WK-Brand Logo

Sabtu, 14 Desember 2013

Bentangor Milik Yayasan Palung Diserbu Warga

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar3

Hari ini, Sabtu (14/12/2013), bertempat di Desa Pampang Harapan Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara, aula Bentangor milik Yayasan Palung didatangi warga. Pasalnya aula yang berukuran lebih kurang 64 M² tersebut bukan diserbu para demonstan, namun para peserta pelatihan Citizen Jaunalism, atau dalam bahasa kampungnya yaitu Jurnalisme Kampung.

Kegiatan yang digagas United States Agency International Develoment (USAID) Amerika bekerjasama dengan Yayasan Palung, ini benar-benar menantang ide-ide berpikir peserta. Para peserta merasa termotivasi untuk menulis, sebab pemateri yang dihadirkan USAID adalah orang-orang  yang bergelut dalam dunia jurnalistik, yang pengalaman mereka tidak diragukan lagi.

Para pemateri yang mengisi pelatihan jurnalis tersebut diantaranya Severianus Endi (wartawan The Jakarta Post), Budi Miank (Pemred Pontianak Post), Pay Jarot Sujarwo (penulis aktif), Rantan dan Alexander Merieng dari USAID, serta turut hadir Mahmudi (watawan Pontianak Post) dan Abdul Khair (wartawan TVRI Kalbar).

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari, yaitu 14 – 15 Desember 20103, dengan perserta yang terdiri dari kalangan pelajar SMA, guru, aktivis masyarakat dan perwakilan ormas lainnya. Lebih dari 20 orang peserta antusias mengikuti pelatihan ini. Sedangkan dari Warta Kayong (WK) mengutus empat orang reporternya, guna untuk mendalami ilmu jurnalistik sebagai bekal awak media WK dalam mengelola medianya.

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar

Dalam kesempatan tersebut, pak Rantan sebagai perwakilan USAID mengatakan, pelatihan ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Kayong Utara. Ini tentu wujud kepedulian USAID pada masyarakat KKU dan lingkungannya. Sebab bagi kami, peran media sangat besar dalam mempengaruhi pandangan orang lain.

Yang terpenting, “Lanjut pak Rantan,” manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Satu hal lagi  pesan yang ingin saya sampaikan untuk kita semua, jika anda menjadi penulis, tolong juga angkat masalah yang ada kaitannya lingkungan dan kelestariannya. Sebab lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Jangan sampai nasib kita seperti Ethopia. Kerusakan alam Ethopia yang berlangsung panjang akibat ulah pendahulu mereka, membuat rakyat Ethopia menderita dan mati kekeringan hari ini.

Pemateri selanjutnya Pay Jarot Sujarwo. Pay, (panggilan akrab Pay Jarot Sujarwo) pun banyak berbagi pengalamannya sebagai penulis. Beliau aktif menulis sejak SD hingga sekarang. Buku diary adalah teman akrabnya. Dari buku-buku diary tersebutlah lahir 17 buah karya tulisnya yang sudah dibukukan, salah satu karyanya momentalnya yaitu “Sepok, Dari Kampung Arang Hingga Kampung Orang.” Sebab beliau berasal dari Kampung Arang Kab. Kubu Raya, diundang keliling dunia karena hasil karya tulisnya.

Kemudian, jika anda ingin menjadi penulis hebat kuncinya hanya tiga, yaitu: Menulis, Menulis dan Menulis. Namun perlu diingat “Lanjut Pay,” seorang penulis pun harus aktif dengan buku dan harus banyak membaca, kerena dengan membaca akan menambah pengetahuan dan pengalaman kita, sehingga hal tersebut menjadi motivasi dan referensi kita dalam menulis. “Jangan pikirkan apa yang ingin Anda tulis,  tapi tulislah apa yang Anda rasakan,” motivasi Pay kepada peserta.

Dalam membuat dan menyampaikan berita, itu harus benar-benar fakta, bukan rekayasa lapangan atau hasil renungan di atas meja, sebab beda antara opini dan berita tersebut. Jika anda salah menulis berita, apa lagi tanpa konfirmasi dengan narasumbernya, maka itu bisa fitnah, anda bisa dituntut “terang Severianus Endi,” penyampai materi setelah Pay.

Hasanan Jurnalis KKU Kalbar2Suasana hangat, santai dan penuh ilmu tersebut membuat para peserta merasa rileks dan enggan beranjak dari tempat duduknya. Tambah lagi suasana alam yang sejuk dan asri di sekitar lokasi pelatihan, membuat peserta merasa betah dan nyaman mengikuti pelatihan.

Perasaan menyenangkan tersebut diakui salah satu peserta, Ario, siswa kelas 2 SMA 2 Sukadana. Dia merasa senang mengikuti pelatihan ini, karena selain menambah wawasan saya, saya pun jadi lebih semangat lagi untuk menulis. Apa lagi pelatihnya degel-degel (lucu/suka humor), jadi kami tidak nagntuk mendengarnya, “aku Ario.”

Antusiasme peserta begitu terasa. Dari sekian tugas yang diberikan nara sumber, tak satu pun dari peserta yang mengeluh atau tidak melaksanakannya. Kerana bagi peserta ini adalah momen penting yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana harapan pak Rantan perwakilan USAID – fasilitator pelatihan Citizen Jounarlism alias jurnalis kampung● (Has)

Jumat, 13 Desember 2013

Obrolan Warung Kopi Bersama Gadis Belia 14 Tahun

Obrolan Warung Kopi Bersama Gadis Belia 14 Tahun


“Putus Sekolah Lantaran Ekonomi & Motivasi “


 obrolan wartakayong di warung kopi sukadana erna

“Saye tak sekolah karene saye mau cari kerje bang”.  Itulah kalimat kunci mati dari Erna 14 tahun yang bekerja di salah satu warkop Sukadana. Beberapa kali kami bertanya jawabannya tetap seperti itu. Ia kukuh dengan niatnya sehingga ia akhirnya di terima bekerja di warkop tersebut.

Yang menarik dari gadis belia berwajah bulat berkulit putih ini adalah bagaimana ia justru memilih Bekerja bukan malah sekolah. Pasalnya seusianya yang masih belia dimana masa ia harus belajar dan berinteraksi dengan teman sebayanya, justru ia saat ini malah bekerja mencari penghasilan walaupun hasilnya pas pasan untuk kebutuhannya sendiripun itu mungkin juga tidak cukup. di tambah lagi waktu kerjanya yang panjang dan padat, mulai start jam 05 pagi ia sudah mulai bekerja sampai jam 12 malam, begitu seterusnya setiap hari.

Kabar baiknya ia di warkop tersebut memang on time, dan sekedar hanya membuatkan kopi atau jamuan lain, tidak lebih. Sehingga ia tidak memiliki kesempatan bergaul bebas sebagaimana anak luar rumah yang tak terkendali. Tapi kembali lagi sangat di sayangkan ia tak mau sekolah hanya karena pundi pundi rupiah yang tak seberapa bagi kita namun baginya cukup berarti.

Menurutnya sekolah tidak terlalu penting, sehingga ketika tamat Sekolah Dasar ia langsung saja bekerja. Ketika kami tanya tentang bagaimana orang tuanya, ia jawab justru orang tuanya mendukung jika ia bekerja.

Alasan utama yang membuat ia bekerja, intinya adalah Ekonomi dan kurangnya motivasi dari orang tua tentang arti pentingnya pendidikan. Ironisnya yang putus sekolah bukan hanya ia tapi juga adiknya yang masih SD, dan juga beberapa temannya yang berasal dari golongan ekonomi tidak mampu.

obrolan wartakayong di warung kopi sukadana c erna

 “ Yang penting udah pandai bace Tulis yak udaham bang, sekolah tinggi tinggi pon belum gak tentu jadi pegawai”. kalimat itu sangat dalam, apalagi  terlontar dari seorang gadis cilik penjaga warkop. Masing masing kita dapat menafsirkan sesuka kita dari statetmen polos gadis tersebut, ada apa dengan kita ?. ada apa dengan pola fikir masyarakat ?. dan sejauh mana kepedulian kita terhadap anak anak yang perlu hak pendidikannya ?.

Di sadari atau tidak saat ini angka anak putus sekolah khsusunya di kayong utara memang sudah tidak setajam ketika masih menginduk dengan kabupaten ketapang. Di tambah lagi dengan program pendidikan gratis yang saat ini di gulirkan. Tapi sayang masih ada yang tidak memanfaatkan program super peduli dari pemerintah kayong utara ini. Lalu apakah serta merta kita menyalahkan yang tidak mau sekolah ?.. apakah pemerintah hanya menyediakan program pendidikan gratis, lalu cuke bebek dengan mereka yang tak mau sekolah. ?. jawabannya panjang dan cukup kompleks, tapi muara solusi dan jawabnnya ada pada kita selaku pibadi dan warga negara serta para pemegang kebijakan.

Harapan kita bersama semoga semua pihak terkait agar dapat membuat program bagi anak yang putus sekolah lantaran Ekonomi & Motivasi untuk maju dengan memberikan kontribusi kepada anak-anak yang putus sekolah ini minimal memberikan motivasi, pencerahan/pengertian, & sosialisi kepada Orangtua anak serta anak itu sendiri, bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan masa depan. (IR/13/12/2013)

Kamis, 12 Desember 2013

Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi

Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi


jemabatan maut kayong utara  sungai jambu


SIMPANG HILIR: Kondisi jembatan dibeberapa ruas jalan provinsi Teluk Batang – Sukadana perlu perhatian serius Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Pasalnya dari beberapa jembatan yang ada kondisinya ada rusak. Mulai dari rusak ringan hingga berat, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa.

Menurut pantauan WK jembatan yang rusak tersebut yaitu jembatan di desa Pulau Kumbang, jembatan Sungai Jambu perbatasan antara desa Tl. Melano dan Nipah Kuning serta jembatan Demuni dusun Ampera desa Rantau Panjang. Ketiga jembatan tersebut berada di wilayah Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

Dari ketiga jembatan tersebut yang tergolong rusak berat yaitu jembatan Sungai Jambu. Kondisi di tengah-tengah jembatan ini amblas/cekung dan semen betonnya telah hancur lebih dari dari separuh luas jembatan tersebut, sehingga saat kendaraan melintas seperti roda dua misalnya, terasa memantul dan begetar. Jika kecepatan rata-rata 80 KM/jam saja tentu ini sangat membahayakan pengendara, apa lagi kondisi jembatan tersebut persis berada ditikungan yang sepi dari pemukiman penduduk. Andai saja kita lupa atau tidak tahu bagi pengendara yang sesekali melintasi di jalur ini tentu sangat beresiko sekali.

jemabatan maut kayong utara pulau kumbang

Seperti kasus jembatan Pulau Kumbang. Menurut keterangan warga setempat yang ditemui WK bahwa jembatan tersebut sedikitnya telah menelan 2 orang korban jiwa, 1 orang meninggal di tempat dan 1 orang meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Belum lagi belasan korban patah tulang dan luka-luka lainnya, akibat kondisi tiang-tiang di pangkal jembatan tersebut amblas yang menyebabkan permukaan jalan dan jembatan tidak rata dan membentuk berbendulan setinggi ± 50 cm.

Yang selalu menjadi korban jembatan Pulau Kumbang ialah pengendara dari arah Teluk Batang. Korban tersebut rata-rata penumpang feri dan klotok dari Pontianak yang naik melalui pelabuhan Teluk Batang. Dalam bulan ini saja, Jum’at, 07/12/2013 pukul 04.30 WIB, satu orang lagi menjadi korban meninggal di tempat kejadian. Korban tersebut berasal dari Kota Pontianak yang ingin pulang ke Sungai Awan Kab. Ketapang.

jemabatan maut kayong utara  korban

Menurut Yulisman, anggota Komisi II DPRD KKU, dia dan Ishak, S.T. telah beberapa kali turun meninjau jembatan Pulau Kumbang bersama konsultan, bahkan sampel tanahnya telah diambil konsultan untuk diteliti lebih lanjut, namun hingga detik ini belum ada tanda-tanda bahwa jembatan tersebut akan segera diperbaiki.

Setelah menelan korban jiwa, kondisi jembatan Pulau Kumbang saat ini sudah diperbaiki warga secara swadaya/gotong-royong. Inisiatif ini digagas pak Firdaus bersama warga Pulau Kumbang lainnya. Alhasil, untuk sementara waktu jembatan tersebut sudah nyaman dilalui kendaraan.

Pak Firdaus dan warga lainnya berharap agar pemerintah lebih tanggap dengan kondisi yang ada. Kasus ini jangan sampai terulang sekian kalinya kepada pengguna jalan, “Ungkap pak Daus,” sapaan akrab pak Firdaus. Lebih lanjut pak Daus mengemukakan, kerusakan jalan dan jembatan yang ada ini akibat akutan truk ekspedisi Pontianak – Ketapang yang melebihi kapasitas kendaraan dan jalan yang ada. Selain itu kesadaran masyarakat kita minim juga. Kerusakan jembatan dan jalan pun kadang disebabkan olah tangan warga kita juga.

Tidak dengan jembatan Sungai Jambu dan Rantau Panjang. Hingga hari ini belum ada tanda-tanda untuk perbaikan, baik dari pemerintah maupun upaya dari swadaya warga. Pada hal bukan tidak mungkin 2 jembatan tersebut akan membahayakan pengendara. Seperti jembatan di Rantau Panjang. Telah tercatat dalam ingatan warga sekitar bahwa telah terjadi 4 kasus kecelakaan tunggal di jembatan tersebut sepanjang tahun 2013. Peringatan yang dipasang warga di pinggir jalan pun raib dirusak orang yang tak bertanggung jawab.

Yulisman berharap, beberapa jembatan yang rusak di ruas jalan Provinsi harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi/Kabupaten, terutama Dinas PU, sebab ini sangat membahayakan pengguna jalan, pungkas Yulisman saat meninjau kondisi jembatan Sungai Jambu bersama WK (11/12) kemaren.

Lebih lanjut Legislator asal Dapil 1 (Sukadana – Simpang Hilir) 2009 yang lalu ini menuturkan, syukur-syukur ada inisiatif warga untuk memperbaikinya, seperti jembatan Pulau Kumbang misalnya, jika tidak akan lebih banyak lagi menelan korban jiwa. Sebeb pembangunan jembatan tersebut butuh biaya besar juga, jadi sangat sulit diselesaikan secara swadaya, mengingat kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini sedang tidak baik. Kita pun mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih hati-hati dan waspada sehingga bisa selamat dalam perjalanan, pinta Yulisman.

Minimnya rambu-rambu lalu lintas di sepajang jalan Provinsi dari Teluk Batang – Siduk bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Misalnya rambu-rambu yang menandakan adanya jembatan sempit. Menurut pantauan WK di sepanjang jalan tersebut sangat minim bahkan tidak ada. Jika adapun kondisinya telah rusak. Ini tentu perlu perhatian dari dinas/instansi terkait.

Hal ini tentu perlu perhatian serius kita semua, terutama dari Pemerintah Proivinsi dan Kabupaten, agar 3 jembatan tersebut masuk dalam daftar anggaran prioritas Tahun 2014 mendatang. Sehingga dapat mengurangi dampak laka lantas di jalan raya, apa lagi jalan tersebut merupakan akses jalan provinsi, jalan utama penghubung antar kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat● Iwan/Has

Rabu, 11 Desember 2013

Gadis Cantik 13 Tahun Di cabuli Pria Beristri Dua

pencabulan simpang hilir

SIMPANG HILIR : Gadis Cantik 13 Tahun Di cabuli Pria Beristri Dua.


Pelecehan seksual kembali menimpa anak bawah umur. Kali ini menimpa Gadis seusia kelas 2 SMP yang tinggal di Jalan Parit Keramat Dusun Jasa Laut Desa Pulau Kumbang. Dara cantik anak kandung AR ini harus menelan pil pahit karena virjinnya (keperawanannya) telah dirampas gerandong tua beristri dua.

Selain dilecehkan kehormatannya, ditipu bahwa pelaku belum beristri, diancam akan disebarkan foto dan vedionya, keluarga korban juga dituntut pelaku Rp. 2,5 juta. Pelaku yang merasa benar dan berpengalaman tersebut seakan di atas angin, apa lagi yang ia hadapi adalah keluarga lemah dan tak mampu secara ekonomi.

Akibat tekanan psikologi, korban yang tak mampu menahan tekanan/ancaman pelaku akhirnya selap (pingsan). Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, saat itu juga (11/12) korban dilarikan ke Puskesmas Melano untuk mendapatkan perawatan medis. Bukannya impatik pada korban, tabiat pelaku malah semakin menjadi.

pencabulan simpang hilir3

Kasus ini terungkap bermula dari ancaman beberapa SMS pelaku kepada korban yang isinya, “Aku akan membocorkan rahasiamu; aku akan membuktikan dan akan menyebarkan foto dan vedio rahasiamu; kamu akan malu; kamu sekarang boleh tertawa dan bahagia, tapi tidak beberapa hari lagi kamu akan menangis darah; aku akan datang ke rumahmu sekarang,” demikian pesan singkat pelaku kepada korban.

Menurut pengakuan korban sebagaimana penuturan Ay kakak korban kepada WK di Puskesmas tadi malam, kasus ini terbongkar Selasa (10/12) melalui SMS pelaku tersebut. Namun hubungan cinta gelap mereka sudah terjalin sejak Oktober 2013 yang lalu. Gadis lugu belia ini mudah saja tertipu dengan pengakuan lajang lelaki beristri 2 tersebut, sebab mereka berkenalan dan pacaran via HP semasa pelaku bekerja sebagai TKI di Malaysia,  tutur kakak korban.

Sekembalinya dari negeri jiran, pelaku bekerja di desa Matan Jaya Kec. Simpang Hilir. Karena tempat kerja dan tempat tinggal pelaku tidak jauh dari desa korban yaitu desa Padu Banjar, maka sangat mudah sekali mereka janji untuk ketemuan. Singakat cerita dari beberapa kali pertemuan itulah kekerasan seksual terhadap adik kami terjadi, jelas Ay kakak korban.

SMS ancaman pelaku tersebut terbaca Rd abang korban yang membuat abang korban langsung naik pitam. Pelaku pun dipanggil ke rumah korban. Saat dipintai penjelasan, pelaku tak bisa menjawab apa maksud isi SMS tersebut. Kerana tak sanggup menahan amarah atas perlakuan korban terhadap adiknya, abang korban pun langsung melayangkan tangannya dan memukul pelaku dengan tamparan.

pencabulan simpang hilir2

Tak terima dengan pemukulan tersebut, si pelaku yang berinisial Fd (29) ini pun melaporkan abang korban ke Kades Pulau Kumbang dan menuntut pemukulan atas dirinya dengan tuntutan sebersar Rp. 2,5 juta. Atas laporan tersebut, Yusman Kades Pulau Kumbang langsung memanggil abang korban untuk memproses sesuai dengan laporan pelaku.

Kerena korban pelecehan seksual tersebut dari kalangan keluarga tak mampu, maka tuntutan pelaku pelecehan seksual tersebut tak dipenuhi dan ditolak abang korban, sebab kami tak punya harta benda tapi kami punya harga diri pak Kades, “Timpal abang korban pada Kades dan pelaku.”

Mendengar keterangan kedua pihak, Kades berusaha mendamaikan antar pelaku dan keluarga korban agar masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak di bawa ke jalur hukum, dengan kata lain si korban yang berinisial YH (13) ini harus dinikahkan dengan Fd (29) yang sudah beristri sah 2 orang ini, demikian pengakuan keluarga korban.

Tak sampai disitu, pelaku pelecehan seksual yang merasa tak puas karena keputusan Kades dan tuntutan ganti rugi Rp. 2,5 juta tidak dipenuhi keluarga korban, maka Selasa (10/12) ia melaporkan pemukulan atas dirinya ke Polsek Simpang Hilir. Laporan tersebut pun seperti senjata makan tuannya.

Mendengar penejalasan pelaku yang masih terkesan sepihak, Polisi memanggil korban, abang dan ayahnya. Alhasil, bukan tuntutan pemukulan yang dikabulkan Polisi namun tuntutan malah berbalik arah pada pelecehan seksual yang ia lakukan. Namun hal tersebut bukan membuat korban senang, tapi dia malah semakin panic, depersi dan selap.

Saat ditemui WK tadi malam, gadis yang masih berusia 13 tahun tersebut terkulai layu di ruang inap Puskesmas Teluk Melano dengan didampingi ayah, abang, kakak dan keluarga korban. Gadis tersebut tak mampu berkata apa-apa dan hanya bisa meram memejamkan matanya dengan tangan tersemit jarum infuse.

Peristiwa ini membuat keluarga korban panik dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada Polsek Simpang Hilir agar dapat dituntaskan dengan seadil-adilnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apa lagi korban adalah anak di bawah umur. Keluarga korban sangat tidak terima dan meminta Polisi menuntaskan kasus pencabulan tersebut tanpa ada intimidasi dan diskriminatisi pada korban dan keluarganya.

Hingga berita ini kami muat, kasus pelelecahan seksual yang menimpa YH sedang dalam proses Mapolsek Simpang Hilir. Sedangkan pelakunya telah diamankan Polisi dalam ruangan tahanan Polsek Simpang Hilir sambil menunggu proses hukum selanjutnya● Has

Hunting Photography Bersama Devi

 

 

 

 

 

 

 

 

aini & devi cewek cantik kayong utara 1

aini & devi cewek cantik kayong utara 2

aini & devi cewek cantik kayong utara aini & devi cewek cantik kayong utaral

aini & devi cewek cantik kayong utaralg

aini & devi cewek cantik kayong utaralgjh

aini & devi cewek cantik kayong utaraljf

Phtographer : Al Zaky


Model : Devi (SMKN 1 Sukadana)


Lokasi : Pantai Pulau datok Kayong Utara Kalimantan Barat

Puskeswan Terpadu Seponti Di Resmikan

Puskeswan Terpadu Seponti Di Resmikan


 berita peresmian puskeswan seponti33


Selasa 10 Desember 2013, gedung pesat kesehatan hewan (PUSKESWAN) kecamatan seponti di resmikan oleh Bupati Kayong Utara, yang di wakili oleh asisten dua, Erwin sudrajat,  S.Sos, M.AP. pada acara peresmian tersebut juga di hadiri kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi kal bar, Drh. H. Abdul Manaf Mustafa, Dan Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara Ir. Rudi Rustaman, MM,  beserta dinas instansi di lingkungan Pemda kayong Utara.

Dalam sambutannya Bupati kayong utara menyatakan bahwa Pembangunan puskeswan tersebutmerupakan salah satu upaya penguatan kelembagaan guna memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang memiliki ternak hewan, dan yang paling penting adalah guna untuk melakukan pengendalian pemberantasan penyakit menular baik Zoonosis maupun Non Zoonosis yang mengakibatkan kerugian manusia baik langsung maupun tidak langsung.

berita peresmian puskeswan seponti oke

Ir. Rudi Rustaman, MM kepala dinas Pertanian dan peternakan kabupaten kayong utara dalam sambutannya menyatakan bahwa, Dengan di resmikannya Puskeswan Seponti tahun 2013 di Kecamatan Seponti di harapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Seponti walaupun masih banyak kekurangan antara lain SDM serta fasilitas sarana dan prasarananya.

Potensi industri peternakan di Indonesia adalah peluang yang cukup luar biasa untuk mendatangkan penghasilan bagi para peternak, sebab menurut Drh. H. Abdul Manaf Mustafa, sebab Impor daging dari luar negeri yang kerap kali di lakukan membuktikan bahwa kebutuhan daging dalam negeri sangat tinggi namun sayangnya produk dalam negeri sendiri tidak mencukupi untuk memenuhi pasar.

untuk berita

Dengan adanya puskeswan Agus Nugraha (panitia pelaksana Peresmian), mengahrapkan agar para peternak di wilayah kecamatan seponti dapat memanfaatkan semaksimal mungkin, apapun dan akapanpun kami sap melayani Ujarnya .

Setelah acara ceremonial selesai, di lanjutkan dengan pembagian Hadiah dan piagam kepada para Peternak terbaik, kemudian di lanjutkan dengan peninjauan lokasi peternakan dan Pameran ternak Sapi hasil IB (Inseminasi Buatan). Dalam acara pameran sapi hasil IB terseut di ikuti oleh 200 an peserta dari beberapa tempat di kecamatan seponti.  (MH. 10/12/2013).

 

Mayat Bocah Satai Di Temukan di dekat Pulau Juante

Mayat Bocah Satai Di Temukan di dekat Pulau Juante


 mayat korban di tanjung satai wata kayong

Tanjung satai 11 Desember 2013. Di temukan seorang mayat anak laki laki berumur 9 tahun di pulau juante kecamatan pulau mayak karimata kabupaten kayong utara

Kejadian berawal pada hari minggu jam 8: 30 pagi, menurut kronologi kejadian korban bermain petak umpet sebelum kejadian korban membeli gorengan dan setelah membeli gorengan korban langsung bermain dengan teman teman nya di dermaga atau pelabuhan baru di pulau maya karimata atau sering di sebut satai setelah sampai di pelabuhan teman-teman nya mengajak korban untuk bermain petak umpet dan si korban bersembunyi di tangga yang menurun ke laut dan akhirnya terjatuh kedalam laut tanpa di ketahui siapapun.

Teman teman korban sempat lama mencari namun tidak ketemu, kemudian memintan orang yang lebih tua dari teman-teman yang masih berada dia atas dermaga untuk mencari si korban tapi tetap tidak ketemu, setelah sekitar 3 jam untuk mencari warga sekitar mulai resah dan melaporkan ke ibu korban ibu korban pun histeris dan memintan warga untuk mencari tapi tetap tidak di temukan hingga sore hari.

Setelah malam hari warga memintan kpetua kampung di tanjung satai untuk membaca kan doa serta yasinan.

Selang beberapa hari, tepat pada hari rabu jam 4 sore warga yang saat itu sedang mencari ikan melihat mayat mengapung dan setelah di cermati ternyata itu adalah si korban yang sudah 4 hari 3 malam mengilang. kondisis mayat sudah tidak terlalu di kenal dan warga langsung mengevakuasi mayat koraban dan langsung menelfon warga yang berada di darat meminta untuk membawakan terpal untuk membawa mayat tersebut ke rumah orang tua si korban. (AL. 12/12/2013)

Minggu, 08 Desember 2013

Salam Perdana Off Line Redaksi Warta Kayong (Desember 2013)

salam redaksi warata kayong perdanas off line

Alhamdulilah, akhirnya Majalah Warta Kayong yang


kami imipi impikan dua tahun silam untuk terbit Off line


kini akan terwujud. selama dua tahun kami hanya


mampu terbit secara On line di www.wartakayong.com


/ www.wartakayong.wordpress.com, Selama dua tahun


itu pula kami mengalami berbagai macam godaan dan


cobaan, terutama peretasan web dan berbagai intervensi.



Kami akan terbit saat ini bermodalkan Bismillahitawakkaltu


alallah, Ikhtiar sesuai kemampuan yang kami miliki,


selanjutnya semua kami serahkan kepada Allah SWT.


Bagaimanapun juga kami sadar saat ini kami masih


banyak sekali kekurangan baik dari Skill maupun visula


Cetak yang tentunya para pembaca tau majalah ini


adalah hasil cetak dari printer biasa.



Ya beginilah kami, ini adalah permulaan yang harus di


mulai, kami tidak menunggu kesempurnaan apabila


kesempurnaan itu tidak akan kita mulai, kami yakin ini


adalah proses menuju kesempurnaan.


Di sisi lain kami juga tidak mau mengecewakan


pembaca, maka ke depan tentunya kami harus


meningkatkan kapasitas dan kwalitas guna memenuhi


tantangan profesinalisme.



Salam hangat untuk para pembaca, kami titipkan


kepercayaan bermitra kepada semua, kita sama


sama berdo`a semoga Majalah Warta Kayong ini dapat


Istiqomah, dan dapat menjadi media bagi masyarakat


untuk pemerintah dan begitu juga sebaliknya. Amieen


  

salam redaksi warata kayong perdana off line

 

PENERBIT : CV. Warta Kayong, DIREKTUR : Irwansyah,


PIMPINAN REDAKSI : Miftahul Huda, DEWAN PENASEHAT: Hepi Susanto, Isya Fachrudi, Sumardi, REDAKTUR : Hasanan, SEKRETARIS REDAKTUR : M. Ilham, DEWAN REDAKTUR: Sudiantoro,


Ella Herawati  REDAKTUR VISUAL : Rhiyanda, DOKUEMNTASI : Erwin Kurniawan, M. Ridlo, KONTRIBUTOR : Wahyan, Misbah Mudi, Kushariyanto, Abdul Latief, Darwin HSW, Hamdani,Muhammad. M. Mukhlis, Rahmat Setiawan, Hendri IKLAN :  Yak Mochtarudin, Syahrudin,


Alamat: JL Propinsi Sukadana Melano, Desa Rantau Panjang No 463.


website:www.wartakayong.com / www.wartakayong.wordpress.com . e-mail : wartakayong@gmail.com


MAJALAH Terbit Off Line Tiap Bulan Dengan Harga Rp. 10.000,-


Sabtu, 07 Desember 2013

Keberadaan Trenggiling yang Kian Tergiling

Keberadaan Trenggiling yang Kian Tergiling


trenggiling4313-300x188


Perburuan binatang yang satu ini kian menjadi. Pasalnya binatang ini memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Dari daging hingga kulitnya berharga. Kulitnya yang berbentuk sisik tebal dan keras tersebut terlihat unik dan menarik. Selain memiliki nilai seni, kulit trenggiling dipercaya sebagian masyarakat memiliki khasiat tersendiri. Sebab itu ia diburu.


Hewan dengan nama latin Manis Javanica ini biasa dipasarkan penampungnya dalam kondisi hidup, mati dengan pengawetan vormalin dan dijual dalam bentuk kulit yang sudah bersih/kering. Daging trenggiling pun tergolong daging yang enak dikonsumsi bagi orang-orang yang tidak enggan makannya, terutama bagi warga nonmuslim, karena struktur tangingnya renyah dan halus.


Binatang ini sangat mudah ditemukan disekitar kita, teruma di kebun karet dan areal pertanian. Semut/rayap merupakan makanan pavorit trenggiling, jadi tak heran ia biasa mencari makan dari pohon karet lapuk milik warga yang banyak semut/rayapnya. Apa lagi saat musim penghujan, sudah pasti rayap/semut berkeluaran dari tanah/sarangnya sehingga mengundang trenggiling untuk datang.


trenggiling4313-300x18dgdgdg 8


Trenggiling biasa tidur di dalam lubang/celah pohon atau lubang tanah yang dibuatnya. Jika keselamatannya tercam maka ia akan bergulung seperti bola sehingga mudah saja warga menangkapnya. Biasanya hanya dengan memasukan kayu ke dalam lobang sarangnya persis di tengah perut trenggiling tersebut maka trenggiling akan menggulung kayu tersebut, sehingga mudah saja kita membawanya.


Kegiatan perburuan dan perdangan Trenggiling sebetulnya sudah berlangsung lama dalam masyarakat tanpa ada pencegahan. Pada hal, binatang ini termasuk salah satu satwa yang dilindungi kendati tidak termasuk kategori binatang langka. Perkembangbiakannya tidak seperti babi. Mamalia ini hanya mampu melahirkan keturunan dari 1 induk 1 ekor dalam setahun.


Maka tak heran, masyarakat Kayong Utara yang berada disekitar hutan biasa melakukan aktivitas perburuan dan penjualan trenggiling sebab harganya sangat menjanjikan. Biasanya warga menjual dalam kondisi hidup kepada penampung dengan harga antara Rp. 70.000,00 – 150.000,00/kg.


Menurut UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati beserta Ekosistemnya, dalam Pasal 21 ayat (2) BAB V tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa menyatakan bahwa, setiap orang dilarang untuk: a. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. b. Menyimpan,memilihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. c. Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain didalam atau luar Indonesia. d. Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. e. Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan sarang satwa yang dilindungi.


Lebih lanjut dalam Pasal 40 ayat (2) menyatakan bahwa, “Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 21 dipidana dengan Pidana hukuman 5 tahun Penjara dan denda Seratus juta Rupiah/100.000.000.” Namun ancaman ini tak membuat pelakunya ciut (takut). Sebab bisa jadi mereka tidak tahu, pura-pura tidak tahu, tidak ada yang melaporkan, tidak terpantau petugas atau petugas tahu tapi pura-pura tidak tahu terhadap aktivitas mereka.


Anehnya perdagangan satwa-satwa yang dilindungi tersebut tidak hanya terjadi pada trengiling saja, namun seperti pada beberapa spesies Elang seperti Elang Bondol, Orang Utan, Beruang Madu, Klasi, Kelempiau, Bekantang/Bentang, Enggang dan berbagai jenis burung lainnya yang pelakunya baik dari dalam maupun dari luar daerah. Pemburu dari luar daerah yang biasa datang memburu dan membeli ialah dari Provinsi Bangka Belitung. Tanpa rasa takut dan bersalah aktivitas ini sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun, sebab mereka dilindungi warga setempat.


Apabila tidak ada tindakan pencegahan, bukan tidak mungkin keberadaan satwa yang dilindungi seperti Trenggiling ini akan punah akibat ulah pemburu/masyarakat yang semakin hari semakin intens melakukannya. Bukan tidak mungkin satwa-satwa yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) yang kita banggakan menjadi incaran warga/pemburu yang lambat laun keberadaannya akan menipis dan terkikis, sehingga tak ada lagi warisan yang dapat kita wariskan kepada anak-cucu kita nanti tentang kekayaan alam Kayong Utara yang seharusnya bisa mereka nikmati.


Tentu dibutuhkan kesadaran kita sebagai masyarakat untuk menghentikan kegiatan ini dan mengingatkan pelaku dan/atau melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Pihak yang berwenang pun tidak hanya menunggu, namun harus ada tindakan pembinaan, pencegahan, pengawasan dan memberikan sanksi-sanksi yang dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya. Sehingga keberadaan satwa-satwa yang dilindungi ini benar-benar merasa aman dan nyaman hidup di habitat aslinya. Sebab fungsi satwa ini termasuk penyeimbang ekosistem kehidupan dan lingkungan yang kita diami● Has

Selasa, 03 Desember 2013

Kado dari Menkes, “Kondom Gratis” Buat Generasi Penerus

Kado dari Menkes, “Kondom Gratis” Buat Generasi Penerus


Oleh: Hasanan


kartun-tolak-pekan-kondom-nasional-305x320 warta kayong


“Kondom bukan barang terlarang seperti narkoba sehingga pembagian kondom tidak perlu dirisaukan dan pembagian rokok gratis di tempat-tempat umum lebih berbahaya ketimbang pembagian kondom.” Demkian penggalan kalimat Meteri Kesehatan RI Nafsiah Mbai kepada media masa baru-baru ini menaggapi tudingan ormas, ulama dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan pembagian kondom gratis pada acara Pekan Kondom Nasional (PKN) 1- 7 Desember 2013. Jadi, jangan beritakan Menkes bagi-bagi kondom, ya," kata Nafsiah Mboi kepada media, saat ditemui di jumpa pers Hari AIDS Sedunia di Jakarta, (29/11/2013). Menkes mengatakan, tahun lalu pihaknya memang ikut dalam program Pekan Kondom Nasional itu, tapi tahun ini tidak.


Sebagaimana diketahui, Komisi Penaggulangan Aids Nasional (KPAN) bersama dengan Produsen Kondom DKT Indonesia berencana menyelenggarakan Pekan Kondom Nasional (PKN) ke- 7 yang tahun ini akan dimulai satu hari sebelum Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember dan berlangsung selama satu minggu, yaitu dari tanggal 1 – 7 Desember yang akan digelar di 12 kota di Indonesia. Dalam acara tersebut akan ada aksi pembagian kondom secara cuma-cuma kepada masyarakat. Kendati Menkes menyatakan lembaganya tahun ini tidak ikut dalam kegiatan PKN tersebut, namun KPAN dan DKT menyelenggarakan kegiatan tersebut seijin meteri.


Sangat disayangkan, pembagian komdom tersebut justru dominan dilakukan kepada remaja yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa, bukan dilokalisasi atau di markas-markas prostitusi – pedangang seks bebas sebagaimana yang dimaksud Menkes dan pihak penyelenggara PKN tersebut.


Pernyataan yang sangat menyayat, “Kondom bukan barang terlarang seperti narkoba sehingga pembagian kondom tidak perlu dirisaukan. Pembagian rokok gratis di tempat-tempat umum lebih berbahaya ketimbang pembagian kondom.” Benar apa yang disampaikan menteri bahwa kondom bukanlah barang terlarang. Tapi mengapa harus dibagikan kepada mahasiswa/pelajar, di kampus-kampus atau sekolah? Menpapa tidak pada tempat yang rawan seks beresiko, tempat hiburan malam atau di kalangan pengguna narkoba? Para pelajarkan atau sebagian mahasiswa rata-rata kan belum menikah?


Kita bisa saja sepakat dengan Menkes, BKKBN, BNN dan KPAN bahwa kondom dapat mencegah bahaya HIV/AIDS. Tapi tentu ini tidak akan menjamin dan bisa mencegah sindrom yang menyebabkan hati-hati yang cenderung melakukan tindakan konyol – melakukan seks bebas tersebut. Dan kondom tidak akan bisa mencegah orang untuk tidak melakukan kemaksiatan, justru malah akan semakin intens melakukannya karena merasa lebih aman/terlindungi. Secara tidak langsung kita telah memberikan rekomendasi/penganjuran kepada pelaku untuk tetap melakukannya, bukan mencegah tindakannya.


Dampak negatif lain dari pembagian kondom tersebut kepada remaja-remaja tentu akan menjadi penyumbang negatif terhadap pembentukan mentalitas anak bangsa. Asumsi mereka akan cenderung pada perbuatan seks yang belum waktunya bagi mereka melakukannya. Mereka bukan malah takut melakukan seks bebas karena dampak negatifnya, tapi malah semakin berani karena merasa aman dan merasa ada institusi yang mendampinginya. Wajar saja penyakit masyarakat (pekat) ini susah diberantasi.


Benar pendapat sebagian besar kita dan Menkes bahwa pergaulan bebas atau seks bebas itu akibat lemahnya keimanan seseorang, tetapi bukan berarti ini tidak bisa dicegahkan kan? Sebab sumber penyakitnya ada disini. Sekali lagi, kondom hanya bisa mencegah penyakitnya tapi tidak untuk sikap dan mentalitas seseorang. Orang akan takut melakukan kejahatan apapun namannya apa bila hukum tegak atas pelaku kejahatan tersebut. Tentu harus dimulai dari produk hukum yang sesuai, penegak hukum yang patuh hukum dan pembuat peraturan yang tidak melanggar peraturan yang dibuatnya.


Sebetulnya semua kejahatan bisa saja dicegah dengan kesungguhan. Teroris saja bisa dicegah, bisa ditangkap, bisa diekskusi mati dan bisa dibentuk institusi khusus yang menanganinya (Densus 88), kenapa pergaulan bebas dan prostitusi tidak bisa? Malah ada Pemerintah Daerah yang menyediakan tempat khusus untuk frostitusi dan memungut omzet dari tempat tesebut sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintahannya. Pencegahan yang dimaksud tentu memerlukan dukungan semua elemen yang ada, termasuk pembinaan, penyluhan dan penegakkan hukum yang benar-benar memberikan efek positif bagi pelaku kejahatan. Apa lagi Negara memiliki kekuasaan mutlak untuk mengatur rakyatnya.


Kembali kita mengenang ungkapan Menkes. Bagaimana bisa seorang Menkes mengatakan bahwa rokok itu lebih berbahaya dari pada kondom gratis bagi remaja? Justru menurut penulis, program kondom gratis buat remaja itu jauh lebih berbahaya ketimbang rokok gratis. Rokok sudah jelas tampak dampak negatifnya, tapi kondom gratis merupakan bahaya yang terselubung. Rokok jelas menganggu kesehatan, namun kondom gratis sangat menganggu dan merusak psikologis. Psikis yang telah rusak itu jauh lebih sulit penyebuhannya ketimbang menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh rokok, sebab mindset (pola pikir) dan karakter seseorang telah terbentuk dari hal-hal seperti ini. Jadi kecenderungannya untuk melakukan kejahatan sangat tinggi sekali.


Semoga kita tidak sedang berprasangka buruk kepada Menkes Nafsiah Mbai yang hormati dan banggakan, terutama buat penulis pribadi. Kita berharap apa yang menteri lakukan adalah kebaikan dan kemaslahatan buat bangsa ini, bukan hal-hal negatif seperti yang kita sangka/duga kepada beliau.


Tentu tidak sepenuhnya kita melepaskan tanggung jawab pembinaan generasi ini pada pemerintah. Tanpa dukungan kita, dukungan orang tua dan masyarakat pemerintah pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kewajiban kita sebagai orang tua harus lebih dalam proses pembinaan dan mendidik anak-anak kita agar berkepribadiaan baik, sedini mungkin. Karena dari kitalah generasi bangsa ini lahir dan tumbuh menjadi manusia yang bisa membawa peradaban atau penyumbang kehancuran.


Pergaulan bebas adalah sumber dari segala macam penyakit yang ada di masyarakat, termasuk HIV/AIDS. Sebisa mungkin kita cegah sumber penyakitnya. Yang pasti tidak harus dengan pembagian kondom gratis, namun melalaui pendekatan-pendekatan lain yang relevan, salah satunya pendekatan yang sesuai kentuan agama dan pendidikan etika, tentu harus menyesesuaikan dengan fase pertumbuhan psikologi anak tersebut.


Sekedar renungan buat kita bersama terutama buat penulis, ada petikan Hadist Nabi yang sangat relevan dengan topik yang sedang kita bahas: “Apabila zina dan riba telah nampak nyata di suatu negeri, maka mereka telah menghalalkan diri mereka untuk menerima adzab Allah,” (HR. Hakim)●