) saja namun mencintai dan tidak melupakan TBI mereka sendiri.


Semoga bupati Baru kita bapak H. Hildi Hamid dapat mewujudkan janjinya yang sempat tertunda pada priode 2008 – 2013, yaitu menjadikan bulan Muharram sebagai Gawai Akbar masyarakat KKU lakyaknya Robo-roba di Mempawah, dan menjadikan ini sebagai agenda daerah pada priode 2013 – 2018 kepemimpinan beliau saat ini dan seterusnya. Inssya Allah, selain bernilai ibadah, juga bermanfaat sebagai motivasi buat masyarakat serta akan menjadi pendapatan daerah jika kita desain sebaik mungkin bahwa 1 Muharram adalah pesta bagi rakyat KKU, tentu ini menjadi wisata menarik bagi wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional. Semoga, amin.

Selasa, 05 November 2013

" Kondisi Kerangka Masjid BABUL HASANAH Dalam Keadaan terbengkalai "

KONDISI MASJID BABUL HASANAH DESA RANTAU PANJANG


Oleh : Irwansyah


       


Masjid Bubul Hasanah terletak di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, yang berlokasi di RT 6 Dusun Tembok Baru dengan luas bangunan yang ada ± 45 M² dengan luas tanah bangunan 650 M². tahun 2008 panitia telah mendapatkan tanah hibah disekitar masjid dari sdr. Alhusaini seluas ± 300 M². kemudian Jadi luas keseluhan tanah hibah/wakab masjid  ± 950 M².   Dari luas tanah tersebut, panitia akan merubah pembangunan yang ada dengan bangunan yang baru, mengingat bangunan yang ada sudah terlalu tua usianya dan pondasi yang ada sudah banyak yang rapuh, karena bangunan tersebut menggunkan bahan/material dari kayu ulin dan penyangga dari kayu kelas 1 yang telah termakan usia. Kemudian jarak masjid tersebut terlalu dekat dengan badan jalan raya (jalan provinsi), sehingga dari sisi keamanan dan keindahan sangat tidak aman dan menarik.


Letak Masjid Babul Hasanah sangat strategis, karena letaknya persis di pusat akses jalan desa Rantau Panjang yang berdampingan dengan TK Sartika dan TPQ Miftahul Jannah Desa Rantau Panjang. Secara geografis letak masjid tersebut yaitu utara berbatasan dengan TK Sartika/TPQ Miftahul Jannah, selatan dan barat berbatasan dengan tanah  masyarakat setempat dan timur berbatasan dengan jalan propinsi.



Peletakan Batu Pertama oleh Bapak Bupati Kayong Utara


Bapak H. Hildi Hamid


Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Sang Khaliq. Selain itu juga merupak simbol Persatuan Umat Islam dalam kehidupan sosial. Selain sebagai tempat sarana dan prasana Ibadah, Masjid juga sebagai tempat untuk melakukan aktivitas lainnya seperti Pengajian, Peringatan hari-hari besar Islam, tempat musyawarah kaum Muslimin serta tempat menempa/membina Mental Spiritual dan bahkan Masjid dapat menjadi pusat/sentral perekonomi masyarakat serta tempat untuk menetapkan kebijakan publik.


Seperti halnya yang kami telusuri di Masjid Babul Hasanah Desa Rantau Panjang ini tentu tidak terlepas dari manfaat dan fungsi tersebut di atas, baik aktivitas Agama Islam maupun aktivitas social lainnya. Namun untuk menjadi sentral perekonomian umat masih jauh dari harapan. Bukan tidak mungkin, tetapi memerlukan proses yang luar biasa panjang, karena Masjid ini masih dalam tahap pembangunan yang memerlukan Dana yang tidak sedikit. Menurut Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah yang kami temui; Yang terpenting bagi yayasan/panitia adalah bagaimana mewujudkan bangunan fisik masjid yang sangat memprihatikan ini, sesuai dengan program pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang.


Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.


      


Kondisi Masjid Babul Hasanah Hingga 2013 saat ini


Menurut Panitia Melihat kondisi Masjid Babul Hasanah yang sangat memprihatikan tersebut, maka Yayasan Pendidikan Sartika mengambil bagian dalam Memobilisasi komponen umat Islam yang ada, salah satu upaya yang dilakukan Pihak Yayasan yaitu membangun komunikasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan mengakomodir Panitia pembangunan Masjid Babul Hasanah ke dalam Yayasan.


Dari hasil komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Yayasan Pendidikan Sartika, disepakati bahwa untuk melaksanakan pembangunan dan merawat masjid tersebut, Panitia pembangunan Masjid Babul Hasanah Rantau Panjang bergabung dan bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Sartika Kabupaten Kayong Utara.


Adapun tujuan yang ingin dicapai yayasan/panitia yang terbentuk, secara garis besar  yaitu   :




  1. Terbangunnya fisik Masjid Babul Hasanah yang sesuai dengan item dan bidang perkerjaan yang ditetapkan oleh panitia;

  2. Mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, baik warga muslim Rantau Panjang maupun masyarakat muslim pada  umumnya;

  3. Memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan silaturrahmi dalam kehidupan;

  4. Sebagai motivasi masyarakat dalam beribadah, baik ibadah yang bersifat ritual maupun ibadah sosial;

  5. Menjembatani pembangunan yang mengacu pada aspek aspirasi sosial dan tujuan prioritas yang akan dicapai;

  6. Menjalin pola kemitraan, baik dengan pihak swasta maupun pemerintah, baik di dalam maupun diluar daerah.


Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.


   


Kondisi Masjid Babul Hasanah Hingga 2013 saat ini


Menurut Panitia Pembangunan yang kami temui, Untuk mencapai tujuan tersebut tentuya dibutuhkaan dukungan, sumbang saran, support dana dari semua kalangan Umat Muslim dimuka bumi ini.  Sebelum berita ini kami terbitkan, Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah telah berusaha untuk mencari sumber sumber dana/biaya yang dianggap sangat potensial yaitu: dimulai dari Iuran Rutin Panitia, Swadaya masyarakat, Donatur atau dermawan, Pemerintah dan Perusahaan/proyektor pembangunan, serta Usaha lain yang sah dan tidak mengikat


Dari ke- 6 sumber dana/biaya yang dijelaskan Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah ini, yang paling dominan adalah yang bersumber dari para Donator/Dermawan dan Pemerintah. Sebab Donator/Demawan adalah orang yang bergerak di bidang usaha/wiraswasta yang secara finansial memiliki ekonomi lebih dari masyarakat petani dan nelayan. Sedangkan Pemerintah adalah individu atau penyelenggara pemerintahan yang berkewajiban mengayomi serta menyelenggarakan pembanggunan, baik yang berupa fisik maupun non fisik. Dalam hal ini kafasitas pemerintah adalah fasilitator pembangunan dan pelayan publik. Sebagai penyelenggara pemerintahan, sudah tentu pemerintah memiliki fasilitas dan kemudahan serta anggaran yang tesedia. terutama penyelenggaraan pemerintahan daerah Otonomi dewasa ini.


         Kemudian sumber dana/biaya yang di dapat dari swadaya masyarakat dapat diperkirakan minim sekali, mengigat ekonomi masyarakat rata-rata dibawah garis kemiskinan. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan lapangan pekerjan yang tersedia, kondisi ekonomi yang belum setabil serta rendahnya SDM yang ada. Sedangkan dana yang didapat dari perusahaan sangat relatif, artinya biasa saja mencapai angka diatas setandar dan bisa juga di bawah standar  atau bahkan nol sama sekali dalam arti kata adanya tekanan/kerterbatasan secara finansial oleh perusahaan itu sendiri. Hal ini tentunya tergantung pada keberadaan dan kesediaan perusahaan/peroyek tersebut untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah ini (Masjid Babul Hasanah).


            Dari hasil penelusuran Media Online Warta Kayong, kami sempat men-scan data anggaran Perencanaan pembangunan & biaya-biaya yang telah dipergunakan dalam pembangunan yang sedang berjalan. Berikut data yang kami peroleh dari Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah yaitu Sdr. ZAMRONI selaku Bendahara Pembangunan:


Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.


  


 Data Rencana Anggaran                                      Data Kekurangan Dana Anggaran


          Dari hasil data tersebut Jumlah pendapatan selama 3 tahun hingga 2013 yang hanya berjumlah Rp. 278.664.000,- sehingga kekurangan dana yang sejumlah Rp. 614.346.000,- memang sangat diperlukan support dan dukungan Dana dari semua kalangan, agar semua pembangunan yang telah berjalan tidak terbengkali sehingga bisa lekas diselesaikan minimal pencapaian pembangunan fisik 80%.


         Bagi Pembaca berita ini, Warta Kayong selaku Mediasi Online mengajak Handai Taulan untuk memberikan dukungan/mensupport dana kepada Masjid ini.  Besar harapan Panitia Pembangunan Masjid ini, Jika ada ke-Ikhlasn hati handai taulan semua untuk mejadi Donatur atau ingin Menyumbang Dana guna membantu kesulitan Yayasan/Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah dalam pencarian Dana, kami Media Warta Kayong telah memperoleh Nomor Rekening Masjid tersebut dari sdr ZAMRONI selaku Bendahara.


Rekening Masjid Babul Hasanah Desa Rantau Panjang:


Bank                     : BRI UNIT TELOK MELANO


Nama                   : BABUL HASANAH RANTAU PANJANG


No. Rekening    :     4812-01-004292-53-5


Alamat                : Desa Rantau Panjang RT:06/RW:II


                Ucapan terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada semua kalangan,  jika berikhlas hati untuk mensupport dana bagi Masjid kami dan sedikit mengurangi beban panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah ini pencarian Dana/Biaya pembangunan ini. Tutur  sdr  Zamroni dkk Panitia ketika ditemui di Masjid tersebut. Wassalam

Senin, 04 November 2013