WK-Brand Logo

Rabu, 11 Desember 2013

Puskeswan Terpadu Seponti Di Resmikan

Puskeswan Terpadu Seponti Di Resmikan


 berita peresmian puskeswan seponti33


Selasa 10 Desember 2013, gedung pesat kesehatan hewan (PUSKESWAN) kecamatan seponti di resmikan oleh Bupati Kayong Utara, yang di wakili oleh asisten dua, Erwin sudrajat,  S.Sos, M.AP. pada acara peresmian tersebut juga di hadiri kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi kal bar, Drh. H. Abdul Manaf Mustafa, Dan Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara Ir. Rudi Rustaman, MM,  beserta dinas instansi di lingkungan Pemda kayong Utara.

Dalam sambutannya Bupati kayong utara menyatakan bahwa Pembangunan puskeswan tersebutmerupakan salah satu upaya penguatan kelembagaan guna memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang memiliki ternak hewan, dan yang paling penting adalah guna untuk melakukan pengendalian pemberantasan penyakit menular baik Zoonosis maupun Non Zoonosis yang mengakibatkan kerugian manusia baik langsung maupun tidak langsung.

berita peresmian puskeswan seponti oke

Ir. Rudi Rustaman, MM kepala dinas Pertanian dan peternakan kabupaten kayong utara dalam sambutannya menyatakan bahwa, Dengan di resmikannya Puskeswan Seponti tahun 2013 di Kecamatan Seponti di harapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Seponti walaupun masih banyak kekurangan antara lain SDM serta fasilitas sarana dan prasarananya.

Potensi industri peternakan di Indonesia adalah peluang yang cukup luar biasa untuk mendatangkan penghasilan bagi para peternak, sebab menurut Drh. H. Abdul Manaf Mustafa, sebab Impor daging dari luar negeri yang kerap kali di lakukan membuktikan bahwa kebutuhan daging dalam negeri sangat tinggi namun sayangnya produk dalam negeri sendiri tidak mencukupi untuk memenuhi pasar.

untuk berita

Dengan adanya puskeswan Agus Nugraha (panitia pelaksana Peresmian), mengahrapkan agar para peternak di wilayah kecamatan seponti dapat memanfaatkan semaksimal mungkin, apapun dan akapanpun kami sap melayani Ujarnya .

Setelah acara ceremonial selesai, di lanjutkan dengan pembagian Hadiah dan piagam kepada para Peternak terbaik, kemudian di lanjutkan dengan peninjauan lokasi peternakan dan Pameran ternak Sapi hasil IB (Inseminasi Buatan). Dalam acara pameran sapi hasil IB terseut di ikuti oleh 200 an peserta dari beberapa tempat di kecamatan seponti.  (MH. 10/12/2013).

 

Mayat Bocah Satai Di Temukan di dekat Pulau Juante

Mayat Bocah Satai Di Temukan di dekat Pulau Juante


 mayat korban di tanjung satai wata kayong

Tanjung satai 11 Desember 2013. Di temukan seorang mayat anak laki laki berumur 9 tahun di pulau juante kecamatan pulau mayak karimata kabupaten kayong utara

Kejadian berawal pada hari minggu jam 8: 30 pagi, menurut kronologi kejadian korban bermain petak umpet sebelum kejadian korban membeli gorengan dan setelah membeli gorengan korban langsung bermain dengan teman teman nya di dermaga atau pelabuhan baru di pulau maya karimata atau sering di sebut satai setelah sampai di pelabuhan teman-teman nya mengajak korban untuk bermain petak umpet dan si korban bersembunyi di tangga yang menurun ke laut dan akhirnya terjatuh kedalam laut tanpa di ketahui siapapun.

Teman teman korban sempat lama mencari namun tidak ketemu, kemudian memintan orang yang lebih tua dari teman-teman yang masih berada dia atas dermaga untuk mencari si korban tapi tetap tidak ketemu, setelah sekitar 3 jam untuk mencari warga sekitar mulai resah dan melaporkan ke ibu korban ibu korban pun histeris dan memintan warga untuk mencari tapi tetap tidak di temukan hingga sore hari.

Setelah malam hari warga memintan kpetua kampung di tanjung satai untuk membaca kan doa serta yasinan.

Selang beberapa hari, tepat pada hari rabu jam 4 sore warga yang saat itu sedang mencari ikan melihat mayat mengapung dan setelah di cermati ternyata itu adalah si korban yang sudah 4 hari 3 malam mengilang. kondisis mayat sudah tidak terlalu di kenal dan warga langsung mengevakuasi mayat koraban dan langsung menelfon warga yang berada di darat meminta untuk membawakan terpal untuk membawa mayat tersebut ke rumah orang tua si korban. (AL. 12/12/2013)

Minggu, 08 Desember 2013

Salam Perdana Off Line Redaksi Warta Kayong (Desember 2013)

salam redaksi warata kayong perdanas off line

Alhamdulilah, akhirnya Majalah Warta Kayong yang


kami imipi impikan dua tahun silam untuk terbit Off line


kini akan terwujud. selama dua tahun kami hanya


mampu terbit secara On line di www.wartakayong.com


/ www.wartakayong.wordpress.com, Selama dua tahun


itu pula kami mengalami berbagai macam godaan dan


cobaan, terutama peretasan web dan berbagai intervensi.



Kami akan terbit saat ini bermodalkan Bismillahitawakkaltu


alallah, Ikhtiar sesuai kemampuan yang kami miliki,


selanjutnya semua kami serahkan kepada Allah SWT.


Bagaimanapun juga kami sadar saat ini kami masih


banyak sekali kekurangan baik dari Skill maupun visula


Cetak yang tentunya para pembaca tau majalah ini


adalah hasil cetak dari printer biasa.



Ya beginilah kami, ini adalah permulaan yang harus di


mulai, kami tidak menunggu kesempurnaan apabila


kesempurnaan itu tidak akan kita mulai, kami yakin ini


adalah proses menuju kesempurnaan.


Di sisi lain kami juga tidak mau mengecewakan


pembaca, maka ke depan tentunya kami harus


meningkatkan kapasitas dan kwalitas guna memenuhi


tantangan profesinalisme.



Salam hangat untuk para pembaca, kami titipkan


kepercayaan bermitra kepada semua, kita sama


sama berdo`a semoga Majalah Warta Kayong ini dapat


Istiqomah, dan dapat menjadi media bagi masyarakat


untuk pemerintah dan begitu juga sebaliknya. Amieen


  

salam redaksi warata kayong perdana off line

 

PENERBIT : CV. Warta Kayong, DIREKTUR : Irwansyah,


PIMPINAN REDAKSI : Miftahul Huda, DEWAN PENASEHAT: Hepi Susanto, Isya Fachrudi, Sumardi, REDAKTUR : Hasanan, SEKRETARIS REDAKTUR : M. Ilham, DEWAN REDAKTUR: Sudiantoro,


Ella Herawati  REDAKTUR VISUAL : Rhiyanda, DOKUEMNTASI : Erwin Kurniawan, M. Ridlo, KONTRIBUTOR : Wahyan, Misbah Mudi, Kushariyanto, Abdul Latief, Darwin HSW, Hamdani,Muhammad. M. Mukhlis, Rahmat Setiawan, Hendri IKLAN :  Yak Mochtarudin, Syahrudin,


Alamat: JL Propinsi Sukadana Melano, Desa Rantau Panjang No 463.


website:www.wartakayong.com / www.wartakayong.wordpress.com . e-mail : wartakayong@gmail.com


MAJALAH Terbit Off Line Tiap Bulan Dengan Harga Rp. 10.000,-


Sabtu, 07 Desember 2013

Keberadaan Trenggiling yang Kian Tergiling

Keberadaan Trenggiling yang Kian Tergiling


trenggiling4313-300x188


Perburuan binatang yang satu ini kian menjadi. Pasalnya binatang ini memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Dari daging hingga kulitnya berharga. Kulitnya yang berbentuk sisik tebal dan keras tersebut terlihat unik dan menarik. Selain memiliki nilai seni, kulit trenggiling dipercaya sebagian masyarakat memiliki khasiat tersendiri. Sebab itu ia diburu.


Hewan dengan nama latin Manis Javanica ini biasa dipasarkan penampungnya dalam kondisi hidup, mati dengan pengawetan vormalin dan dijual dalam bentuk kulit yang sudah bersih/kering. Daging trenggiling pun tergolong daging yang enak dikonsumsi bagi orang-orang yang tidak enggan makannya, terutama bagi warga nonmuslim, karena struktur tangingnya renyah dan halus.


Binatang ini sangat mudah ditemukan disekitar kita, teruma di kebun karet dan areal pertanian. Semut/rayap merupakan makanan pavorit trenggiling, jadi tak heran ia biasa mencari makan dari pohon karet lapuk milik warga yang banyak semut/rayapnya. Apa lagi saat musim penghujan, sudah pasti rayap/semut berkeluaran dari tanah/sarangnya sehingga mengundang trenggiling untuk datang.


trenggiling4313-300x18dgdgdg 8


Trenggiling biasa tidur di dalam lubang/celah pohon atau lubang tanah yang dibuatnya. Jika keselamatannya tercam maka ia akan bergulung seperti bola sehingga mudah saja warga menangkapnya. Biasanya hanya dengan memasukan kayu ke dalam lobang sarangnya persis di tengah perut trenggiling tersebut maka trenggiling akan menggulung kayu tersebut, sehingga mudah saja kita membawanya.


Kegiatan perburuan dan perdangan Trenggiling sebetulnya sudah berlangsung lama dalam masyarakat tanpa ada pencegahan. Pada hal, binatang ini termasuk salah satu satwa yang dilindungi kendati tidak termasuk kategori binatang langka. Perkembangbiakannya tidak seperti babi. Mamalia ini hanya mampu melahirkan keturunan dari 1 induk 1 ekor dalam setahun.


Maka tak heran, masyarakat Kayong Utara yang berada disekitar hutan biasa melakukan aktivitas perburuan dan penjualan trenggiling sebab harganya sangat menjanjikan. Biasanya warga menjual dalam kondisi hidup kepada penampung dengan harga antara Rp. 70.000,00 – 150.000,00/kg.


Menurut UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati beserta Ekosistemnya, dalam Pasal 21 ayat (2) BAB V tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa menyatakan bahwa, setiap orang dilarang untuk: a. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. b. Menyimpan,memilihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. c. Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain didalam atau luar Indonesia. d. Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. e. Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan sarang satwa yang dilindungi.


Lebih lanjut dalam Pasal 40 ayat (2) menyatakan bahwa, “Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 21 dipidana dengan Pidana hukuman 5 tahun Penjara dan denda Seratus juta Rupiah/100.000.000.” Namun ancaman ini tak membuat pelakunya ciut (takut). Sebab bisa jadi mereka tidak tahu, pura-pura tidak tahu, tidak ada yang melaporkan, tidak terpantau petugas atau petugas tahu tapi pura-pura tidak tahu terhadap aktivitas mereka.


Anehnya perdagangan satwa-satwa yang dilindungi tersebut tidak hanya terjadi pada trengiling saja, namun seperti pada beberapa spesies Elang seperti Elang Bondol, Orang Utan, Beruang Madu, Klasi, Kelempiau, Bekantang/Bentang, Enggang dan berbagai jenis burung lainnya yang pelakunya baik dari dalam maupun dari luar daerah. Pemburu dari luar daerah yang biasa datang memburu dan membeli ialah dari Provinsi Bangka Belitung. Tanpa rasa takut dan bersalah aktivitas ini sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun, sebab mereka dilindungi warga setempat.


Apabila tidak ada tindakan pencegahan, bukan tidak mungkin keberadaan satwa yang dilindungi seperti Trenggiling ini akan punah akibat ulah pemburu/masyarakat yang semakin hari semakin intens melakukannya. Bukan tidak mungkin satwa-satwa yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) yang kita banggakan menjadi incaran warga/pemburu yang lambat laun keberadaannya akan menipis dan terkikis, sehingga tak ada lagi warisan yang dapat kita wariskan kepada anak-cucu kita nanti tentang kekayaan alam Kayong Utara yang seharusnya bisa mereka nikmati.


Tentu dibutuhkan kesadaran kita sebagai masyarakat untuk menghentikan kegiatan ini dan mengingatkan pelaku dan/atau melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Pihak yang berwenang pun tidak hanya menunggu, namun harus ada tindakan pembinaan, pencegahan, pengawasan dan memberikan sanksi-sanksi yang dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya. Sehingga keberadaan satwa-satwa yang dilindungi ini benar-benar merasa aman dan nyaman hidup di habitat aslinya. Sebab fungsi satwa ini termasuk penyeimbang ekosistem kehidupan dan lingkungan yang kita diami● Has

Selasa, 03 Desember 2013

Kado dari Menkes, “Kondom Gratis” Buat Generasi Penerus

Kado dari Menkes, “Kondom Gratis” Buat Generasi Penerus


Oleh: Hasanan


kartun-tolak-pekan-kondom-nasional-305x320 warta kayong


“Kondom bukan barang terlarang seperti narkoba sehingga pembagian kondom tidak perlu dirisaukan dan pembagian rokok gratis di tempat-tempat umum lebih berbahaya ketimbang pembagian kondom.” Demkian penggalan kalimat Meteri Kesehatan RI Nafsiah Mbai kepada media masa baru-baru ini menaggapi tudingan ormas, ulama dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan pembagian kondom gratis pada acara Pekan Kondom Nasional (PKN) 1- 7 Desember 2013. Jadi, jangan beritakan Menkes bagi-bagi kondom, ya," kata Nafsiah Mboi kepada media, saat ditemui di jumpa pers Hari AIDS Sedunia di Jakarta, (29/11/2013). Menkes mengatakan, tahun lalu pihaknya memang ikut dalam program Pekan Kondom Nasional itu, tapi tahun ini tidak.


Sebagaimana diketahui, Komisi Penaggulangan Aids Nasional (KPAN) bersama dengan Produsen Kondom DKT Indonesia berencana menyelenggarakan Pekan Kondom Nasional (PKN) ke- 7 yang tahun ini akan dimulai satu hari sebelum Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember dan berlangsung selama satu minggu, yaitu dari tanggal 1 – 7 Desember yang akan digelar di 12 kota di Indonesia. Dalam acara tersebut akan ada aksi pembagian kondom secara cuma-cuma kepada masyarakat. Kendati Menkes menyatakan lembaganya tahun ini tidak ikut dalam kegiatan PKN tersebut, namun KPAN dan DKT menyelenggarakan kegiatan tersebut seijin meteri.


Sangat disayangkan, pembagian komdom tersebut justru dominan dilakukan kepada remaja yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa, bukan dilokalisasi atau di markas-markas prostitusi – pedangang seks bebas sebagaimana yang dimaksud Menkes dan pihak penyelenggara PKN tersebut.


Pernyataan yang sangat menyayat, “Kondom bukan barang terlarang seperti narkoba sehingga pembagian kondom tidak perlu dirisaukan. Pembagian rokok gratis di tempat-tempat umum lebih berbahaya ketimbang pembagian kondom.” Benar apa yang disampaikan menteri bahwa kondom bukanlah barang terlarang. Tapi mengapa harus dibagikan kepada mahasiswa/pelajar, di kampus-kampus atau sekolah? Menpapa tidak pada tempat yang rawan seks beresiko, tempat hiburan malam atau di kalangan pengguna narkoba? Para pelajarkan atau sebagian mahasiswa rata-rata kan belum menikah?


Kita bisa saja sepakat dengan Menkes, BKKBN, BNN dan KPAN bahwa kondom dapat mencegah bahaya HIV/AIDS. Tapi tentu ini tidak akan menjamin dan bisa mencegah sindrom yang menyebabkan hati-hati yang cenderung melakukan tindakan konyol – melakukan seks bebas tersebut. Dan kondom tidak akan bisa mencegah orang untuk tidak melakukan kemaksiatan, justru malah akan semakin intens melakukannya karena merasa lebih aman/terlindungi. Secara tidak langsung kita telah memberikan rekomendasi/penganjuran kepada pelaku untuk tetap melakukannya, bukan mencegah tindakannya.


Dampak negatif lain dari pembagian kondom tersebut kepada remaja-remaja tentu akan menjadi penyumbang negatif terhadap pembentukan mentalitas anak bangsa. Asumsi mereka akan cenderung pada perbuatan seks yang belum waktunya bagi mereka melakukannya. Mereka bukan malah takut melakukan seks bebas karena dampak negatifnya, tapi malah semakin berani karena merasa aman dan merasa ada institusi yang mendampinginya. Wajar saja penyakit masyarakat (pekat) ini susah diberantasi.


Benar pendapat sebagian besar kita dan Menkes bahwa pergaulan bebas atau seks bebas itu akibat lemahnya keimanan seseorang, tetapi bukan berarti ini tidak bisa dicegahkan kan? Sebab sumber penyakitnya ada disini. Sekali lagi, kondom hanya bisa mencegah penyakitnya tapi tidak untuk sikap dan mentalitas seseorang. Orang akan takut melakukan kejahatan apapun namannya apa bila hukum tegak atas pelaku kejahatan tersebut. Tentu harus dimulai dari produk hukum yang sesuai, penegak hukum yang patuh hukum dan pembuat peraturan yang tidak melanggar peraturan yang dibuatnya.


Sebetulnya semua kejahatan bisa saja dicegah dengan kesungguhan. Teroris saja bisa dicegah, bisa ditangkap, bisa diekskusi mati dan bisa dibentuk institusi khusus yang menanganinya (Densus 88), kenapa pergaulan bebas dan prostitusi tidak bisa? Malah ada Pemerintah Daerah yang menyediakan tempat khusus untuk frostitusi dan memungut omzet dari tempat tesebut sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintahannya. Pencegahan yang dimaksud tentu memerlukan dukungan semua elemen yang ada, termasuk pembinaan, penyluhan dan penegakkan hukum yang benar-benar memberikan efek positif bagi pelaku kejahatan. Apa lagi Negara memiliki kekuasaan mutlak untuk mengatur rakyatnya.


Kembali kita mengenang ungkapan Menkes. Bagaimana bisa seorang Menkes mengatakan bahwa rokok itu lebih berbahaya dari pada kondom gratis bagi remaja? Justru menurut penulis, program kondom gratis buat remaja itu jauh lebih berbahaya ketimbang rokok gratis. Rokok sudah jelas tampak dampak negatifnya, tapi kondom gratis merupakan bahaya yang terselubung. Rokok jelas menganggu kesehatan, namun kondom gratis sangat menganggu dan merusak psikologis. Psikis yang telah rusak itu jauh lebih sulit penyebuhannya ketimbang menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh rokok, sebab mindset (pola pikir) dan karakter seseorang telah terbentuk dari hal-hal seperti ini. Jadi kecenderungannya untuk melakukan kejahatan sangat tinggi sekali.


Semoga kita tidak sedang berprasangka buruk kepada Menkes Nafsiah Mbai yang hormati dan banggakan, terutama buat penulis pribadi. Kita berharap apa yang menteri lakukan adalah kebaikan dan kemaslahatan buat bangsa ini, bukan hal-hal negatif seperti yang kita sangka/duga kepada beliau.


Tentu tidak sepenuhnya kita melepaskan tanggung jawab pembinaan generasi ini pada pemerintah. Tanpa dukungan kita, dukungan orang tua dan masyarakat pemerintah pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kewajiban kita sebagai orang tua harus lebih dalam proses pembinaan dan mendidik anak-anak kita agar berkepribadiaan baik, sedini mungkin. Karena dari kitalah generasi bangsa ini lahir dan tumbuh menjadi manusia yang bisa membawa peradaban atau penyumbang kehancuran.


Pergaulan bebas adalah sumber dari segala macam penyakit yang ada di masyarakat, termasuk HIV/AIDS. Sebisa mungkin kita cegah sumber penyakitnya. Yang pasti tidak harus dengan pembagian kondom gratis, namun melalaui pendekatan-pendekatan lain yang relevan, salah satunya pendekatan yang sesuai kentuan agama dan pendidikan etika, tentu harus menyesesuaikan dengan fase pertumbuhan psikologi anak tersebut.


Sekedar renungan buat kita bersama terutama buat penulis, ada petikan Hadist Nabi yang sangat relevan dengan topik yang sedang kita bahas: “Apabila zina dan riba telah nampak nyata di suatu negeri, maka mereka telah menghalalkan diri mereka untuk menerima adzab Allah,” (HR. Hakim)●

Sabtu, 30 November 2013

Melawan Arus

Melawan Arus Oleh: Hasanan


Melawan-Arus warta kayong


    “Ikan Seluang melawan arus, tetap ke tepi,” Demikian ungkapan bijak Dian Saputra (https://www.facebook.com/dian.saputra.5437?hc_location=stream ) yang penah penulis baca di Grup Dukung Perubahan https://www.facebook.com/groups/menujukayong1/, 9 Nopember 2013 yang lalu. Mengomentari ungkapan Dian tersebut, yang lain pun berkata “Ikan yang mengikuti arus adalah ikan yang mati, ikan yang melawan arus adalah ikan yang mahal,” kata Fariz Zaxx (https://www.facebook.com/fariz.cozerrezpector ). Tak mau kalah dengan Fariz, Livi Alifiah (https://www.facebook.com/livi.ramadhan ) pun ikut nimbrung postingan tersebut, katanya “Tapi kalau tidak tau triknya, bisa mati kehabisan tenaga.”


                    MELAWAN ARUS. Menarik juga. Ungkapan di atas bisa BENAR dan bisa juga TIDAK. BENARnya buat masyarakat kecil yang sering berbeda pandangan terutama dengan pemiliki kekuasaan dan pemegang kepentingan. Kendati benar pun padangan mereka (masyarakat kecil), akan dipandang salah dan sebelah mata ketika berhadapan dengan pemilik status sosial yang lebih tinggi darinya, apa lagi perbedaan tersebut akan merusak refutasi dan menganggu kepentingan penguasa. Seribu alasan mereka kemukakan untuk pembenaran, sebab mereka orang pintar. Maka pilihan buat mereka yang bersuara lantang ialah harus masuk kedalam jala (jaring) mereka (penguasa/pemilik kekuasaan). Maka tak heran, penjara seperti tempat yang pantas buat orang-orang kecil kendati ia hanya mencuri ayam karena kelaparan, tapi tidak untuk orang-orang besar kendati ia maling miliyaran atau triliunan rupiah duit rakyat.


TIDAK benarnya yaitu ketika kita sepakat dengan kebohongan tersebut. Kerana rasa takut, semudah itu kita berdamai dengan kezaliman, setuju dengan kebohongan dan ikut pula membohongi yang lain. Disinilah dua pilihan yang kelihatannya sulit untuk dipilih, ikut bersama mereka atau rakyat jelata? Ikut dengan mereka maka kita akan aman, tidak terintimidasi, tidak tereliminasi, tidak terdiskriminasi bahkan bisa mendapat pujian mestipun berselimut dengan kebohongan. Ikut membela kepentingan rakyat jelata maka kita akan tertindas, diintimidasi, dieliminasi, didiskriminasi bahkan bisa dicemooh mestipun apa yang kita lakukan adalah kebenaran. Dalam kondisi inilah ikan Seluang dapat hanyut terbawa arus (ke tepi) sebagaimana dimaksud Dian Saputra.


melawan arus warta kayong


Lalu apa makna istilah Melawan Arus atau Ikut Arus dalam konteks kekinian? Melawan Arus dapat diartikan Membantah, Tidak Sependapat, Menantang, Menolak dan lain-lain yang ada hubungannya dengan sistem, menejerial atau tentang kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik yang dianggap tidak tepat atau sesuai, tentu dengan pijakan dan berlandaskan dengan nilai-nilai kebenaran, bukan karena konspirasi atau sebab keegoan semata. Sedangkan Ikut Arus bermakna sebaliknya.


Nah sob, pilihan ada pada kita. Mau ikut arus, melawan arus, bermain arus atau kita tidak akan mencebur ke dalam arus tersebut? Ikut Arus, jika tidak hati-hati maka kita akan hanyut dan terampung bahkan bisa tengelam, atau bak ikan Seluang yang mati terbawa arus (Fariz Zaxx). Jika Melawan Arus konsekuensinya kita bisa ke tepi/terpinggirkan (Dian Saputra) atau bisa juga mejadi pemenang karena semangat perjuangan yang tinggi, atau kita akan kehabisan tenaga jika tidak tau caranya (Livi Alifiah), atau merupakan perbuatan yang bernilai/mulia (Fariz Zaxx).


Kemudian tidak pernah terjun ke dalam arus maka: 1) Kita tidak akan pernah hanyut, terapung atau tengelam bersama arus; 2) Kita tidak pernah merasakan bagaimana dingin dan derasnya arus, tidak merasakan kerasnya sebuah perjuangan; 3) Kita tidak pernah merasakan manisnya hidup ketika mengikuti arus atau bermain-main dalam arus; 4) Kita termasuk kedalam golongan orang yang apatis (masa bodoh), pasif, hanya bisa menunggu dan menunggu, hanya mementingkan dan mengamankan kepentingan pribadi; 5) Kita tidak akan pernah tau bagaimana cara berenang yang baik, dan lain-lain. Nah sob, apakah kita termasuk kategori 1), 2), 3), 4) atau 5) sob? Atau kelima kategori tersebut tidak masuk dalam kriteria kita? Apapun pilihannya, tentu semua pilihan tersebut baik menurut kita dan masing-masing tentu ada konsekuensinya.


melawan arus ikan salomon warta layong


Namun ada filosofi yang bisa kita petik dari kehidupan Seluang. Ia tidak pernah mati kelaparan mestipun hidup melawan derasnya arus, kecuali takdir ajalnya harus mati di mulut ikan Toman, terjaring jala, tersangkut kail, termakan usia atau karena musibah lain.


Pelajaran kedua yang bisa kita petik dari Seluang yaitu, aruslah yang menciptakan Seluang begitu tangguh dalam menjalani hidupnya. Mungkin benar kata-kata hikmah berikut, “Laut yang tenang tidak akan menciptakan seorang nelayan yang tangguh.”


Apapun pilihan kita dalam hidup ini semua ada konsekuensinya. Yang terpenting apakah pilihan tersebut akan memberi manfaat buat diri kita, keluarga, masyarakat, agama bangsa dan Negara? Jika ia, maka sesungguhnya kita telah memilih yang terbaik dalam hidup ini menurut versi kita.

Senin, 25 November 2013

Guru, Pahlawan Sepanjang Masa

Guru, Pahlawan Sepanjang Masa


guru lubuk bati hendriyadi warta kayong


Hari ini, 25 Nopember 2013, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se- Nusantara memperingati hari jadinya yang ke- 68 Tahun. Merupakan hari yang paling bersejarah bagi guru Indonesia, dimana hari ini para guru berkumpul bak reuni mengenang sejarah hari lahirnya, merupakan sejarah panjang dari perjalanan guru-guru di tanah air.


Sejarah Singkat PGRI: Enam puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Nopember 1945, 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, berdirilah organisasi guru dengan nama Persatuang Guru Republik Indonesia (PGRI) di Surakarta. Korp guru Indonesia sebanrnya sudah berdiri sebelum tahun ’45, yaitu pada masa penjajahan Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), tepatnya pada tahun 1912. Kemudian dari PGHB berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI), yaitu tahun 1932. Semangat kebangsaanlah yang melatarbelakangi guru-guru Indonesia saat itu sehingga nama PGHB menjadi PGI. Perubahan nama tersebut tentu mengundang reaksi dari Pemerintah Hindia Belanda saat itu.


Bukan tanpa perjuangan. Prosesnya sangat panjang dan menelan korban. Atas dasar kesadaran kebangsaan dan semangat perjuanganlah yang mendorong guru-guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Salah satu dari perjungan mereka, Kepala HIS yang sebelumnya selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat tersebut semakin berkobar dan memuncak dengan kesadaran dan cita-cita perjuangan guru tidak lagi berorentasi pada perjuangan perbaikan nasibnya, memperjuangan kesamaan hak dan posisinya dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “Merdeka.”


guru lubuk bati hendriyadi warta kayong 2


Tiga konsep dasar yang melatarbelakangi perjungan dan perubahan/pendirian PGRI saat itu, yaitu: 1. Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia; 2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan; 3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.


Sejak Kongres itulah yang persatuan guru sebelumnya yang berdasarkan atas perbedaan tamatan, perbedaan lingkungan profesi, daerah, politik, agama dan suku dihapuskan dan melebur kedalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) hingga hari ini.


Kemajauan Guru adalah Cermin Kamjuan Bangsa: Kita mungkin pernah mendengar cerita spektakuler dari Kaisar Jepang. Setelah bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 oleh Sekutu, saat itu Jepang Lumpuh total, dua kota besar di Jepang tersebut luluh-lantak akibat bom super dasyat sekutu. Apa yang dilakukan Kaisar Jepang Hirihito saat itu? Beliau bertanya kepada petinggi negara yang ada, masih adakah guru yang tersesisa? Jika ada, mari kita bangun Jepang melalui pendidikan, “Ungkapnya.”


Terbukti dalam waktu yang tidak terlalu lama, Jepang bangkit kembali. Bahkan hingga hari ini, industri-industri Jepang disegani di Asia bahkan dunia. Amerika saja kepepet bersaing dengan Jepang dalam hal industri.


Kemajuan jepang tentu tidak terlepas dari peran guru-gurunya, serta didukung dengan regulasi yang jelas dan kebijakan yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan dan profesionalitas guru-guru di mereka. Alhasil, peradaban Jepang bangkit dengan peradaban ilmu. Inilah pelajaran yang paling berharga yang yang bisa petik dari Jepang – bangsa yang pernah menjajah kita 3,5 tahun lamanya.


Guru Indonesia di Era Baru: Alhamdulillah, palan tapi pasti nasib guru-guru Indonesia mulai diperhatikan. Selain gaji pokok, guru-guru pun mendapatkan berbagai tunjangan, dan terakhir yaitu tunjangan sertifikasi bagi yang telah lulus ujian sertifikasi.


Bila kita mengitip ke masa lalu, nasib guru benar-benar kurang mendapatkan perhatian, persis cerita Umar Bakri versi Iwan Fals. Banyak guru-guru yang mencari kerjaan tambahan. Ada yang jadi pengojek, buruh, penambang dan lain-lain. Kesejahteraan mereka benar-benar terbelakang. Jangankan memiliki sepada motor, memiliki sepeda ontel pun sangat sulit, apa lagi rumah. Tinggal di RGS (Rumah Guru Sekolah) pun sudah luar biasa.


Pada hal dari gurulah kita bisa menjadi orang. Mulai dari RT, Kades/lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, menteri-menteri, presiden dan lain-lain. Kita bisa membaca dan menulis, gurulah yang membimbingnya. Kita bisa mengaji al-Qur’an pun karena adanya guru ngaji. Kita bisa silat, karate, kempo, kumfu dan berbagai ilmu bela diri lainnya itu pun berkat adanya guru tersebut. Maka pantaskah kita sombong dengan mereka setelah kita bisa? Tidak sepantasnya hal tersebut terjadi, kerena guru adalah Pahlawan di atas Pahlawan.


Guru Indonesia di Era Baru ini sangat dituntut profesionalitasnya. Tidak hanya pengetahuan seputar disiplin ilmu yang melekat padanya, namun harus pula memahami ilmu pengatahuan dan teknologi lain yang semakin hari semakin pesat perkembangannya. Tidak hanya bisa mengajar anak didik, tetapi harus pandai membimbing dan membina genrasi bangsa ini agar berkepribadian Pancasila dan agamis. Dan tentu ini harus pula di dukung peran orang tua dan masyarakat.


Menghormati Guru Berarti Menghormati Orang Tua Kita: Yang membuat kita miris hari ini, penghormatan kita kepada guru mulai pudar. Bahkan kadang kita merasa lebih hebat dari guru-guru kita. Jangankan peduli dengan keadaan guru, menyapanya saja sudah sulit kita lakukan, bahkan kadang tak segan-segan mereka kita jadikan bulan-bulanan akibat prilaku buruk kita yang sulit diarahkan dan cenderung melawan melawan mereka.


Sekali lagi kita harus belajar dari kolonial kita dulu (Jepang). Alkisah, pada hari itu warga dan media Jepang dikejutkan dengan perlakuan aneh dari petinggi militer Jepang. Tiba-tiba sang Jenderal bintang 4 tersebut turun dari mobil mewahnya dan tunduk memberi hormat kepada laki-laki paruh baya yang sedang menarik sepada ontelnya. Warga dan media Jepang yang ikut serta bersama jenderal saat itu terkaget-kaget. Siapakah gerangan lelaki tua tersebut? Mengapa jenderal begitu menghormatinya? Menanggapi pertanyaan wartawan sang jenderal berkata, “Beliau adalah guru saya.”


Berbeda dengan kita hari ini, kata hormat/menghormati seakan harus dikubur sedalam-dalamnya. Kita merasa kitalah yang paling hebat. Memiliki jabatan sedikit lebih tinggi dari guru sudah merasa hebat darinya, sudah enggan menyapanya bahkan kadang tega menganiayanya. Begitu mudah buat kita melupakan jasa-jasanya. Pada hal merekalah yang telah membuat kita bisa dan menjadi pintar.


Ada cerita menarik dari guru kesenian penulis di SMP Tl. Melano dulu yang masih penulis ingin hingga kini. Nama beliau Abdul Latif (almarhum). Semoga Allah mengambuni dan mengangkat derajat beliau, amin. Cerita ini beliau sampaikan ketika beliau pulang libur dari Jawa. Saat sedang asyik-asyiknya berkendaraan, tiba-tiba beliau terjebak rajia Polantas. Kerena tidak membawa perlengkapan SIM maka beliau di tilang Polantas. Salah satu dari Polisi yang menilang tersebut mengenal beliau dan berkata, “Bapak, pak Latif ya?” Ya, “Jawab pak Latif.” Saya murid bapak di SMP dulu pak “Ungkap polisi tersebut kepada pak Latif.” Singkat cerita, mereka saling berpelukan. Tapi maaf pak, bapak tetap saya tilang, “Polisi tersebut kembali berkata.” Kembali pak Latif memeluk muridnya karena merasa bangga dan haru atas rasa hormat dan kedisiplinan anak didiknya tersebut.


Sungguh tak pantas kesombongan itu kita pertontonkan dihadapan guru-guru kita. Tidak ada kata bekas buat mereka mestipun kita tidak lagi belajar aktif dengannya. Selama ilmu yang kita dapat darinya terus memberi manfaat dalam kehidupan kita, mereka tetap guru kita. Guru tidak pernah meminta imbalan atau materi dari keberhasilan kita, bagi mereka keberhasilan kita adalah bagian dari keberhasilannya. Maka sepatasnyalah kita menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada mereka. Selamat Ulang Tahun PGRI yang ke- 68. Jaya Guruku, Jaya Bangsaku● Has.

Minggu, 24 November 2013

Mitos Sial Kematian Kucing Bagi si Penabraknya

Mitos Sial Kematian Kucing Bagi si Penabraknya


Oleh: Hasanan


kucing kayong


Satu lagi kisah menarik dari masyarakat Kayong khususnya. Kisah ini masih erat kaitannya dengan mitos yang lazim dipatuhi oleh orang-orang tertentu, yang kebenaran dan dasarnya tidak jelas. Anehnya mereka sangat meyakini bahwa hal tersebut akan membawa bala/sial jika tidak dilaksanakan. Kisah ini bisa saja terjadi pada orang terdekat kita, teman, keluarga, orang lain atau bahkan kita sendiri. Penasaran? Simak saja selengkapnya!


Sebut saja si Udin, bukan nama sebenarnya. Dalam perjalanan pulang dari Teluk Batang ke Sukadana, dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam tiba-tiba ada seokor kucing melintasi jalan dan secara kebetulan menabrak roda motor yang dikendarai si Udin. Kejadian tersebut tepatnya di desa Pemangkat. Singkat cerita si Udin jatuh dan nyasar ke pinggir jalan. Kendati si Udin tidak apa-apa dan hanya luka lecet biasa, namun kuncing yang tertabraknya mati di tempat.


Terpikirlah di benak si Udin bahwa nabrak kuncing akan membawa sial dalam hidupnya, apa lagi jika tidak dikuburkan dengan dibukus pakaian yang melekat pada badan dia saat itu. Singkatnya, si Udin melepaskan kaos yang melakat di badannya untuk dibungkuskan ke kucing tadi, dan selanjutnya si Udin menguburkan kucing tersebut di sisi parit di pinggir jalan di tempat kejadian berlangsung. Alhasil si Udin pulang tanpa pakaian yang utuh walaupun masih ada jaget yang membalut tubuhnya. Apa boleh buat, kaos cressida yang baru dibeli si Udin beberapa hari sebelumnya melayang dan terkubur bersama kucing. Untungnya si Udin masih punya jaget, kalau tidak, mungkin si Udin pulang bisa tanpa baju.


Benar, cerita si Udin di atas cuma cerita fiksi (perumpaan/contoh) semata. Namun cerita yang mirip dengan cerita si Udin ini sering terjadi dalam masyarakat kita. Entah dari mana asal-muasalnya dan siapa yang pertama memulainya, yang pasti cerita ini seperti pemali (pantangan) yang harus dilaksanakan sebagian masyarakat kita. Jika tidak dilaksanakan maka bala akan menimpa kita. Demikian pengakuan dari beberapa orang yang pernah mengalami peristiwa ini.


kucing warta kaong google


Benarkah membiarkan kuncing yang kita tambrak mati tanpa dikubur dengan pakaian yang kita pakai akan membawa bala/sial dalam kehidupan kita? Tegas penulis katakan, tidak benar! Sebab ini pun sering terjadi pada penulis dan penulis tidak pernah melakukan apa yang dilakukan oleh si Udin. Paling-paling penulis buang bangkai kucing tersebut dipinggir jalan agar tidak menganggu dan membuat jijik orang-orang yang lewat. Kenapa penulis tidak melakukan seperti yang Udin lakukan? Selain dasarnya yang tidak jelas, juga bisa merusak aqidah kita. Alasan lain dapat anda temukan dalam tulisan berikut ini: http://wartakayong.wordpress.com/2013/10/31/fenomena-pusa-dan-kempunan/.


Logikanya, tak ada satu orang pun yang ingin menabrak binatang pada saat mengendarai kendaraan, apa lagi menabrak manusia, kecuali orang mambuk. Karena hal tersebut membahayakan keseimbangan dan dapat menyebabkan kecelakaan. Yang sering terjadi malah binatang tersebut yang kadang melintas dan nabrak kendaraan kita, itu artinya hal yang bukan kita sengaja. Lalu apa hubungannya dengan sial? Mengapa harus pakaian yang menjadi kain kapan kuncing tersebut? Apakah pakaian tersebut akan bisa menutupi keapesan/kesialan yang akan dan telah menimpa kehidupan kita? Tentu tidak bukan?


Hakikatnya sial atau apes yang terjadi pada diri kita, itu akibat ulah kita juga. Biasanya sih gitu. Kalaupun kecelakaan itu terjadi pada saat kita menabrak kucing, itulah apesnya kita, jadi tak hubungannya antara pakaian dengan kucing yang mati ditabrak. Dan bisa jadi itu teguran dari Tuhan melalui binatang buat kita, atau bisa juga ujian buat orang yang beriman, bahkan bala bagi orang yang suka berbuat aniaya, zalim atau maksiat, kata ustadz sih. Tentu ini tergantung kodisi diri masing-masing dalam menyikapi setiap musibah.


Benar atau tidak, wallahu a’lamu. Ini hanya opini penulis semata. Tapi penulis meyakini betul bahwa tidak ada hubungannya antara kematian kucing, pakaian dan sial yang terjadi dalam kehidupan kita. Keyakinan ini bukan tanpa alasan, tapi telah penulis buktikan dari beberapa peristiwa yang sama penulis alami sendiri. Tak ada cerita bagi penulis melakukan apa yang dilakukan si Udin, apa lagi harus memandikan benda mati (kendaraan) tersebut dengan air doa selamat dari imam/ustadz, tak ada hubungannya kan? Alhamdulillah penulis tidak apa-apa. Bagi penulis ini hanya sebuah mitos belaka yang harus kita kaji dan pikirkan kembali kebenaranya.


Hanya konsentrasi dan kehati-hatianlah yang membuat orang selamat dalam berkendaraan. Jika kita sudah konsen dan hati-hati masih juga dilabrak orang atau binatang, atau bahkan kita sendiri yang nabrak secara tiba-tiba, itu baru bisa dikatakan musibah. Jadi tidak ada kaitannya dengan kematian kucing yang kita tabrak dengan pakaian kita sebagai kapan pembungkus penguburan kucing tersebut. Masih kurang percaya? Buktikan saja! Sebab saya telah membuktikannya. Insya Allah, Allah bersama kita dan akan menyertai keyakinan kita akan kebesaranNya●

MISTERI Ir. Soekarno, Warga Simpang Hilir Sering Di Temui

MISTERI Ir. Soekarno, Warga Simpang Hilir Sering Di Temui


mualif warga simpang hilir bertemu soekarno Keterangan: Muallif menerangkan bagaimana ia bertemu soekarno di desa sei mata mata - foto : By MH


Yang menjadi misteri terkenal dari zaman dahulu hingga sekarang salah satunya adalah tentang sejarah Soekarnoe Presiden RI pertama, dari mulai lahir hingga beliau meninggal Kabut misteri yang kian tebal membuat berbagai kalangan sering berselisih pendapat, antara nyata dan yang ghaib, antara kajian mistis juga akademis rata rata memiliki pendapat dan argumentasi yang berbeda. Ya memang begitulah kenyataanya kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga memiliki tokoh Seperti beliau ( Soekarno) yang di pandang memiliki kharisma yang luar biasa, bukan hanya di dalam negeri namun hingga keluar negeri, bahkan pamornya pun sampai sekarang masih berbinar binar, bahkan menurut media Internasional nama Soekarno baru baru ini sempat mendinginkan Presiden mesir saat negaranya bergejolak.


            Baiklah sekarang kita tinggalkan cerita cerita tentang kebesaran nama soekarno di luar sana, kali ini kita akan fokus untuk menyimak satu kisah misteri di sekitar kita tentang Soekarno. Kisah ini berawal dari seorang warga Desa Sungai mata Mata yang bernama (Ustadz Muallif) bertemu dengan Soekarno. Awalnya ia tidak tau jika yang datang padanya adalah soekarno namun dari hasil pertemuannya beberapa kali mualif lalu di beri tahu bahwa sesungguhnya yang  datang adalah soekarno presiden RI pertama.


            Muallif yang kesehariannya sebagai petani dan pengurus masjid itu mengaku sering berjumpa dengan Soekarno. “ waktunya tidak menentu mas, kadang kalau mau datang siang ya siang, kadang juga malam, dan ia bisa berubah rubah wujud mau jadi tua atau muda atau jadi orang apa saja ia bisa”. Ungkap muallaif


soekarno masih hidup warta kayong

Sumber foto : Google


            Sosok Soekarno yang menemui Muallif warga Sungai mata mata kecamatan simpang hilir kabupaten kayong utara kalimantan barat tersebut bukan tidak memiliki maksud. Menurut penuturan Muallif Soekarno kerap sekali berpesan kepadanya untuk menyampaikan pesan kepada suluruh umat manusia terutama kepada pemimpin dan pemegang kebijakan, pesannya di antara lain adalah :




  1. Berlaku adil dan jujurlah kepada masyarakat dan semua, agar Tuhan tidak murka dan memberikan balak serta bencana pada kita

  2. Bersiap siaplah menghadapi perang besar menghadapi musuh yang tidak dapat di duga duga ( dalam pengertia luas ), bisa kita sendiri yang menjadi musuh, alam akibat diri kita dan lain lain.

  3. Soekarno suatu saat akan muncul sebagai satrio piningit, ia mengunggu moment yang tepat, dan suatu saat akan membawa indonesia sebagai bangsa yang besar dan di segani bangsa lain.


Demikianlah pesan yang di sampakan oleh Ir soekarno lewat Muallif, ia berencana akan menyampaikan pesan ini ke semua termasuk Bupati, gubernur bila perlu presiden. Pesan sebagaian sudah di sampikan kepada masyarakat dan pejabat di tingkat teras.

Muallif setelah beberapa kali bertemu Mantan Presiden RI pertama mengaku ada perubahan dalam dirinnya, perubahan tersebut antara lain ia semakin bersemangat dalam bekerja, Optimis dengan kebenaran akan mengalahkan segalanya dan ia semakin rajin beribadah. Ia sangat yakin jika Soekarno masih hidup dan kelak akan muncul kembali.

Mualif bahkan menyatkan bahwa yang di temui soekarno bukan hanya ia sendiri, temannya yang berada di transmigrasi di wilayah Papua juga mengaku di temua, begitu juga dengan temannya yang di Tangerang Jawa Barat, pesan yang di berikanpun juga beda beda tipis dengan pesan yang di sampaikan padanya.

Jika muallif adalah salah seorang yang  di temui soekarno di Desa sei mata mata, mungkin tidak dengan warga Desa Lingga Sana kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dari media Lokal yang di lansir beberapa Tahun lalu warga di desa tersebut sebagain besar mengaku percaya bahwa Soekarno masih hidup, bahkan beberapa orang di desa tersebut pernah bertemu dan di beri pertolongan oleh beliau.

Menurut sumber yang lain Soekarno tidak memiliki makam, namun yang ada hanya petilasan, ia tidak meninggal dunia namun Mukso/ menghilang yang suatu saat ia akan kembali, seperti kepercayaan yang ada dalam islam bahwa Nabi Isa tidak mati di salib namun ia di angkat ke langit bahkan sampai sekarang Ia masih hidup. Begitulah Soekarno sampai saat ini juga masih hidup namun entah di mana ia berada, sekali lagi ia akan menunggu moment yang tepat untuk kembali dan menegakkan keadilan.

Demikianlah ulasan singkat tentang misteri Presiden RI pertama Soekarno, semoga memperkaya khazanah berfikir kita bersama mengneai dimensi dunia ini, percaya atau tidak itu kembali pada pribadi kita masing masing, benar atau salah pandangan kita, semua kita  serahkan pada Allah SWT. (MH/23/11/2013)

Sabtu, 16 November 2013

KONDOM BEKAS PAKAI BERSERAKAN DI GEDUNG DPR RI

toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku


Wajah para sekretaris anggota DPR RI yang cantik-cantik dan seksi itu boleh memerah karena skandal seks antara anggota dewan dengan para sekretarisnya yang dilakukan secara kilat di toilet-toilet gedung DPR RI mulai tercium khalayak luas. Kebobrokan moral anggota dewan dan sekretarisnya dilakukan tanpa lagi malu-malu. Setelah lampiaskan napsu, seenaknya mereka buang begitu saja bekas bungkus pelindung (kondom) di tempat sampah toilet.

Bagi anggota dewan dan sekretarisnya, skandal seks di toilet DPR kelihatannya jauh lebih aman dan nyaman dibanding diluar sana yang resiko gegernya lebih besar. Bagaimana tidak akan menjadi geger. Kamera wartawan ada dimana-mana, sementara sebagai wakil rakyat, wajah mereka begitu mudah dikenali. Salah langkah sedikit saja bisa jadi konsumsi berita publik yang berakibat dipecat karena pelanggaran etika. Maka seks kilat di area gedung DPR menjadi pilihan paling aman.
toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku  m
Beberapa lokasi di area gedung DPR RI situasinya memang sepi, termasuk toilet-toilet dan ruang-ruang yang banyak kosong tidak terpakai. Situasi ini semakin mendukung aksi skandal mereka. Ketua DPR RI, Marzuki Ali, tidak menampik skandal ini. Tapi ia tak dapat berbuat banyak kecuali hanya meminta supaya tidak ada lagi kondom-kondom yang ditemukan di tempat sampah.

Sebuah media ibukota melansir pernyataan pengamat politik, Karel Susetyo, bahwa gedung DPR yang luas memang rawan asmara seks dan perselingkuhan, banyak ruang kosong yang sepi dan jarang terpantau orang.

sekretaris dprri skandal mesum  berita kalbar kku warta kayong

“Gedung luas dan tempat sepi ini yang menjadi rawan. Ini kan masalah moral. Tentu harus dikembalikan ke parpol, biar parpol yang bertanggung jawab, kenapa bisa memilih caleg tidak bermoral”, tandas Susetyo.

Media itu juga melansir data dari Badan Kehormatan DPR yang banyak menampung laporan dan aduan perselingkuhan antar anggota dewan ataupun dengan sekretarisnya. Aduan itu dilaporkan mulai dari suami atau istri para anggota dewan. Bahkan ada juga yang datang dari pihak luar yang mengetahui skandal seks di area gedung DPR.

toilet anggota dpr ri lebih mahal berita wk  kku h

Skandal seks di lingkungan gedung DPR RI sudah bukan rahasia lagi. Petugas cleaning service yang bertugas di sana sudah bosan dengan penemuan kondom yang berserakan hampir di setiap sudut gedung. Bahkan seorang petugas cleaning service mengaku tidak sengaja pernah memergoki pasangan mesum di dalam toilet. Tapi, lima lembar uang seratus ribuan pun masuk ke sakunya, katanya sebagai uang tutup mulut.

Kasus perselingkuhan sesama staf anggota DPR pernah diungkap Ivan Fadilla terkait Venna Melinda, istrinya yang diyakini Ivan telah melakukan perselingkuhan dengan sesama anggota dewan. Dan karena sebab itu rumah tangga mereka akhirnya harus berpisah.

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=594530717261237&set=a.408262195888091.84626.117997638247883&type=1&ref=nf