WK-Brand Logo

Jumat, 03 Januari 2014

2014: Dewan Usulkan 6 TK/PAUD Baru, Belasan TK/PAUD Yang Ada Masih Menderita

TK Mutiara Bunda Pemangkat, Warta kayong Kalbar

Catatan: Redaksi Warta Kayong


Melihat Rekafitulasi Usulan Program/Kegiatan DPRD Kabupaten Kayong Utara Tahun Anggaran 2014, dengan tema/dasar usulan program dari “Hasil Reses DPRD KKU,” terdapat 6 usulan Pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) atau lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang menyebar di enam desa yang ada di KKU. Enam item kegiatan tersebut hanyalah penggalan dari 421 item usulan yang ada, 4 diantaranya kosong tanpa pagu anggaran.


Enam usulan pembangunan TK/PAUD Baru yang dimaksud yaitu: PAUD Pelita Hati Desa Sungai Mata Mata (Simpang Hilir), PAUD Desa Teluk Batang Utara (Teluk Batang), PAUD Tanah Merah – Desa Sutera (Sukadana), TK/PAUD Batu Barat (Simpang Hilir), PAUD Suka Maju Desa Teluk Batang Utara (Teluk Batang) dan PAUD Satai Lestari (Palau Maya).


Usulan pembangunan TK/PAUD tersebut tentu merupakan gagasan baik, apa lagi bagi desa-desa yang belum memiliki lembaga PAUD sama sekali. Tentu hal ini merupakan usulan prioritas. Mengingat, pendidikan anak usia dini sangat penting dikembangkan. Dan ini merupakan amanat Peraturan Perundang-Undangan. Sebab, rusaknya moralitas bangsa saat ini, salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya pendidikan karakter (akhlak) terhadap anak-anak sejak dini.


Orentasi pendidikan anak usia dini, ialah rencana untuk perbaikan kualitas manusia Indonesia 25 atau 50 tahun yang akan datang. Namun sayang. Program yang digaungkan Pemerintah Pusat ini, yang merupakan implementasi dari lahirnya semangat UU Nomor 20/2003, tidak didukung dengan ketersediaan sarana, prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai oleh daerah. Banyak TK/PAUD yang tutup karena alasan tak ada biaya operasional, guru/tutornya tak bergaji, penetapan TK/PAUD dalam satu desa tidak tepat guna, tepat sasar dan tempat manfaat, serta segudang alasan lainnya.


Problematika lain yang terjadi pada TK/PAUD di KKU hari ini. Masih banyak TK/PAUD yang sampai detik sekarang guru-guru/tutornya tidak memiliki pemnghsilan tetap (gaji). Masih banyak TK/PAUD yang tidak/belum memiliki Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan (Pemda). Belum lagi tebang pilih Dinas dalam memberikan program bantuan pada TK/PAUD yang ada. TK/PAUD yang pengelolanya dekat dengan oknum pegawai di Dinas, maka dia akan selalu mendapat program. Kemudian adanya indikasi PAUD-PAUD piktif yang dikelola oleh PKBM, masih aktif menerima biaya operasional dari Pemerintah.


Tercatat di bagian Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan KKU, lebih dari 10 lembaga TK/PAUD yang berdiri antara tahun 2011 – 2013, usulan mereka ke Dinas tentang permohonan Ijin Operasional tak kunjung keluar. Saat pengurus/pengelola lembaga TK/PAUD konfirmasi ke PNF menanyakan hal tersebut, PNF selalu beralasan ini-itu.


Sungguh angin segar telah meniup dunia PNF. Kehadiran Nazril, S.Pd.I sebagai Kepala Bidang (Kabid) PNF, seperti membawa nuansa baru. Beliau merospon dan mengakomodir setiap usulan dan masukan dari lembaga-lembaga TK/PAUD yang ada. Mengevaluasi dan menginventarisir Pekerjaan Rumah (PR) tahun sebelumnya yang masih tertunda. Namun tantangan yang hadapi Kabid tidak ringan. Yang kami tangkap, beliau seperti keteteran menghadapi gurita birokrasi yang telah mengakar di tempat kerja barunya. Begitu banyak rekan sejawat yang tidak mengingikan kehadirannya. Tentu butuh kesabaran, butuh energi dan butuh strategi jitu untuk merubah semuanya.


Alhasil, dari inventarisir yang Kabid PNF lakukan, masih banyak TK/PAUD yang belum memiliki Ijin Operasional. Kerena tanggung jawab terhadap tugasnya, sekitar Juli 2013, berkas usulan Ijin Operasional TK/PAUD yang tertunda pun ditindaklanjuti ke Bagian Hukum Setda KKU. Namun sampai hari ini, ijin operasional tersebut tak kunjung ditetapkan.


Apakah pengurus TK/PAUD pasif atau tidak proaktif terhadap keberdaan sekolahnya? Apakah mereka tidak pernah berkoordinasi dan membicarakan kondisi sekolahnya ke Pemerintah? Apakah pengurus TK/PAUD tidak pernah menyampaikan masalahnya ke wakil-wakil mereka di DPRD? Atau pengurus tidak peduli dengan lembaganya dan hanya mengeruk keuntungan atas nama lembaganya? Tidak! Justru malah sebaliknya.


Mulai dari pendekatan hati ke hati, mengikuti arahan/petunjuk mereka, membuat puluhan proposal, dan bahkan harus rela nyurok (mengiba, dalam istilah Melayu), merka lalukan kepada orang-orang yang diharapkan bisa dan mampu menyalurkan aspirasi mereka. Namun, dari bentuk lisan hingga tertulis, itu bukanlah hal yang berarti buat mereka (para pemangku kepentingan).


Satu contoh TK yang belum memiliki Ijin Operasional, yaitu TK Mutiara Bunda Desa Pemangkat. TK yang berdiri dan beroperasi sejak 2011 ini, dari Kabid PNF A berganti Kabid PNF B dan C, sampai hari ini Ijin Operasional TK tersebut tak kunjung ada. Sehingga TK yang telah memiliki gedung sendiri, bangunan program PNPM-MP tahun 2010 ini, seperti “Hidup segan mati tak mau.” Sedikit demi sedikit guru dan anak didiknya meninggalkan TK yang tak memberikan harapan buat mereka.


Selama berdiri, pengelola/guru TK Mutiara Bunda hanya mengantungkan biaya operasional TK-nya dari Pemerintah Desa Pemangkat dan uang Pribadi Ketua Yayasan Pendidikan Sartika. Mereka bekerja tanpa gaji. Berkas usulan demi usulan ke Pemerintah dan Dewan, hanyalah tumpukan kertas yang layaknya jadi pembukus belacan (terasi). Dengan alasan tidak memiliki ijin operasional, usulan pun terbantah. Sementara, banyak TK/PAUD yang baru berdiri dan tidak memiliki Ijin Operasional, sudah mendapatkan biaya operasional dan lain-lain dari Pemerintah. Sebab pengelola PAUD tersebut memiliki hubungan dekat dengan oknum di Dinas.


Contoh lain, yaitu TK Sartika 2 Desa Penjalaan. Sejak berdirinya tahun 2008 yang lalu, sampai hari ini guru-gurunya tidak memiliki penghasilan tetap. Jika alasannya tidak memiliki ijin operasional, sejak 2010 TK tersebut telah mengantonginya. Alasan tak penah berkordinasi dengan Pemerintah dan Dewan, justru itu intens dilakukan, bahkan tidak hanya lisan, tertulis pun dilakukan. Alasan keterbatasan Anggaran Daerah? Alasan karena prioritas? Kamuflase belaka.


TK Mutiara Bunda dan TK Sartika 2 adalah salah satu contoh dari sekian banyak TK/PAUD di KKU yang mengalami penyakit gizi buruk atau busung lapar. Masih banyak TK/PAUD lain yang mengalami nasib serupa. Seperti TK Ya Bunaya Desa Pulau Kumbang misalnya, telah mati tak berkubur sekitar setahun yang lalu.


Salahkah mereka (guru/tutor TK/PAUD) ketika mereka mengadukan masalahnya kepada Pemerintah dan wakil mereka di Legislatif? Aibkah mereka menuntut haknya ke negera ketika mereka telah melaksanakan kewajiban mereka membina anak didik mereka, generasi penerus bangsa? Apakah mereka tidak punya hak atas apa yang dimiliki Pemerintah, sementara pengabdian mereka nyata, tujuan mereka jelas? Atau tak ada lagi orang-orang yang peduli dengan nasib mereka, yang kerjanya mencerdaskan anak-anak bangsa? Pada hal kita bisa menjadi orang, selain berkat Tuhan, berkat orang tua, tentu berkat jasa guru-guru pula.


Selalu saja alasan klasiknya keterbatasan Anggaran Daerah. Sementara Perjalanan Dinas setiap SKPD, yang terkadang banyak piktifnya, menelan dana ratusan juta, bahkan miliyaran rupiah. Dan sementara Dana Aspirasi, Uang Reses, Uang Sidang, Uang Perjalanan Dinas, Uang Tunjangan dan lain-lain diluar gaji pokok anggota DPRD, menelan dana puluhan miliyar rupiah bahkan ratusan miliyar.


Sebut saja tahun ini. Rencana Anggaran Aspirasi 2014 yang telah disusun Dewan mencapai angka pantastis, yaitu Rp. 52,3 M. Pada hal kesepekatan mereka, masing-masing hanya dipatok Rp. 2 M. per anggota. Namun ada murk up dana sebersar Rp. 12,3 M. lebih, yaitu 10 orang Anggota Dewan yang melebihi angka Rp. 2 M. dari hasil kesepakatan mereka. Angka tersebut melebihi angka dana Aspirasi Anggota DPRD Provinsi Kalbar Tahun 2013, melebihi Kabupaten Ketapang, eks kabupaten induk KKU. Okelah ini Tahun Politik. Tapi bukan berarti karena unsur pimpinan, harus mematok dana lebih dari kesepakatan Rp. 2 M/anggota, bahkan ada 1 orang anggota mencapai angka Rp. 10 M. lebih.


Ironis. Memikirkan keberlansungan nasib generasi berpikir seribu kali. Selalu berargumentasi bahwa Anggaran Daerah terbatas, dipilih karena prioritas. Selalu berjanji akan dianggaran di Tahun depan dan tahun depan. Namun ketika berbicara menyakut kepentingan kantong pribadi, Anggaran Daerah selalu cukup dan tersedia. Sehingga, RAPBD 2014 yang seharusnya sudah ketok palu, ditunda dan molor hanya karena ulur-tarik kepentingan pribadi mengatasnamakan masyarakat.


Jika aspirasi itu merupakan hasil penjaringan/penyaringan dari kegiatan reses, seharusnya itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sesuai dengan dokumen Musrenbangdes, bukan pesanan kolega atau teman dekat. Namun yang muncul, hampir merata setiap anggota mengusulkan normalisasi saluran, yang ujung-ujungnya hanya gotong-royong, kemudian diphoto untuk dokumentasi lampiran bahan laporan kegiatan.


Belum lagi jika kita teliti lebih dalam dari dokumen usulan tersebut. Banyak program yang diusulkan tumpang-tindih. Ada yang satu tempat dan satu item pekerjaan yang sama antara anggota satu dengan yang lain. Kemudian, ada program yang disamarkan peruntukannya, disamarkan nama kegiatannya, ada program yang berulang-ulang dilakukan, serta mengabaikan asas tepat manfaatnya, asas tepat gunanya dan asas tepat sasarannya. Dapat dipastikan, 70 % usulan tersebut bukan program prioritas yang dibuthkan masyarakat, tapi merupakan keinginan orang-orang tertentu, program politik untuk 2014.


Katakanlah bahwa 6 usulan TK/PAUD Tahun 2014 tersebut merupakan aspirasi masyarakat. Seharusnya mereka juga memikirkan keberlansung nasib TK/PAUD yang ada. Jangan sampai kita hanya bisa membangun fisiknya saja, namun dalam penyelenggaraannya TK/PAUD tersebut sakit-sakitan dan mati ditengah jalan, akibat kita abai. Sehingga nasib tenaga pengajarnya tidak diperhatikan, biaya operasional sekolahnya tidak disediakan.


Pada hal, tak ada satu aturan pun yang mengisyaratkan adanya hak dan kewenangan legislator untuk mengatur/mengelola anggaran pembangunan. Punya/mengelola CV saja tidak dibenarkan. Tugas mereka hanyalah merencanakan, membahas bersama-sama ekskutif, menetapkan dan mengawasi penggunaan angaran, selain hak angket dan legislasi yang mereka miliki.


Tapi inilah Indonesia. Semua bisa disiasati, bisa diatur. Buat usulan, dikonversi ke SKPD. Jika SKPD keberatan atau membantah, penetapan ditunda dulu. Namun lazimnya SKPD yang ada ACC saja, sebab komitmennya jelas. Ekskutif pun ingin aman juga. Inilah hubungan mutualisme. Tidak ada diantara mereka yang dirugikan, kecuali masyarakat.


Adalah wajar jika selama ini kegiatan pembangunan yang masuk ke desa, kebanyakan tidak sesuai dengan dokumen hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Sebab, antara ekskutif dan legislatif, mereka seakan tidak peduli dengan dokumen Musrenbangdes. Murenbang hanyalah merupakan syarat formal, formalitas belaka.


Antara eksuktif dan legislatif, seperti dua sisi mata. Ada saatnya mereka saling meyalahkan. Ada saatnya mereka saling mendukung. Dan ada saat mereka saling mengecam, mengertak, ngemop ketika posisi mereka sama-sama terjepit, atau ketika keinginan mereka sama-sama tidak terakomodir dalam RAPBD. Di depan masyarakat mereka berantam, di belakang mereka berpaham (sepakat).


Pemerintah dan DPR adalah wakil masyarakat di Pemerintahan. Pemegang mandat besar dari rakyat, untuk rakyat. Jika mereka lupa saat duduk di kursi empuknya. Jika mereka selalu menghianati amanat masyarakatnya. Jika mereka abai atas aspirasi rakyat. Jika mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Dan jika mereka hanya sibuk memperkaya diri sendiri. Lalu kepada siapa lagi masyarakat dapat menitipkan kepercayaannya?

Cewek Itu Resek

Cewek Itu Resek


Oleh Muhammad Mukhlis Saputra


cewek cowok mojok di pasir mayang e

Dalam dunia percintaan, putus nyambung itu biasa. Kadang-kadang diputusin terus.atau beackstret,cimon,long the stand,haha. Banyak lah kalo baasa-bahasa gaul dalam dunia percintaan yang sering di pake atau di ucapkan oleh remaja-remaja sekarang.

Namun, aku sebagai cowok tentu juga pernah menglami hal seperti itu, tapi buat kalian para cowok, tentu sebagian besar setuju dengan aku tentang hal yang aku tulis ini. Nahh… begini nih, cerita ini aku ambil dari pengalaman pribadi dan juga dari curhatan para sahabat-sahabat ku.

cewek cowok mojok di pasir mayang s

Cewek itu kalo menurut ku memang makhluk yang selalu mempunyai sensai tersendiri dan daya tarik yang kuat sehingga kalo lewat depan cowok, kadang-kadang si cowok sampe nggak berkedip matanya, yaayy…..itulah cewek. Nahh.untuk cewek jangan senang dulu mentang-mentang di puji.hahaha… cewek itu jaga makhluk yang paling resek juga lho. Kenapa..????? karena biasanya kalo lagi marahan sama si cowok,, pasti selalu bilang.. memang ya.. cowok itu nggak bisa ngertiin perasaan cewek.. haahh..pasti itu hal yang paling lumrah yang sering diucapkan cewek pada saat musuhan dengan cowoknya.selain itu, kalo lagi bertengkar,, ngambeknya sampe kejalan-jalan.

cewek cowok mojok di pasir mayang a

Bayangkan saja, masak minta turun di tengah jalan sambil teriak-teriak dan nyubit-nyubit pinggang kita, siapa coba yang nggak sebel, emang cewek saja yang bisa marah..nahhh…. dalam hal ini si cowok pasti tidak berdaya. Pasti akan luluh hatinya dengan melihat air mata si cewek yang mewek-mewek di depan kita.

Lalu pada saat kita belanja ke  mall dengan pacar kita. Duhhh…. Cewek itu adalah ratunya diskon, bayangkan saja, masak hanya karena diskon beda satu persen saja nyeselnya sampai berjam-jam.ahh.,,pokoknya bikin keblinger dah..apalagi liat barang baru yang memang lagi trendy-trendynya. Wah,, pasti si cewk langsung bilang.. pasti aku orang yang paling bahagia jika memiliki barang itu,, karna lagi trendy banget….. nahh.. kan si cowok pasti nggak enak juga dengar si cewek ngomong kayak gitu.. duuhh… terpaka dieh harus di belikan,,,,  walau harus ngerogoh kocek dalam-dalam dengan hati yang tidak ikhlas. he he he

Si cewek itu pasti sangat mudah untuk mutusin cowok. Nah.. aku kasih contoh ya..dialog si cewek pada saat mutusin cowoknya.(LEWAT TELPON)

Cewek             : rian, ku rasa kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi dehh….

Cowok             : kenapa…??? Aku ka kenapa…??? Aku kan sayang kamu…

Cewek             : bohong…aku nggak percaya… buktinya kamu nggak pernah hargai dan  ngerti aku… siapa coba yang betah kaak gitu,,??

Cowok              : tapi sayang,,,, aku tidak …(tutt….langsung di potong pembicaraannya oleh si cewek)

Cewek               : nggak.. aku nggak percaya.. pokoknya aku mau putus…………

Cowok               : ta…ta…tapi sayang..a..a…a…(tut..tut..tut…..telponpun langsung di putuskan oleh si cewek dan seraya berkata “PUTUS” )

Nah..ini juga bukti kan bahwa cowok nggak berdaya di hadapan si cewek..tapi sebaliknya, kalo cowok mutusin si cewek. Pasti selalu gagal…nih.. aku kasih contoh lagi..

Cowok             : dea, sepertinya kita memang sudah tidak sejalan lagi…

Cewek             : kenapa, aku kan selalu ngerti kamu, perhatiin kamu, sayang kamu, jagain kamu.. kutrang apalagi coba??

Cowok            : tapi aku memang merasa tidak cocok saja dengan kamu, mungkin kita memang tidak bisa bersatu….

Cewek             : hahh… kamu tega ya ( sambil nangis ) … masak senudah itu kamu mutusin aku setelah apa yang kamu lakukan selama ini kepada ku…. Apa..

Cowok              : dek…dek… please dengerin aku dulu…..maksud ku nggak beigitu..

Cewek             : apalagi coba… memang itukan yang kamu mau… terus aja sakitin aku..  aku memang orang yang nggak pantas buat kamu…

Treng…….akhirnya si cowok luluh dan…

Cowok            : dea,,,, aku minta maaf dengan semua ini… aku janji bakalan jaga kamu…dan akan sayang kamu selamanya…

Nah….. benarkan,,, kalo cewek itu mempunyai segudang kata-kata untuk meluluhkan hati si cowok. Pasti akhirnya tidak jadi putus.. kecuali si cewek yang muusin cowok. Itulah bukti-bukti dari pengalaman kami dan dari survei,,,,cie..bahasanya bung.. bahwa cewek itu memang makhluk yang paling resek dan juga malaikat yang selau siap menebarkan bunga-bunga di taman hati para pujangga cinta.

Jalan Panjang Yang Menanti Di Balik Janji Hampa

Jalan  Panjang Yang Menanti Di Balik Janji Janji Hampa


Oleh   :  M Muhlis Saputra


 DILEMA PANJANG YANG MENANTI DI BALIK JANJI HAMPA batu barat   IMG_0569

Pagi yang begitu indah, sungguh membentangkan cahaya bening di angkasa raya. Sejenak membuka dinding-dinding hati yang buram, dengan langkah yang sungguh gontai, dengan mata yang enggan membuka. Hinggah caci maki pahit yang mampu untuk memaksanya terbuka. Tanpa rasa pahmrih atas semua yang terjadi, Langsung pergi meninggalkan ayunan ibunda yang masih dingin.

Mungkin terlalu naif untuk membicarakan semua ini, namun takkan pernah merasa lega jika semua ini terus-menerus dipendam. Aku hanya bisa menghela nafas melihat semua ini, biar terkesan agak munafik, namun sunggguh aku ingin melihat semua ini berbeda dari yang sebelumnya.

DILEMA PANJANG YANG MENANTI DI BALIK JANJI HAMPA batu barat  IMG_0563

Hari ini, aku mencoba untuk mengupas hal-hal ya ng memang sungguh sidikit memberi tamparan keras untuk orang-orang yang mungkin terlibat dalam hal ini. Namun ini memang hal yang harus kita lihat dengan mata yang lebar, rasakan dengan hati yang dalam, dan katakan serta bertindak dengan tegas dan jangan hanya menjual kata-kata gombal yang basi.

Bagaimana kita merasa tidur nyenyak sementara tempat tidur kita sudah di renggut oleh penguasa. Haahh….. itulah hembusan nafas yang penuh dengan keluh kesah dan lelah dengan permainan petak umpet oleh para beliau-beliau di sana. Nahhh…..sekarang syukur mereka telah bangun dari tidur mereka. Namun mereka bangun hanya untuk merayu kami lagi. Mungkin itu pasti ada maunya. Kalau tidak paling hanya makan sendiri.

Pagi ini, aku dan rekan ku Alvin sedang menerima job di desa Batu Barat. Hmmm…lalu kami pun lagnsung berangkat dari tempat kerja kami menuju TKP(pake istilah pak polisi lok lah..hehehe). emang di awal perjalan kami masih belun terjadi kendala.

DILEMA PANJANG YANG MENANTI DI BALIK JANJI HAMPA batu barat  IMG_0566

Nah, setelah sampai ke Desa Batu Barat, sungguh pemandangan yang berbadapun telihat, aku merasa berada di Kabupaten Sambas, wkwk.. karena jalannya seperti bubur pedas. Kami bingung mau melintas lewat jalan mana.pada saat itu masih pukul 06.00 wib. Jadi masih agak sedikit sepi, rekanku Alvin pun terpaksa turun dari motor karena memang kondisi tidak memungkinkan untuk kami berboncengan. Huhh… sekali lagi aku menghela nafas, rekanku pun sempat berkata untuk membatalkan keberangkatan saja.ahh..ku fikir udah kepalang tanggung.

Akhirnya kami pun melangsungkan perjalanan kami. Dan dengan bersusah payah kami terus menembus jalan ini. Hampir dua jam lebih perjalanan kami. Dan dengan badan yang penuh lumpur dan melewati jembatan kayu yang di buat oleh masyarakat dengan suwadaya mereka sendiri.memang sih kerusakan jalan terjadi tidak semata-mata kesalahan dari pemerintah.

DILEMA PANJANG YANG MENANTI DI BALIK JANJI HAMPA batu barat

Tetapi juga dari perusahaan swasta yang kendaraan seperti dam truk uang mondar mandir mengangkut buah sawit yang selalu melintasi jalan tersebut.sehingga kerusakan jalan sudah tidak bias di hindari lagi. Tidak ada perhatian khusus mengenai jalan di batu barat itu sendiri. Buktinya sejak tahun 2000-an sampai sekarang buktinya jalan belum juga ada perubahan besar. Adapun yang di bangun hanya sebagian saja. Itupun pondasi jalannya tidak terlalu kokoh. Sehingga unur jalannya pun mungkin tidak terlalu lama.

Nah.. kembali laagi ke kisah perjalanan kami menuju desa Batu Barat, setelah kami sampai. Kami pun langsung menyelesaikan tugas kami untuk

Mendokumentasikan acara pernikahan. Dan kamipun memutuskan bermalam disana karena memang tidak memungkinkan untuk pulang saat malam hari. Karna memang kitika di guyur hujan.

Foto0282

Kondisi jalan semakin parah. Sehingga sangat sulit untuk si lewati.dan kami pun memutuskan untuk pulang diesok harinya. Dan sekali lagi kami harus menghela nafas.. karena kami pun harus melewati jalan yang benar-benar ancore(kalo bahasa gaulnya). Dan paginya kami langsung pulang. Di perjalanan kami menemui banyak hal. Hinggal kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatab untuk mendokumentasikan serta mewawancarai para penjaga jembatan kayu(miting) yang hampir ratusan kilo memenuhi pinggiran jalan yang mana memang sangat membantu kita juga pada saat kita akan melintas jalan.

Yang mana hasil wawancara itu menyatakan bahwa jembatan kayu (miting) tersebut mereka bangun dari swadaya mereka sendiri.dan hasil dari uang pamrih dari para pengguna jalan mereka gunakan untuk memperbaiki miting itu lagi. Namun aku merasa masih kurang yakin dengan hal tersebut, mungkin saja uang pamrih tersebut lari ke kantong mereka masing-masing.haha.. namun itu hal uyang lumrah menurut saya. Karena mereka juga manusia yang mana butuh makan dan minum untuk menghidupi anak istri mereka.

Ada hal yang memang sedikit membuat hati ku terketuk ketika melaihat para anak-anaak putus sekolah juga terpaksa ikuta-ikutan menjaga miting buatan orang tua mereka. Hemmm….ini memang hal yang harus segera di renungkan dan di ambil tindakan. Inilah delema yang terjadi di desa batu barat. Jalan yang seharusnya menjadi pusat sarana bagi warga.sekarang harus rusak dan sangat sulit untuk di lewati.

Kekecewaan warga kepada para pemimpin pun sngguh tidak terbendung lagi. Karena mereka yang seharusnya butuh perhatian khusus. Sekarang mereka hanya bias pasrah sambil menunggu perhatian dari beliau-beliau yang duduk nikmat di kursi empuk sana. Apakah para penguasa itu akan kembali menghambur jambu alias janji busuk kepada masyarakat. Atau sudah insaf dan segera kembali kepada tugas-tugas dan amanah yang di pikulnya itu.hahhh…..kita tunggu saja nanti. Kalau hanya sekedar omong kosong, siapa saja pasti bisa. Namun bukti dari apa-apa yang di canangkan lah yang kami tunggu.

Karang Taruna Rantau Panjang Adakan Aksi Sosial Pendirian Rumah

Karang Taruna Rantau Panjang Adakan Aksi Sosial Pendirian Rumah


aksi peduli sosial rumah mak ijah rantau panjang kayong utara


            Kegiatan Pendirian rumah untuk Mak Uteh Ijah  46 Tahun, warga desa Rantau Panjang yang tidak mampu adalah kegiatan sosial yang di motori oleh Pemuda karang taruna desa rantau Panjang yang di ketuai oleh Muhammad HR.

Hingga saat ini, seperti yang terlihat dalam gambar tersebut pembangunan rumah sudah 65 %, tinggal melengkapi beberapa material yang kurang dan mencarikan untuk biaya upah.

Di ungkapkan Muhammad HR, bahwa  Pembangunan rumah tersebut sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan di mulai dari bulan Oktober 2013 yang di dukung oleh para Donatur Lokal seperti Setiawan, Yulisman, Baharudin, Dang, dan Al Husaini.

Upaya pembangunan rumah tersebut adalah salah satu program tahunan, dan tidak menutup kemungkinan jika program swadaya ini mendapat banyak dukungan akan di lakukan kapanpun kepada masyarakat yang memerlukan, di manapun berada bukan hanya warga masyarakat Desa rantau panjang.

Muhammad HR berharap dengan adanya program tersebut dapat menggugah tingkat kepedulian kita agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, agar sama sama dapat maju dan bahu membahu demi kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.

Kepada pihak pemerintah terutama dinas instansi terkait ia juga menginginkan agar dapat memberi pembinaan dan petunjuk kepada Ormas dan orsos yang berada di masyarakat, karena ia menilai bahwa selama ini banyak komponen yang berjalan sendiri sendiri, dan hal ini sebenarnya merupakan potensi yang perlu di satukan dan di akomodir agar dapat bersatu demi membangun kayong utara ke depan agar lebih baik lagi. ( wk Tim 04/01/2014)

PERTAMA KALI, Penetapan Kepala Dusun & Perangkat Desa Rantau Panjang

PERTAMA KALI, Penetapan Kepala Dusun & Perangkat Desa Rantau Panjang


 pelantikan dan penetapan perangkat desa rantau panjang kayong utara 1


Rantau Panjang, 4 Januari 2014 penetapan Kepala Dusun dan Perangkat Desa Rantau panjang di laksanakan di gedung PNPM mandiri Pariti timur. Mengacau pada peraturan daerah no 12 tahun 2010 mengenai tata cara dan persyaratan perangkat desa, hal ini adalah yang di lakukan pertama kali di Kayong Utara oleh desa rantau Panjang.

pelantikan dan penetapan perangkat desa rantau panjang kayong utara  6

Seleksi kepala dusun dan perangkat Desa periode tahun 2014 – 2020 ini di lakukan dari tanggal 6 desember hingga 19 desember 2013, oleh Tim seleksi yang di ketuai oleh Muhammad AR. dalam sambutannya Muhammad mengungkapkan bahwa ada satu Dusun yang tidak memenuhi persyaratan dalam pengajuan Kepala dusun, begitu juga dengan perangkat Desa lain, maka hingga saat ini posis tersebut masih kosong.

Sarkandi, Kepala desa rantau panjang dalam sambutannya berharap kepada para kepala dusun yang lolos seleksi juga para perangkat desa agar bekerja secara profesional. Ia tidak ingin jabatan tersebut adalah Formalitas. Di sisi lain ia berharap kerja sama dengan musyawarah dan mufakat untuk membangun desa rantau panjang bersama sama.

pelantikan dan penetapan perangkat desa rantau panjang kayong utara 7

Para Kepala Dusun yang di tetapkan untuk periode 2014 – 2020 antara lain adalah : Mulyono kasih sebagai Kepala Dusun Sinar Palung, Didi Rochman sebagai kepala Dusun Kebal manuk, Lagio sebagai kepala dusun sinar selatan, Syahrani Sebagai Dusun Tembok Baru, Zainab sebagai Dusun Makmur , Rasyidi sebagai kepala dusun sepakat jaya, Saiful bahri sebagai kepala dusun siput lestari dan untuk Dusun ampera belum di tetapkan. Sedangkan KAUR yang di tetapkan adalah; Sri anggraeni, ekawati & Norjanah.

Danil mewakili pihak BPD rantau panjang berharap dengan adanya kepengurusan baru tersebut dapat melakukan sinkronisasi terhadap masyarakat dan pemerintah desa. Disiplin dan etos kerja yang baik mesti di junjung tinggi untuk melayani masyarakat agar. Bagi yang tidak terpilih jangan berkecil hati, tetap saja bermasyarakat dengan jiwa pengabdian kita selaku warga negara yang b

Kamis, 02 Januari 2014

20 Anggota DPRD Minta Aspirasi Rp52,3 M


20 Anggota DPRD Minta Aspirasi Rp52,3 M


Di Balik Terlambatnya Pengesahan APBD 2014


Senin, 30 Desember 2013


SUKADANA. Mantab! Dana aspirasi DRPD KKU berdalih hasil reses untuk anggaran 2014, menyedot duit rakyat hingga Rp52,3 miliar. Uniknya banyak aspirasi itu di luar musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) desa.

Melihat ada anomali (keanehan) dari dana aspirasi dewan ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) KKU meminta audiensi tentang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KKU tahun 2014. Surat Apdesi KKU tertanggal 26 Desember 2013, meminta audiensi pada Senin, 6 Januari 2014. Sampai berita ini diturunkan masih belum ada klarifikasi DPRD KKU tentang kapan audiensi itu diterima.

Saat ini DPRD KKU beranggotakan 20 legislator, memiliki empat fraksi. Rinciannya, Fraksi Golkar (4 kursi), Fraksi Kerakyatan (PPP 2 kursi, PDK 1 kursi, Hanura 1 kursi, PKS 1 kursi, dan PDI-P 2 kursi, total 7 kursi), Fraksi Demokrat Amanat Reformasi (DAR; Partai Demokrat 2 kursi, PAN 1 kursi, dan PBR 2 kursi, total 5 kursi), Fraksi Persatuan Daerah-Nasional (4 kursi).

Rekapitulasi usulan program atau kegiatan hasil reses DPRD KKU untuk tahun anggaran 2014, totalnya Rp52.325.000.000. Terinci belanja jasa konstruksi Rp45.360.000.000 atau sekitar 373 paket, belanja jasa konsultansi Rp4.300.000.000 sekitar 20 paket, dan belanja barang Rp2.665.000.000 sekitar 28 paket kegiatan.

Distribusi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pelaksana, Dinas Pekerjaan Umum sekitar 321 paket pekerjaan senilai Rp39.420.000.000, uniknya ada sekitar 84 paket normalisasi sungai dan 86 paket rambat beton.

Kemudian Dinas Pendidikan ada 30 paket pekerjaan senilai Rp3.870.000.000. Dinas Pertanian dan Peternakan ada 24 paket pekerjaan Rp2.135.000.000. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 11 paket pekerjaan Rp2.150.000.000.

Dinas Kelautan dan Perikanan 12 paket pekerjaan Rp1.225.000.000. Dinas Perhubungan Kominfo 9 paket pekerjaan Rp1.050.000.000. Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga 4 paket pekerjaan Rp700.000.000.

Kantor Lingkungan Hidup 2 paket pekerjaan Rp500.000.000. Dinas Kesehatan 2 paket pekerjaan Rp300.000.000. Dinas Energi Sumber Daya Mineral 1 paket pekerjaan Rp200.000.000.

Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu 1 paket pekerjaan Rp250.000.000. Badan Penyuluh Ketahanan Pangan 1 paket pekerjaan Rp175.000.000. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi 3 paket pekerjaan Rp350.000.000. Totalnya 421 paket pekerjaan senilai Rp52,325 miliar.

Rincian pengusul, pertama, Fraksi Golkar mengusulkan Rp16.575.000.000. Rinciannya Ketua DPRD KKU (Ketua DPD II Partai Golkar KKU) H Ibrahim Dahlan tertinggi dana aspirasinya dibandingkan legislator lain mencapai Rp10,3 miliar. Hasilah usulkan Rp2.075.000.000. H Ngadikun usulkan Rp2 miliar. Abdul Zamad M Amin usulkan Rp2,2 miliar.Kedua, Fraksi Kerakyatan mengusulkan Rp15.450.000. Rinciannya Drs A Kadir (PDI-P) Rp2 miliar. Abdul Rahman SH (Hanura) Rp2,2 miliar. H Effendi Ahmad SPdi (PPP) Rp2 miliar. Akhmad Suandi (PDK) Rp3 miliar, Syukran SAg MSi (PKS) Rp2 miliar. H Alhusaini SH (PDI-P) dan Nazadola SH (PPP) minta Rp4,25 miliar, uniknya dari 18 kegiatan yang diajukan 17 di antaranya klasifikasi konsultansi.

Fraksi Persatuan Nasional mengusulkan Rp9,5 miliar. Rinciannya Namrun Leru SPd Rp3,35 miliar. Indra Riduani SH Rp2 miliar, Laujeng Rp2 miliar, dan Haripin Rp2,15 miliar.

Fraksi DAR mengajukan Rp10,8 miliar. Rinciannya M Sukardi SE MM (Demokrat) Rp2,8 miliar, Yulisman SH (PBR) Rp2 miliar, Rinto Arifarmuji (Demokrat) Rp2 miliar, Ishak ST (PAN) Rp2 miliar, dan Suyanto (PBR) Rp2miliar.

Pada pembahasan Apdesi KKU, diduga sampai akhir Desember 2013 ini, DPRD KKU belum mengagendakan Rapat Paripurna Pengesahan RAPBD 2014 menjadi APBD, dikarenakan 421 paket kegiatan aspirasi ini diakomodir pemerintah.

“Menurut informasi dari beberapa SKPD, belum adanya pembahasan antara Badan Anggaran DPRD dengan SKPD KKU. Informasi dari anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) eksekutif, ada keinginan dari 20 anggota DPRD minta aspirasi mereka diakomodir, terdiri dari 421 kegiatan dengan nominal lebih dari Rp52 miliar. Padahal nota Keuangan dan RAPBD telah disampaikan eksekutif pada 8 Oktober 2013 tapi pengesahannya alot karena keinginan DPRD KKU,” ungkap Usman Thalib, Ketua Apdesi KKU, Minggu (29/12).

Dikatakannya masyarakat tidak pernah mengajukan usulan untuk membuat kajian detail engineering design (DED). Kaitan dengan tahun 2014 adalah tahun politik.

“Banyaknya pekerjaan rumah (PR) Pemkab Kayong Utara tentang temuan-temuan kerugian daerah, terbanyak tunggakan anggota DPRD KKU di mana harus mengembalikan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Padahal Pemkab Kayong Utara dalam penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ingin menaikkan status Wajar dengan Pengecualian (WdP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tutur Usman. (lud)

Sumber : http://www.rakyat-kalbar.com

Pantai Pasir Mayang, “Atasnya Ditebang, Bawahnya Dilobang”

Pantai Pasir Mayang, “Atasnya Ditebang, Bawahnya Dilobang”


pasir mayang kayong utara tttt


SUKADANA – Kerusakan lingkungan disekitar Taman Wisata Pasir Mayang Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, terbilang parah. Pasalnya, di gunung hutannya ditebang dijadikan ladang. Di pantai, tebing dan di sungai tanah/pasirnya dilobang, diambil batunya. Aktivitas ini sudah berlansung selama bertahun-tahun.

Pantai Pasir Masir Mayang, merupakan satu dari sekian objek wisata yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Namun keasrian dan keperawanan lingkungan Pasir Mayang benar-benar ternodai. Pantai yang dulunya menyuguhkan keindahan dan kenyamanan paroma alamnya, sekarang hanya bisa unjuk tumpukan batu, gunung yang gundul dan bibir pantai yang rusak.

pasir mayang kayong utara hads

Pada hal, pengunjung pantai ini terbilang ramai. Apa lagi pada momen hari libur, pantai ini dipenuhi pengunjung, baik warga KKU sendiri, dari Kabupaten Ketapang bahkan turis mancanegara. Seperti momen Tahun Baru kali ini (1/1/2014), ribuan pengunjung memadati Pantai Pasir Mayang. Namun sayang, pemandangan kita menjadi terusik ketika menyaksikan pantai tak lagi menyajikan keasriannya.

Tumpukan batu di pantai dan di sungai, menjadi pemandangan dan suguhan sehari-hari. Puluhan, bahkan ratusan orang mengantungkan harapanya pada alam disekitar pantai. Sehingga kerusakan alam tersebut semakin kentara terlihat. Pada hal, jajaran gunung dan bukit-bukit yang ada disekitar Taman Wisata Pasir Mayang, adalah bagian dari gugusan Gunung Peramas – merupakan kawasan, flora dan fauna yang diliindungi.

Sepintas kita melihat, kerusakan di bibir pantai Pasir Mayang seperti terkikis abrasi. Namun jangan salah, campur tangan manusia pun sangat besar dalam menyumbang kerusaka tersebut, selain abrasi. Bibir pantai dan lereng gunung disepanjang Pantai Pasir Mayang dikeruk penambang batu. Sungai-sungai yang menyimpan bebatuan pun hanya menyisakan pasir dan tebing terjal. Kondisi tersebut semakin hari semakin melebar dari bentuk aslinya. Kerana alasan sesuap nasi, mereka rela merusak lingkungannya.

pasir mayang kayong utara hh

Palau kecil disekitar Batu Mak Bagok, batu yang dikeramatkan warga setempat, dulunya utuh ditumbuhi pepohanan yang menambah keindahan suasana pantai. Sekitar 2008 yang lalu, kondisi pulau ini masih terlihat utuh. Gertak (jembatan) penghubung dari pantai ke pulau masih ada. Sehingga pulau dan pantai yang berjarak ± 70 meter tersebut mudah dijangkau para wisatawan. Namun sekarang pulau tersebut telah rata dengan laut. Sebab batu-batu yang membuat pulau tersebut kokoh berdiri, menjadi sasaran penambang batu juga.

Rabu (1/1/2014), WK menyempatkan diri bertandang dan berbincang dengan warga Pampang Harapan, khususnya warga yang bermatapencarian disekitar Pantai Pasir Mayang. Pada dasarnya mereka menyadari apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka tahu dampak negatif dari perbuatan mereka. Namun mereka tak mampu melawan tuntutan dan kebutuhan hidup mereka, yang semakin hari semakin meningkat. Tambah lagi, pembangunan sarana dan prasarana di daerah ini, pun membutuhkan jasa mereka. Sungguh ini kondisi yang dilematis.

pasir mayang kayong utara

Penuturan M. Tahir (60). Sebenarnya tujuan Pemerintah dan pihak Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) itu benar, 1000 % saya nyatakan benar. Namun masyarakat hidup tentu perlu makan. Masalahnya lapangan pekerjaan terbatas. Sementara populasi penduduk semakin bertambah. Kemudian kondisi lahan pertanian yang ada, ketersediaannya sangat terbatas pula. Sebab, lebih dari 70 % wilayah Desa Pampang Harapan adalah kawasan Hutan Lindung – kawasan TNGP.

Masih menurut M. Tahir. Minimnya SDM masyarakat kita, tentu menjadi faktor pendukung masalah-masalah yang ada. Tambah lagi kurangnya pembinaan Pemerintah atau para pemangku kepentingan yang ada, membuat masyarakat semakin tak punya pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan ekonominya selain menambang batu, pasir dan menebang pepohonan untuk dijadikan ladang mereka.

Dulu, lanjut M. Tahir, kami pernah dibantu bibit lengkeh, masing-masing sekitar 5 pohon per orang. Itupun hanya untuk beberapa orang saja. Tentu jumlah tersebut jauh dari cukup untuk menghijaukan gunung yang gundul akibat dibabat. Untungnya, ada diantara warga kita setelah selesai berladang, lahan tersebut ditanami durian, rambutan, kopi, karet dan lain-lain. Namun hal tersebut tentu tidak akan mampu mengembalikan resapan air dipermukaan gunung yang gundul secara drastis.

Saat saya masih muda dulu, parung (sungai) yang ada di Batu Mak Bagok ini debit airnya besar dan sangat deras. Gemuruh derasnya air yang turun, membuat kita ngomong di dekat parung tersebut sedikit mengeraskan suara. Tapi saat ini tidak lagi seperti dulu. Bahkan ketika musim kemarau, air di parung tersebut kering, “Kenang M. Tahir.”

pasir mayang kayong utara hhh

Mata pencarian sebagian besar masyarakat Pampang adalah bertani dan melaut (nelayan). Dominannya bertani. Karena areal pertanian disini sempit, mau tidak mau kami harus membuka hutan, marimba/merambah gunung, menambang batu dan pasir. Sebenarnya saya pun kurang setuju melakoni pekerjaan ini, tapi apa mau kata, ini menjadi pilihan kami warga Pampang, sebab ketersediaan dataran yang bisa ditanami padi sangat terbatas. Sementara hasil dan sarana tangkap nelayan pun terbatas juga, “Ungkap Syahrul ((51).”

Syahrul, satu dari sekian petani Pampang yang melakukan kegiatan bertaninya di gunung. Bedanya dia dengan petani lain, dia petani menetap. Sedangkan petani lain, berladang (bertani) dengan cara berpindah-pindah. Terbukti, di atas lahan yang dibeli dengan rekannya seharga Rp. 800.000,- ini, sekarang sudah ditumbuhi durian, kopi, rambutan, pisang, kunyit, jahe, kencur dan tanaman obat-obatan lainnya yang sudah menghasilkan.

“Dalam berusaha saya punya prinsip juga. Jika durian, kopi, rambutan, pisang dan lain-lain bisa menghasilkan duit ratusan ribu per hari, kenapa kita harus berpindah-pindah? Kita semakin hari semakin tua, capek juga jika gitu-gitu terus. Saya pun baru kali ini berusaha di gunung. Itupun karena ada teman yang menawarkan lokasinya. Karena tertarik dan ingin mencoba bertani, akhirnya tawaran tersebut saya ambil. Kerena saya ingin punya usaha tetap, dan niat saya ingin menjadi contoh buat yang lain, bahwa dengan bertani menetap, kita bisa berhasil juga.” Ungkap Syahrul bersemangat.

Syahrul Bohri, nama lengkapnya. Pria paruh baya ini, sebelumnya bekerja sebagai nelayan dan peraih (penampun/penyalur) hasil pertnian dan nelayan. Karena usianya terbilang tidak muda lagi, dia memutuskan beralih ke dunia pertanian, karena menurutnya, bertani resikonya sangat kecil.

Saat WK bertanya tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Pampang Harapan, dia sendiri juga menyesalkan kerusakan lingkungan yang terjadi di desanya. Katanya, “Hal ini tidak perlu terjadi jika kita semua sadar. Hal ini tidak perlu terjadi jika Pemerintah tanggap dan peduli.” Kerana dampak kerusakan tersebut sudah terasa dan terlihat nyata di depan mata.

Syahrul dan warga yang lainnya hanya bisa berharap, semoga program cetak sawah dari Pemerintah Tahun 2013 yang sedang berjalan di desanya, dapat menjawab permasalahan yang terjadi di kampung halamanya. Dan tentu tidak menutup kemungkinan harus didukung dengan program-program yang lain. Sebab, jumlah percetakan sawah tidak sebanding dengan jumlah penduduk Pampang Harapan. Apa lagi bagi warga yang terbiasa mencari uang dengan cara menambang. Tentu bukan pekara mudah untuk mengalihkan pekerjaan mereka.

Jika kondisi ini terus terabaikan, bukan tidak mungkin kelak anak cucu kita hanya tinggal mendengar cerita saja. Tanah yang dulunya subur menjadi tandus. Gunung yang dulunya mengalirkan mata-mata air menjadi kering akibat ulah tangan-tangan manusia. Ini telah terjadi di belahan dunia lain. Sebut saja negara Ethopia.

Dulu hutan di Ethopia lebat seperti Indonesia. Namun karena kerakusan para pendahulu mereka, hari ini warga Ethopia banyak yang meninggal karena kekeringan. Negara mereka menjadi tandus. Air di Ethopia menjadi barang yang langka dan mahal. Jika kita tidak sigap, tanggap dan segera mencegahnya, bukan tidak mungkin nasib kita kelak bisa seperti Ethopia. (WK Tim)

 

Menelusuri Makam Keramat Ratu Soraya Di Gunung Lalang

Menelusuri Makam Keramat Ratu Soraya Di Gunung Lalang


Oleh; Misbachun & Wahyan Naden


GUNUNG LALANG  misteri AHMAT AWAL pak wai

Kami mengunjungi gunung lalang dimana terdapat sejarah 3 makam keramat, yang salah satunya adalah makam ratu soraya.   Menurut informasi  yang kami dapatkan dari narasumber  warga setempat, yaitu bpk mat awal, atau yang akrab di sapa pak wai.

Konon Ratu Soraya berasal dari Brunei Darussalam, ia berkunjung ke sukadana bersama rombongan dan juga suaminya raja surya, sekitar 300an thn yang lalu sekaligus mendirikan kerajaan. pada saat akan pulang ke kerajaan Brunei, ratu soraya dan dua dayang atau pengawalnya terkena penyakit diare, dan akhirnya merenggut nyawa ratu soraya dan dua pengawalnya, ratu sorayapun  akhirnya di makamkan digunung lalang, yang sampai saat ini makamnya pun masih dikeramatkan.

GUNUNG LALANG AHMAT AWAL pak wai

Di gunung lalang  terdapat sebuah batu besar yang bernama Batu Balai, konon sewaktu ratu soraya masih hidup batu balai tersebut merupakan tempat bermainnya. Sedangkan suami ratu soraya tinggal di gunung lalang. Sepeninggal ratu soraya, kerajaan di ambil alih oleh raja surya, yakni  suami dari ratu soraya, tidak lama kemudian ia di serang oleh raja siak dan mengalamib kekalahan kemudian akhirnya ia hengkang ke negerinya kembali di brunei Darussalam. Meneurut kepercayaan banyak orang, yang mempunyai niat apapun dengan cara berziarah ke makam ratu soraya, dan apa bila niat tersebut terkabul, maka ia harus mendirikan bendera kuning  ke empat penjuru makam ratu soraya  sebagai tanda ucapan terimakasih.

Pangeran syarif hasan beserta rombongan pernah berkunjung kemakam Ratu soraya  sektar lima tahun yang lalu, beliau [pangeran syarif hasan, red] adalah masih keturunan ratu soraya,pangeran syarif hasan juga berjanji akan merehap makam ratu soraya, menurut pak wei makam ratu soraya akan dipindahkan. namun dari ritual ghaib yang di lakukan ratu soraya tidak mau di pindahkan.

GUNUNG LALANG   sukadana misteri AHMAT AWAL pak wai

Hal aneh lain terjadi ketika pada setiap musim panas gunung lalang sering terlalap api, namun anehnya nisan-nisan yang terbuat dari kayu pun tetap utuh, aman dari kobaran api, konon beberapa tahun yang lalu apabila terjadi kebekaran di gunung lalang, ratusan burung elang berdatangan untuk memadamkan api, dan pada malam harinya sering terdengar pekikan (pekik kaung), bak suara manusia.

Dan pada masa dulu,di gunung itu sering muncul seekor rusa, namun  bagi siapa pun dilarang untuk menembak rusa di gunung lalang tersebut, karena menurut kepercayaan bagi siapa pun yang berani menembak rusa di gunung lalang umurnya tidak akan panjang.

Dari penuturan pak wai, beliau pernah mendapatkan wangsit lewat mimpinya, utuk mengambil benda antik di gunung lalang itu, dan beliau pun pergi untuk mengambilnya, dan ternyata benda hitu benar benar ada, benda itu berbentuk kendi cantik [tempat air minum, red] bergambar dua kepala naga, dan yang satunya berupa lesung batu kecil [tempat menumbuk sirih, red] kami pun sempat mengabadikan gambar lesung kecil tersebut, namun sayangnya benda yang berbentuk kendi cantik sudah tidak ada lagi.

Demikianlah sedikit kisah tentang Gunung lalang yang penuh dengan misteri, kemungkinan besar Gunung lalang juga masih menyimpan berbagai kisah masa lalu, termasuk juga legenda Pangeran Sidang panape dan kerajaan Bersoul.

Jumat, 27 Desember 2013

Kasus Pencabulan Gadis 13 Tahun, Sepakat Diselesaikan Keluarga

Kepala Desa Padu Banjar Warta Kayong KalbarSunardi, Kades Padu Banjar


SIMPANG HILIR – Perkara yang menimpa Fd (29), kasus pencabulannya terhadap YH (13), gadis asal Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kayong Utara (10/12) yang lalu, telah tuntas. Masing-masing, antara keluarga koban dan keluarga pelaku sepakat menyelasaikan perkara tersebut dengan cara kekeluargaan (damai).


Hal tesebut disampaikan Sunardi, Kades Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir pada Redaksi Warta Kayong (WK), Kamis (26/12/2013). Keterangan Sunardi, perkara pencabulan anak di bawah umur tersebut telah diselesaikan kedua belah pihak dengan cara kekeluargaan, dengan kesepakatan tertulis. Atas permintaan keluarga kedua pihak, saya diminta untuk mendatangi WK untuk mengklarifikasi pemberintaan sebelumnya, atau menyampaikan bahwa mereka telah berdamai, terang Kades Termuda di KKU ini.


Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini terjadi atas dasar kesadaran kedua belah pihak. Kedua belah pihak tidak mau larut dalam perkara yang saling tuntut-menutut. Pasalnya, Rd abang YH (korban pencabulan) pun harus mendekam dalam tahan Polsek Simpang Hilir atas kasus pemukulannya terhadap Fd. Fd yang tetap tidak terima pemukalan atas dirinya, bersikeras agar Rd abang korban ditahan sama seperti dirinya.


Atas inisiatif dan kesepakatan keluarga kedua belah pihak, penyelasaian masalah tersebut dilakukan dikediaman Kades Padu Banjar (20/12/2013). “Pada prinsifnya kami siap saja memfasilitasi permintaan dua belah pihak untuk berembug damai di tempat kami. Tentu sudah menjadi kewajiban kami melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kami. Apa lagi Fd merupakan warga desa kami. Namun sebelum itu, saya telah berkordinasi dengan pak Yusman, Kades Pulau Kumbang, sebab YH adalah warga desanya,” ungkap Sunardi pada WK.


Mengenai isi kesepakatan tersebut Sunardi menuturkankan. Isinya antara lain yaitu: a) bahwa keluarga YH mencabut tuntutan pencabulan atas YH; b) bahwa keluarga Fd mencabut tuntutan pemukulan Rd terhadap Fd; c) bahwa Fd dan keluarganya siap bertanggung jawab terhadap YH, yaitu siap membiayai kebutuhan hidup YH hingga YH mencapai usia dewasa (17 tahun), tanpa harus menikahinya, kecuali ditemukan hal lain yang mengharuskan Fd menikahi YH.


pencabulan simpang hilir


Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini pun terjadi sebab antara pelaku dan korban masih ada ikatan keluarga. Ini terungkap dari hasil begalur (bersisilah) yang dilalukan keluarga kedua pihak, bahwa kedua belah pihak masih ada ikatan keluarga.


Untuk menelusuri kebenaran kabar pencabutan gugatan pencabulan tersebut, WK mencoba menemui Kanit Reserse Polsek Simpang Hilir (27/12). Namun sayang, kami bertolak belakang (berselisih waktu) beliau. Keterangan anggota yang piket bahwa Kanit sedang dalam perjalanan menuju Polres Ketapang.


Kemudian konfirmasi ke Kanit kami lakukan via hand phone. Alhasil, pencabutan gugatan pencabulan dan pemukulan tersebut dibenarkan Beni, Kepala Unit (Kanit) Reserse Polsek Simpang Hilir. Kanit mengatakan bahwa saat ini beliau sedang mengantarkan berkas perrnyataan damai dari kedua pihak ke Polres Ketapang. Sebab perkara pencabulan kemaren sudah dilimpahkan ke Polres Ketapang.


Lebih lanjut Kanit mengakatan, bahwa kesepakatan damai ini merupakan keinginan kedua belah pihak, tak ada paksaan dari pihak manapun. Kami (Kepolisian) dalam hal ini hanya menindaklanjuti keinginan kedua belah pihak untuk berdamai. Menurut prosedur hukum, sah-sah saja jika kedua pihak ingin berdamai dengan cara kekeluargaan, dengan catatan kesepakatan dalam pernyataan tertulisan, yang ditandatandagani kedua pihak, ungkap Kanit.


Dengan kesepakatan damai ini dapat dipastikan, Fd dan Rd akan segera terbebas dari jeratan hukum yang menimpa mereka masing-masing. Kebebasan mereka ini menjadi harapan keluarga besar kedua belah pihak, sehingga silturrahim dan hubungan kekerabatan diantara keluarga besar mereka lebih intens dan terus terjalin dengan hormani. Demikian harapan keluarga besar mereka, sebagaimana penyampaian keluarga Fd dan YH kepada saya, papar Sunardi● (Has)

Kamis, 26 Desember 2013

Berjuang Melawan Hidrosifalus Akhirnya Salman Meninggal Dunia

Berjuang Melawan Hidrosifalus Akhirnya Salman Meninggal Dunia

 hhhhhhhhhhhhhhhhhhh

            Simpang hilir, 26 Desember 2013 pukul 13. 30 menit,  Salman menghembuskan nafas terkahir dalam perjalanan menuju rumah sakit. Hidrosifalus yang menggerogotinya semenjak lahir akhirnya mengantarkan ia di usia 1 tahun empat bulan dari kelahirannya.

            Pada waktu yang sama justru para relawan sedang turun ke jalan, melakukan aksi penggalangan dana yang sudah di mulai sejak tanggal 23 Desember, di gedung serba guna teluk melano bersamaan dengan pemutaran film ujang tampoy. Penggalangan dana di titik lain juga akan di lakukan seperti di ketapang dan sekitarnya. “Tapi ini semua sudah kehendak Allah, mungkin inilah jalan terbaik baginya, kami yang penting sudah berusaha maksimal, semoga amal ibadah kita semua di catat oleh Allah swt. “. Ujar Kepala Desa teluk melano Margono.  

            Sebelum pemakaman semua uang di serahkan oleh Margono kepada pihak keluarga sebesar 7.560.000,-. Uang tersebut di serahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk mengurus pemakaman serta keperluan lainnya.

            Di terangkan oleh orang tuanya, Leni Apriani bahwa Salman berada di puskesmas sudah beberapa hari, terakhir beberapa jam sebelum ia meninggal, tampak badannya membiru dan mencret mencret hingga akhirnya lemas dan kemudian di bawa ke rumah sakit, namun apa lacur dalam perjalanan nyawanya sudah tak tertolong lagi. Ungkap leni sambil berlinang air mata.

            Miftahul Huda, Koordinator relawan menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang telah membantu, serta semua relawan yang telah membantu tenaga dan fikiran untuk penggalangan dana yang telah lalu. (wk Tim /26/12/2013).